Gap Literasi dan Inklusi Keuangan 35,42%
JAKARTA, ID – Meski mengecil dibandingkan dengan tahun 2019, gap antara literasi dan inklusi keuangan tahun 2022 mencapai 35,42%. Masyarakat yang literasinya masih tertinggal dari inklusi sudah terbukti menjadi mangsa para predator keuangan, yakni para penyelenggata pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong atau perusahaan ilegal yang berkedok investasi. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) tahun 2022, indeks literasi keuangan masih di bawah 50% yaitu 49,68%, meski naik dari tahun 2019 yang sebesar 38,03%. Sedangkan inklusi keuangan sudah mencapai 85,10%, naik dari 76,19% pada 2019. Dengan demikian, pada 2022 terjadi gap literasi dan inklusi sebesar 35,42%. Angka tersebut turun dari gap di tahun 2019 yang mencapai 38,16%. Sementara itu, pada tahun 2016 terjadi gap sebesar 38,10% dengan indeks literasi keuangan 29,70% dan indeks inklusi 67,80%. Sedangkan pada 2013 terjadi gap sebesar 37,90% dengan indeks literasi 21,84% dan indeks inklusi mencapai 59,74%. (Yetede)
Tags :
#Ekonomi MakroPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023