Ekonomi
( 40789 )Adira Finance Raup Laba Bersih Rp 1,6 Triliun
JAKARTA, ID – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance/ADMF) membukukan laba bersih Rp 1,6 triliun pada tahun 2022, tumbuh 32% secara tahunan (year on year/yoy).Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan penyaluran pembiayaan, penurunan beban bunga, serta kualitas aset yang membaik. Presiden Direktur Adira Finance I Dewa Made Susila menjelaskan, pertumbuhan penjualan industri otomotif yang membaik berdampak positif terhadap kinerja Adira Finance tahun lalu. Perusahaan mencatatkan pembiayaan baru Rp 31,7 triliun atau meningkat sebesar 22% (yoy). Ini terutama didorong oleh pertumbuhan segmen pembiayaan mobil. “Kenaikan ini menyebabkan outstanding loan itu tumbuh 10% menjadi Rp 44,6 triliun. Ini adalah pertumbuhan pertama kali sejak tahun 2020. Karena, tahun 2020 pembiayaan baru turun, outstanding loan turun. Tahun 2021 juga begitu, barulah kita bisa membalikan pertumbuhan di 2022,” ujar Made dalam acara Media Update Adira Finance di Jakarta, Jumat (10/02/2023). (Yetede)
BLK Komunitas untuk Antisipasi Dampak Bonus Demografi
JAKARTA, ID – Indonesia akan memasuki masa puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif atau angkatan kerja jumlahnya melampaui populasi usia tidak produktif. Oleh karena itu, pemerintah terus mengupayakan berbagai strategi untuk memastikan sumber daya manusia Indonesia memiliki kualitas dan kapabilitas untuk beradaptasi dengan segala disrupsi yang mengikutinya, salah satunya melalui pendirian Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, dengan adanya kebijakan pemerintah untuk mendirikan BLK Komunitas hingga menjangkau ke seluruh wilayah Tanah Air, akan memudahkan kelompok usia angkatan kerja dalam mengakses pelatihan kerja. “Selain untuk menekan angka pengangguran, penguatan dan perluasan pelatihan vokasi melalui BLK Komunitas utamanya diharapkan untuk mampu menciptakan pekerja terampil sekaligus berdaya saing,” kata Ma’ruf Amin dalam peresmian BLK KomunitasProgram Pembangunan Tahun 2022 dan Festival Kemandirian BLK Komunitas, Jumat (10/2/2023). (Yetede)
Menanti Pembaharuan Asuransi Berbalut Investasi
JAKARTA-Batas pendaftaran ulang produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau asuransi unit link tinggal menghitung hari. Seluruh perusahaan asuransi yang memiliki produk ini harus menyesuaikan produknya agar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan OJK dalam Surat Edaran OJK (SEOJK) Nomor 5 Tahun 2022. Sesuai dengan namanya, asuransi unit link merupakan jenis asuransi yang didalamnya pemegang polis mendapat dua jenis produk, yakni perlindungan asuransi dan produk investasi. Namun, selama ini, pemegang polis unit link tidak dapat melacak kemana dana yang mereka titipkan diinvestasikan oleh perusahaan asuransi. Begitu juga biaya apa saja yang dipotong dari nilai premi yang mereka bayarkan. Lewat surat edaran PAYDI yang terbit pada tahun lalu, OJK berupaya memperbaiki tata kelola asuransi unit link. Pengamat asuransi dari Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi), Dedy Kristianto, menilai penerbitan ketentuan anyar itu akan mengubah sejumlah hal dalam bisnis dan produk asuransi link. (Yetede)
Simalakama Restrukturisasi Nasabah Kresna Life
Keputusan hidup dan mati bagi PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life) tinggal menunggu waktu. Perusahan asuransi ini diberi waktu oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta persetujuan pemegang polis hingga 13 Februari 2023.
Komisaris Independen Kresna Life, Nurseto menjelaskan, saat ini pihaknya terus berupaya agar pemegang polis segera memberikan surat pernyataan yang menyatakan setuju terkait Rencana Penyehatan Keuangan (RPK).
Sebelumnya Nurseto bilang hanya kurang dari 5% yang keberatan dengan tawaran pinjaman subordinasi yang berada di RPK.
