;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

RI Ambil Langkah Kompromi Hadapi Trump

09 Apr 2025

Pemerintah Indonesia tengah menghadapi tantangan besar akibat rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif bea masuk resiprokal sebesar 32% terhadap sejumlah produk ekspor Indonesia. Alih-alih melakukan retaliasi, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk memilih jalur negosiasi dan solusi saling menguntungkan (win-win solution). Dalam forum Sarasehan Ekonomi, Prabowo menyatakan kesiapan Indonesia meningkatkan impor dari AS, seperti rig pengeboran, LPG, dan LNG.

Langkah konkret lainnya termasuk pengiriman surat resmi ke otoritas perdagangan AS, deregulasi perpajakan, pelonggaran kuota impor, dan pelonggaran syarat TKDN. Presiden juga memerintahkan agar peraturan teknis yang menghambat dunia usaha diawasi langsung dan hanya dikeluarkan dengan izin presiden.

Upaya ini disambut positif pelaku usaha, seperti Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani, yang menekankan pentingnya pengawalan implementasi kebijakan agar tidak berhenti sebatas wacana. Di sisi lain, Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) siap meningkatkan impor kapas dari AS hingga 50% untuk menekan dampak tarif dan mendorong potensi keringanan tarif ekspor pakaian jadi ke AS.

Dengan fundamental ekonomi yang dinilai cukup kuat, Indonesia berupaya menjadikan tekanan tarif ini sebagai peluang untuk memperbaiki neraca perdagangan dengan AS.


IHSG Runtuh, Sinyal Buruk untuk Ekonomi Nasional

09 Apr 2025

Pada 8 April 2025, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Indonesia mengalami penurunan signifikan, turun hingga 10% yang menyebabkan penghentian perdagangan saham untuk kedua kalinya setelah kejadian serupa pada 18 Maret 2025. Penurunan ini dipicu oleh dampak kebijakan tarif tinggi Presiden Amerika, Donald Trump, yang diberlakukan terhadap beberapa negara termasuk Indonesia, menyebabkan panik di kalangan investor.

Menurut Warren Buffet, dalam situasi ini di mana banyak investor "takut" dan menjual saham, justru merupakan kesempatan untuk membeli, karena harga saham utama Indonesia saat ini sedang terdiskon dan relatif murah. Indikator P/E ratio dan PBV menunjukkan bahwa saham-saham utama Indonesia berada pada posisi yang menarik untuk dibeli, meskipun terjadi penurunan.

Faktor eksternal, terutama kebijakan protektif Amerika, memengaruhi iklim ekonomi global dan berimbas pada penurunan indeks saham, baik di Indonesia maupun Amerika. Meskipun demikian, dalam jangka panjang, Indonesia diprediksi akan kembali bangkit seiring dengan adanya kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia untuk mendorong stabilitas ekonomi.

Secara keseluruhan, meski mengalami penurunan tajam, potensi kenaikan saham dalam jangka panjang tetap ada, terutama karena secara fundamental, saham-saham Indonesia masih menunjukkan kinerja yang bagus. Oleh karena itu, saat ini bisa menjadi waktu yang tepat bagi para investor untuk membeli saham dengan harga yang relatif murah dan berpotensi memberikan keuntungan di masa depan.


Stimulus Ekonomi Jadi Harapan Investor

09 Apr 2025
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan pertama setelah libur Lebaran, Selasa (8/4), sebagai dampak langsung dari kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS). IHSG sempat turun lebih dari 9% hingga menyebabkan trading halt, sebelum ditutup melemah 7,90% di level 5.996,14. Dana asing pun keluar dari pasar sebesar Rp 3,87 triliun.

Meskipun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah meluncurkan berbagai stimulus seperti penyesuaian batas auto rejection, relaksasi buyback, dan penundaan short selling, langkah ini dinilai belum cukup oleh para pengamat pasar.

Hendra Wardhana, Pengamat Pasar Modal, menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi dari pemerintah serta otoritas terkait untuk mengembalikan kepercayaan investor. Menurutnya, pernyataan resmi atau intervensi langsung lebih efektif dibanding sekadar mengandalkan sistem otomatis.

