;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Strategi Prodia Bangkitkan Kinerja

17 Apr 2023

Industri kesehatan memasuki babak baru setelah meredanya pandemi Covid-19. Kebutuhan kesehatan terkait dengan Covid-19 kini terus turun, sehingga pelaku industri harus bersiap memasuki era normalisasi ini dengan mendorong inovasi bisnis dan layanan non-Covid-19. Hal tersebut dirasakan oleh penyedia jaringan laboratorium klinik swasta independen, PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia). Pendapatan perusahaan tahun lalu tergerus 17,7 % dibanding pada 2021, menjadi Rp 2,18 triliun. Jumlah kunjungan pelanggan juga turun 21,6 % menjadi 2,8 juta kunjungan sepanjang 2022. Dirut Prodia, Dewi Muliaty, menuturkan, tak dapat dimungkiri pelemahan kinerja itu berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang mereda. “Pada masa pandemi, tingkat kunjungan orang ke fasilitas kesehatan, termasuk laboratorium, sangat tinggi, baik mereka yang memang terkena dampak atau menjadi suspek Covid-19 maupun mereka yang concern menjaga kesehatan dan imunitasnya,” ujarnya. Kondisi itu yang kemudian berdampak pada penurunan tingkat kunjungan dan pendapatan pada 2022, ketika pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi telah berjalan.

Di kondisi new normal sekarang ini, kemungkinan perilaku pelanggan akan kembali seperti sebelum masa pandemi. Kalau dia sehat, tidak berpenyakit, kunjungan check up setahun dua kali. Kalau dia ada penyakit, bisa 3-4 kali. Kami berstrategi untuk tetap konsisten bertumbuh. Tapi memang, kalau membandingkan dari 2022 ke 2021, kelihatannya menurun. Sebab, pada 2021, harus diingat, itu tahun vaksinasi, banyak persiapan menuju vaksinasi. Dan pasca-vaksinasi, orang mulai bepergian sehingga cek kesehatan di lab itu sangat sering. Pada 2022, seperti normalisasi pertumbuhannya, seolah-olah menurun, tapi sebetulnya karena 2021 itu sangat spesial, sehingga besar kemungkinan 2022 menjadi pijakan baru untuk pertumbuhan berikutnya. Banyak dinamika apakah perilaku ini akan benar-benar kembali ke 2019, itu belum tahu. Karena kan ada faktor lain sekarang yang mempengaruhi, seperti tingkat inflasi. Kami harus berjaga-jaga karena kami tidak ingin jatuh menurun kembali ke 2019. Kami ingin terus bertumbuh. (Yetede)


Emiten Nikel dan Smelter Sukses IPO Rp 10,55 Triliun

17 Apr 2023

Selama Januari hingga 14 April 2023, perusahaan yang mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 31 emiten dan meraih dana segar Rp 22,69 triliun. Dari jumlah itu, initial public offering (IPO) dua emiten yang bergerak di bidang produksi nikel dan smelter nikel, PT Trimegah Bangun Persada Tbk dan PT Hillcon Tbk, masing-masing senilai Rp 10 triliun dan Rp 0,55 triliun. Nilai emisi kedua emiten ini Rp 10,55 triliun atau 46,48% dari total IPO. Hingga akhir April 2023 akan masuk sembilan emiten baru sektor bahan baku, teknologi, perindustrian, barang konsumsi nonprimer, serta transportasi dan logistik dengan target nilai IPO di atas Rp 9,84 triliun. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dari sector bahan baku nikel dijadwalkan listing di BEI pada 18 April 2023.

Harga saham IPO mencapai Rp 795 dan saham ditawarkan 110.000.000 lot, sehingga akan meraih dana Rp 8,74 triliun. Perusahaan menargetkan menjadi salah satu pemain global terdepan yang terintegrasi secara vertikal  dalam rantai nilai bahan baku strategis untuk baterai kendaraan listrik. Sedangkan PT Trimegah Bangun  Persada Tbk (NCKL) merupakan emiten pertambangan dan hilirisasi nikel terintegrasi yang sudah listing  di BEI pada 12 April 2023, dengan harga saham IPO Rp 1.250. Pada perdagangan Jumat minggu lalu (14/04) harga saham perusahaan dari Harita Group milik Lim Hariyanto Wijaya Sarwono ini berada di level Rp 1.375 ata u naik 10,0% dibanding harga IPO. Perusahaan sudah memiliki dua smelter dan satu refinary, yang akan ditingkatkan kapasitasnya. (Yetede)


