Ekonomi
( 40789 )Peluang Bisnis E-dagang Masih Besar
JAKARTA, KOMPAS — Tutupnya
sejumlah perusahaan penyedia
lokapasar tidak lantas membuat
bisnis e-dagang meredup. Masih terdapat peluang memperluas jejak perdagangan digital
ke luar kota metropolitan.
Principal di Kearney, Ishan
Nahar, dalam pernyataan resmi
yang dikutip hari Minggu
(12/2/2023), di Jakarta, mengatakan, kota di luar metropolitan
atau kota urban baru (tier 2–4)
di Indonesia memiliki jumlah
penduduk 230 juta jiwa, jauh
lebih besar daripada jumlah
penduduk kota tier 1 yang hanya sekitar 40 juta jiwa. Populasi penduduk yang lebih besar akan dapat menciptakan basis pelanggan yang lebih luas
bagi perusahaan teknologi e-dagang.
Sementara itu, baru sekitar
30 persen dari 60 juta usaha
mikro, kecil, dan menengah
(UMKM) memanfaatkan solusi
digital untuk aktivitas bisnis
ataupun perdagangan mereka.
”Para pelaku aplikasi super di
bidang e-dagang sebenarnya telah membangun platform untuk UMKM. Namun, kami melihat masih terbuka peluang bagi mereka memperluas layanan
ke seluruh rantai operasi
UMKM. Di samping itu, kami
juga mengamati masih ada ruang bagi mereka guna membantu meningkatkan pelatihan
kompetensi digital untuk pelaku UMKM,” ujar Ishan. (Yoga)
Semakin Ramai Perbincangan Soal Kerja di Media Sosial
Angkatan kerja muda kian
jamak membincangkan
persoalan ketenagakerjaan di media sosial. Fenomena
ini diyakini menandakan makin bertumbuhnya kesadaran
hak pekerja. Selain itu, juga
jadi cara untuk mendorong pemerintah lebih memperhatikan implementasi hukum ketenagakerjaan.
Pekan lalu, muncul video viral ”Pabrik Elit Bayar Lembur
Syulit” di media sosial yang
memperlihatkan seorang karyawan yang protes lantaran
sudah bekerja lembur, tetapi
perusahaan tidak membayar
upah lembur. Video itu beredar Kamis (2/2/2023). Karyawan bersangkutan bekerja di
sebuah perusahaan apparel di
Grobogan, Jawa Tengah.
Tidak butuh lama, Sabtu
(4/2/2023), di Jakarta, Dirjen
Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan
dan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Haiyani Rumondang
memberi tanggapan. Intinya,
pemerintah, melalui Pengawas
Ketenagakerjaan Dinas Tenaga
Kerja dan Transmigrasi Jawa
Tengah, langsung turun memeriksa kebenaran viral itu. (Yoga)
283 BLK Komunitas Dinyatakan Mandiri
JAKARTA, KOMPAS — Sepanjang
tahun 2017–2022, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat telah terbentuk 3.757 balai
latihan kerja komunitas atau
BLKK. Dari jumlah itu, sebanyak 283 masuk klasifikasi
BLKK mandiri. BLKK diharapkan semakin terintegrasi
dengan dunia usaha atau industri sehingga bisa berkembang secara optimal.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengklasifikasikan BLKK menjadi tiga,
yaitu tumbuh, berkembang,
dan mandiri. Klasifikasi tumbuh artinya BLKK sudah bisa
menyelenggarakan pelatihan
dengan baik. Sementara klasifikasi berkembang berarti
BLKK dapat memberikan pelatihan, menjalin kemitraan
untuk pendanaan pelatihan,
dan pemberdayaan alumni.
Sementara klasifikasi mandiri berarti BLKK telah sampai pada tahap mampu menghidupi lembaganya dan memproduksi barang atau jasa.
BLKK boleh didirikan oleh
komunitas serikat pekerja
atau buruh dan pemberdayaan alumni. (Yoga)
TERTATIH KEBIJAKAN PENGHILIRAN
Arah kebijakan penghiliran di Indonesia, masih menyisakan sejumlah persoalan klasik. Keterbatasan industri manufaktur yang menjadi penghubung antara hulu dan hilir, butuh solusi konkret untuk dipenuhi. Dengan ketersediaan bahan baku yang memadai, kebijakan penghiliran mestinya dapat meningkatkan daya saing dan berkontribusi optimal bagi perekonomian dalam negeri. Apalagi, sejak kebijakan penghiliran beberapa komoditas tambang dijalankan, nilai ekonomi yang diperoleh negara meningkat tajam.
