Ekonomi
( 40814 )Pemerintah Telah MenyiapkanEmpat Proposal Negosiasi
Tarif Donlad Trump Beban Rakyat US
CIMB Niaga Bagikan Dividen Senilai Rp 3,9 Triliun
PT PLN Masdar Kembangkan PLTS Terapung di RI
KPK Geledah Rumah Senator DPD La Nyalla di Kota Surabaya
Pariwisata Berkelanjutan Menunjukkan Pertumbuh yang Bagus
Para Pemudik Keluhkan Ketersediaan Tiket Pesawat dan Kereta
19 Miliar USD Produk AS Bakal Diborong RI
Indonesia akan mengajukan proposal pembelian produk AS senilai 19 miliar USD dalam rangkaian negosiasi dagang di Washington DC pekan depan. Rencana ini menjadi poin utama dalam upaya menekan tarif impor tinggi yang diberlakukan terhadap produk ekspor Indonesia. Hal itu disampaikan Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto seusai memimpin Rakortas terkait persiapan negosiasi penetapan tariff resiprokal oleh AS terhadap Indonesia, di Jakarta, Senin (14/4).
Airlangga menyebut, penawaran pembelian produk dari AS bertujuan mengurangi defisit neraca perdagangan AS terhadap Indonesia dan akan menjadi salah satu poin utama dalam proposal negosiasi tariff impor yang dibawa ke Gedung Putih. ”Rencana Indonesia adalah mengompensasi selisih ekspor-impor yang besarnya di kisaran 18 miliar-19 miliar USD. Indonesia akan membeli barang dari AS sesuai kebutuhan dalam negeri dengan nilai mendekati angka tersebut,” ujar Airlangga. (Yoga)
RI Dinanti Tampil di Panggung Diplomasi
Jika tak ada aral melintang, delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto akan bertolak ke Amerika Serikat pada 16–24 April 2025 untuk bernegosiasi terkait kebijakan tarif resiprokal baru yang diterapkan AS. Delegasi ini juga melibatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu.
Sebagai bekal negosiasi, Indonesia membawa proposal kerja sama yang mencakup pembelian barang-barang AS senilai sekitar US$18 miliar, relaksasi peraturan, serta peluang investasi, termasuk ekspansi perusahaan Indonesia di sektor minyak, gas, dan teknologi informasi ke AS. Pemerintah juga membentuk Satgas Deregulasi Ekonomi atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan ini.
Di sektor migas, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, serta VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, mengonfirmasi minat Pertamina untuk berinvestasi di proyek-proyek migas potensial di AS, seperti proyek Pikka di Alaska. Pelaksana Harian Dirjen Migas Tri Winarno juga menyebutkan bahwa investasi ini masih dalam tahap finalisasi.
Founder dan Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, mendukung rencana ekspansi Pertamina di AS, menilai bahwa langkah ini strategis untuk mendukung ekspansi global Pertamina, meningkatkan produksi migas nasional, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. Namun, ia mengingatkan perlunya kajian dan uji tuntas yang matang sebelum keputusan investasi diambil.
Akselerasi Kopdes Merah Putih Dimulai
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menginstruksikan para kepala daerah untuk menggunakan belanja tidak terduga (BTT) guna mempercepat pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, sesuai dengan Surat Edaran (SE) Mendagri sebagai payung hukum. Targetnya, 80.000 Kopdes diluncurkan paling lambat Juli 2025. Ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) No.9/2025 yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari strategi mempercepat pembangunan ekonomi berbasis desa menuju Indonesia Emas 2045.
Tito menjelaskan bahwa penggunaan BTT diperlukan bagi daerah yang belum menganggarkan program tersebut dalam APBD Perubahan 2025, dan meminta program Kopdes dimasukkan dalam dokumen perubahan tersebut. Ia juga bekerja sama dengan Menko Pangan Zulkifli Hasan untuk mengamankan dasar hukum pelaksanaannya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa kehadiran Kopdes Merah Putih tidak akan menghapus atau melemahkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah ada. Sebaliknya, Kopdes akan memperkuat BUMDes, dengan kemungkinan kedua lembaga itu saling berintegrasi.
Langkah ini sejalan dengan enam instruksi Presiden Prabowo dalam Inpres No.9/2025, termasuk membentuk Kopdes untuk kegiatan pengadaan sembako, simpan pinjam, klinik, apotek, cold storage, dan logistik, sesuai dengan potensi ekonomi masing-masing desa atau kelurahan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