Parto Kawito, Direktur Infovesta Utama, juga mengungkapkan bahwa investor masih khawatir terhadap kondisi fundamental ekonomi, meski hubungan perdagangan Indonesia-AS relatif kecil. Ia menyatakan bahwa kebijakan Presiden AS Donald Trump tetap berdampak besar terhadap pasar Indonesia.

Edwin Sebayang, Direktur Purwanto Asset Management, menambahkan bahwa dominasi sentimen ketakutan di pasar saat ini tidak bisa dilawan hanya dengan stimulus yang tidak terpadu. Ia menyoroti pentingnya koordinasi yang solid antar lembaga.

Sementara itu, Daniel Agustinus dari Kanaka Hita Solvera menyarankan agar pemerintah menginstruksikan lembaga dana besar seperti BPJS Ketenagakerjaan dan dana pensiun untuk meningkatkan porsi investasinya di saham sebagai langkah stabilisasi.

Secara teknikal, analis Ezaridho Ibnutama dari NH Korindo Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah hingga level support mayor di kisaran 5.370 jika tekanan pasar berlanjut.

Dengan kondisi ini, kepercayaan investor dan tindakan cepat dari pemerintah akan menjadi kunci untuk membalikkan arah pasar yang sedang lesu.

RI Genjot Utang untuk Redam Dampak Perang Tarif

09 Apr 2025
Pemerintah Indonesia, melalui strategi pembiayaan utang yang agresif, telah mengantisipasi ketidakpastian ekonomi global, salah satunya dampak dari kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa hingga 31 Maret 2025, realisasi pembiayaan utang telah mencapai Rp 250 triliun, yang merupakan 40,6% dari target APBN 2025 sebesar Rp 616,2 triliun. Strategi front loading ini diambil untuk mengantisipasi dampak dari ketidakpastian yang dipicu kebijakan global, terutama dari AS.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto tercatat mencapai Rp 270,4 triliun, yang lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ia juga memastikan bahwa meskipun terjadi peningkatan utang, hal ini bukan karena pemerintah kekurangan dana, melainkan sebagai bagian dari strategi untuk menghadapi potensi disrupsi ekonomi.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa pemerintah akan menjaga stabilitas imbal hasil SBN, meskipun pasar keuangan global mengalami gejolak. Sri Mulyani juga menegaskan bahwa defisit anggaran pada kuartal pertama 2025 tercatat sebesar Rp 104,2 triliun atau sekitar 0,43% dari PDB, dan ia memastikan defisit tersebut tidak akan melebihi target yang ditetapkan dalam APBN 2025.

Pemerintah tetap optimistis bahwa program-program yang dijalankan Presiden RI tetap bisa berjalan sesuai dengan rencana meskipun tantangan global yang ada.

Lemahnya Daya Beli Jadi Ancaman untuk ISAT

09 Apr 2025
Kinerja PT Indosat Tbk (ISAT) pada tahun 2024 menunjukkan hasil yang positif dengan pendapatan yang meningkat 9,1% secara year on year (yoy), mencapai Rp 55,88 triliun, serta laba bersih yang tumbuh 11,41% menjadi Rp 5,27 triliun. Peningkatan pendapatan data sebesar 7,4% menjadi Rp 44,2 triliun menjadi pendorong utama meskipun terdapat tekanan akibat persaingan ketat, terutama terkait dengan SIM murah.

Menurut Angga Septianus, Analis IPOT, meskipun pasar telekomunikasi menghadapi persaingan yang ketat, permintaan data yang terus meningkat memberikan potensi bagi ISAT untuk tumbuh, meskipun ruang untuk peningkatan terbatas. Paulus Jimmy, Analis Sucor Sekuritas, juga melihat bahwa meskipun persaingan semakin ketat, tren penggunaan SIM murah yang membebani ISAT mulai mereda, memberikan harapan bagi kestabilan kinerja perusahaan.

Namun, Aqil Triyadi dari Panin Sekuritas menurunkan target harga ISAT dari Rp 2.750 menjadi Rp 2.400 per saham, sementara Angga dan Paulus mematok target harga masing-masing Rp 2.200 dan Rp 2.350 per saham. Meskipun begitu, potensi pertumbuhan pendapatan masih terjaga, dengan proyeksi pendapatan 2025 meningkat menjadi Rp 60,1 triliun, dan laba bersih diperkirakan naik menjadi Rp 5,3 triliun.