Bank-Bank AS Akan Mengetatkan Penyaluran Kredit

17 Apr 2023

Menkeu AS Janet Yellen mengatakan bank-bank di AS akan cenderung menjadi lebih berhati-hati dan dapat memperketat penyaluran kredit, menyusul kebangkrutan dua bank daerah baru-baru ini. Kondisi  itu, kata dia, mungkin meniadakan kebutuhan bagi The Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga. Dalam transkrip wawancara dengan CNN yang dirilis Sabtu (15/04) dan dilansir CNBC, Yellen menjelaskan bahwa tindakan kebijakan untuk membendung ancaman sistemik yang disebabkan kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank bulan lalu telah menyebabkan arus keluar simpanan menjadi stabil dan kondisi pasar telah menjadi tenang.

“Bank cenderung menjadi lebih berhati-hati dalam kondisi ini. Kami telah melihat beberapa pengetatan standar pinjaman dalam sistem perbankan sebelum episode itu dan mungkin akan ada lagi yang akan datang,” kata Yellen, dalam wawancara yang dijadwalkan tayang pada Minggu (16/04) waktu setempat. Dia mengatakan kondisi tersebut akan mengarah pada pembatasan kredit dalam ekonomi. (Yetede)


Surplus Neraca Perdagangan Maret Diperkirakan Capai US$ 4,82 Miliar

17 Apr 2023

Surplus perdagangan diharapkan tetap relatif tinggi dan bisa mencapai US$ 4,82 miliar pada Maret 2023. Sementara itu, partumbuhan ekspor cenderung melambat akibat penurunan harga komoditas yang didorong oleh permintaan global yang melemah di tengah tingginya inflasi dan berlanjutnya kenaikan suku bunga kebijakan. Sedangkan pertumbuhan impor bisa lebih kuat karena permintaan domestik cenderung terus menguat, terutama pada paruh kedua tahun 2023. “Kami memperkirakan surplus perdagangan Indonesia mencapai US$ 4,82 miliar pada Maret 2023,” jelas ekonom PT Bank Mandiri Tbk Faisal Rachman seperti dikutip, Minggu (16/4).

Faisal memperkirakan partumbuhan ekspor Indonesia akan berkontraksi sebesar -5,29% secara year on year (yoy) pada Maret 2023 di tengah penurunan harga komoditas. Namun, secara bulanan, tumbuh sebesar 17,38% month to month (mtm) karena membaiknya permintaan di Tiongkok, yang dapat dilihat dari impor Tiongkok yang lebih tinggi dari Indonesia. Pertumbuhan impor diperkirakan terkontraksi sebesar -7,67% (yoy) pada Maret 2023, sejalan dengan penurunan biaya bahan baku, termasuk minyak. “Namun, secara bulanan, meningkat sebesar 27,38% (mom), didorong oleh kebutuhan antisipasi permintaan yang tinggi selama Ramadan dan Lebaran,” kata Faisal. (Yetede)


Kemenaker Terima 938 Layanan Aduan Terkait THR Keagamaan 2023

17 Apr 2023

Kemenaker telah membentuk Posko Satgas THR Keagamaan 2023. Sejak dibuka pada 28 Maret 2023, Posko THR telah memberikan 1.988 layanan, terdiri atas 1.050 layanan konsultasi dan 938 layanan aduan. Pembentukan Posko THR dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembayaran THR Keagamaan 2023. Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi mengatakan, 1.050 layanan konsultasi tersebut merupakan rekapitulasi layanan konsultasi Posko THR pada rentang 28 Maret 2023 sampai dengan 14 April 2023 di 34 provinsi. “Hari ini merupakan hari terakhir pembayaran THR keagamaan oleh perusahaan. Oleh karena itu, kami mengimbau dan mengingatkan komitmen teman-teman pengusaha terhadap pembayaran THR tahun ini,” jelas Anwar pada Sabtu (15/4). Sedangkan 938 layanan aduan meru pakan rekapitulasi layanan aduan Posko THR pada rentang 28 Maret 2023 s.d 15 April 2023, yang mencakup 669 perusahaan. Dari 938 aduan tersebut, 23 di antaranya telah ditindaklanjuti.

