;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

Berjalan Tanpa Wali Data

28 Nov 2022

JAKARTA-Ditengah ketidakpastian pemanfaatan datanya, program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) masih berjalan. Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Pungky Sumadi, memastikan tak ada penghentian maupun pembatalan proyek tersebut. Pungky menuturkan Regsosek memiliki alasan yang cukup untuk dilanjutkan. "Dasar pelaksanaannya adalah Undang-Undang Statistik dan Peraturan pemerintah turunannya," kata dia kepada Tempo. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik. UU Statistik dan aturan turunannya menjadi pegangan Badan Pusat Statistk (BPS) untuk berani melanjutkan pendataan penduduk Regsosek. Sekretaris Utama BPS, Atqo Mardiyanto, menuturkan pada 2015 BPS melakukan kegiatan serupa untuk program Basis Data Terpadu menggunakan dua payung hukum itu. (Yetede)

BPJS Perpanjangan Masa Pendataan

28 Nov 2022

JAKARTA-Badan Pusat Statistik (BPS) memperpanjang masa pendataan masyarakat untuk Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) hingga 30 November 2022. Proses ini seharusnya berlangsung selama 15 Oktober sampai 14 November 2022, Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menuturkan, masih ada warga yang belum bisa ditemui petugas selama periode pendataan. Alasan bermacam-macam. Beberapa diantaranya tidak merespon, ada yang terhambat masalah geografis, terhadang banjir, hingga ada yang menolak. Setelah pendataan rampung, data dari setiap petugas dikumpulkan untuk dibawa ke Forum Konsultasi Publik. Dalam forum tersebut akan hadir perwakilan rukun tetangga, rukun warga, serta tokoh-tokoh masyarakat. BPS bakal memverifikasi  data yang telah mereka kumpulkan, sekaligus melengkapi jika masih ada yang kurang. "Jadi harapannya, cakupan pendataan terhadap 82,5 juta keluarga. Setiap keluarga dimintai informasi rinci perihal tempat tinggal, demografi serta pendidikan masing-masing anggotanya. (Yetede)

Bunga Kredit Mulai Mekar, Cicilan KPR Makin Melar

28 Nov 2022

Tak harus menunggu lama, bunga kredit pemilikan rumah (KPR) sudah mulai mendaki. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sebesar 1,75% sejak awal tahun ke level 5,25% telah mengerek  bunga simpanan dan bunga kredit. Segmen KPR menjadi salah satu yang paling reaktif terhadap kenaikan bunga acuan bank sentral. Buktinya, cicilan KPR sejumlah nasabah sudah mulai naik. Manajemen CIMB Niaga dalam suratnya menyebut, pemberitahuan penyesuaian bunga adalah bagian yang tak terpisahkan dengan perjanjian kredit dengan kondisi, syarat dan ketentuan lain dari perjanjian kredit tetap berlaku. Bankir memang bilang, kenaikan suku bunga acuan akan berdampak pada kenaikan suku bunga dana. Sehingga juga berdampak pada suku bunga kredit, termasuk KPR.  

Waspadai Lonjakan Harga Saham Emiten Kecil di Musim Window Dressing

28 Nov 2022

Harga sejumlah saham emiten berkapitalisasi kecil mendadak melejit menjelang musim window dressing. Investor harus hati-hati agar tak terjebak saham gorengan dengan likuiditas mini. Biasanya, menjelang window dressing pada Desember, para spekulan menggoreng saham blue chip dengan nilai market cap atau kapitalisasi raksasa. Situasi ini juga dimanfaatkan "bandar" untuk mengangkat harga saham emiten berkapitalisasi kecil (small cap). Salah satu indikasinya, sepekan terakhir, harga saham-saham emiten dengan market cap di bawah Rp 1 triliun terbang tinggi.

Utang Pemerintah Naik Lagi, Nyaris Rp 7.500 Triliun

28 Nov 2022

Posisi utang pemerintah telah mencapai Rp 7.496,7 hingga akhir Oktober 2022. Jumlah ini bertambah sekitar Rp 76,23 triliun dibanding dengan bulan sebelumnya yang sebesar Rp 7.420,47 triliun. "Terdapat peningkatan nominal dan rasio utang pada akhir Oktober 2022 jika dibanding dengan bulan lalu," terang Kementerian Keuangan (Kemkeu), akhir pekan lalu. Menurut Kemkeu, meski meningkat, posisi utang pemerintah masih dalam batas yang aman. Rasio utang pemerintah mencapai 38,36% dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Ini lebih rendah jika dibanding dengan rasio utang terhadap PDB pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat mencapai 39,69%.

