;
Kategori

Ekonomi

( 40789 )

PROYEKSI EKONOMI Indonesia Tidak Lepas dari Risiko

24 Nov 2022

Di tengah terpaan krisis bertubi-tubi, ekonomi global diperkirakan semakin melambat tahun depan. Meski diyakini lolos dari resesi, Indonesia tidak lepas dari risiko perlambatan. Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam laporan terbaru edisi November 2022 memperkirakan  pertumbuhan ekonomi dunia akan turun dari proyeksi 3,1 % tahun ini menjadi 2,2 % pada 2023, kemudian naik ke 2,7 % pada 2024. Pertumbuhan ekonomi dunia dinilai telah kehilangan momentum di tengah terpaan krisis bertubi-tubi pascapandemi dan perang Rusia-Ukraina. Indonesia termasuk dalam negara berkembang yang prospek ekonominya masih relatif stabil di tengah gejolak ekonomi global. OECD memperkirakan, ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,3 % tahun ini, melambat menjadi 4,7 % tahun depan, dan kembali naik ke 5,1 % pada 2024.

Meski demikian, Indonesia tidak lepas dari risiko. Tren kenaikan inflasi yang diperkirakan berlanjut dan upaya pengendaliannya yang belum optimal dapat menggerus daya beli masyarakat serta menekan roda permintaan dan konsumsi domestik. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengatakan, imbas kondisi resflasi globalterhadap perekonomian domestik tetap perlu diantisipasi melalui instrumen fiskal dan moneter. Misalnya, memperkuat skenario subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan menjaga kenaikan suku bunga tetap moderat dan bertahap. ”Sebisa mungkin juga bank sentral menjaga agar nilai tukar rupiah tidak terlalu terdepresiasi. Ini akibatnya sangat buruk untuk dunia usaha,” katanya, Rabu (23/11). Menkeu Sri Mulyani mengatakan, meski kondisi ekonomi dalam negeri saat ini masih terkendali, pemerintah tetap mewaspadai imbas risiko ekonomi global tahun depan. (Yoga)


Dua Dekade, Blok Masela Seperti Menunggu Godot

24 Nov 2022

Proyek Gas Abadi Blok Masela bak menunggu godot alias menunggu sesuatu yang tak jelas. Nasib proyek yang bergulir sejak lebih dari dua dekade, hingga kini masih kabur. Perebutan hak partisipasi (PI) atau saham Blok Masela justru tampak lebih dominan ketimbang kemajuan pengembangan blok gas jumbo itu. Sederet kontraktor migas kakap mulai bermunculan untuk meminang 35% PI Blok Masela milik Royal Dutch Shell. Selain Shell asal Belanda itu, kini Inpex Corporation tercatat sebagai pemilik 65% mayoritas PI Blok Masela. Sejauh ini Pertamina, Medco Energi, Petronas dan ExxonMobil turut mengincar 35% PI blok migas yang berlokasi di Kepulauan Tanimbar, Maluku tersebut. Kabar terbaru, raksasa migas asal China, PetroChina Company Ltd, juga melirik Blok Masela. "PetroChina juga termasuk yang berminat," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto di Nusa Dua Bali, Rabu (23/11). Direktur eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, plan of development (POD) proyek Blok Masela berkali-kali diubah, dan memicu mundurnya Shell dari proyek Blok Masela. Blok Masela juga membutuhkan dana pengembangan yang besar. Kondisi ini menyebabkan Inpex kesulitan mencari mitra penggantinya.


Efek Resesi, Proyeksi Ekonomi di Bawah 5%

24 Nov 2022

Organization for Economic Co-operation and Development(OECD) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan menjadi 4,7%. Proyeksi ini turun 0,1% poin dari ramalan sebelumnya sebesar 4,8%. Penurunan proyeksi ekonomi ini dilakukan di tengah ancaman resesi global tahun depan. Dalam laporan bertajuk Ecnomic Outlook Edisi November 2022, prospek pertumbuhan ekonomi tahun depan jauh melambat dibanding tahun ini. Akan tetapi, pada tahun depan, OECD memandang permintaan domestik dan pertumbuhan konsumsi di sektor swasta akan tertahan karena inflasi yang masih tinggi. Namun, investasi berupa belanja modal masih akan meningkat secara signifikan. Tak hanya OECD, Bank Indonesia (BI) juga meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan melambat. Bahkan, Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan, ekonomi Indonesia tahun depan tumbuh moderat di level 4,37%, dibanding pertumbuhan ekonomi tahun ini yang diperkirakan mencapai 5,12%.

Aset BMN Menjadi Jaminan Sukuk Negara

24 Nov 2022

Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, barang milik negara (BMN) yang telah menjadi jaminan atau underlying asset surat berharga syariah negara (SBSN) mencapai Rp 1.106 triliun hingga kuartal III-2022. "Dengan SBSN tersebut kita dapat memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan dari APBN dalam mendukung kebijakan fiskal," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kemkeu Rionald Silaban, Rabu (23/11).

Pandemi Mereda, Emiten Ritel Mencetak Pertumbuhan Laba

24 Nov 2022

Kinerja emiten ritel diproyeksi masih akan tumbuh hingga akhir tahun ini. Ini bercermin dari menterengnya sejumlah kinerja emiten ritel di kuartal III-2022. Di antaranya PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Dari beberapa emiten ritel yang telah merilis laporan keuangan kuartal III-2022, MAPI mencatatkan pertumbuhan pendapatan tertinggi, yakni sebesar 55,8% secara tahunan. Pendapatan bersih MAPI naik jadi Rp 18,8 triliun dari Rp 12,1 triliun di kuartal III-2021. Pertumbuhan pendapatan terendah dibukukan ACES, dengan kenaikan 4,3% secara tahunan. Di kuartal III-2022, ACES mencetak penjualan bersih menjadi Rp 4,9 triliun.


ALIRAN DERAS LIKUIDITAS

24 Nov 2022

Aliran likuiditas di perbankan menguat menyusul penyesuaian suku bunga acuan oleh Bank Indonesia. Kembalinya dana masyarakat ke sistem perbankan menjadi modal bagi bank untuk mendorong penyaluran kredit pada tahun depan. Arus likuiditas di bank tecermin dari peningkatan dana pihak ketiga (DPK) hingga Oktober 2022. Data analisis uang beredar yang dirilis oleh Bank Indonesia pada Rabu (23/11) mencatat simpanan masyarakat tumbuh 10% year-on-year (YoY), setelah sempat tumbuh single digit pada Juni—September 2022. Simpanan masyarakat ke deposito pun kembali ke jalur positif. Hal itu menjadi indikasi sejak bank sentral melakukan penyesuaian suku bunga acuan BI-7 Day Repo Rate (BI7DRR) secara bertahap sejak Agustus 2022, telah diikuti dengan penyesuaian bunga simpanan deposito di bank. Sampai dengan Oktober 2022, simpanan berjangka tumbuh 0,8% YoY, melanjutkan pertumbuhan pada Agustus dan September yang masing-masing naik 0,2% dan 0,4% secara tahunan. Sebelumnya, simpanan deposito sempat terkontraksi. Outstanding simpanan deposito Rp2.791,1 triliun atau mewakili sekitar 36% dari total simpanan masyarakat Rp7.681,9 triliun hingga Oktober 2022. (Lihat infografik) Laju DPK pada Oktober 2022 juga relatif mampu mengimbangi permintaan kredit yang naik 11,7% YoY.

PORTOFOLIO REKSA DANA : JALAN TERJAL DANA KELOLAAN

24 Nov 2022

Pertumbuhan dana kelolaan industri reksa dana pada tahun depan menghadapi jalur terjal seiring dengan keluarnya dana investor institusi akibat regulasi terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (Paydi). Ketua Presidium Dewan Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) Marsangap P. Tamba mengatakan, kinerja dana kelolaan reksa dana tahun ini terkoreksi. Hal itu tecermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Oktober 2022 yang menunjukkan dana kelolaan industri reksa dana Rp521,96 triliun atau tergerus 10,03% secara tahun berjalan. Dana industri asuransi jiwa yang ditempatkan di reksa dana berangsur berpindah ke Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), sehingga membuat dana kelolaan susut. Dana kelolaan yang sudah turun secara bulanan pada Januari makin tergerus sejak diterbitkan Surat Edaran OJK No. 5/SEOJK.05/2022 pada Maret 2022. Tercatat dana senilai Rp52,67 triliun telah meninggalkan reksa dana.