ISAT juga mengandalkan strategi untuk menjaga profitabilitas dengan memperluas jaringan 5G dan berfokus pada peningkatan kualitas melalui teknologi AI, berkolaborasi dengan perusahaan global NVIDIA. Secara keseluruhan, meskipun tantangan persaingan dan kondisi ekonomi dapat membatasi laju pertumbuhannya, ISAT diperkirakan tetap memiliki peluang untuk terus tumbuh di tengah permintaan data yang semakin tinggi.

Ketahanan Valas Diuji oleh Melemahnya Rupiah

09 Apr 2025
Kebijakan agresif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam mengenakan tarif impor ke banyak negara menyebabkan pelemahan nilai tukar dolar AS, yang kemudian mendorong penguatan sejumlah mata uang utama dunia. Indeks dolar AS sempat naik ke 103,26 di awal pekan, namun secara mingguan tetap mengalami pelemahan.

Menurut Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, pelemahan dolar AS berkaitan erat dengan kekhawatiran akan potensi resesi ekonomi di AS akibat kebijakan perdagangan Trump. Ia menjelaskan bahwa penguatan mayoritas mata uang utama seperti euro (EUR), franc Swiss (CHF), poundsterling (GBP), dan yen Jepang (JPY) merupakan respons alami atas tekanan terhadap dolar.

Sutopo juga menyoroti potensi rebound mata uang Inggris (GBP) jika negara tersebut mampu memperbaiki ketidakstabilan fiskal dan prospek ekonominya. Di sisi lain, yen Jepang dan CHF tetap menjadi incaran investor karena statusnya sebagai mata uang safe haven.

Lukman Leong, Analis dari Doo Financial Futures, merekomendasikan investasi di CHF dan JPY karena keduanya masih mendapat dukungan sebagai mata uang aman meskipun menghadapi tekanan. Ia menyarankan strategi swing trading untuk investor agresif yang siap menavigasi volatilitas tinggi pasar global, sementara investor jangka panjang sebaiknya menunggu situasi lebih stabil.

Gejolak kebijakan perdagangan AS telah menciptakan ketidakpastian pasar global dan mendorong fluktuasi tajam di pasar mata uang, dengan peluang bagi investor jangka pendek namun risiko tinggi bagi investor jangka panjang.

RI Siapkan Strategi Redam Serangan Trump

08 Apr 2025

Menjelang diberlakukannya tarif timbal balik sebesar 32% oleh Amerika Serikat terhadap produk Indonesia mulai 9 April, pemerintah Indonesia bergerak cepat menyusun strategi negosiasi. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memimpin rapat maraton dengan kementerian terkait dan asosiasi pelaku usaha untuk menyusun paket negosiasi yang terdiri dari tiga langkah utama: deregulasi kebijakan nontarif (seperti pelonggaran TKDN dan percepatan sertifikasi halal), peningkatan impor dan investasi dari AS, serta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal.

Dalam pernyataannya, Airlangga menegaskan bahwa Indonesia akan meningkatkan impor dari AS, termasuk migas dan pangan strategis, untuk mengurangi defisit perdagangan AS yang mencapai US$18 miliar. Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menegaskan bahwa impor ini tidak akan mengganggu industri dalam negeri, karena difokuskan pada komoditas yang memang dibutuhkan.

Dari sisi diplomasi, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia akan mengambil langkah diplomatik dan menjaga prinsip resiprokal dalam setiap negosiasi. Ia menegaskan keinginan Indonesia untuk menjalin hubungan yang adil dan setara dengan Amerika Serikat.

Untuk memperkuat posisi, tiga menteri akan dikirim ke AS: Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Langkah ini dikoordinasikan langsung oleh Presiden dan difokuskan untuk meredam dampak tarif sekaligus mencari solusi jangka panjang.

Selain fokus pada AS, pemerintah juga mempercepat diversifikasi pasar ekspor, terutama dengan menyelesaikan negosiasi IEU-CEPA (Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement) yang telah berlangsung sembilan tahun. Menteri Perdagangan Budi Santoso menargetkan penyelesaian negosiasi ini pada semester pertama 2025.

Dalam konteks komoditas strategis, seperti CPO (minyak sawit mentah), Ketua Gapki Eddy Martono menegaskan pentingnya diversifikasi pasar untuk mengurangi ketergantungan pada AS. Ekonom Wijayanto Samirin pun mengingatkan bahwa Indonesia berisiko lebih besar dibanding Malaysia karena tarif AS terhadap produk CPO Indonesia jauh lebih tinggi.


