Ekonomi
( 40512 )Fokus Dorong Pemulihan Ekonomi dalam KTT APEC
Indonesia akan fokus mendorong pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik atau Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) tahun 2022. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum bertolak menuju Bangkok, Thailand untuk menghadiri perhelatan tersebut, kemarin.
"Prinsipnya,
leave no one behind. Transformasi digital, ekonomi hijau, dan hilirisasi menjadi prioritas Indonesia di APEC tahun ini," kata Presiden Jokowi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (17/11).
2023, Produksi Migas ENRG Naik 15%
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) membidik produksi minyak dan gas (migas) bisa mencapai 40.000
barrel of oil equivalent
di tahun ini. Untuk tahun depan, ENRG berharap akan ada kenaikan produksi migas sebesar 10% hingga 15%.
"Dari kenaikan produksi tersebut, kami berharap bisa menaikkan penjualan dan laba bersih di tahun depan," ujar Direktur ENRG Edoardus Ardianto dalam paparan publik, Kamis (17/11).
Selama sembilan bulan pertama 2022, perusahaan milik Grup Bakrie ini telah memproduksi 5.148
barrel of oil per day
(bopd) minyak, naik 9,64% secara tahunan. Bersama dengan itu, produksi gas juga naik 1.860% menjadi 204
million standard cubic feet per day
(mmscfd).
Sebanyak tiga blok ENRG memberi kontribusi besar terhadap produksi ENRG sepanjang periode ini, yakni Blok Malacca, Blok Bentu, dan Blok Kangean. Bersamaan dengan kenaikan tingkat produksi, harga rata-rata minyak dan gas yang direalisasikan ENRG juga turut naik.
Mewaspadai Potensi Bitcoin Merosot Hingga US$ 10.000
Jelang
halving day
bitcoin pada 2020 silam, banyak pengamat memprediksi harga mata uang kripto ini berpotensi akan mencapai US$ 100.000 per BTC. Tapi alih-alih menuju US$ 100.000, saat ini harga bitcoin justru
nyungsep
ke bawah level US$ 20.000 per BTC.
Per pukul 21.15 WIB kemarin, harga bitcoin ada di level US$ 16.505,47 per BTC. Harga bitcoin mulai terus turun menjauhi US$ 20.000 sejak 9 November lalu. Robert T. Kiyosaki bahkan memprediksi harga bitcoin dapat mencapai US$ 10.000 per BTC.
Kendati begitu, para analis menilai harga kripto tidak akan jatuh hingga menyentuh level US$ 10.000.
Multifinance Memperkuat Kanal Digital
Di saat kinerja pembiayaan belum kembali ke era sebelum pandemi covid-19, beberapa perusahaan multifinance bersiap untuk meningkatkan biaya belanja modal (capex)
di tahun 2023. Salah satu tujuannya adalah memperkuat digitalisasi.
Memang, saat ini beberapa multifinance masih terus berlomba untuk memperkuat ekosistem digital mereka. Tentu, untuk memperluas segmen pasar yang terutama didominasi generasi muda.
Salah satu multifinance, Adira Finance, telah menyiapkan capex 2023. Perusahaan ini memperkirakan capex bakal naik hingga 25%. Tahun ini, belanja modal anak usaha Bank Danamon ini ialah Rp 150 milar yang berarti tahun depan ada sekitar Rp 187 miliar dana yang disiapkan.
Kontribusi adanya digitalisasi yang dilakukan Adira Finance selama ini terhadap penyaluran pembiayaan sekitar 10%. Adapun, sepanjang tahun ini hingga September 2022 total penyaluran pembiayaan Rp 21,9 triliun.
Tak hanya Adira Finance, WOM Finance juga berencana bakal menaikkan capex untuk tahun depan dengan tujuan yang sama yaitu digitalisasi. Hingga September 2022 kemarin, WOM Finance sudah merealisasikan capex sebesar Rp 27 miliar.
Pengembangan EBT : PLTS Karimun Punya Fasilitas Hidrogen Hijau
Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Kawasan Ekonomi Khusus Karimun bakal dilengkapi dengan fasilitas hidrogen hijau setelah Anantara Energy Holdings Pte Ltd dan Quantum Power Asia menandatangani nota kesepahaman dengan Countrywide Hydrogen untuk mengkaji pembangunannya.Rencananya, fasilitas produksi hidrogen hijau itu akan menjadi bagian dari megaproyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 3,5 gigawatt (GW) yang telah memperoleh komitmen pendanaan dari lembaga keuangan sebesar US$6 miliar.Direktur Anantara Energy Simon G. Bell mengatakan pihaknya menyepakati kerja sama dengan Countrywide Hydrogen untuk mendanai studi konsep yang akan mencakup studi kelayakan teknokomersial untuk menyiapkan fasilitas produksi hidrogen dan amonia hijau di Indonesia.
Sementara itu, Managing Director Countrywide Hydrogen Geoffrey Drucker mengatakan studi konsep dan kelayakan di KEK Karimun menunjukkan potensi produksi hidrogen dapat mencapai 1.650 ton per tahun.
Hilirisasi Pertanian : Barata Rampungkan Pabrik Bioetanol Gempol
PT Barata Indonesia (Persero) telah merampungkan proyek pekerjaan pabrik Bioethanol Gempolkrep, Mojokerto. Hasil pekerjaan proyek ini telah diserahkan kepada PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Direktur Pemasaran Barata Indonesia Sulistyo Handoko mengatakan penyelesaian proyek ini merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah dalam hilirasasi industri gula untuk ketahanan pangan sekaligus memproduksi energi yang ramah lingkungan. “Penyelesaian proyek ini semakin mengukuhkan posisi Barata Indonesia sebagai satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu mengerjakan manufaktur serta konstruksi untuk industri gula dan turunannya,” ujarnya, Kamis (17/11).
Pelaku Hanya Mampu Berusaha dengan Bunga Acuan Maksimal 6%
JAKARTA, ID — Para pelaku hanya mampu mengembangkan usaha dengan bunga acuan maksimal 6%. Lebih dari itu, suku bunga pinjaman bakal menjadi beban yang menyulitkan mereka untuk melakuka ekspansi. Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dinilai tepat untuk mengendalikan inflasi dan menjaga nilai tukar rupiah. Dengan demikian, BI hanya punya ruang 75 basis poin lagi untuk menaikkan suku bunga acuan. Seiring dengan ekspektasi BI bahwa suku bunga acuan Bank Sentral AS (Fed funds rate/FFR) akan mencapai puncaknya, yakni di level 5%, pada kuartal I-2023, maka pada periode tersebut bank sentral perlu mengerek BI7DRR ke level 6%-6,5%. Kebijakan ini diperlukan untuk menjaga selisih yang pas antara BI7DRR dan FFR, yakni sekitar 100-150 basis poin. Jika selisih kurang 100 basis poin, rupiah akan mengalami tekanan dan kemungkinan besar akan terdepresiasi tajam. (Yetede)
Saya Tidak Menduga akan Ada Deklarasi
NUSA DUA, ID - Dunia melihat Indonesia dan mengapresiasi Indonesia. Penyelenggaraan KTT G20 dinilai sukses, bahkan sangat sukses. Dari sisi akomodasi dan fasilitas yang diberikan, semua tamu menunjukkan ekspresi gembira. Bukan hanya Bali yang indah, tapi juga kehangatan dan keramahtamahan tuan rumah. Awak media dari berbagai negara bisa melaporkan dengan leluasa setia detail acara. Mereka memuji kelengkapan fasilitas media center yang memungkinkan setiap awak media menjalankan tugas jurnalistik dengan lancar. yang diberikan, semua tamu menunjukkan ekspresi gembira. Bukan hanya Bali yang indah, tapi juga kehangatan dan keramahtamahan tuan rumah. “Hati saya benar-benar plong. Sesuatu yang selama ini dikhawatirkan tidak terjadi, ternyata bisa terwujud berkat dukungan berbagai pihak. Inilah capaian paling tinggi dan paling penting dari KTT G20 di Bali,” ungkap Jokowi melukiskan suasana batinnya selama KTT G20. (Yetede)
Asia Pasifik Harus Jadi Motor Pertumbuhan yang Resilent
JAKARTA, ID - Indonesia mendorong Kawasan Asia Pasifik agar menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi dunia yang resilient. Ekonomi APEC memiliki kapasitas tersebut, karena merepresentasikan 38% populasi global atau 2,95 miliar orang, 62% PDB dunia atau US$ 59 triliun, dan mewakili 48% total perdagangan barang dan jasa dunia. “Akses untuk mendapatkan vaksin dan transparansi dalam kebijakan kesehatan merupakan hal yang fundamental untuk pembukaan akses perjalanan yang aman dan menghubungkan kembali kawasan APEC. Perbedaan jenis vaksin antar-ekonomi tidak perlu menjadi penghambat untuk pelaku perjalanan dalam kawasan APEC,” tegas Menko. (Yetede)
Intermediasi Membaik, Kredit Perbankan Meningkat 11,95%
JAKARTA, ID – Bank Indonesia (BI) mencatat adanya perbaikan pada intermediasi perbankan nasional. Ini tercermin dari pertumbuhan kredit industri perbankan per Oktober 2022 yang meningkat mencapai 11,95% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan kredit tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang meningkat 11% (yoy). Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, intermediasi perbankan melanjutkan perbaikan dan mendukung pemulihan ekonomi. “Pertumbuhan kredit pada Oktober 2022 sebesar 11,95% (yoy), ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan hampir seluruh sektor ekonomi,” kata Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Kamis (17/11/2022). Kinerja korporasi tercermin dari perbaikan kemampuan membayar, tingkat penjualan, dan belanja modal, terutama di sektor pertambangan dan perdagangan. Kinerja rumah tangga tercermin dari konsumsi dan investasi rumah tangga yang membaik sejalan dengan optimisme konsumen. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