Salah satu pemegang polis Kresna Life yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, ia masih ragu-ragu akan menyetujui penawaran Kresna Life. Ia mengaku sudah mendapat sosialisasi dari Kresna Life. Namun masih belum paham dengan yang ditawarkan perusahaan.
Ia ingin ada penjelasan lebih detail dengan penawaran itu. “Kami minta dana kami kembali secepatnya,” ujar nasabah yang memiliki dana ratusan juta rupiah di Kresna Life.
Belanja Masyarakat Terjegal Inflasi
Faktor musiman masih menjadi penentu aktivitas belanja masyarakat. Sesuai siklusnya, belanja masyarakat di awal tahun mengalami penurunan setelah sempat meningkat signifikan di akhir tahun lalu menyusul momen Natal dan tahun baru. Pola musiman ini tercermin dari dari hasil Survei Penjualan Eceran yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI). Dari hasil survei tersebut, Indeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2023 sebesar 213,2 atau lebih rendah 2,1 dari bulan Desember 2022 yang sebesar 217,8.
Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penurunan tersebut didorong oleh normalisasi permintaan masyarakat, pasca Natal dan libur tahun baru.
Penurunan atau perlambatan terjadi pada seluruh kelompok, dengan penurunan terdalam pada kelompok peralatan informasi dan komunikasi sebesar 20,5% month on month (mom). Disusul subkelompok sandang yang turun 3,6% mom, serta kelompok barang budaya dan rekreasi yang turun 4,1% mom.
Head of Mandiri Institute Teguh Yudo Wicaksono mengungkapkan, memang terdapat normalisasi belanja masyarakat setelah ada peningkatan signifikan akibat momen Natal dan Tahun Baru.
Menurut Yudo, perlu upaya pemerintah mengendalikan inflasi. Bila inflasi terkendali maka belanja masyarakat tetap bergulir. Kondisi ini akan bermuara pada pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebagai penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB).
Asing Memburu SBN, Yield Seri Benchmark Bergerak Menurun
Imbal hasil obligasi pemerintah dalam tren turun. Penyebabnya, ada ekspektasi kenaikan suku bunga acuan mulai terhenti.
Investor asing juga kembali masuk ke pasar surat berharga negara (SBN). Ini membuat harga obligasi negara naik.
Kamis (9/2), yield FR0096, SUN acuan tenor 10 tahun, ada di 6,6%. Tapi, Jumat pekan lalu (3/2), yield SUN acuan ini sempat mencapai 6,52%, terendah sejak 16 Agustus 2022.
Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division
Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi mengatakan, yield terus bergerak turun sejak akhir 2022. Reza menyebut, fundamental Indonesia yang kuat menarik minat investor asing. Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga mencapai 5,31% di 2022, lebih tinggi tahun 2021 sebesar 3,69%.
Director & Chief Investment Officer Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula memprediksi yield SUN tenor 10 tahun bisa turun ke 6,5%, dengan catatan asing terus masuk. Namun, dia menyarankan, investor tetap memperhatikan kebijakan The Fed dan data ekonomi AS.
Penuhi Ketentuan Modal, Bank Kecil Siap Tancap Gas
Bank-bank kecil di Tanah Air bersiap lebih ekspansif dan melakukan inovasi dalam mengembangkan bisnis mereka tahun ini. Apalagi setelah mereka memenuhi ketentuan modal inti minimum pada akhir 2022.
Bank SBI Indonesia akan memacu ekspansi dengan fokus pada kredit korporasi dan komersial. Hal ini sejalan dengan strategi bisnisnya yang tetap menyasar sektor terkait perdagangan Indonesia-India dan bisnis investasi.
Direktur Utama SBI Indonesia, Akash Shambhu mengungkapkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyetujui State Bank of India (SBI) melakukan penambahan modal ke perseroan itu, sehingga modal inti sudah dipenuhi sesuai ketentuan. Tambahan modal itu bukti komitmen SBI terus ada di Indonesia.
Sementara PT Bank IBK Indonesia Tbk menargetkan nilai kredit di tahun ini bertambah Rp 2,5 triliun. Adapun outstanding kredit bank ini pada akhir 2022 mencapai Rp 8 triliun. Sehingga di akhir tahun 2023 diharapkan akan mencapai Rp 10,5 triliun.
Direktur Kepatuhan Bank IBK Indonesia, Alexander F. Rori mengatakan, perseroan agresif di tahun ini sesuai target pertumbuhan penyaluran kredit yang ditetapkan OJK hingga dua digit.
