Pakaian Bekas Impor, Semakin Dilarang Semakin Dicari
Perdagangan pakaian bekas impor terus bergulir meski dilarang pemerintah. Sektor ini punya pasar sendiri yang setia dan semakin menggeliat saat Ramadhan seperti saat ini. Semakin dilarang, pakaian bekas berbagai jenama ini semakin diburu penggemarnya. Adisti Alsa (25) bersama tiga rekannya mempromosikan pakaian bekas di pinggir Jalan Lapangan Tembak Nomor 10A, Cibubur, Jakarta Timur, Minggu (9/4) menjelang buka puasa. Tangan kanannya mengangkat selembar kaus, sedangkan tangan kirinya memegang mikrofon. ”Mulai dari harga Rp 15.000 saja, baju, sepatu, dan tas kece harganya miring parah di sini,” ujar Adisti lantang berusaha menarik perhatian orang yang berlalu lalang di jalan agar datang ke Bazar Ramadhan ”Thrift Market Day”. Baju, tas, dan sepatu bekas impor berbagai merek terkenal dijual di bazar yang merupakan kali keempat dilaksanakan. Dalam bazar thrift Ramadhan kali ini terdapat delapan pedagang yang ikut serta.Bahkan, ada beberapa dari mereka yang sudah dua kali mengikuti bazar dan tetap antusias.
Padahal, sejak Maret 2023 larangan penjualan pakaian bekas santer diberitakan lantaran termasuk barang ilegal. Cindi (27), menyatakan, mengikuti bazar cukup membantu penjualannya. Dalam sehari ia bisa menjual 60-70 lembar pakaian. Padahal, sebelum akun Tiktok Shop-nya diblokir atas arahan pemerintah, berjualan di platform itu jadi andalannya karena ia memiliki 48.000 pengikut. Dalam satu kali berjualan langsung, dia bisa menjual 300 pakaian. Cindi yang memulai usahanya sejak 2020 mengaku kondisi seperti ini tak akan berlangsung lama. Pasalnyapara pelanggannya tetap membeli barang dagangannya itu. Menurut dia, pakaian bekas impor sudah memiliki pasarnya tersendiri. Diza (29), warga Jaksel mengaku tetap mau membeli pakaian bekas impor. Selain harganya yang lebih murah, dia juga merasa bisa menemukan pakaian langka dari jenama tertentu. Juga, ia berkontribusi mengurangi sampah tekstil. ”Bajunya itu lebih variatif. Itu, kan, barang yang masih punya nilai untuk dipakai lagi. Dengan Rp 400.000, kita bisa dapat 3-4 bahkan lebih. Kalau beli baru, paling cuma dapat satu,” kata Diza. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023