;

Libur Lebaran Tiba, Saatnya Daerah Berpesta Pora

Libur Lebaran Tiba, Saatnya Daerah Berpesta Pora

Musim mudik Lebaran tiba. Ada 123,8 juta orang yang siap melakukan perjalanan mudik Lebaran ke kampung halaman masing-masing. Jumlah ini naik 47% dibanding Lebaran 2022 yang mencapai 85,5 juta orang. Angka pemudik ini terbilang tinggi, sepanjang sejarah. Tak pelak, Presiden Joko Widodo berkali-kali mengingatkan agar semua pihak yang terlibat baik di pemerintah pusat hingga daerah mengantisipasi dan menyiapkan matang atas lompatan jumlah pemudik. Ini pula yang diyakini akan memantik efek ekonomi dan efek gulir yang lebih besar. Sektor riil jauh-jauh sudah memacu bisnisnya, pun dengan infrastruktur berupa perbaikan jalan-jalan, bandara, pelabuhan, hingga terminal. Tak cuma itu saja. Tradisi mudik juga bisa mempercepat redistribusi ekonomi dari pusat-pusat kota ke daerah serta memberikan manfaat bagi ekonomi desa. Wajar jika efek ekonomi dari transaksi langsung maupun tidak langsung diprediksi bisa sampai ratusan triliun. "Kami melihat, mudik ini sebagai potensi momentum pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Kacaribu, Senin (17/4). Hitungan Kemkeu, perputaran uang kartal selama periode Lebaran 2023 akan tumbuh 15%. Untuk mengantisipasi kebutuhan uang, Bank Indonesia (BI) menyiapkan Rp 195 triliun uang layak edar, naik 8,27% dari jumlah yang disiapkan BI pada Lebaran 2022. Pulau Jawa masih mendominasi kebutuhan uang selama Ramadan dan Idul Fitri. Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang menyebut, perputaran uang didominasi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, dan Jabodetabek sebesar 62,5%, dengan jumlah pemudik 77,3 juta orang.

Download Aplikasi Labirin :