;

Pemalsu Tiru Teknologi dan Kemasan Oli Resmi

Pemalsu Tiru Teknologi
dan Kemasan Oli Resmi

Kemasan pelumas atau oli palsu sepeda motor yang beredar di pasaran sebagian di antaranya semakin menyerupai produk resmi. Pembuat oli palsu tidak hanya meniru ciri-ciri pada kemasan, tetapi juga berupaya menjiplak teknologi label yang dikembangkan produsen oli merek ternama. Kompas membeli berbagai merek oli sepeda motor di sejumlah bengkel di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Semarang sepanjang Oktober-November. Diantaranya oli MPX2 untuk sepeda motor matik yang diproduksi Astra Honda Motor (AHM). Merujuk materi edukasi yang disebarkan di laman resmi PT Wahana Makmur Sejati, dealer utama sepeda motor Honda di Jakarta, ciri produk oli resmi MPX2, antara lain kemasan botol oli AHM berwarna putih cerah sehingga masyarakat diminta waspada jika membeli oli baru, berbotol kusam. Ciri lain adalah jendela (bagian transparan untuk mengetahui volume oli dalam botol) pada botol asli berukuran sempit, sedangkan pada yang palsu umumnya lebih lebar, pada tutup botol terdapat kode pengaman yang sama dan sejajar, sedangkan di botol oli palsu tidak sejajar atau bahkan sama sekali tidak ada kode pengaman. Untuk memudahkan, konsumen dapat mengecek kode keamanan atau kode QR (quick response code) yang berada pada label kemasan di bagian belakang botol. Ketika dipindai, kode pada botol oli asli bakal menautkan ke situs beralamat ahm.to yang merupakan laman resmi AHM.

Pada sejumlah oli MPX2 yang dibeli di bengkel mandiri dan toko suku cadang di sejumlah lokasi, ciri-ciri pada kemasan, seperti warna botol,tutup botol, dan jendela botol, identik dengan oli MPX2 resmi. Bahkan, stiker label yang menempel di bagian belakang juga terdapat kode QR. Namun, saat kode QR itu dipindai akan terkoneksi ke laman ahmto.top – yang hampir sama dengan laman resmi  AHM, yakni ahm.to. Jika konsumen tidak teliti mengamati alamat laman yang tertera, akan terkecoh dan menganggap oli itu asli karena situs ahmto.top sangat mirip dengan tampilan situs resmi AHM yang memperlihatkan produk oli sekaligus nomor seri produk. ebagian oli MPX2 yang dibeli di sejumlah bengkel di Jakarta Barat, Kota Tangerang, dan Kota Semarang, Jateng, kode QR pada kemasan oli menautkan ke laman ahmto.top. Artinya, oli tersebut diduga kuat palsu. Kendati demikian, pengecekan oli dengan memindai kode pada kemasan tidak dapat menjadi patokan baku. Sebab, terdapat beberapa oli MPX2 palsu yang dibeli di salah satu bengkel di kawasan Larangan, Kota Tangerang, kode QR botol menautkan ke laman resmi AHM. Upaya pemalsu meniru kode QR oli AHM juga terlihat pada botol-botol oli palsu barang bukti penggerebekan polisi, seperti kasus pemalsuan oli di Kota Semarang, yang diungkap Oktober lalu. Kuasa hukum internal AHM, Edward, mengatakan, desain kemasan oli MPX2, termasuk di dalamnya teknologi kode QR yang menautkan ke laman resmi AHM, adalah bagian pembaruan desain dan teknologi kemasan oli AHM yang dirilis pertengahan tahun ini dengan biaya investasi untuk membuat desain kemasan, termasuk teknologi kode QR, mencapai puluhan miliar rupiah. Namun, inovasi itu kembali ditiru oleh para pemalsu, hanya dalam waktu dua bulan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :