;
Kategori

Ekonomi

( 40554 )

Perang Tarif Dicabut Selama 90 Hari

11 Apr 2025

Tidak hanya untuk menunda, pintu negosiasi tetap terbuka, bahkan bisa sampai   mencabut perang tarif yang  dilancarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Syaratnya, para pihak mampu mencapai kesepakatan yang saling memenangkan diantara mereka. Lewat unggahan media sosialnya pada rabu (09/04/2025), Trump menurunkan tarif impor resiprokal terhadap sebagian besar negara mitra dagang AS menjadi 10% selama 90 hari agar dapat terselenggara negosiasi perdagangan dengan negara-negara dimaksud, termasuk Indonesia. Pengumuman Trump yang mengguncang pasar finansial secara positif itu terjadi hanya beberapa jam setelah barang-barang dari hampir 90 negara menjadi sasaran tarif timbal balik. Pada 2 April 2025, Trump mengatakan akan mengenakan tarif timbal balik yang mulai berlaku pada Rabu.

Besaran tarif dasar 10% atas impor lebih dari impor 90 negara akan dikenakan tarif timbal balik yang mulai berlaku pada Rabu. Besaran tarif resiprokal ini dari yang terendah 11% hingga tertinggi 50%. Trump mengatakan ada lebih dari 75 Negara menghubungi para pejabat AS untuk bernegosiasi setelah ia mengumumkan tarif barunya pada pekan ini. "Sebaliknya, dan berdasarkan fakta bahwa lebih dari 75 negara telah menghubungi perwakilan AS, termasuk Departemen Perdagangan, Departemen Keuangan, dan USTR, untuk merundingkan solusi atas subjek-subjek yang sedang dibahas terkait perdagangan, hambatan perdagangan, tarif, manipusai mata uang, dan tarif  nonmoneter, dan bahwa menurut saya negara-negara ini tidak melancarkan balasan  dengan cara, bentuk, atau jalan apapun terhadap AS. Saya telah menetapkan penangguhan selama 90 hari," tutur Trump. (Yetede)

Perbankan Nasional Sigap Menjaga Likuiditas Valas

11 Apr 2025
Ditengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), perbankan nasional sigap menjaga likuiditas valuta asing (valas). Selain dari sisi likuiditas, perbankan juga lebih berhati-hati dalam ekspansi penyaluran kredit valas untuk menjaga kualitasnya. Nilai tukar rupiah ditutup menguat 49,5 poin (0,29%) berada di level Rp16.823 per dolar AS. Sedangkan  indeks dolar terlihat turun 0,56 poin menjadi 102,3. Nilai tukar rupiah sempat ditutup melemah di level Rp 16.872. Di tengah dinamika pasar global dan fluktasi nilai tukar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencatatkan pertumbuhan positif pada penyaluran kredit valas sebesar 10,12% secara yoy di akhir 2024. Pertumbuhan ini  sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung pembiayaan nasabah global, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan eksposur dalam mata uang asing. Sementara itu pada periode yang sama, dana pihak ketiga (DPK) valas juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,92% (yoy). Adapun, transaksi terbanyak masih berasal dari aktivitas trade finance dan treasure, yang menjadi kebutuhan utama nasabah korporasi dengan jaringan internasional. (Yetede)

Tertekan Volatilitas Global

11 Apr 2025

Ketidakpastian global masih menjadi faktor utama yang mendorong volatilitas di pasar keuangan domestik dalam jangka pendek. Dengan ketidakpastian perekonomian dunia yang terjadi, nilai tukar rupiah diperkirakan berada pada kisaran Rp16.830 sampai 16.945 per dolar AS. Adapun nilai tular rupiah pada penutupan perdagangan kamis (10/4/2025) di Jakarta, menguat sebesar 50 poin atau 0,29% menjadi Rp16.823 per dolar AS dari sebelumnya Rp16873 per dolar AS. Berdasarkan data kurs Jakarta Interbank Spot Dollar rate (Jisdor) BI, nilai tukar rupiah adalah Rp 16.779 per dolar AS pada kamis (10/4/2025).

Angka yang sudah lebih baik dari posisi rupiah pada rabu (9/4/2025) yang senilai Rp16.943. Namun masih lebih rendah dari nilai target rupiah dalam asumsi makro APBN 2025 yang senilai Rp16.000 per dolar AS.  Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, dinamika pasar keuangan global terjadi karena pengaruh dari kebijakan perang tarif yang dijalankan AS terhadap banyak negara. "Rencana AS untuk menerapkan tarif impor sebesar 104% terhadap China setelah negosiasi tarif yang gagal, meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global dan mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh federal Reserve yang lebih agresif pada tahun ini," jelas Andry. (Yetede)

Langkah IHSG Masih Berat Jangan Senang Dulu

11 Apr 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 4,79% atau 286,03 poin ke level 6.254 ,02 pada perdagangan Kamis (10/4/2025), didorong oleh sentimen positif dari pasar global setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda pelaksanaan tarif impor tambahan terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia, selama 90 hari Meski mampu bangkit setelah koreksi parah sejak pembukaan perdagangan perdana usai libur panjang Lebaran 2025, langkah IHSG masih menghadapi tantangan ke depan. Pendiri Stocknow.id Hendra Wardana menjelaskan, keputusan Trump menunda pemberlakuan tarif resiprokal memberikan ruang nafas bagi pasar. "Kecuali untuk China, seluruh negara mitra dagang utama AS diberi penangguhan, dan ini memicu rally serentak di bursa global," ujar dia kepada Investor Daily. Namun, Hendra mengingatkan bahwa tekanan belum sepenuhnya mereda. Meskipun IHSG menguat signifikan, investor asing mencatat net sell sebesar Rp632 miliar, mencerminkan kehati-hatian terhadap ketidakpastian global. Ketegangan dagang AS-China masih tinggi, setelah Trump menaikkkan tarif impor produk China menjadi 125%, yang langsung dibalas oleh Beijing dengan tarif 84%. (Yetede)

Menlu Menegaskan bahwa Evakuasi Warga Gaza Bukan Relokasi Permanen

11 Apr 2025

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan bahwa rencana Indonesia menerima sekitar 1.000 pengungsi Palestina dari Jalur Gaza hanya dalam rangka evakuasi sementara dan bukan merupakan upaya relokasi secara permanen. Indonesia senantiasa menolak segala upaya yang akan memindahkan secara permanen warga Palestina dari tanah airnya karena segala upaya pengubahan demografi Jalur Gaza merupakan pelanggaran hukum internasional. "Keberadaan mereka di Indonesia bersifat sementara dan sama sekali tidak dimaksudkan untuk 'memindahkan' warga Palestina tersebut dari tanah airnya," ucap Sugiono.

Warga Palestina yang akan di evakuasi ke Indonesia tersebut adalah korban perang yang akan menerima perawatan dan pengobatan medis serta anak-anak yatim piatu yang perlu menjalani pemulihan atas trauma yang mereka alami, kata Menlu. Sugiono mengatakan bahwa rencana tersebut mengikuti inisiatif sejumlah negara Arab lain seperti Mesir, Qatar, Uni Emirat Arab, serta Turki, yang juga menerima warga palestina yang menjadi korban perang di Gaza. Lebih lanjut, Menlu menegaskan bahwa warga Palestina tersebut baru akan dikirim dan diterima oleh Indonesia apabila semua pihak menghendaki dan menyetujui rencana tersebut. (Yetede)

Jangan Lumpuhkan TKDN

11 Apr 2025

Pemerintah berencana akan memberikan kelonggaran Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Rencana tersebut dapat memicu kaburnya investasi industri elektronik ke luar negeri. Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) Daniel Suhardiman mengatakan, kebijakan TKDN dibuat dalam rangka untuk meningkatkan investasi produk industri di Indonesia. "Jadi inilah yang kami sarankan kepada pemerintah untuk tidak terjadi pelonggaran," kata dia. Pemberlakuan TKDN terbukti meningkatkan demand produk manufaktur yang diproduksi di dalam negeri. Daniel menerangkan, implementasi TKDN telah memberikan jaminan kepastian investasi juga kepada investor untuk mau berinvestasi di Indonesia.

"Dan yang tidak kalah pentingnya adalah sudah cukup banyaknya industri yang produknya dibeli setiap tahun melalui kebijakan TKDN ini," ucap dia. Daniel mengimbau agar kebijakan TKDN harus diperkuat untuk menjaga daya saing industri dalam negeri. Apalagi sudah banyak produsen elektronik yang sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi lokal. Dia khawatir kalau TKDN dilonggarkan, maka negara atau sektor komoditas lain juga akan minta pelonggaran. "TKDN jangan sampai dilemahkan gitu. Justru harusnya diperkuat TKDN ini. Dan kalau mereka (AS) minta ada kelonggaran untuk handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) ya ini tolong dibahas secara terpisah, di luar elektronika rumah tangga," kata Daniel.

Penumpang Udara Belum Mengalami Kenaikan yang Signifikan

11 Apr 2025
Kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga tiket pesawat domestik kelas ekonomi sebesar 13-14% belum mampu mendorong jumlah  penumpang. Tercatat pada libur Lebaran jumlah penumpang  udara hanya naik tipis sebesar 0,8% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran 2025 yang dimulai sejak 24 Maret 2025 hingga 7 April 2025, InJourney Airports melayani 7,39 juta penumpang. Angka itu hanya  naik 0,8% dibandingkan dengan periode tahun yang sama lalu yang tercatat sebesar 7,34 juta penumpang. Adapun selama periode tersebut jumlah kapasitas tempat duduk yang disiapkan sebanyak 8,6 juta dengan realisasi sebanyak 86%. Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan kondisi ini menunjukkan masih lesunya dunia penerbangan. Ia menjelaskan sejak pandemi Covid-19 secara global penggunaan armada pesawat di dalam negeri sudah mulai berkurang. Di sisi lain recovery juga tidak berjalan cepat dengan kondisi internal dan faktor eksternal. "Ini menunjukkan rata-rata penumpang per hari juga sudah mulai berkurang. Ditambah permasalahn eksternal kebijakan AS dan nilai kurs dolar AS juga sudah sangat berat bagi industri ini. harus dibenahi dengan mempertibangkan makro ekonomi kita," ujarnya kepada Investaor Daiily. (Yetede)

ASDP Target Dekarbonisasi Nasional

11 Apr 2025
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya peduli lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target dekarbonisasi nasional. Perseroan mencatat capaian signifikan dalam upaya pelestarian lingkungan dengan berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 10,2 ton melalui pengumpulan 1,9 ton sampah plastik menggunakan Reserve Vending Machine (RVM). Inisiatif ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ASDP yang dijakankan bersama Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Corporate Secertary ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa RVM kini telah dipasang di berbagai titik strategis, termasuk di Kantor Pusat ASDP, Kementerian BUMN, dan Kemenhub. Keberadaan mesin ini menjadi simbol kuat kolaborasi pemerintah dan BUMN dalam mendorong budaya daur ulang yang berdampak langsung terhadap pengurangan emisi karbon. "Permasalahan emisi karbon telah menjadi isu global yang mendesak. Melalui penerapan RVM di ruang-ruang publik, kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah platik yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada perlindungan ekosistem laut," ujar Shlevy. (Yetede)

Penangguhan Tarif dari AS Angin Segar Sementara

11 Apr 2025

Pengenaan tarif resiprokal tinggi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump menempatkan AS dalam posisi dominan dalam perdagangan global, sehingga banyak negara memilih jalur negosiasi daripada retaliasi, termasuk Indonesia. Dalam pernyataan melalui Truth Social, Trump memberikan jeda 90 hari bagi negara-negara yang bersedia berunding, dengan tarif dasar hanya 10%, sebelum tarif penuh diberlakukan.

Jeda ini menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk menyusun strategi negosiasi demi menekan dampak ekonomi. Kepala Biro KLI Kemenkeu Deni Surjantoro menyatakan bahwa pemerintah akan menggunakan masa ini untuk mendorong efisiensi dan membangun kerangka kerja sama regional ASEAN guna memperkuat ketahanan kawasan. Kementerian Keuangan bahkan memperkirakan bahwa tarif Trump bisa mengurangi pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 0,3%–0,5%.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Indonesia telah mengirimkan surat resmi kepada berbagai pejabat tinggi AS, termasuk USTR dan Menteri Perdagangan. Tim negosiator Indonesia, yang dipimpin oleh Airlangga, Menkeu Sri Mulyani, dan Menlu Sugiono, akan segera terbang ke AS untuk melakukan negosiasi diplomatik dan sektoral, termasuk dengan para pelaku bisnis AS.

Meski penundaan ini disambut baik, kalangan pengusaha tetap mewanti-wanti. Yoseph Billie Dosiwoda dari Aprisindo menyebut bahwa pelaku usaha masih membutuhkan hasil konkret dari negosiasi dan berharap IEU-CEPA segera dirampungkan. Sementara itu, Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengingatkan agar pemerintah tidak terlena, sebab kebijakan tarif AS bersifat sementara, fluktuatif, dan tidak terstruktur.

Secara keseluruhan, artikel ini menggambarkan bahwa meskipun ada peluang negosiasi selama masa jeda tarif Trump, Indonesia harus tetap waspada dan proaktif, karena tekanan ekonomi global, ketidakpastian kebijakan dagang AS, serta dampaknya terhadap stabilitas moneter dan nilai tukar nasional masih sangat nyata.


Peluang Tersembunyi di Tengah Perang Dagang

11 Apr 2025

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk merebut pangsa pasar tekstil dan alas kaki di Amerika Serikat (AS), yang sebelumnya dikuasai oleh negara-negara seperti Vietnam dan China. Hal ini disebabkan oleh tarif ekspor Indonesia yang lebih rendah, yakni 32%, dibanding Vietnam (46%) dan China (34%). Dengan demikian, Indonesia dinilai memiliki keunggulan kompetitif yang bisa dimanfaatkan.

Airlangga menegaskan bahwa pemerintah tengah berupaya bernegosiasi dengan AS untuk menurunkan tarif ekspor produk tekstil dan alas kaki, yang dinilai bukan termasuk kategori strategis bagi AS. Beberapa brand besar seperti Nike bahkan telah meminta pertemuan langsung dengan pemerintah Indonesia untuk mendukung proses ini. Ia juga menyoroti bahwa meskipun bea masuk produk Indonesia ke AS tinggi, dampaknya terhadap harga jual masih tergolong kecil karena selisih harga jual di AS yang cukup besar.

Dari sisi industri, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa, mengusulkan peningkatan impor kapas dari AS sebagai solusi strategis. Kapas AS saat ini hanya menyumbang sekitar 17% dari total impor kapas Indonesia, dan jika ditingkatkan hingga 50%, Indonesia berpotensi memperoleh keringanan tarif ekspor hingga 20%. Langkah ini dinilai bisa memperkuat posisi Indonesia di pasar ekspor sekaligus meningkatkan utilitas produksi dalam negeri.

Senada, Ketua Umum APSyFI, Redma Gita Wirawasta, menyampaikan bahwa rendahnya utilitas industri saat ini disebabkan oleh banjirnya impor benang, kain, dan pakaian jadi. Ia mendesak pemerintah untuk memperketat impor dan memberantas produk ilegal, agar industri dalam negeri kembali bergairah dan meningkatkan permintaan impor kapas dari AS.

Di sisi lain, industri tekstil Indonesia juga menghadapi tantangan besar akibat kebijakan tarif AS. Jemmy mengungkap bahwa hanya dalam dua hari setelah pengumuman tarif, banyak mitra brand asal AS langsung menunda produksi dan pengiriman, yang dapat berdampak pada oversupply dan kerugian besar bagi industri. Oleh karena itu, ia mendesak pemerintah untuk segera mengamankan pasar domestik dari potensi barang dumping dan memperkuat regulasi, termasuk mengembalikan kebijakan label bahasa Indonesia dan SNI wajib di border.

Dengan strategi negosiasi tarif ekspor, peningkatan impor kapas dari AS, penguatan industri dalam negeri, serta pengamanan pasar dari produk luar, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama di sektor tekstil dan alas kaki global, khususnya di pasar Amerika Serikat.