Ekonomi
( 40512 )Ekonomi Menguat pada Semester II, Inflasi Cenderung Menurun
JAKARTA,ID – Pemerintah meyakini laju inflasi cenderung menurun seiring dengan penguatan pemulihan ekonomi pada semester II-2023. Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2023 mencapai 0,34% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya 0,66% (mtm). Sedangkan inflasi IHK secara tahunan 5,28% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 5,51% (yoy). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, penurunan inflasi atau harga yang stabil dan cenderung menurun serta penguatan pemulihan, akan terjadi setidaknya pada semester kedua tahun ini. Kondisi tersebut sebagai dampak dari tekanan yang berasal dari respons kebijakan, yaitu pengetatan moneter dan kenaikan suku bunga oleh otoritas moneter akan berkurang. “Ini memberikan harapan baru bahwa tahun 2023 setidaknya pada paruh kedua, kita akan melihat kombinasi yang jauh lebih positif dari penurunan inflasi dan penguatan pemulihan,” ungkap Sri Mulyani dalam acara Mandiri Investment Forum 2023 di Jakarta, Rabu (1/2/2023). (Yetede)
Khawatir Bank Tanah Terlalu Perkasa
JAKARTA-Kehadiran Bank Tanah yang sudah lama diupayakan pemerintah membuat sejumlah pihak khawatir. Mereka menilai badan ini terlalu kuat. Direktur Eksekutif Sajogyo Institute, Maksum Syam, menyatakan kuatnya kewenangan Bank Tanah itu terlihat pada Pasal 125 Peraturan Pemerintah Pangganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, yang menyebutkan badan ini bisa mengatur perencanaan, konsolidasi lahan, hingga distribusi tanah. Mereka juga mengelola sendiri tanah tersebut. "Maka wajar jika kita curiga bahwa Bank Tanah akan menjadi lembaga yang memonopoli pengasaan tanah," ujarnya kepada Tempo. Maksum juga menyoroti badan tersebut dari sisi keuangan. Sumber anggaran Bank Tanah, menurut Pasal 128 Perpu Cipta Kerja, bisa berasal dari APBN, pendapatan sendiri, penyertaan modal, serta sumber lain yang sah. Pengaturan ini,menurut dia, membuat posisi badan jadi tidak jelas, antara lembaga publik atau private yang bisa menjalankan usaha layaknya perseroan terbatas. (Yetede)
Erick Thohir : Kredit Mandiri Naik 14,5% Lebih Tinggi Dari Industri
JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 14,5% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 1.202,2 triliun. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengapresiasi kinerja tersebut karena lebih tinggi dibandingkan dengan industri perbankan yang tumbuh 11,35% (yoy). “Tadi disampaikan bahwa Alhamdulillah pertumbuhan (kredit) masih 14,5%, itu di atas lain-lain (industri). Dan paling menggembirakan digitalisasi Bank Mandiri mengefisiensikan hampir Rp 15 triliun,” ungkap Erick di Mandiri Investment Forum 2023, Rabu (1/2/2023). Bank Mandiri berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2022 lewat strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial dan proses optimalisasi digital perseroan. Hasilnya, tingkat efisiensi perseroan pun meningkat dan mendorong pertumbuhan volume bisnis pada semua segmen serta rasio dana murah (current account and saving account/ CASA) Bank Mandiri 2022. (Yetede)
Antara Investasi dan Restrukturisasi Lahan
Patok kayu berkelir merah itu tak lepas dari pandangan Suhendra, 63 tahun. Sesekali dia tengok penanda batas wilayah Desa Batuwalang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tersebut sambil mencangkul tanah garapannya. Was-was menyergapnya. Petani holtokultura ini bersama sekitar 250 keluarga lainnya yang menetap di desa Batuwalang sedang menanti kepastian. Tempat tinggal serta ladang yang mereka tempati selama 30 tahun lebih itu merupakan calon obyek reforma agraria dan Tata Ruang (ATR) Lahannya berada diatas lahan bekas hak guna usaha PT Maskapai Perkebunan Moelia (MPM). Sejak pertengahan tahun lalu, Suhenda mendengar kabar bahwa Bank Tanah meneken perjanjian HGU perusahaan dan pemberian hak pengelolaan lahan. Buntut, sekitar 50 hektare dari lahan yang sekarang ditinggali Sehenda dan tetangganya, seluas 83 haktare, bakal dihibahkan ke lembaga lain. (Yetede)
KSSK: Pertumbuhan Ekonomi Akan Menguatkan pada Kuartal I
JAKARTA, ID – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai, pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini akan berjalan optimal dan menguat pada kuartal I-2023. Nilai tukar rupiah juga akan terus menguat berdasarkan kondisi fundamental pada perekonomian domestik. Penguatan pertumbuhan ekonomi terjadi seiring penghapusan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), meningkatnya aliran masuk penanaman modal asing (PMA). Selain itu, berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), meskipun sedikit melambat sebagai dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi global. “Kuartal I-2023 insyaallah akan lebih kuat dari kuartal I-2022, karena pada 2022 waktu itu varian omicron mulai muncul. Jadi, kami memperkirakan pada kuartal I-2023, momentum pertumbuhan akan sangat kuat,” ucap Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2023, di Kantor Kementerian Keuangan, Selasa (31/1/2023). (Yetede)
Penutupan JD.ID Tak Berdampak Material ke Goto
JAKARTA, ID – PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memastikan, penutupan JD.ID tidak berdampak material terhadap arus kas, margin kontribusi, atau EBITDA yang disesuaikan perseroan. Goto saat ini memegang 12,2% saham JD.ID, perusahaan e-commerce yang bakal berhenti beroperasi pada 31 Maret 2023. Berdasarkan catatan harian BCA Sekuritas, nilai wajar investasi Goto di JD.ID mencapai Rp 886 miliar per September 2022. Goto kini berdiskusi dengan auditor untuk menerapkan penuh penurunan nilai (impairment) investasi di JD.ID. Chief of Corporate Affair GoTo Nila Marita menyebutkan, pihaknya secara berkala melakukan tinjauan atas investasi dan kepemilikan saham di berbagai perusahaan ventura bersama dan asosiasi maupun investasi lainnya. “Per April 2021, investasi GoTo di JD.com E-Commerce Singapore Pte. Ltd. (JD) telah direklasi kasikan sebagai komponen dari investasi lain-lain pada laporan posisi keuangan perseroan, serta Goto tidak lagi memiliki pengaruh signifikan di JD,” ujar Nila melalui pesan singkat kepada Investor Daily, Selasa (31/1/2023). (Yetede)
Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp 41,17 Triliun
JAKARTA, ID – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan entitas anak mencetak laba bersih sebesar Rp 41,17 triliun sepanjang 2022. Bank yang berusia 24 tahun di tahun 2022 ini mencatatkan pertumbuhan laba bersih 46,89% secara tahunan (year on year/yoy). Perolehan laba tersebut berasal dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sebesar Rp 87,9 triliun, tumbuh 14,97% (yoy). Kemudian, pendapatan non bunga tumbuh 9,01% (yoy) menjadi Rp 35,18 triliun, biaya operasional tumbuh 8,38% (yoy) pada 2022. Perseroan juga mencatat pendapatan operasional sebelum provisi mencapai Rp 72,29 triliun, meningkat 46,12% (yoy). Kenaikan ini pun ikut membawa rasio net interest margin (NIM) terjaga di level optimal 5,47%. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, pencapaian laba turut didukung oleh fungsi intermediasi yang semakin positif. Hal ini menunjang laba bersih yang mengalami perbaikan dari tahun ke tahun kendati diterpa ketidakpastian ekonomi global. Laba tersebut tentunya semakin memperkuat permodalan Bank Mandiri sebagai faktor utama untuk memiliki kemampuan dalam melakukan ekspansi bisnis, terutama mendukung fungsi intermediasi dalam menyalurkan kredit. (Yetede)
IMF Naikkan Prospek Pertumbuhan Global 2023
SINGAPURA, ID – Dana Moneter Internasional (IMF) pada Selasa (31/1/2023) menaikkan sedikit prospek pertumbuhan global 2023. Faktor pendorongnya adalah permintaan yang sangat tangguh di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Juga penurunan biaya energi serta pembukaan kembali ekonomi Tiongkok setelah pemerintahnya mencabut kebijakan nol-Covid. Menurut IMF, tingkat pertumbuhan global masih akan turun dari 3,4% pada 2022 menjadi 2,9% pada 2023. Tetapi prakiraan Outlook Ekonomi Dunia (World Economic Outlook) terbaru menunjukkan prediksi pertumbuhan itu naik dari 2,7% pada proyeksi Oktober tahun lalu. Prakiraan ini turut disertai peringatan bahwa dunia dapat dengan mudah mengarah ke resesi. Sementara untuk 2024, IMF menyatakan tingkat pertumbuhan global bakal sedikit naik menjadi 3,1% tapi angka tersebut masih sepersepuluh poin persentase di bawah perkiraan Oktober. Hal ini disebabkan dampak menyeluruh dari kenaikan suku bunga bank sentral yang curam sehingga memperlambat permintaan. (Yetede)
Proyeksi Dunia Sedikit Lebih Optimistis
Memasuki tahun 2023, proyeksi pertumbuhan ekonomi global sedikit lebih optimistis kendati masih dibayangi perlambatan. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2,9 % tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya di 2,7 %, yang diungkapkan pada laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2022. Dalam laporan terbarunya, World Economic Outlook Update edisi Januari 2023 yang dipublikasikan pada Selasa (31/1) IMF memprediksi, secara umum pertumbuhan ekonomi global akan melambat dari 3,4 % pada 2022 menjadi 2,9 % pada 2023, lalu naik ke 3,1 % pada 2024. Kembali dibukanya perekonomian China setelah ditutup akibat penyebaran Covid-19 diyakini akan mendorong pemulihan lebih cepat. Kondisi keuangan global juga dinilai mulai membaik dengan menurunnya inflasi serta dollar AS yang mulai turun dari level tertingginya.
Inflasi global diperkirakan turun dari 8,8 % pada 2022 menjadi 6,6 % pada 2023, lalu menjadi 4,3 % pada 2024. Kendati trennya terus menurun, proyeksi itu di atas level prapandemi Covid-19 ketika inflasi di angka 3,5 %. Laporan itu memaparkan, risiko perlambatan lain, seperti perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung serta kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral negara maju,tetap akan membawa ketidakpastian ekonomi sepanjang tahun ini. Namun, berbagai risiko itu dinilai sudah lebih reda ketimbang Oktober 2022 lalu. Kepala Ekonom dan Direktur Departemen Riset IMF Pierre-Olivier Gourinchas dalam konferensi pers secara virtual, Selasa mengatakan, ekonomi global terbukti kuat menghadapi tekanan sepanjang triwulan III-2022 dengan pasar ketenagakerjaan yang tangguh, permintaan (demand) yang tetap tinggi, serta kemampuan beradaptasi yang baik dalam menyikapi krisis energi di Eropa. (Yoga)
Laba Bersih Bank-bank Besar Tumbuh Signifikan
Sejumlah bank papan atas mencatat pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2022. Kinerja tersebut ditopang terutama penyaluran kredit yang makin deras seiring dengan pulihnya perekonomian. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, bank terbesar kedua nasional, mencatat laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 41,2 triliun, bertumbuh 46,9 % secara tahunan. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi, Selasa (31/1) di Jakarta, mengatakan, kinerja yang solid ini tak lepas dari kondisi makroekonomi yang membaik, didukung kebijakan strategis pemerintah dan regulator dalam menjaga stabilitas perekonomian. Menurut Darmawan, pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Hingga akhir 2022, kredit perseroan secara konsolidasi tumbuh 14,48 %menjadi Rp 1.202,2 triliun.
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Sigit Prastowo menjelaskan, pertumbuhan kredit itu ditopang semua segmen. Kredit Bank Mandiri didominasi kredit korporasi yang mencapai Rp 414,1 triliun, tumbuh 11,8 %. Adapun kredit komersial tumbuh 13 % menjadi Rp 196,3 triliun. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk, bank terbesar ketiga nasional, mencatat laba bersih 2022 sebesar Rp 40,7 triliun, bertumbuh 29,6 % dibandingkan tahun sebelumnya. Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, pekan lalu, mengatakan, kinerja tersebut ditopang penyaluran kredit Rp 711,3 triliun atau naik 11,7 % secara tahunan. Capaian ini melebihi target yang ditetapkan awal 2022, yakni 8-10 %. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, bank terbesar keempat nasional, mencatat laba bersih tahun 2022 sebesar Rp 18,31 triliun, bertumbuh 68 % secara tahunan. Penyaluran kredit BNI mencapai Rp 646,19 triliun atau bertumbuh 10,9 % secara tahunan. ”BNI menutup 2022 dengan kinerja yang berhasil melampaui konsensus pasar. Ini merupakan perolehan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah BNI,” ujar Diruta BNI Royke Tumilaar, pekan lalu.(Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