Bank Memacu Bisnis Cash Management

28 Nov 2022

Sejumlah bank mencatatkan pertumbuhan transaksi layanan cash management atau pengelolaan kas cukup besar. Pendorongnya adalah pengembangan digitalisasi layanan di segmen korporasi, komersial, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bank sendiri menikmati transaksi cash management yang telah berkontribusi meningkatkan pendapatan berbasis biaya ( fee based income ) dan juga dana murah bagi bank. Bank Tabungan Negara (BTN) misalnya, memfasilitasi pebisnis bertransaksi melalui cash management system (CMS) berbasis website yang dilengkapi berbagai fitur sesuai kebutuhan nasabah.

PAPAN ANYAR PENGEREK PASAR

28 Nov 2022

Bursa Efek Indonesia (BEI) punya segudang rencana untuk mendorong laju transaksi di pasar saham. Salah satunya yakni dengan membentuk papan perdagangan baru yang diharapkan bakal menjadi acuan bagi investor. Jika tak ada aral melintang, BEI akan merilis papan baru bernama New Economy pada 5 Desember. Papan ini salah satunya bakal menaungi saham-saham emiten startup maupun per­usahaan teknologi yang memiliki model bisnis baru. Menyusul Papan New Economy, otoritas bursa juga mempersiapkan Papan Pemantauan Khusus yang bakal menjadi tempat bagi saham-saham yang diperdagangkan di bawah harga Rp51 per lembar alias ‘gocapan’. Rencananya papan tersebut akan dirilis tahun depan. Kehadiran papan baru tersebut dinilai sejalan dengan momentum pertumbuhan signifikan jumlah investor ritel dalam beberapa tahun terakhir. Per 3 November 2022, jumlah investor pasar modal yang mengacu pada Single Investor Identification (SID), telah mencapai 10 juta, meningkat 33,53% dari akhir 2021. Bahkan pada 2019, jumlah investor pasar modal baru 2,48 juta. Jika ditengok, sejauh ini BEI telah memiliki tiga papan perdagangan yakni Papan Utama, Papan Pengembangan, dan Papan Akselerasi. Papan-papan tersebut mengelompokkan emiten sesuai dengan kinerjanya. Dus, kehadiran papan tersebut dapat menjadi acuan bagi investor. Direktur BEI Iman Rachman mengatakan, pembentukan Papan New Economy sudah mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, papan itu menyasar calon perusahaan tercatat yang memenuhi karakteristik seperti memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, menggunakan teknologi untuk menciptakan inovasi produk, serta memiliki kemanfaatan sosial. Perihal papan baru tersebut, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan kedua papan tersebut patut dicermati karena barang baru di pasar modal. Dia pun belum bisa menakar apakah kedua papan ini bakal menarik di mata investor. Pastinya, diperlukan waktu bagi pelaku pasar untuk mencerna papan anyar buatan Bursa itu.

PERLUASAN PANGSA PASAR : Standar Industri Hijau Jadi Syarat Ekspor

28 Nov 2022

Staf Ahli Menteri Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kementerian Perindustrian Andi Rizaldi mengatakan, penerapan standar industri hijau merupakan alat bagi industri manufaktur untuk memenuhi regulasi negara tujuan ekspor. "Terutama tentang praktik berkelanjutan dan manajemen risiko komoditas, sehingga menjadi daya saing tersendiri bagi industri nasional,” kata Andi, akhir pekan lalu. Penerapan standar industri hijau sendiri bertujuan untuk mencegah eksploitasi berlebih pada sumber bahan baku dari alam, serta mengurangi eksploitasi energi dan air. Selain itu, standar industri hijau juga diharapkan bisa mengurangi emisi dan limbah, serta penanganan non-product output untuk dimanfaatkan kembali sebagai waste to energy maupun waste to product. Sebagai contoh, industri tekstil yang merupakan salah satu andalan manufaktur Indonesia. Komitmen perusahaan tekstil terhadap penerapan standar industri hijau masih sangat minim. Hal itu juga tecermin dari jumlah perusahaan yang sudah melapor penerapan standar industri hijau ke Kementerian Perindustrian. Sementara itu, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Perindustrian Kris Sasono Ngudi Wibowo mengatakan, sampai dengan saat ini baru satu perusahaan di industri pertekstilan yang sudah mendapatkan sertifikasi industri hijau.