“Posko THR bertujuan sebagai tempat pelayanan konsultasi dan penegakan hukum pemberian THR keagamaan tahun 2023, yang mengintegrasikan Posko THR di tingkat provinsi dan kabupaten/kota melalui website https://poskothr.kemnaker.go.id,” kata Anwar. Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Opsi) menilai Kemenaker belum berperan optimal dalam menangani permasalahan penyaluran THR Keagamaan 2023. Sekjen Opsi Timboel Siregar menjelaskan, kasus pelanggaran THR masih sangat banyak terjadi. Hal ini menunjukkan Kemenaker dan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) belum optimal melakukan upaya pencegahan (preventif) atas persoalan pelanggaran THR yang terjadi setiap tahun. Menurut dia, dari 669 perusahaan yang melakukan pelanggaran THR tahun ini, juga melakukan pelanggaran THR tahun sebelumnya dan atau tahun-tahun sebelumnya. (Yetede)


Ada Peluang Menanti Usai Libur Lebaran

17 Apr 2023

Rabu lusa (19/4), libur Lebaran tahun 2023 tiba. Tahun ini, pemerintah menetapkan jadwal libur Lebaran dan cuti bersama Lebaran jatuh pada 19 April hingga 25 April 2023. Secara historis, masa libur Lebaran bakal mempengaruhi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Paling tidak, hal ini bisa dilihat dari tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) usai libur Lebaran. Dalam catatan Kontan, dalam dua tahun terakhir, laju IHSG pasca libur Lebaran merosot. Pada 2022, misalnya. Usai libur Lebaran, laju IHSG pada hari pertama perdagangan bursa ditutup melemah 4,42% atau 319,16 ke 6909,75. Potensi serupa diproyeksi bakal terjadi usai libur Lebaran tahun ini. Senior Research Analyst Reliance Sekuritas Lukman Hakim menilai, selama libur Lebaran, pelaku pasar akan mewaspadai pergerakan harga komoditas, terutama emas dan minyak yang harganya sedang terapresiasi. Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani sepakat. Dia memperkirakan, pergerakan IHSG pasca libur Lebaran tahun ini akan ditopang beberapa sentimen eksternal. Pasalnya, menjelang Lebaran, ada beberapa data ekonomi yang dirilis.

Tagihan Tak Cair, Peritel Ancam Stop Jual Minyak Goreng

17 Apr 2023

Di tengah inflasi harga pangan, ancaman baru datang! Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menimbang aksi mogok menjual dan membeli minyak goreng dari produsen/pemasok minyak goreng dalam waktu dekat. Ini adalah buntut tak kunjung pemerintah membayar selisih harga minyak goreng alias rafaksi dari program minyak goreng satu harga tahun 2022 lalu. Padahal, janji negara, pemerintah akan membayar biaya selisih itu ke peritel 17 hari setelah program satu harga dilakukan. "Opsi mogok jualan tengah kami kaji. Opsi lainnya bisa potong tagihan ke supplier atau bisa juga menggugat ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara)," ungkap Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey, pekan lalu (13/4). Aprindo mencatat: saat ini peritel menombok sekitar Rp 344 miliar akibat program minyak goreng satu harga. Angka ini berasal dari tagihan pembayaran penggantian selisih harga jual dengan harga keekonomian minyak goreng (rafaksi) periode 19-31 Januari 2022 sehubungan kebijakan satu harga pada Januari 2022 yang belum dibayarkan ke pelaku usaha distribusi. Dana itu ditanggung 31 perusahaan peritel anggota Aprindo yang secara kumulatif mengelola hingga ribuan toko ritel. Untuk menutup selisih antara HET ke konsumen akhir dengan Harga Acuan Keekonomian (HAK) yang ditanggung peritel, aturan ini menjamin pelaku usaha mendapat dana pembiayaan penyediaan minyak goreng kemasan dari Badan Penyelenggara Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Pasal 11 Permendag 3/2022 menyebut, pembayaran dana pembiayaan minyak goreng kemasan oleh BPDPKS dilakukan paling lambat 17 hari kerja setelah kelengkapan dokumen pembayaran berdasar hasil verifikasi disampaikan ke BPDKS. Lebih dari setahun berselang, tagihan itu tak kunjung dibayarkan.