Jokowi Luncurkan Kartu Tani Digital dan Serahkan KUR BSI di Aceh
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyerahkan pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) tahun 2023, sekaligus meluncurkan Kartu Tani Digital untuk pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Utara. Penyerahan KUR dan peluncuran Kartu Tani Digital bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di Aceh. KUR disalurkan via PT Bank Syariah Indonesia Tbk senilai Rp3 triliun. Turut hadir pada kesempatan tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki dan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) Hery Gunardi.Jokowi mengatakan penyediaan pembiayaan KUR senilai Rp3 triliun merupakan angka yang besar untuk meningkatkan perekonomian di Provinsi Aceh.
“Ekonomi akan tumbuh kalau sebuah negara, atau sebuah provinsi atau sebuah daerah itu peredaran uangnya makin banyak. Sehingga kalau tadi dijatah oleh Pak Dirut Rp3 triliun itu akan mentrigger, memperkuat, mengembangkan ekonomi di Aceh,” kata Jokowi, Minggu(12/2/2023). Sementara itu Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan peluncuran Kartu Tani Digital ini sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk pemerataan ekonomi yang berkeadilan di seluruh Indonesia.
PETA JALAN PERTAMBANGAN : TEROMBANG AMBING PENGHILIRAN TAMBANG
Entah sudah berapa kali, Presiden Joko Widodo dalam setiap sambutan di depan umum, menyinggung soal penghiliran. Ketika menghadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan pada Senin (6/2), Kepala Negara bicara soal penghiliran industri laut. Lima hari sebelumnya, bicara di depan para investor yang menghadiri ajang Mandiri Investment Forum, Presiden Jokowi menyinggung soal penghiliran industri pertambangan. Menurut Presiden, kebijakan penghiliran tambang yang dilakukan pemerintah membuahkan hasil. Dia mencontohkan, larangan ekspor nikel sejak Januari 2020 yang diikuti dengan penghiliran produk nikel di Tanah Air, mendorong nilai ekspor nikel dari US$1,1 miliar menjadi US$30 miliar—US$33 miliar pada 2022. Presiden juga meminta dukungan dari semua pihak, termasuk pelaku industri keuangan untuk mendukung arah penghiliran yang disusun pemerintah. Nikel merupakan satu dari empat komoditas utama penghiliran di industri tambang. Dalam kerangka penghiliran industri berbasis mineral tambang milik Kementerian Perindustrian (Kemenperin), empat komoditas utama penghiliran selain nikel yakni besi baja, aluminium, dan tembaga. Dalam roadmap penghiliran milik Kemenperin 2016—2025, tergambar di komoditas baja, misalnya, industri manufaktur untuk pengolahan produk slab, strip, roof, dan tube, belum tersedia di dalam negeri. Untuk komoditas nikel, pembangunan sarana pemurnian dapat memotong rantai produksi pengolahan. Namun, produk lanjutannya seperti baterai, nickel alloy, atau stainless steel billet, juga belum ada di Tanah Air.
KEBUTUHAN BAHAN BAKU : Kapasitas Lokal Kerap Terganjal
Selisih antara kapasitas produksi di dalam negeri dengan permintaan terhadap produk hasil tambang, sering membayangi pelaku industri. Alhasil, satu cara yang dipakai untuk menutup kebutuhan dalam negeri dilakukan lewat impor. Kendati Indonesia memiliki bahan baku utama untuk sejumlah komoditas tambang, nyatanya beberapa produks belum dapat dipenuhi dari dalam negeri. Direktur of Corporate Affairs PT Gunung Raja Paksi Tbk. Fedaus mengatakan bahwa kebutuhan impor perseroan sebagian besar berupa bahan mentah yang dibutuhkan untuk kegiatan produksi seperti besi scrap, Hot Briquette Iron (HBI) sebagai bahan baku proses steel making, dan lainnya. Emiten berkode saham GGRP itu memproduksi lembaran baja yang terdiri dari pelat dan gulungan baja. “Kami tidak impor produk baja jadi. Kami impor adalah produk baja semi jadi seperti Hot Rolled Coil atau HRC dengan ketebalan tertentu. Bahan ini kami pakai lagi untuk rolling menjadi Cold Rolled Coil atau CRC maupun jenis pipa, dan lainnya,” katanya, Jumat (10/2). Berdasarkan data Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA), produksi dalam negeri untuk bahan baku baja memang belum optimal. Kondisi tersebut lantaran mesin produksi baja sudah lama sehingga hasil jadinya belum terlalu masif.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PT Voksel Electric Tbk. (VOKS) Sachje Amalia Siddharta mengatakan secara prinsip perseroan mengutamakan pembelian bahan baku dari domestik. Jika pasokan tidak mencukupi, katanya impor menjadi pilihan untuk memasok bahan baku. Direktur Utama PT Timah Tbk. (TINS) Achmad Ardianto meyakini prospek ekspor produk pertambangan masih cukup baik karena merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbarui. Ketua Umum Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Subandi menjelaskan produksi bahan baku untuk sejumlah industri dalam negeri masih belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan industri secara keseluruhan. Dia mencontohkan seperti besi baja, baja paduan, dan produk turunannya. Dengan demikian, kondisi tersebut yang memacu industri selain membeli produk lokal tetapi juga membeli dari luar negeri. Alasan lainnya karena spesifikasi barang yang dibutuhkan terbatas di dalam negeri sehingga harus antre cukup lama, sementara itu pasar di luar negeri lebih tersedia dan mudah didapat.