PT Bank Ina Perdana Tbk juga akan memperkuat ekspansi bisnis setelah modalnya dipertebal. Bank milik Salim Group ini membidik kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh dua digit tahun ini.
KINERJA MANUFAKTUR : Berkah Lahan Industri dari EV
Maraknya investasi kendaraan listrik diperkirakan bakal terus mendongkrak penyerapan lahan industri pada tahun ini. Pelaku usaha kawasan industri pun memperkirakan upaya pengembangan ekosistem kendaraan listrik bakal melecut pertumbuhan serapan lahan industri hingga 10%.Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) Sanny Iskandar mengatakan bahwa peningkatan penyerapan lahan industri manufaktur pada 2023 diproyeksikan bisa mencapai 10%.“Perkiraan [kami bisa] naik sekitar 10%,” kata Sanny, dikutip Kamis (9/2).
Sanny menyebut, salah satu pemicu kenaikan penyerapan lahan industri manufaktur adalah makin masifnya pengembangan kendaraan listrik di Indonesia pada tahun ini.“EV [electric vehicle/kendaraan listrik] ini akan berpengaruh [pada penyerapan lahan industri manufaktur, termasuk yang pertumbuhan 10%,” tambah Sanny.Selain itu, pertumbuhan industri manufaktur juga berperan dalam penambahan penyerapan lahan industri.
PEREKONOMIAN DAERAH : MEMOMPA MANUFAKTUR JAWA TENGAH
Aktivitas manufaktur Jawa Tengah mengendur dalam beberapa tahun terakhir akibat hantaman pandemi Covid-19. Tak pelak, pasar tenaga kerja wilayah ini pun mengalami tekanan. Pemulihan pasar negara tujuan ekspor dan menjelang momen Ramadan serta Idulfi tri mendorong optimisme pelaku usaha di wilayah ini. Sektor usaha manufaktur mengambil porsi hingga 33,93% pada struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Jawa Tengah pada 2022.Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan porsi manufaktur Jawa Tengah pada distribusi PDRB atas dasar harga berlaku masih kuat. Sejak 2010, porsinya selalu lebih besar dari angka 30%. Bahkan, porsi manufaktur mencatat rekor tertingginya pada PDRB Jawa Tengah pada 2014 dengan capaian 35,67%.Kendati, mesin manufaktur memang sempat mengendur dalam beberapa tahun terakhir. Jika menggunakan data yang sama, terlihat tren penurunan dimulai sejak 2019. Hanya saja, kondisi tersebut dapat dipahami sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang menghantam dunia. Pada sektor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT), yang jadi unggulan Jawa Tengah, misalnya. Pelaku industri masih terpukul akibat pelemahan permintaan dari negara utama tujuan ekspor, seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Eropa.
“TPT Jawa Tengah mayoritas adalah assembly yang tergantung pada order internasional. Di sisi lain, bahan bakunya sebagian besar impor. Jadi terkena tekanan dua kali. Dari demand internasional dan juga cost of production karena pelemahan rupiah,” jelas Wahyu Widodo, Ekonom Universitas Diponegoro (Undip) saat dihubungi Bisnis, belum lama ini. Wahyu memperkirakan, dalam waktu dekat manufaktur Jawa Tengah bisa kembali moncer. Indikator tersebut, terlihat dari kinerja perekonomian di negara utama tujuan ekspor, di AS misalnya. Ratna Kawuri, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa relokasi pabrik sudah mulai terjadi. Beberapa daerah yang jadi incaran adalah Kabupaten Klaten, Kabupaten Brebes, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang, juga Kabupaten Purbalingga.Relokasi tersebut jadi momentum positif bagi investasi di daerah, khususnya Jawa Tengah.
Beasiswa Industri Kreatif-Budaya Australia
Duta Besar Australia untuk Indonesia Penny Williams PSM, Kamis (9/2) mengatakan, Pemerintah Australia menyediakan beasiswa untuk masyarakat Indonesia yang bergerak di industri kreatif lewat beasiswa Australia Awards. Studi singkat ini akan membantu para pemimpin bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang industri kreatif dan budaya untuk lebih terhubung dan berintegrasi dengan pasar Australia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