Korporasi Berhati-hati Tarik Utang Luar Negeri

17 Apr 2023

Korporasi rupanya belum berani jor-joran menambah utang luar negeri (ULN). Efeknya, ULN swasta berada dalam tren penurunan sejak pandemi Covid-19 melanda pada tahun 2020 lalu. Merujuk data Bank Indonesia (BI) posisi ULN swasta per akhir Februari 2023 sebesar US$ 198,58 miliar, turun 1,49% dibanding bulan sebelumnya dan turun 3,4% secara tahunan ( year-on-year (yoy). Bahkan, ini menjadi ULN swasta terendah sejak tahun 2018 lalu. Menurut catatan BI, ULN swasta masih didominasi oleh perusahaan di sektor pertambangan dan penggalian, industri pengolahan, pengadaan listrik, serta jasa keuangan dan asuransi. ULN dari empat sektor tersebut juga menurun, di tengah kondisi bisnis mulai pulih setelah dihantam pandemi Covid-19. Pun dengan ULN swasta berdasarkan tujuan penggunaan, yakni modal kerja dan investasi yang dalam tren penurunan. ULN kredit modal kerja swasta cenderung menurun sejak 2020, yang saat itu berada di level US$ 104,183 miliar, dari akhir tahun sebelumnya sebesar US$ 107,47 miliar. Pada tahun 2021 dan 2022 ULN untuk modal kerja kembali turun masing-masing menjadi US$ 101,53 miliar dan US$ 98,11 miliar. Sementara per akhir Februari 2023 turun menjadi US$ 97,07 miliar. Kepala Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution menganalisa, penurunan posisi ULN swasta, baik untuk modal kerja dan investasi lantaran berkaitan dengan kebijakan kenaikan suku bunga yang agresif yang ditempuh The Federal Reserve (The Fed) untuk mengendalikan inflasi di Amerika Serikat (AS). Sebab, kenaikan suku bunga tersebut menyebabkan bunga pinjaman dalam dollar AS juga semakin meningkat.

Emiten Mulai Incar Pendanaan Bank

17 Apr 2023

Sejumlah emiten mulai mencari alternatif pendanaan lain di tengah fluktuasi pasar obligasi global. Dinamika pergerakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) dan tingkat inflasi global membuat emiten memitigasi risiko dengan diversifikasi pendanaan. Sejumlah emiten properti, misalnya, mulai mengurangi porsi obligasi global ( global bond ) dan menukarnya dengan menggunakan pinjaman perbankan. Dari riset Fitch Ratings 4 April 2023 lalu, pinjaman perbankan digunakan untuk mengurangi risiko nilai tukar yang bisa timbul dari dari utang global bond. Dalam enam bulan terakhir ini, Fitch mencatat beberapa emiten telah melakukan penawaran tender ( tender offer ) untuk membeli kembali global bond. Misalnya, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) yang merampungkan pembelian kembali pokok Senior Notes 2025 dan 2026 yang diterbitkan anak usahanya Theta Capital Pte Ltd. Nilainya sebesar US$ 582,7 juta. "Juga memperpanjang jatuh tempo pembayaran utang perusahaan," ujar Sekretaris Perusahaan LPKR Ratih Safitri dalam keterbukaan di BEI beberapa waktu lalu. Tak cuma LPKR, Fitch juga memperkirakan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) punya posisi yang baik untuk melunasi Notes dollar AS yang jatuh tempo Mei 2024 mendatang. ASRI juga menggunakan dana kas dan pinjaman perbankan.

Ditopang Daya Beli dan Lebaran

17 Apr 2023

Prospek sektor barang konsumen akan makin cerah seiring dengan aktivitas masyarakat yang mulai meningkat menyusul melandainya pandemi Covid-19. Harapannya, konsumsi masyarakat meningkat di 2023. Analis Ciptadana Sekuritas Asia Putu Chantika Putri mengatakan, harapan tersebut karena pemerintah telah mengambil beberapa langkah untuk mempertahankan momentum pemulihan perekonomian Indonesia. Langkah tersebut seperti dengan menaikkan upah minimum karyawan rata-rata 7,4% di tahun 2023, mempertahankan tarif listrik untuk bulan Januari–Maret 2023, dan memberikan subsidi listrik untuk pelanggan listrik 450 VA. "Pemerintah juga di awal tahun 2023 telah menurunkan harga BBM non subsidi mengikuti penurunan harga minyak dunia," ujar Putu, Jumat (14/4). Dia mengatakan, beberapa hal tersebut diharapkan bisa meningkatkan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 4,5% di tahun 2023 sementara inflasi diperkirakan melambat jadi 4,2%. Selain faktor daya beli yang bisa menopang kinerja emiten barang konsumen, Analis Trimegah Sekuritas Heribertus Ariando menyebut, emiten sektor ini akan menuai berkah dari tren penurunan harga komoditas. Dia menyebut, margin laba bakal positif dan akan menjadi katalis jangka pendek. "Sejumlah merek juga telah melakukan penyesuaian harga yang agresif sejak tahun 2022," ujar dia dalam riset 6 Februari 2023.