Harta Karun Kapal untuk Wisata Bahari

28 Nov 2022

Harta karun berupa benda muatan asal kapal tenggelam terus didorong untuk memperkuat destinasi wisata bahari. Dari 700 lokasi yang diperkirakan menjadi situs benda muatan kapal tenggelam, baru 20 % yang telah teridentifikasi. Tanpa penanganan yang tepat, benda bernilai sejarah tinggi itu berpotensi dicuri. Direktur Jasa Kelautan, Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, KKP Miftahul Huda mengemukakan, benda berharga asal muatan kapal tenggelam (BMKT) merupakan sumber daya kelautan unik yang memiliki nilai sejarah tinggi dan jejak peradaban kemaritiman. Kapal karam yang membawa harta karun itu disinyalir tersebar di sekitar 700 lokasi di perairan Indonesia, tetapi baru 20 % yang teridentifikasi, 2 % dieksplorasi, dan 5 persen dimanfaatkan untuk wisata bawah air. Dari catatan Kompas, kapal-kapal tenggelam ini antara lain terdapat di perairan Kepulauan Riau, Selat Karimata, Bangka Belitung, dan Laut Jawa. Sebagian kapal tenggelam itu membawa komoditas dan barang dari China, Asia Barat, dan Eropa. Pemerintah mengklaim, dari aspek ekonomi, setiap lokasi harta karun kapal karam dapat bernilai 80.000- 18 juta USD. Jika dimanfaatkan untuk pariwisata, setiap lokasi BMKT berpotensi menghasilkan devisa 800-126.000 USD per bulan. Pemerintah berupaya meningkatkan pengelolaan wisata bahari lewat  keberadaan BMKT, yakni pada lokasi benda berharga di situs kapal itu ditemukan (in situ), atau benda-benda setelah diangkat dan dikelola di luar BMKT (ex situ). Di sisi lain, lokasi selam berbasis kapal tenggelam diharapkan semakin berkembang. ”Pengelolaan BMKT secara in situ dapat dilakukan melalui penetapan kawasan konservasi maritim, atau atraksi wisata bahari berbasis kapal tenggelam, atau museum bawah air. Pengelolaan ex situ dilaksanakan dengan mengangkat BMKT untuk keperluan pameran,” kata Huda, dalam keterangan tertulis akhir pekan ini. (Yoga)


PERBANKAN, Waspadai Penipuan Bermodus ”Soceng”

28 Nov 2022

Penipuan bermodus rekayasa sosial atau social engineering atau soceng masih terjadi dengan mengincar nasabah perbankan. Nasabah diminta lebih berhati-hati dengan tidak memberikan data pribadi, dan mengecek sumber resmi, agar terhindar dari penipuan. Pekan lalu, polisi menangkap penipu yang menyamar sebagai pihak BRI yang menginformasikan perubahan tariff transfer sehingga meminta nasabah mengirimkan sejumlah data pribadi perbankannya. Data ini digunakan pelaku untuk mengambil uang di rekening korban. Bareskrim Polri menangkap tersangka berinisial FI, H, dan N. Ketiganya diduga sebagai pembuat dan pengelola situs palsu. Modusnya berpura-pura sebagai pihak resmi BRI dan menginformasikan tarif perubahan transfer.

 Direktur Kepatuhan BRI Ahmad Solichin Lutfiyanto, Minggu (27/11) menyatakan, pihaknya mendukung penangkapan itu. Penanganannya diharapkan meredam kejahatan serupa agar tidak terulang kembali. Di sisi lain, kata Solichin, BRI secara berkala melakukan edukasi pencegahan berbagai modus penipuan, khususnya kejahatan soceng melalui saluran komunikasi resmi perseroan. Hal itu diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat agar terhindar dari modus tersebut. ”BRI mengimbau nasabah agar senantiasa berhati-hati dalam bertransaksi finansial, dengan menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan. Nasabah diharapkan tidak memberitahukan informasi yang dapat digunakan (untuk) mengakses akun, seperti password (kata kunci) dan PIN (nomor identitas pribadi),” ujarnya. (Yoga)