Ekonomi
( 40512 )Cadangan Devisa 139,4 Miliar Dollar AS
Posisi cadangan devisa Indonesia pada Januari 2023 sebesar 139,4 miliar dollar AS, meningkat dibandingkan dengan Desember 2022 yang sebesar 137,2 miliar dollar AS. ”Peningkatan pada Januari 2023 antara lain dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono dalam keterangannya, Selasa (7/2). (Yoga)
Teknologi Majukan Perempuan NTT
Penggunaan teknologi ikut mendorong kemajuan usaha di Nusa Tenggara Timur. Beragam teknologi tersebut dipamerkan dalam acara Pameran Teknologi Ramah Perempuan di Kota Kupang, NTT, Selasa (7/2/2023), yang digelar Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal. Adriana Nomleni, staf Yayasan Penguatan Lingkar Belajar Komunitas Lokal, mengatakan, teknologi mampu membuat perempuan NTT menjadi lebih produktif. (Yoga)
Memang Paling Digital, Bank Mandiri Torehkan Kinerja Apik di 2022
JAKARTA – Bank Mandiri dalam beberapa tahun terakhir telah berhasil memaksimalkan peran digitalisasi untuk menunjang per tumbuhan bisnis. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi bahkan menyebut, penggunaan teknologi digital setidaknya diperkirakan mampu membawa Bank Mandiri jauh lebih efisien dan menghemat Rp 12 triliun di tahun 2023. Bukan tanpa sebab, buah dari digitalisasi bank berlogo pita emas ini memang sudah terasa tahun lalu. Bila merujuk Laporan Keuangan Bank Mandiri di tahun 2022, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) terlihat menurun hampir 10% dibandingkan tahun 2021nmenjadi 57,35%, yang utamanya disebabkan oleh digitalisasi. Tidak hanya BOPO, rasio biaya dana atau yang biasa disebut Cost of Fund (CoF) Bank Mandiri pun kian efisien. Pada akhir tahun 2022 posisi CoF bank only perseroan telah melandai ke posisi 1,25%. “Digitalisasi mendorong Bank Mandiri memiliki operational expenditure yang jauh lebih baik. Kalau kita lihat, secara cost of fund (CoF) kami teru sbisa maintain di level rendah melalui serangkaian inovasi yang memudahkan nasabah dalam bertransaksi,” ujar Darmawan, Selasa (7/2). (Yetede)
Omnibudsman Investigasi Lambatnya Pembentukan Bursa Kripto
JAKARTA, ID – Ombudsman RI akan melakukan investigasi terhadap laporan mengenai lambatnya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam membentuk bursa kripto di Indonesia. Investigasi ini juga untuk mengonfirmasi adanya indikasi kuat mala-administrasi dalam berlarut-larutnya pembentukan bursa kripto. “Jadi memang ada satu pelapor yang telah menyampaikan laporannya kepada Ombudsman soal penundaan berlarut oleh Bappebti terkait perizinan pembentukan bursa berjangka komoditas dan bursa kripto. Atas dasar itu, sesuai mekanisme yang berjalan, Ombudsman mempelajari membedah kasusnya,” kata anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika di Kantor Ombudsman, Jakarta, Selasa (07/02/2023). Menurut dia, apa yang dialami pelapor baru satu tahap terkait perizinan pembentukan bursa komoditas. 2009-2013 Aset kripto bitcoin mengalami kenaikan harga yang sangat luar biasa dalam waktu singkat, sehingga banyak orang mulai menambang aset kripto tersebut. (Yetede)
Antam dan LG Lanjutkan Proyek Ekosistem Baterai EV
JAKARTA, ID – PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) siap melanjutkan negosiasi kerja sama proyek pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan LG Energy Solution (LGES). Artinya, LG Energy Solution dipastikan tidak menarik diri di proyek tersebut. Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menyampaikan, perseroan telah menyelesaikan proses spin off konsesi nikel kepada anak usaha. Selanjutnya, tambang itu akan dikerjasamakan bersama LGES dalam proyek pengembangan baterai EV. Menurut Faisal, saat ini, terdapat diskusi di internal konsorsium LGES mengenai komposisi partisipasi antaranggota di setiap lini rantai industri baterai EV. “Sebab, industri EV battery yang akan dikembangkan mencakup proses yang holistik, dari hulu ke hilir atau dari tambanghingga battery recycling,” kata Faisal kepada Investor Daily Selasa (7/2/2023). (Yetede)
Selain Bunga, NIM Perbankan Tinggi Buah dari Efisiensi
JAKARTA, ID – Industri perbankan pada tahun lalu berhasil meningkatkan efisiensi dan juga menjaga biaya dana (cost of fund) tetap rendah karena fokus pada dana murah (current account saving account/CASA). Hal ini berdampak pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM) yang melebar ke level 4,71% pada 2022, naik dari tahun 2021 di level 4,51%. Efisiensi tercermin dari beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang terjaga pada level 78,65% pada Desember 2022, menurun dari tahun sebelumnya 83,68%. Bahkan, BOPO 2022 lebih rendah dibandingkan sebelum pandemi Desember 2019 yang sebesar 79,58%. Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria mengatakan, setiap bank memiliki fokus yang berbeda-beda, sehingga tidak bisa disamaratakan. Menurut dia, NIM tidak hanya dilihat dari tingginya suku bunga kredit saja, tapi juga dari biaya bunga. “NIM itu kan dua komponen, pendapatan bunga dan biaya bunga. Pendapatan bunga itu murni dari pembiayaan kredit, biaya bunga itu biaya likuiditas. Bank tidak hanya dari DPK saja tapi macam-macam, bank bisa keluarkan surat utang,dapat pinjaman antarbank, dan sebagainya,” kata Taswin dalam acara Money Talks, Selasa (7/2/2023). (Yetede)
Indonesia Berpeluang Menjadi High Income Country pada 2043
JAKARTA, ID – Indonesia berpeluang untuk menjadi high income country pada tahun 2041-2043 dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia harus sebesar 6,5-7%, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir sekitar 5%. Upaya ini bisa dilakukan antara lain dengan mendorong investasi dan pengembangan teknologi, melakukan transformasi ekonomi, sumber pertumbuhan berdasarkan kapital, dan penguatan sumber daya manusia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia kembali masuk upper middle income country. Pada akhir 2022, produk domestik bruto (PDB) per kapita Indonesia mencapai US$ 4.783,9 atau Rp 71 juta, naik sekitar 10% dari tahun sebelumnya. Untuk masuk dalam jajaran negara kaya (high income country), Indonesia harus mampu membukukan pendapatan per kapita tidak kurang dari US$ 12.535 atau 2,5 kali lebih dari pendapatan per kapita saat ini. Sementara itu, banyak negara gagal melepas status sebagai middle income country dan menggapai status high income country. Selama 50 tahun terakhir, tidak lebih dari 20 negara di dunia yang mampu lolos dari jebakan pendapatan menengah atau populer. (Yetede)
Prospek Konservatif Pertumbuhan Ekonomi
IMF merevisi ramalan pertumbuhan global dari pesimistis berhati-hati ke positif-konservatif. Prediksi pertumbuhan ekonomi dunia 2023 direvisi dari angka sebelumnya 2,7 % ke 2,9 %. Meski demikian, IMF juga tetap konservatif, dengan melakukan smoothing prediksi, pada 2023 dinaikkan, tetapi tetap konservatif di 2024 pada 3,1 %. Selain itu, inflasi di 84 % negara-negara di dunia juga diperkirakan turun dari 8,8 % pada 2022 ke 6,6 % pada 2023, dan 4,1 % pada 2024. Beberapa faktor memengaruhi perubahan prediksi ini. Pertama adalah pertumbuhanpositif AS yang mengejutkan di triwulan III dan IV 2022 masing-masing sebesar 3,2 % dan 2,9 %. Faktor penting lain adalah relaksasi kebijakan nol Covid-19 di China. Faktor terakhir adalah musim dingin yang relat ”hangat’’ di Eropa sehingga beberapa obyek wisata ski di pegununganAlpen terpaksa tutup karena hampir tidak ada salju. Sebagai konsekuensinya, harga energi global terutama gas alam dunia cenderung turun karena permintaan energi untuk kebutuhan menghangatkan rumah turun.
Menghadapi prospek resesi global 2023, IMF bertindak seperti petugas air traffic control yang membimbing pendaratan pesawat ke arah jalur udara yang aman (approach and landing phase of flight). Ide kredibel membimbing soft landing perekonomian global ini dan anjuran moderasi dalam kenaikan suku bunga global untuk memerangi inflasi mulai muncul dalam artikel Maurice Obsfeld mantan Chief Economist IMF. Ia menulis artikel dengan judul ”Central banks are raising interest rate nearly everywhere, risking a global recession”. Cara pandang di luar pakem (out of the box) ini juga muncul dalam narasi pada satu konferensi pendamping pra-pertemuan G20 di Bali. Seorang narasumber IMF mengusulkan posisi seimbang dalam mengambil kebijakan, mengendalikan ekspektasi inflasi tanpa mengganggu pertumbuhan karena dunia sedang dalam proses pemulihan dari resesi dunia akibat pandemi Covid-19. Pernyataan yang lebih eksplisit diumumkan dalam World Economic Outlook bulan Oktober 2022. Sepertiga negara-negara di dunia akan mengalami resesi, memberi sinyal dua pertiga lainnya dengan kebijakan yang tepat akan dapat menghindari resesi. Akhirnya adalah publikasi World Economic 2023 yang bernada positif-konservatif dengan merevisi pertumbuhan ke atas. (Yoga)
Konsumsi Rumah Tangga Belum Sepenuhnya Pulih
Ditengah pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2022 sebesar 5,31 %, pertumbuhan konsumsi rumah tangga belum pulih ke posisi sebelum pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, pengendalian laju inflasi serta pemanfaatan momentum, seperti Ramadhan-Lebaran 2023 dan belanja politik, menjadi penting bagi pemulihan konsumsi rumah tangga. Pada Senin (6/2) BPS merilis nilai PDB Indonesia per triwulan-IV 2022 berdasarkan acuan dasar harga berlaku mencapai Rp 5.114,9 triliun. Dibandingkan triwulan sebelumnya, tumbuh 0,36 %. Apabila dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, nilai PDB tersebut tumbuh 5,01 %. Dengan demikian, perekonomian Indonesia secara kumulatif sepanjang 2022 tumbuh 5,31 % dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan tahun 2019 atau sebelum pandemi yang tercatat 5,02 %.
Menurut komponen pengeluaran yang membentuk PDB, Kepala BPS Margo Yuwono menggaris bawahi pertumbuhan konsumsi rumah tangga serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sepanjang 2022 masih belum pulih dibandingkan dengan kinerja sebelum pandemi. Dengan andil 51,87 %, pertumbuhan konsumsi rumah tangga Indonesia sepanjang 2022 sebesar 4,93 %, sedang sebelum pandemi, pertumbuhan tahunannya 5,04 %. ”Pengendalian inflasi patut menjadi perhatian. Inflasi dapat mengganggu daya beli masyarakat. Upaya dalam menjaga kestabilan harga menjadi penting dalam menjaga daya beli ma syarakat sehingga konsumsi dapat tumbuh seperti sebelum pandemi,” ujar Margo dalam konferensi pers secara hibrida di Jakarta. Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro menilai, belum pulihnya konsumsi rumah tangga disebabkan oleh angka pengangguran masih belum kembali ke posisi sebelum pandemi. (Yoga)
Nyawa Kedua Nasabah
Belakangan, kembali menyeruak kasus pembobolan rekening nasabah dengan mencuri data pribadi nasabah, baik secara fisik maupun melalui aplikasi pencuri data lewat telepon seluler. Nasabah perlu terus meningkatkan kewaspadaan untuk menjaga data pribadi yang sama pentingnya ibarat ”nyawa kedua”. Kasus yang mencuri perhatian publik adalah pencurian dana nasabah BCA senilai Rp 320 juta di Surabaya, Jatim, beberapa waktu lalu. Kasus ini menjadi viral lantaran pelaku melibatkan pengayuh becak untuk mengelabui petugas bank saat menguras isi rekening korban. Agar bisa menguras isi rekening korban dengan cara menarik tunai di kantor cabang, pelaku mencuri kartu ATM, buku tabungan, dan KTP korban di kamarnya saat ditinggal untuk shalat Jumat. Demi memuluskan rencana mengelabui petugas bank dalam pengecekan identitas, pelaku meminta seorang pengayuh becak karena memiliki perawakan usia dan wajah mirip korban. Petugas tidak curiga lantaran semua prosedur pemeriksaan bisa dilalui si pengayuh becak. Tak lama ia pun keluar dari bank dengan membawa dua tas kresek berisi Rp 320 juta. Dalam aksinya ini, si pengayuh becak mendapat upah Rp 5 juta dari dalang kejahatan ini.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja sampai harus berkomentar memberi nasihat nasabah untuk selalu menjaga data pribadi. Ia mengibaratkan KTP, kartu ATM, buku tabungan, dan nomor PIN ibarat nyawa kedua” yang harus dijaga sebaik-baiknya. Selain mencuri data pribadi secara fisik, belakangan tengah marak berbagai upaya mencuri data pribadi dari ponsel nasabah. Modusnya adalah tersebarnya pesan di aplikasi pengiriman pesan berupa permintaan untuk mengaktifkan aplikasi undangan pernikahan. Pelaku berpura-pura sebagai pengirim undangan dengan mengirimkan file ekstensi APK, disertai foto undangan pernikahan ke calon korban. Sasaran diminta mengklik dan mengaktifkan aplikasi tersebut. Selanjutnya, korban harus menyetujui hak akses (permission) terhadap beberapa aplikasi sehingga dari sana data pribadi yang bersifat rahasia dalam ponsel bisa dicuri pelaku. Ketua Indonesia Cyber Security Forum Ardi Sutedja mengatakan, kriminalitas dengan modus pencurian data pribadi sejatinya bukan kasus baru karena terus berulang di masyarakat. Ini lantaran masih minimnya pemahaman mengenai pentingnya menjaga data pribadi perbankan nasabah. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