OPTIMASI EBT : Pemerintah Ingin PLTU Paiton Pensiun Dini

24 Nov 2022

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana mengatakan pengusulan PLTU Paiton dalam program pensiun dini telah mempertimbangkan kinerja dan sistem kelistrikan yang ditopangnya. “PLN kemarin sudah mengusulkan PLTU Cirebon, kemudian Pelabuhan Ratu. Kita juga kan mengusulkan Paiton, tapi itu usulan berdasarkan angka ya. Ada pilihan-pilihan lainnya berdasarkan kinerja dan sistemnya,” katanya, Rabu (23/11). Dadan menjelaskan, pihaknya telah memiliki daftar 33 PLTU yang bakal masuk ke dalam program pensiun dini melalui skema pendanaan global. Selain melalui skema energy transition mechanism (ETM) yang disokong oleh Bank Pembangunan Asia (ADB), JETP turut menjadi opsi pembiayaan murah yang bisa digunakan. “Nanti kita lihat mana pilihan PLN, ESDM juga punya pilihan. Sekarang ADB juga sedang melakukan kajian dan mereka akan feasibility study. Kita kumpulkan semua, nanti ujungnya Menteri ESDM, Menteri BUMN, dan Menteri Keuangan yang memutuskan.”

TARGET NET ZERO EMISSION : INDUSTRI MIGAS PERLU DIVERSIFIKASI

24 Nov 2022

Pemerintah meminta perusahaan hulu minyak dan gas bumi melakukan diversifikasi dalam operasionalnya agar bisa menyelaraskan kegiatannya dengan upaya transisi energi yang menargetkan net zero emission pada 2060. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memandang transisi energi dan upaya mengurangi emisi karbon menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh perusahaan hulu minyak dan gas bumi atau migas. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan berdasarkan laporan Emission Gap yang dikeluarkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP), total emisi pada 2021 mencapai 52,8 giga ton CO2. Dari jumlah tersebut, energi fosil, termasuk migas menyumbang sebesar 37,9 giga ton CO2 atau sekitar 72% dari keseluruhan emisi. Hal itu membuat sejumlah lembaga pendanaan global menghentikan pembiayaan untuk proyek eksplorasi dan eksploitasi migas baru, dan beralih mendanai proyek energi baru terbarukan (EBT). Untuk itu, lanjut dia, perusahaan migas harus melakukan diversifikasi operasi dengan memperbesar investasi di luar bisnis utamanya, terutama di sektor energi yang lebih hijau.

11 Saham yang IPO 2022 Memberikan Gain di Atas 100%

24 Nov 2022

JAKARTA, ID – Sebelas dari 54 emiten yang menggelar initial public offering (IPO) atau penawaran umum perdana saham tahun 2022 memberikan potential gain (potensi keuntungan) di atas 100%. Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) bahkan mendulang gain hingga 1.700%. Selain ADMR, saham emiten yang memberikan potential gain di atas 100%, terhitung sejak tanggal listing hingga Rabu (23/11/2022) adalah PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA), PT Estee Gold Feet Tbk (EURO), PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM), PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI), PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), PT Champ Resto Indonesia Tbk (ENAK), dan PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK). KRYA menorehkan potential gain 236%, EURO 222,9%, HATM 156,3%, ZATA 134%, DEWI 124%, ARKO 118,3%, BUAH 111,3%, COAL 106%, ENAK 104,1%, dan BSBK mencatatkan gain 104%. Adapun saham PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) merupakan saham yang melemah paling dalam, minus 72%. Ke-54 emiten tersebut berhasil menggalang total dana Rp 32,3 triliun. (Yetede)