Ekonomi
( 40789 )Mudah Sedekah Via Dompet Digital
Platform dompet digital (e-wallet) dinilai berperan penting dalam upaya menghimpun zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf). Perkembangan teknologi menjadikan layanan pembayaran ziswaf melalui dompet digital terus meningkat porsinya dari tahun ke tahun lewat kerja sama dengan lembaga amil zakat untuk penyalurannya. Salah satu penyelenggara dompet digital, DANA, mencatat preferensi masyarakat untuk menyalurkan donasi dan sedekah secara daring semakin bertambah pesat, khususnya pada Ramadan dan Idul Fitri.
Bahkan, pada tahun ini, potensi pertumbuhannya diperkirakan mencapai lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu. Chief of Product DANA Indonesia, Rangga Wiseno, menuturkan seluruh pengguna DANA dapat menyalurkan zakat, infak, sedekah, wakaf, hingga kurban melalui aplikasi, bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. “Integrasi ini memungkinkan pengguna menyalurkan zakatnya dengan aman, cepat, dan mudah,” katanya kepada Tempo, kemarin, 18 April 2023. Untuk pembayaran zakat, pengguna tak hanya dapat menunaikan zakat fitrah, tapi juga zakat profesi melalui aplikasi DANA. (Yetede)
Lantaran Inflasi Kian Melandai
Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 April 2023 memutuskan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 5,75 %; suku bunga Deposit Facility 5 %, dan suku bunga Lending Facility 6,5 %. Tingkat suku bunga acuan BI terakhir naik pada Januari lalu. Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan tingkat suku bunga acuan sebesar 5,75 % cukup untuk mengarahkan inflasi inti ke dalam kisaran 3 plus minus 1 % sepanjang 2023. Bank sentral juga menargetkan inflasi indeks harga konsumen (IHK) dapat kembali ke dalam sasaran 3 plus minus 1 persen lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. "Stabilisasi nilai tukar rupiah juga terus diperkuat guna mengendalikan inflasi barang impor dan memitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global terhadap nilai tukar rupiah," ujar Perry dalam konferensi pers, kemarin.
Secara umum, Perry menambahkan, tekanan inflasi di Tanah Air terus menurun sehingga mendukung stabilitas perekonomian. Inflasi IHK secara bulanan tercatat 0,18 %, lebih rendah dari pola historisnya pada periode awal Ramadan. Dengan demikian, inflasi IHK secara tahunan turun dari level bulan sebelumnya sebesar 5,47 % menjadi 4,97 %. BI mencatat inflasi inti tahunan Maret 2023 terus melambat dari 3,09 % menjadi 2,94 %. Pergerakan itu dipengaruhi oleh ekspektasi inflasi dan tekanan inflasi dari barang impor yang menurun serta pasokan agregat yang memadai dalam merespons kenaikan permintaan barang dan jasa. (Yetede)
Besar Lubang Korupsi Tambang
KPK dan sejumlah organisasi masyarakat sipil sejak lama menyoroti besarnya potensi korupsi dalam tata kelola bisnis pertambangan. Perizinan ekspor hasil tambang dinilai menjadi salah satu celah praktik lancung tersebut. Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Pahala Nainggolan, mengatakan celah korupsi di pertambangan berkutat pada tiga masalah krusial di sektor usaha ini, yaitu kepatuhan perpajakan, pemenuhan kewajiban pasokan pasar dalam negeri atau domestic market obligation (DMO), dan legalitas area tambang. Besarnya potensi korupsi di tiga urusan tersebut, kata dia, selama ini disebabkan oleh tak adanya pengintegrasian database ke dalam satu sistem tata kelola pertambangan.
Pahala mencontohkan, Kementerian ESDM semestinya sejak lama mengintegrasikan data izin usaha pertambangan (IUP) yang berstatus clean and clear dengan data lain, seperti nama pemegang izin, peta izin, cadangan tambang, realisasi produksi, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Namun, karena antara data satu dan lainnya tidak sinkron, kata Pahala, celah korupsi pun menganga. “Selama ini tata kelolanya tidak jelas. Anggarannya, pengawasannya, dan integrasi datanya juga tidak jelas karena Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara nyaman (merasa) enggak perlu integrasi,” kata Pahala kepada Tempo, Senin, 17 April lalu. (Yetede)
Ekspor Maret Anjlok 11,3%
Nilai ekspor Indonesia bulan Maret 2023, year on year (yoy), anjlok 11,33% menjadi US$ 23,5 miliar. Ini merupakan kontraksi pertama ekspor Indonesia dalam 2,5 tahun terakhir. Kontraksi ekspor terutama dipicu anjloknya ekspor industri pegolahan sebesar 13,67%, yoy. Ekspor industri pengolahan selama Maret 2023 sebesar US$ 16,62 miliar atau 70,7% terhadap total ekspor periode tersebut. “Meskipun secara bulanan nilai ekspor mengalami kenaikan, namun secara tahunan nilai ekspor mengalami penurunan signifikan pada Maret 2023 yaitu 11,33%, setelah terus mengalami perlambatan sejak pertengahan tahun 2022,” ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/20).
