;

Nilai Ekspor Tertekan Harga Komoditas

Ekonomi Yoga 18 Apr 2023 Kompas
Nilai Ekspor Tertekan Harga Komoditas

Kinerja ekspor Indonesia pada Maret 2023 menurun lantaran harga komoditas yang melandai sejalan dengan penurunan permintaan pasar global, tapi, masih terdapat peluang bagi Indonesia untuk mempertahankan rekor surplus 35 bulan berturut-turutnya dengan dibukanya kembali ekonomi China. Selain itu, diharapkan pula terbentuk stabilisasi harga minyak lewat rencana pengurangan produksi oleh negara-negara pengekspor minyak dunia. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Imam Machdi, dalam paparannya di Jakarta, Senin (17/4) menjelaskan, nilai ekspor Indonesia pada Maret 2023 turun 11,33 % secara tahunan, dari 26,50 miliar USD pada Maret 2022 menjadi 23,50 miliar USD pada Maret 2023.

Penurunan nilai ekspor pada Maret 2023 terjadi karena adanya penurunan harga komoditas ekspor unggulan Indonesia. Hal ini mulai tampak sejak akhir tahun 2022. Secara global, penurunan harga komoditas terjadi akibat tekanan inflasi di banyak negara serta masih agresifnya bank sentral ASt atau The Fed menaikkan suku bunga acuannya. Tekanan pada perekonomian global ini membuat negara-negara di dunia menahan laju konsumsinya. Harga minyak kelapa sawit, misalnya, turun secara tahunan dari 1.344 USD per metrik ton (MT) pada Maret 2022 menjadi 972 USD per MT pada Maret 2023. Harga batubara juga turun dari 197 USD per MT menjadi 187,2 USD per MT, sedangkan gas alam turun dari 4,3 USD per juta british thermal unit (MMBTU) menjadi 2,3 USD per MMBTU. ”Meski secara tahunan turun, secara bulanan (month to month) angka ini naik dari Februari 2023, yaitu dari 21,38 miliar USD menjadi 23,50 miliar USD,” ujarnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :