Ekonomi
( 40512 )Genjot Kinerja, TPIA Siapkan Ekspansi Baru
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) optimistis bisa memperbaiki kinerja pada tahun ini. Untuk itu, anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini siap menggeber ekspansi bisnis.
Terbaru, TPIA telah meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Indonesia Investment Authority (INA) untuk membangun pabrik chlor-alkali. Lewat sinergi ini, TPIA akan mengundang investor internasional untuk berinvestasi di pabrik ini.
Suryandi,
Director of HR & Corporate Affairs
Chandra Asri, menjelaskan, pabrik chlor-alkali direncanakan bakal memproduksi lebih dari 400.000 metrik ton per tahun
caustic soda
dan 500.000 metrik ton per tahun
ethylene dichloride
(EDC).
Setelah itu, pada kuartal pertama atau kedua tahun 2024, pabrik tersebut akan memulai konstruksi. "Jadi, kira-kira perlu tiga tahun. Harapan kami, pada tahun 2026 sudah
on stream," ungkap Suryandi di sela acara buka bersama, Jumat (14/4).
CEO Edvisor.id Praska Putrantyo menilai, pengembangan pabrik chlor-alkali berskala dunia dan sejumlah ekspansi bakal menambah diversifikasi sumber pendapatan TPIA. Dengan begitu, TPIA berpeluang memperbaiki kinerja keuangannya di masa depan. Ini sekaligus untuk mengantisipasi penurunan sumber pendapatan yang dikontribusi dari penjualan ke luar negeri.
Geliat Dunia Usaha Bisa Tertekan Daya Beli
Momentum Ramadan dan Lebaran membuat kegiatan ekonomi di kuartal II tahun ini makin menggeliat. Namun, masih banyak risiko yang menghantui dunia usaha ke depan. Terutama, daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia (BI) menunjukkan, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada kuartal II-2023 sebesar 21,44%, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 11,05%.
Hal ini tecermin dari naiknya kinerja berbagai lapangan usaha. Beberapa di antaranya, pertanian, kehutanan, dan perikanan yang diperkirakan mencatat SBT 2,87%, setelah pada kuartal I-2023 tercatat 0,93%.
"Peningkatan ini seiring dengan masih berlanjutnya panen raya pada kuartal II-2023," kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (14/4).
Juga, industri pengolahan diperkirakan mencatat SBT sebesar 2,52%. Setelah pada kuartal sebelumnya mencatat SBT 1,54%. "Ini karena permintaan masyarakat meningkat, didukung ketersediaan sarana produksi, dan kapasitas penyimpanan yang mencukupi," tambahnya.
Sedangkan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan motor diperkirakan mencatat SBT 2,33% dari bulan sebelumnya 1,41%. Sementara penyediaan akomodasi dan makan minum diperkirakan mencatat SBT 0,90%, sejalan dengan permintaan dalam negeri yang meningkat menjelang Idul Fitri.
Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani juga meyakini, makin kuatnya geliat dunia usaha di kuartal II-2023. Salah satunya adalah kinerja manufaktur Indonesia yang terus meningkat.
MINAT IPO MASIH TINGGI NAVIGASI
Euforia calon emiten untuk melantai di Bursa Efek Indonesia cukup besar meskipun kondisi ekonomi secara global diprediksi masih penuh tantangan. Pasar domestik yang tetap ditantang oleh sejumlah isu seperti tingkat suku bunga the Fed, inflasi, hingga geopolitik, tak melunturkan euforia para calon emiten yang siap melantai di bursa. Optimisme tersebut tecermin dari realisasi penawaran saham perdana atau IPO di BEI pada periode April 2023, yang tercatat mencapai sekitar 30 perusahaan, dengan dana yang dihimpun Rp22,7 triliun. Jumlah perusahaan tersebut, Ernst & Young (EY), melonjak jika dibandingkan dengan jumlah calon emiten pada kuartal I/2022 sebanyak 12 emiten dengan nilai emisi yang hanya sekitar Rp3 triliun. Sepanjang 2023, BEI menargetkan jumlah IPO sebanyak 57 perusahaan. Per 14 April 2023 realisasi tersebut telah terhitung mencapai 54% dari target. Adapun, yang masuk dalam pipeline mencapai 49 perusahaan. Adapun, tantangan lainnya datang dari likuidasi yang tinggi dan kinerja pasca-IPO yang buruk dari SPAC (Special Purpose Acquisition Company) berpotensi mengurangi selera investor untuk IPO baru. Data yang dipublikasikan EY Global IPO Trend Q1/2023, mengungkapkan dari total 299 transaksi IPO yang tercatat senilai US$21,5 miliar, setiap transaksi mengalami penurunan 8% dan 61% year-on-year (YoY). Indonesia menjadi negara yang paling aktif pada kuartal I/2023 melalui 30 IPO yang menorehkan pendapatan US$828 juta. Thailand membuntuti Indonesia dengan 10 IPO yang mencatatkan pendapatan US$322 juta, Malaysia 10 IPO dengan US$238 juta, dan Singapura dengan 1 IPO senilai US$15 juta. Sahala Situmorang, EY Indonesia Strategy and Transactions Partner, mengatakan selama 4 bulan terakhir, Indonesia telah melihat total nilai emisi ekuitas meningkat dari Rp15 triliun pada 2019 menjadi Rp33 triliun pada 2022. Faktanya, sepanjang 2022 pasar modal nasional mencatat jumlah deals terbesar dalam sejarah dengan 59 IPO. Perusahaan teknologi, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) menjadi yang paling terkenal dengan nilai Rp14 triliun dalam penawaran ekuitasnya.
SURVEI BI : Geliat Dunia Usaha Kian Kuat
Bank Indonesia memprediksi geliat dunia usaha akan makin meningkat pada kuartal II/2023 setelah kinerja industri pengolahan Indonesia menguat pada kuartal I/2023. Kepala Departemen komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono mengatakan hal itu merujuk hasil survei kegiatan dunia usaha yang digelar bank sentral. Menurutnya, geliat dunia usaha terlihat dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencapai 21,44%, atau lebih besar dibandingkan dengan perkiraan SBT pada kuartal pertama yakni 11,05%. “Peningkatan kegiatan usaha diperkirakan terjadi pada beberapa lapangan usaha utama, yaitu lapangan usaha pertanian seiring masih berlanjutnya panen raya dan lapangan usaha pertambangan didukung oleh ketersediaan sarana produksi,” ujarnya, Jumat (14/4). Erwin juga menyampaikan bahwa survei BI turut mengindikasikan adanya peningkatan kinerja kegiatan dunia usaha pada kuartal I/2023. “Terlihat dari nilai SBT sebesar 11,05%, lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal IV/2022 sebesar 10,71%,” kata Erwin.
PERUSAHAAN TERBUKA : MUSIM BAGI DIVIDEN TELAH TIBA
Sejumlah emiten mengumumkan bakal menebar dividen kepada investor pasar saham pada tahun ini setelah mencatatkan kinerja gemilang sepanjang tahun lalu. Tahun ini bisa jadi merupakan periode berkah bagi investor saham. Setelah melalui tahun yang sulit karena pandemi Covid-19 selama lebih dari 2 tahun, beberapa emiten mulai meraup keuntungan. Salah satu emiten yang siap membagikan dividen datang dari emiten menara PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel. Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama menyatakan pihaknya akan membagikan dividen tunai dengan rasio 99% untuk tahun buku 2022. Dengan persentase tersebut membuat total dividen yang akan didistribusikan emiten anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk. yang bergerak dalam bidang infrastruktur telekomunikasi itu mencapai Rp1,76 triliun. “Untuk dividen payout ratio masih sama, yakni maksimal 70% untuk tahun buku 2022. Kami menambahkan bonus dividen sebesar 29% sehingga totalnya adalah 99%,” katanya dalam paparan publik, Jumat (14/4). Hendra menambahkan bahwa dividen akan didistribusikan kepada para pemegang saham maksimal sebulan setelah pelaksanaan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) atau sekitar 17 Mei 2023. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, pembagian dividen merupakan bentuk komitmen Mitratel untuk memberikan nilai terbaik kepada para pemegang saham. Untuk melanjutkan pertumbuhan kinerja positif pada tahun ini, dia menyatakan telah menyusun strategi pengembangan ekosistem menara dengan terus menjaga pertumbuhan bisnis organik, ekspansi layanan pada ekosistem menara, dan menangkap peluang inorganik.
OPERATOR BANDARA : Angkasa Pura II Cetak Laba Rp91,9 Miliar
PT Angkasa Pura II berhasil mencatatkan laba bersih sepanjang 2022 sebesar Rp91,90 miliar setelah pada tahun sebelumnya mencetak rugi Rp3,79 triliun. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin memaparkan pencapaian itu ditopang oleh pendapatan perusahaan yang tumbuh 54,55% dari Rp5,44 triliun pada 2021 menjadi Rp8,41 triliun pada 2022. Pertumbuhan pendapatan turut mengerek naik laba usaha AP II menjadi Rp934,11 miliar pada 2022 dari sebelumnya negatif Rp2,52 triliun. “Pencapaian ini adalah kali pertama AP II mencatatkan laba bersih sejak pandemi Covid-19 pada 2020,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (14/4). Hal tersebut dimanfaatkan perseroan untuk memulihkan kinerja melalui beragam upaya seperti memastikan ketersediaan slot time di bandara, dan membuka rute baru serta mengaktivasi rute nonaktif bekerja sama dengan maskapai penerbangan. Secara kumulatif, dia mencatat 20 unit bandara AP II melayani sekitar 62 juta penumpang sepanjang 2022 atau naik 100% dari 2021 sebanyak 31 juta penumpang. Director of Finance AP II Hilda Savitri menambahkan kinerja positif perseroan pada 2022 tidak lepas dari upaya pengendalian biaya melalui program cost leadership. Melalui program itu, paparnya, AP II dituntut efektif dan efisien guna mendukung pencapaian pendapatan.
Bank Diminta Siapkan Langkah Antisipasi
OJK meminta industri perbankan Tanah Air menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk meredam risiko penularan dampak krisis perbankan di AS dan kawasan Eropa. Walau sejauh ini industri perbankan nasional dalam kondisi sehat dan bertumbuh, langkah antisipasi tetap diperlukan. Dalam diskusi Kompas Collaboration Forum (KCF) bertema ”Di Balik Robohnya Silicon Valley Bank”, di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Jumat (14/4) Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menjelaskan, belajar dari kejatuhan Silicon Valley Bank dan sejumlah bank lain di AS dan kawasan Eropa, salah satu penyebabnya ialah struktur deposan terlalu terkonsentrasi di sektor ekonomi tertentu, yakni perusahaan rintisan teknologi. Ketika banyak perusahaan rintisan teknologi berguguran, bank bersangkutan ikut bermasalah.
Mayoritas deposannya juga didominasi segmen korporasi dan tak terdiversifikasi pada segmen ritel. Dengan kondisi terlalu terfokus pada segmen tertentu ini, kondisi bank lebih rentan tatkala terjadi gelombang penarikan dana. Mahendra mengatakan, terjadi pula ketidaksesuaianantara aset dan liabilitas. Banyak asset Silicon Valley Bank (SVB) bertumpu pada obligasi Pemerintah AS yang merupakan instrumen jangka panjang. Namun, mayoritas liabilitas atau dana pihak ketiga berjangka pendek. Belajar dari hal itu, Mahendra meminta perbankan memantau portofolio aset dan liabilitas bank, termasuk risiko konsentrasi pada pinjaman serta pendanaan. Terkait hal ini, OJK memonitor erat komposisi sektor ekonomi yang menjadi sumber dana pihak ketiga (DPK) dan sasaran sektor kredit agar tetap terdiversifikasi dengan baik. (Yoga)
Ekspor Minyak Mentah Rusia Meningkat
Di tengah sanksi ekonomi dari AS dan sekutunya, penjualan minyak Rusia justru naik dibandingkan sebelum invasi ke Ukraina, Februari 2022. Walaupun begitu, dari segi harga, keuntungan yang diperoleh Rusia berkurang karena mereka harus menjual minyak dengan harga diskon. Perhitungan tersebut diperoleh dari analisis, antara lain, Badan Energi Internasional (IEA) dan firma pemantau ekspor-impor komoditas global Kpler yang dikeluarkan pada hari Jumat(14/4). Sebagai gambaran, ekspor minyak mentahRusia pada 2022 adalah 3,35 juta barel per hari. Pada triwulan pertama tahun 2023, jumlah ekspornya saja sudah mencapai 3,5 juta per hari. ”India membeli 51 % minyak mentah Rusia dan China membeli 36 %. Sisanya dibeli oleh Turki dan Bulgaria,” kata Matt Smith, pakar perminyakan Kpler, kepada surat kabar Inggris, The Independent.
Smith menjelaskan, perhitungan ekspor ini baru sebatas minyak mentah yang dikirim melalui jalur laut. Belum termasuk minyak mentah yang dialirkan langsung melalui pipa dari Rusia ke China. Sebelum invasi Rusia ke Ukraina, dua pertiga pembeli minyak adalah negara-negara Eropa. China dan India sebagai sahabat dekat Rusia mengambil alih pangsa pasar minyak. Mereka beralasan bahwa kebutuhan energi nasional lebih penting sehingga membeli minyak dari Rusia adalah solusi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak. ”Patut dipahami bahwa meski penjualan meningkat, omzet dan laba yang diterima Rusia berkurang,” ujar Smith. Hal ini karena Rusia menjual minyak dengan harga diskon. Kpler mencatat, omzet Rusia per Maret 2023 adalah 12,7 miliar USD, yang 43 % lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2022. (Yoga)
Demi Kesejahteraan Petani
Ada banyak drama di hulu-hilir industri sawit Indonesia yang satu demi satu dihadapi. Namun, satu hal yang tak boleh terlupakan, yakni petani sawit mesti sejahtera. Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR yang menyasar tanaman sawit tua milik rakyat ditandai melalui seremoni peremajaan pertama oleh Presiden Jokowi di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, 13 Oktober 2017. Saat itu disampaikan, terdapat 800.000 hektar kebun sawit rakyat yang mendesak diremajakan karena terlalu tua sehingga produktivitasnya rendah. Produktivitas yang mestinya bisa 5,5 ton CPO per hektar hanya bisa 2,8 ton CPO per hektar. Harapannya, kebun sawit yang diremajakan bisa menghasilkan 8 ton CPO per hektar. Target peremajaan tahun ini menyasar 180.000 hektar kebun sawit rakyat per tahun. Dari target itu, 100.000 hektar dilaksanakan secara mandiri dan 80.000 hektar menggunakan pola kemitraan dengan beberapa perusahaan.
Laman Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyebutkan, BPDPKS menyalurkan dana bantuan kepada pekebun peserta PSR sebesar Rp 30 juta per hektar per pekebun. Namun, petani kesulitan memenuhi syarat yang ditetapkan, yaitu keberadaan sertifikat hak milik (SHM) atau dokumen penguasaan tanah, kesamaan SHM dengan identitas pekebun, serta lahan tidak di kawasan hutan, lahan gambut, atau lahan hak guna usaha. Akibatnya, program PSR berjalan lambat. Berdasarkan data BPDPKS, realisasi penyaluran dana PSR pada 2016-2022 sebesar Rp 7,52 triliun untuk lahan seluas 273.666 hektar. Realisasi PSR pada 2019 seluas 90.491 hektar, meningkat menjadi 94.033 hektar pada 2020. Akan tetapi, pada 2021, realisasi PSR turun menjadi 42.212 hektar dan kembali merosot pada 2022, yakni 30.759 hektar. Menyikapi realisasi PSR yang lambat itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) periode 2023-2028 menyatakan akan mempercepat program PSR, sekaligus melengkapi program peremajaan kelapa sawit perusahaan-perusahaan swasta anggota Gapki. Sasaran awal adalah perkebunan rakyat yang berdekatan dengan perkebunan swasta anggota Gapki (Kompas, 14/4). (Yoga)
Potong Rantai Edar Daging
Perum Bulog mulai mengedarkan 18.000 ton daging kerbau beku impor dari India ke pasaran. Daging secara bertahap didistribusikan ke ritel modern dan pasar tradisional untuk menstabilkan harga daging sapi sekaligus memberi pilihan kepada konsumen daging dengan harga lebih murah. Dirut Perum Bulog Budi Waseso menyatakan, daging kerbau beku impor itu mulai didistribusikan secara bertahap ke 88 ritel modern di Jakarta. Daging tidak disalurkan secara serempak karena setiap pengelola ritel menerapkan administrasi pembelian yang berbeda-beda. Selain ke ritel modern, daging kerbau beku impor juga akan dipasok ke pasar-pasar tradisional. Bulog menyediakan lemari pembeku (freezer), mengingat stok yang ada berbentuk daging beku. Sesuai penugasan pemerintah,harga penjualan daging kerbau impor ditetapkan Rp 80.000 per kg. Jika ada koreksi harga, harga jualnya maksimal Rp 85.000 per kg. Agar penyaluran daging impor bisa dilakukan secara merata, pembelian dibatasi hanya 2 kg per pembeli.
”Ke depan, stok daging tersebut akan disalurkan ke ritel modern lain. Intinya dari Bulog sudah siap, tinggal mengedarkan,” kata Budi Waseso dalam tinjauannya di salah satu ritel modern di Jakarta, Jumat (14/4). Budi berharap harga jual daging bisa ditekan karena penyaluran dilakukan secara langsung dari Bulog ke ritel modern. Terobosan ini yang membuat harga jual daging impor bisa diturunkan dari Rp 95.000 per kg menjadi Rp 80.000 per kg. Terobosan itu juga bisa membantu Bulog mengurangi biaya distribusi, seperti untuk penyewaan cold storage (gudang pendingin), yang membuat BUMN ini merugi ratusan miliar rupiah beberapa tahun lalu. Bersama Satgas Pangan Polri, Bulog juga memantau penyaluran dan penjualannya agar konsumen bisa mendapatkan daging dengan harga sesuai aturan. Upaya menekan harga jual daging sapi perlu dilakukan dengan menyederhanakan tata niaga yang panjang. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









