Ekonomi
( 40789 )Pelemahan Rupiah Dinilai Masih Berada di Level Yang Wajar
Rupiah kembali melemah di atas level Rp 15.000 per dollar AS. Padahal beberapa data ekonomi domestik yang dirilis di awal tahun tercatat menguat.
Selasa (7/2), rupiah di pasar spot melemah 0,62% ke Rp 15.148 per dollar AS. Padahal, rupiah bertahan di bawah level Rp 15.000 per dolar AS sejak pertengahan Januari 2023.
Kemarin, Bank Indonesia (BI) mengumumkan cadangan devisa (cadev) Indonesia pada Januari 2023 naik US$ 2,2 miliar menjadi US$ 139,4 miliar, dari Desember 2022 sebesar US$ 137,2 miliar. Sebelumnya, rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2022 mencapai 5,31%. Angka ini melampaui target pemerintah di level 5,2%.
Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf berpendapat apa yang terjadi di Pakistan akan membuat investor selektif memilih negara emerging market. "Asing akan lebih selektif memilih negara mana yang sehat untuk dijadikan tujuan investasi, salah satunya Indonesia," ujar dia.
Alwi masih percaya rupiah sepanjang tahun 2023 akan di area Rp 14.800 – Rp 15.380 per dollar AS. Sedangkan Fikri memperkirakan, rupiah selama 2023 ada di Rp 15.455 per dollar AS. Kalau Lukman yakin rupiah akan bergerak di area Rp 14.300-Rp 14.500 di akhir 2023.
OJK Optimis Kredit Tahun Ini Bisa Tumbuh 12%
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimis permintaan kredit masih akan berlanjut tumbuh tahun 2023 meskipun tantangan ekonomi global masih besar. Oleh karena itu, regulator menargetkan kredit bakal tumbuh sekitar 10%-12% tahun ini.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut akan diimbangi dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang diperkirakan akan tumbuh di kisaran 7%-9%.
"Optimisme tersebut juga berlanjut pada tahun ini, tercermin dengan besarnya investasi non residen pada SBN (Surat Berharga Negara) di tahun ini Januari 2023 yang mencatatkan pembelian netto sebesar Rp 49,7 triliun, ujarnya, Senin (6/2)."
FONDASI KUAT PENOPANG RUPIAH
Gejolak mata uang menjadi ancaman nyata kala ketidakpastian ekonomi global mendera. Terlebih, normalisasi kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, yang terus bergulir berisiko membuat dana asing dari pasar negara berkembang, tak terkecuali Indonesia. Dus, nilai tukar rupiah pun rawan tereduksi. Untungnya, Bank Indonesia (BI) masih memiliki modal tebal untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah besarnya risiko ketidakpastian global. Hal itu tecermin dari posisi cadangan devisa yang pada akhir Januari 2023 mencapai US$139,4 miliar, meningkat dibandingkan dengan Desember 2022 yang senilai US$137,2 miliar. Modal ini pun akan memberikan keleluasaan bagi bank sentral untuk terus menjaga mata uang Garuda dalam ekspektasi. Terlebih, sepanjang tahun berjalan 2023 yang berakhir 7 Februari, performa rupiah cukup gemilang. Selain itu, ekspektasi pergerakan rupiah sepanjang tahun ini diprediksi tidak seburuk tahun lalu, ketika The Fed secara agresif menaikkan suku bunga acuan yang mendorong capital outflow. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan bank sentral memandang cadangan devisa tetap memadai, yang didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. “Ini seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” katanya, Selasa (7/2).
Tingkatkan Perlindungan Investor Ritel
Pada pertemuan tahunan industri jasa keuangan awal pekan ini, Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan pentingnya perlindungan investor baik di pasar keuangan maupun produk investasi lainnya. Pernyataan presiden itu tidak terlepas dari tingginya kasus yang merugikan para pemilik modal individu. Beberapa peristiwa besar yang menarik perhatian di antaranya adalah kasus Jiwasraya, Asabri, Wanaartha, hingga Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya. Ratusan triliunan rupiah uang masyarakat tersandera tanpa kejelasan pengembaliannya. Di dalam acara yang dihadiri oleh para petinggi yang berkecimpung di industri keuangan, presiden juga memerintahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengawasi secara ketat berbagai produk dan transaksi jasa keuangan agar tidak memengaruhi kondisi makro perekonomian nasional. Kasus yang menimpa Adani ternyata berdampak luas terhadap perekonomian negara tersebut. Capital outflow terjadi, nilai tukar Rupee pun terimbas. Kekhawatiran itu yang disampaikan oleh Presiden. Persoalan perekonomian baik makro maupun mikro harus segera diselesaikan. Kasus yang merugikan investor baik itu di pasar keuangan atau pun produk investasi lainnya seperti yang terjadi pada KSP Indosurya dan Pandawa atau kasus Fisrt Travel merupakan bentuk minimnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat akan produk investasi termasuk risikonya. Otoritas Jasa Keuangan bersama dengan instansi terkait seperti Kementerian Koperasi dan UKM harus terus meningkatkan pengawasan terhadap para pelaku yang terlibat di industri tersebut. Perlindungan terhadap investor harus terus ditingkatkan di tengah tingginya penambahan jumlah investor ritel dengan usia muda. Dari data OJK, per 30 Desember 2021, jumlah investor di pasar modal mencapai 7,49 juta atau meningkat sebesar 92,99% dibandingkan dengan akhir 2020 yang tercatat hanya sebesar 3,88 juta. Jumlah ini meningkat hampir tujuh kali lipat dibandingkan dengan akhir 2017.