Kontraksi ekspor secara year on year terakhir terjadi pada Oktober 2020 sebesar 3,29%. Secara year on year, data BPS menyebutkan, nilai ekspor Maret 2022 tercatat masih tumbuh 44,02% sedangkan, Maret 2021 meningkat 31,12%. “Semantar dalam tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekspor periode Maret memang selalu mengalami peningkatan secara month to month (mtm). Namun, pertumbuhan Maret 2023 tidak setinggi pada tahun 2022 dan 2021,” kata Imam. Pada Maret 2023, partumbuhan nilai ekspor tercatat 9,89% (mtm), jauh di bawah periode Maret 2022 yang 29,43% (mtm) dan Maret 2021 yang 20,60% (mtm). Tak hanya industri pengolahan, kontraksi nilai ekspor juga menimpa minyak dan gas/migas (4,76%); pertanian, kehutanan, dan perikanan (12,03%); serta tambang dan lainnya (4,63%). (Yetede)
Libur Lebaran Tiba, Saatnya Daerah Berpesta Pora
Musim mudik Lebaran tiba. Ada 123,8 juta orang yang siap melakukan perjalanan mudik Lebaran ke kampung halaman masing-masing. Jumlah ini naik 47% dibanding Lebaran 2022 yang mencapai 85,5 juta orang.
Angka pemudik ini terbilang tinggi, sepanjang sejarah. Tak pelak, Presiden Joko Widodo berkali-kali mengingatkan agar semua pihak yang terlibat baik di pemerintah pusat hingga daerah mengantisipasi dan menyiapkan matang atas lompatan jumlah pemudik.
Ini pula yang diyakini akan memantik efek ekonomi dan efek gulir yang lebih besar. Sektor riil jauh-jauh sudah memacu bisnisnya, pun dengan infrastruktur berupa perbaikan jalan-jalan, bandara, pelabuhan, hingga terminal.
Tak cuma itu saja. Tradisi mudik juga bisa mempercepat redistribusi ekonomi dari pusat-pusat kota ke daerah serta memberikan manfaat bagi ekonomi desa.
Wajar jika efek ekonomi dari transaksi langsung maupun tidak langsung diprediksi bisa sampai ratusan triliun. "Kami melihat, mudik ini sebagai potensi momentum pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Kacaribu, Senin (17/4). Hitungan Kemkeu, perputaran uang kartal selama periode Lebaran 2023 akan tumbuh 15%.
Untuk mengantisipasi kebutuhan uang, Bank Indonesia (BI) menyiapkan Rp 195 triliun uang layak edar, naik 8,27% dari jumlah yang disiapkan BI pada Lebaran 2022.
Pulau Jawa masih mendominasi kebutuhan uang selama Ramadan dan Idul Fitri. Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menyebut, perputaran uang didominasi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, dan Jabodetabek sebesar 62,5%, dengan jumlah pemudik 77,3 juta orang.
Penerimaan Pajak Bisa Terimbas Tekanan Global
Kendati otoritas pajak sempat menjadi sorotan terkait kasus oknum mantan pejabat pajak yang menyalahgunakan wewenangnya, realisasi penerimaan pajak masih menunjukkan hasil positif hingga kuartal I-2023.
Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, realisasi penerimaan pajak hingga Maret 2023 sudah tembus Rp 432,25 triliun. Hasil tersebut tumbuh 33,78% dibandingkan periode serupa tahun lalu.
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, hasil penerimaan pajak tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Antara lain harga komoditas yang mulai normal setelah sebelumnya mengalami
booming
komoditas.
Dari total penerimaan pajak tersebut, bendahara negara ini merinci, untuk Pajak Penghasilan (PPh) non migas tercatat Rp 225,95 triliun atau sudah 25,86% dari target tahun ini. Pencapaian ini berhasil tumbuh 31,03% ketimbang periode sama tahun lalu.
Sementara penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan PPnBM kuartal I-2023 tercatat Rp 185,70 triliun, atau 24,99% dari target. Realisasi ini juga tumbuh 42,37% yang didorong oleh peningkatan aktivitas ekonomi.
Kemudian, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak lainnya juga mengalami pertumbuhan sebesar 25,24% yang sebesar Rp 2,87 triliun. Realisasi PBB dan pajak lainnya ini juga telah mencapai 7,16% dari target.
Pengamat pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji mengatakan, perluasan basis pajak ini perlu segera dikerjakan pemerintah, sehingga bisa menambah potensi penerimaan negara.
Dapat Untung Dari Hari Raya
Berkah bulan suci Ramadan akan terlihat di kinerja sejumlah emiten. Ada beberapa sektor yang mendapat kenaikan permintaan di momentum lebaran ini, yaitu sektor barang konsumsi,
poultry, ritel, transportasi dan jalan tol.
Senior Information Investment
Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, kenaikan permintaan yang terjadi selama lebaran ini akan tercermin pada laporan keuangan kuartal kedua mendatang.
