Bulog Kirim Sinyal Impor
Perum Bulog memberikan sinyal akan mendatangkan beras dari luar negeri sebanyak 500.000 ton. Sejumlah pihak berharap impor dilakukan secara hati-hati agar tidak menjadi stok yang tertahan di gudang dan justru mengganggu daya serap Bulog saat panen raya padi tahun 2023. Sinyal rencana impor itu tersirat dalam keterangan pers Perum Bulog, Jumat (18/11). ”Saat ini, Bulog menguasai stok 625.000 ton beras di dalam negeri. Bulog juga sudah melakukan kerja sama mancanegara dengan menyimpan stok sebanyak 500.000 ton beras komersial yang berada di luar negeri,” kata Dirut Perum Bulog Budi Waseso. Apabila jumlah beras itu digabungkan, Budi memperkirakan stok beras nasional yang dikuasai pemerintah aman untuk mempertahankan stabilitas harga dalam enam bulan ke depan, salah satunya melalui program Ketersediaan Pangan dan Stabilisasi Harga (KPSH) atau operasi pasar. Menurut dia, beras yang berada di luar negeri tersebut bisa direalisasikan kapan pun apabila stok di dalam negeri sudah habis. Budi menambahkan, Bulog terus memantau pergerakan harga beras agar dapat mengendalikannya dengan menggelontorkan beras ke pasar lewat program KPSH. Dia menilai, kenaikan harga beras saat ini disebabkan oleh anomali cuaca dan peningkatan harga BBM. Sementara petani kini sedang memasuki musim tanam. (Yoga)
Postingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023