KERETA RINGAN : Dana LRT Manggarai Disepakati
Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sepakat berbagi anggaran untuk membangun kereta ringan atau light rail transit rute Velodrome–Manggarai Jakarta. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pembangunan light rail transit (LRT) Velodrome–Manggarai telah disepakati dengan Kementerian Perhubungan. Menurutnya, Pemprov DKI juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp900 miliar untuk tahap awal pembangunan LRT itu. “Diharapkan pada akhir 2024 nanti LRT ini sudah bisa operasional,” jelasnya di Jakarta, Selasa (7/2). Syafrin menambahkan, poyek LRT menuju Manggarai mampu mengurai kepadatan penumpang di Stasiun Manggarai yang ditetapkan sebagai stasiun sentral. Syafrin mengatakan, pengembangan LRT Velodrome--Manggarai sesuai dengan visi DKI Jakarta untuk meningkatkan angkutan umum. Visi itu termasuk menjadikan angkutan perkeretaapian atau angkutan kereta sebagai big bone angkutan umum di Jakarta.
IDSD untuk Pacu Ekosistem Inovasi
Penyusunan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) dapat mendorong daerah melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) untuk terus meningkatkan ekosistem inovasi. Daerah diingatkan agar tidak terlalu fokus untuk membuat wilayahnya sebagai pusat iptek, tetapi harus membangun ekosistem riset yang kuat terlebih dahulu. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi Teknis BRIDA di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta, Selasa (7/2). (Yoga)
Mengelola Minyak Goreng
Kenaikan harga minyak goreng sawit kembali terjadi di tengah upaya pemerintah mencukupi pasokan bahan baku. Lonjakan harga minyak goreng sawit akhir tahun 2021 hingga kuartal pertama 2022 diatasi pemerintah dengan membatasi ekspor CPO dan beberapa turunannya serta mengalihkan untuk memasok industri minyak goreng dalam negeri dan menyediakan minyak goreng bersubsidi Minyakita dengan HET Rp 14.000 per liter. Pada Januari dan awal Februari 2023 harga Minyakita lebih tinggi dari HET, di beberapa pasar bahkan tidak tersedia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, penyebab kenaikan harga minyak goreng, termasuk Minyakita, karena pergeseran konsumsi minyak goreng dari kualitas premium ke minyak goreng bersubsidi, juga berkurangnya pasokan bahan baku minyak goreng untuk kebutuhan dalam negeri yang menjadi kewajiban eksportir (domestic market obligation/DMO). Pasokan DMO menurun dua bulan terakhir karena permintaan sawit dunia menurun, sementara pemerintah menerapkan formula enam bagian ekspor harus dikompensasi dengan satu bagian DMO (Kompas, 7/2).
Kebutuhan minyak goreng bersubsidi di dalam negeri diperkirakan akan meningkat menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Kita dapat memprediksi kebutuhan ini dan mempersiapkan stok CPO dan menjaga harga tidak bergejolak. Gejolak harga minyak goreng seharusnya bisa dikendalikan jika perusahaan perkebunan sawit milik negara memproduksi minyak goreng dalam jumlah besar. Sayangnya saat ini peran BUMN perkebunan belum nyata dalam memengaruhi harga minyak goreng. Minyak goreng kita sebagian besar berasal dari perkebunan besar milik swasta yang berorientasi ekspor. Melihat ke depan, termasuk dalam mengelola isu produk sawit tanpa penggundulan hutan, akan baik jika petani sawit diikutkan memproduksi minyak goreng.Cadangan Devisa 139,4 Miliar Dollar AS
Posisi cadangan devisa Indonesia pada Januari 2023 sebesar 139,4 miliar dollar AS, meningkat dibandingkan dengan Desember 2022 yang sebesar 137,2 miliar dollar AS. ”Peningkatan pada Januari 2023 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangannya, Selasa (7/2). (Yoga)
Teknologi Majukan Perempuan NTT
Penggunaan teknologi ikut mendorong kemajuan usaha di Nusa Tenggara Timur. Beragam teknologi tersebut dipamerkan dalam acara Pameran Teknologi Ramah Perempuan di Kota Kupang, NTT, Selasa (7/2/2023), yang digelar Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal. Adriana Nomleni, staf Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal, mengatakan, teknologi mampu membuat perempuan NTT menjadi lebih produktif. (Yoga)
Memang Paling Digital, Bank Mandiri Torehkan Kinerja Apik di 2022
JAKARTA – Bank Mandiri dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil memaksimalkan peran digitalisasi untuk menunjang per tumbuhan bisnis. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi bahkan menyebut, penggunaan teknologi digital setidaknya diperkirakan mampu membawa Bank Mandiri jauh lebih efisien dan menghemat Rp 12 triliun di tahun 2023. Bukan tanpa sebab, buah dari digitalisasi bank berlogo pita emas ini memang sudah terasa tahun lalu. Bila merujuk Laporan Keuangan Bank Mandiri di tahun 2022, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) terlihat menurun hampir 10% dibandingkan tahun 2021nmenjadi 57,35%, yang utamanya disebabkan oleh digitalisasi. Tidak hanya BOPO, rasio biaya dana atau yang biasa disebut Cost of Fund (CoF) Bank Mandiri pun kian efisien. Pada akhir tahun 2022 posisi CoF bank only perseroan telah melandai ke posisi 1,25%. “Digitalisasi mendorong Bank Mandiri memiliki operational expenditure yang jauh lebih baik. Kalau kita lihat, secara cost of fund (CoF) kami teru sbisa maintain di level rendah melalui serangkaian inovasi yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi,” ujar Darmawan, Selasa (7/2). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









