Suku Bunga Jepang Tetap Rendah
Gubernur Bank of Japan (BoJ) baru, Kazuo Ueda menyampaikan pesan bahwa Jepang akan tetap menjadi negara yang dovish dalam hal kebijakan moneter. Dengan mempertahankan tingkat suku bun ga sangat rendah, setidaknya untuk saat ini. Ueda menyampaikan itu di hadapan para pembuat kebijakan dari kelompok negara ekonomi maju di Washington, AS pekan lalu. Sejak mengambil alih tampuk kepemimpinan seminggu yang lalu, Ueda telah memberikan beberapa petunjuk bahwa stimulus besar-besaran dari pendahulunya yang dovish, Haruhiko Kuroda, pada akhirnya akan dihapuskan. Namun, diskusi mengenai kapan dan bagaimana beralih dari kebijakan sangat longgar akan membutuhkan waktu. Dengan demikian, Ueda memi liki banyak alasan untuk meyakinkan dunia bahwa perubahan tidak akan terjadi dengan cepat.
“Di banyak negara, tingkat inflasi sangat tinggi atau tidak cukup melambat. Hal yang penting adalah, situasinya sangat berbeda di Jepang, yang saya jelaskan dalam pertemuan tersebut,” ujar Ueda kepada wartawan, Rabu (12/04) usai menghadiri pertemuan para pemimpin keuangan kelompok G7 di sela Pertemuan Musim Semi Bank Dunia-IMF, yang dilansir Reuters pada Senin (17/04). Dalam pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 pada Kamis (13/04/2023), Ueda mengatakan inflasi Jepang yang saat ini sekitar 3% bakal melambat kembali di bawah target 2% BoJ akhir tahun ini, karena turunnya biaya impor. Ia sekaligus menjelaskan rencananya untuk mempertahankan kebijakan moneter yang sangat longgar untuk saat ini. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023