Emiten BUMN Konstruksi Terhalang Utang Jumbo
Emiten BUMN konstruksi masih dibayangi beban utang jumbo. Risiko itu terjadi di tengah gencarnya penugasan proyek strategis nasional yang mesti digarap para kontraktor pelat merah.
Berdasarkan catatan KONTAN, total kewajiban empat emiten BUMN karya (WSKT, WIKA, PTPP, ADHI) mencapai Rp 214,18 triliun per 30 September 2022. Rata-rata emiten BUMN konstruksi juga mencatatkan rasio utang terhadap ekuitas atau
debt to equity ratio
(DER) lebih dari 300%.
Salah satu kontraktor pelat merah yang punya utang jumbo adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Hingga akhir kuartal III-2022, Waskita mencatatkan total liabilitas senilai Rp 82,40 triliun. Angka ini meliputi liabilitas jangka pendek Rp 19,95 triliun dan liabilitas jangka panjang mencapai Rp 62,45 triliun.
Direktur Avere Investama Teguh Hidayat berpendapat, kinerja emiten-emiten BUMN konstruksi tersendat akibat akumulasi utang yang semakin menggunung, terutama sejak pandemi Covid-19 melanda. Ditambah lagi, restrukturisasi utang yang dilakukan oleh BUMN konstruksi rata-rata hanya membuahkan hasil perpanjangan masa jatuh tempo utang lama. "Ujung-ujungnya, utang mereka akan menumpuk di kemudian hari," kata dia, Minggu (12/2).
Pemerintah pun akan terus mendukung BUMN konstruksi menyelesaikan masalah utangnya. Salah satunya dengan memudahkan proses divestasi aset BUMN konstruksi melalui pencarian berbagai investor strategis. Namun, lantaran sudah telanjur terbebani utang jumbo, pemulihan kinerja BUMN konstruksi cenderung lebih lambat daripada sektor industri lainnya.
Pemerintah Buyback SUN Rp 24,05 Triliun
Pemerintah terus berupaya mengurangi pembayaran beban utang. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pembelian kembali
(buyback)
surat utang negara atau SUN. Kebijakan tersebut ditempuh pemerintah dengan cara menggelar lelang kembali SUN lewat cara penukaran
(debt switch).
Deni Ridwan, Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, dari aksi penukaran surat utang dengan mekanisme many to many tersebut, pemerintah sepanjang tahun lalu sudah berhasil menarik atau memenangkan lelang pembelian SUN sebanyak Rp 24,05 triliun.
Lelang pembelian SUN senilai Rp 24,05 triliun itu diperoleh dari tiga kali lelang.
Pertama, lelang pada 24 Maret 2022. Di tanggal tersebut, pemerintah telah melakukan lelang pembelian kembali SUN dengan cara penukaran via mekanisme many to many, dan menggunakan fasilitas platform perdagangan MOFiDS
(Ministry of Finance Dealing System).
Kedua
, lelang pada 17 November 2022. Saat itu, pemerintah telah melakukan pelelangan dengan langkah serupa. Peserta lelang menawarkan tujuh seri obligasi negara dari 14 seri obligasi negara yang ditawarkan pemerintah.
Ketiga,
lelang pada 19 Desember 2022. Pemerintah melaksanakan transaksi pembelian kembali SUN dengan cara bilateral buyback dengan Bank Indonesia sebesar Rp 20 triliun, serta setelmen pada 21 Desember 2022.
KLBF Menggenjot Penjualan Ekspor
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) ingin mendorong penjualan dari pasar ekspor. Emiten farmasi ini akan menggenjot penjualan ke pasar Asia Tenggara dan Benua Afrika.
Direktur Utama Kalbe Farma Vidjongtius optimistis bisa mengantongi pertumbuhan pendapatan dua digit tahun ini. Sejauh ini, KLBF sudah mengekspor beberapa jenis produk, yaitu produk kesehatan, obat resep, dan produk nutrisi.
"Negara anggota ASEAN dan Afrika menjadi sasaran utama dan peluang pertumbuhan tetap dobel digit," tutur Vidjongtius kepada KONTAN, Jumat (10/2).
KLBF juga berupaya melancarkan rantai pasok bahan baku dari China. Akhir tahun lalu, KLBF melalui entitas anaknya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), mendirikan Global Starway Synergy Co. Ltd. (GSS) di Shenzhen, China.
Demi mencapai target pertumbuhan dua digit, KLBF menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun untuk menambah kapasitas produksi, fasilitas distribusi, dan teknologi informasi.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