Head of Research
Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, di antara sektor-sektor tersebut, emiten barang konsumsi yang akan memperoleh keuntungan paling tebal. Alasannya, permintaan kebutuhan primer yang meningkat di masa Ramadan dan lebaran. Senior Research Analyst
Reliance Sekuritas Lukman Hakim menuturkan, pelaku pasar juga tampak melakukan rotasi sektor dan menyasar sejumlah emiten yang dapat berkah Ramadan. Ambil contoh PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI), PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP). Ini tercermin dari kenaikan harga sahamnya sebulan terakhir.
Kontrak Baru Emiten BUMN Karya Naik
Kinerja BUMN Karya dinilai sudah memasuki masa pemulihan. Hal ini tercermin dari perolehan kontrak baru sejumlah BUMN Karya di kuartal I 2023 yang bertumbuh. Meski begitu, emiten konstruksi pelat merah masih menghadapi tantangan di sisi permodalan.
Hingga Maret 2023, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencetak pertumbuhan kontrak baru hingga 109% menjadi Rp 8,9 triliun. Lalu, kontrak baru PT PP Tbk (PTPP) tumbuh 32,13% menjadi Rp 4,08 triliun. Sedangkan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mengantongi kontrak baru Rp 4,16 triliun.
Salah satu proyek kontrak baru WSKT berasal dari proyek di luar negeri, yakni Bandara Internasional President Nicolau Lobato yang berada di Timor Leste. "Nilainya Rp 1,1 triliun," ujar
Senior Vice President Corporate Secretary
WSKT, Senin (17/4).
CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menilai, sejalan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi, sektor konstruksi bangunan mulai tumbuh. Meski begitu, Praska menilai bahwa peningkatan kontrak baru sejalan dengan tantangan di sisi permodalan.
Sebagai informasi, akhir Desember 2022, WSKT mencatatkan arus kas operasi negatif sebesar Rp 106,58 miliar dari sebelumnya positif Rp 192,78 miliar. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) juga memiliki arus kas operasi negatif sebesar Rp 2,88 triliun. Sedangkan ADHI dan PTPP memiliki arus kas operasi positif, tetapi nilainya turun.
Anak Usaha TOWR Akuisisi 60% Saham Varnion Technology
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), melalui anak perusahaannya, yakni PT iForte Solusi Infotek, mengakuisisi 60% saham perusahaan penyedia solusi internet PT Varnion Technology Semesta. Akuisisi ini dilakukan untuk memperkuat bisnis fiber optik perusahaan ini. Wakil Direktur Utama TOWR Adam Ghifari menjelaskan, iForte dan Varnion telah melakukan penandatangan perjanjian penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat (CSPA) atas 60% saham Varnion pada 17 April 2023. Namun, Adam belum menyebutkan besaran nilai transaksi ini.
"Berdasarkan CSPA, iForte sebagai pembeli akan mengambil alih 60% saham di Varnion dengan tunduk pada syarat dan ketentuan sebagaimana diatur," jelas Adam, Senin (17/4). Adapun Varnion Technology Semesta merupakan perusahaan berbasis teknologi yang memiliki spesialisasi dalam penyediaan solusi internet, integrasi sistem, dan layanan
outsourcing
teknologi informasi atau IT.
Wakil Direktur Utama iForte Silvi Liswanda mengatakan, aksi korporasi ini akan memperkuat posisi iForte sebagai salah satu perusahaan infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optik.
Hartono, Direktur Iforte sekaligus
Chief of Business Development
Protelindo Group, menambahkan, dengan kerjasama ini, maka akan terjalin sinergi antara iForte dan Varnion, khususnya di segmen industri perhotelan.
Ekonomi Menggeliat, Kredit Jadi Kuat
Kredit PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diproyeksikan masih bertumbuh tahun ini. Pembukaan kembali ekonomi dapat mendukung peningkatan pinjaman emiten perbankan ini.
Kepala Riset Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengatakan, kredit BBNI masih berpotensi tumbuh, meskipun tidak sebesar kenaikan di tahun lalu yang mencapai dua digit karena
high base effect. Kredit BBNI diperkirakan tumbuh di 7%-8% tahun ini sesuai perkiraan manajemen perusahaan.
Penurunan kredit berisiko BBNI juga terus berlanjut dan net interest margin (NIM) cenderung stabil di tengah tren suku bunga masih tinggi. Kedua hal tersebut, menurut Cheril, bakal memicu katalis yang positif bagi saham BBNI yang sempat turun pasca pembagian dividen.
Analis CGS CIMB Sekuritas Handy Noverdanius mengatakan, penyaluran kredit BBNI hingga Februari 2023 masih naik 10% secara tahunan. Ini artinya realisasi penyaluran kredit BBNI sedikit di atas panduan manajemen.
Analis UOB Kayhian Posmarito Pakpahan pun percaya jika BBNI akan melanjutkan pertumbuhan kinerja yang positif seperti di tahun 2022. Pada kuartal terakhir tahun lalu, BBNI mencetak laba bersih Rp 4,6 triliun.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