Sense of Crisis Elite Pemerintah Diuji

08 Apr 2025

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong memperingatkan bahwa kebijakan tarif baru Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump menandai berakhirnya era globalisasi dan menjadi ancaman serius bagi tatanan perdagangan dunia. Dalam pidatonya yang disiarkan lewat YouTube, Wong menilai langkah proteksionis dan sepihak AS merupakan bentuk penolakan terhadap sistem multilateral seperti WTO, dan dapat mendorong dunia ke arah yang lebih arbitrer dan penuh ketidakpastian—terutama bagi negara kecil dan terbuka seperti Singapura.

Meskipun tarif terhadap Singapura hanya sebesar 10%, Wong menyoroti konsekuensi jangka panjang yang jauh lebih mengkhawatirkan, termasuk risiko perang dagang global dan potensi resesi. Ia menegaskan bahwa Singapura tidak akan membalas tarif tersebut, tetapi mengingatkan bahwa negara lain bisa bertindak berbeda, sehingga meningkatkan ketegangan internasional.

Pernyataan Wong mendapat apresiasi dari negara-negara kawasan, termasuk Indonesia, yang saat ini justru terkena tarif tertinggi sebesar 32%. Malaysia melalui PM Anwar Ibrahim juga mengecam keras kebijakan Trump, meskipun hanya dikenai tarif 24%.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia dinilai lamban merespons krisis ini. Meski Presiden Prabowo Subianto telah berkoordinasi dengan para pemimpin ASEAN, pernyataan resmi dari Indonesia baru akan disampaikan hari ini, setelah pasar keuangan dibuka. Keterlambatan ini dianggap sebagai kegagalan memanfaatkan jeda waktu akibat libur panjang untuk memberikan kepastian kepada pasar dan pelaku usaha, yang kini menghadapi ancaman PHK massal, terutama di sektor tekstil dan alas kaki.

Situasi ini menjadi ujian penting bagi pemerintah dalam menunjukkan sense of crisis dan kemampuan kepemimpinan menghadapi krisis global yang sedang berkembang.


Pariwisata Jadi Pilar Pertumbuhan Baru

08 Apr 2025

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan bahwa sektor pariwisata dapat menjadi alat pertahanan ekonomi nasional di tengah tekanan kebijakan tarif dagang Amerika Serikat. Berbeda dengan ekspor barang yang terkena tarif tinggi, pariwisata sebagai bentuk ekspor jasa tidak terdampak langsung, sehingga memiliki potensi besar sebagai sumber devisa utama.

Widiyanti menargetkan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dengan fokus pada pengalaman wisata berkualitas, yang cenderung lebih tahan terhadap fluktuasi harga global. Kementerian Pariwisata juga aktif mengembangkan desa wisata dan mendukung aktivitas ekonomi lokal berbasis pariwisata, sebagai strategi untuk mendistribusikan pertumbuhan ekonomi secara merata dan mengurangi ketergantungan pada sektor manufaktur.

Senada dengan itu, anggota DPR Novita Hardini melihat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump sebagai peluang untuk memperkuat pariwisata domestik. Ia menilai kenaikan biaya ke luar negeri akibat tekanan nilai tukar bisa mendorong pergeseran arus wisata ke destinasi lokal, yang perlu dijadikan prioritas nasional. Novita juga mendorong pemerintah untuk memberikan insentif dan memperkuat kebijakan fiskal di sektor ini guna menjaga kepercayaan investor.

Melalui pengembangan terintegrasi antara destinasi, produk wisata, dan promosi, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi penopang ekonomi yang stabil di tengah dinamika global.


Presiden Targetkan Pembentukan 80 Ribu Koperasi

08 Apr 2025

Pemerintah, melalui Presiden Prabowo Subianto, menargetkan pendirian 80.000 koperasi desa sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi pedesaan dan membangun jaringan koperasi nasional. Dalam acara panen raya di Majalengka (7/4), Prabowo menyampaikan bahwa koperasi tersebut akan dilengkapi armada distribusi seperti truk untuk mempermudah pengiriman hasil pertanian ke pasar, sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak.

Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya efisiensi distribusi pupuk, yang akan dilakukan langsung melalui koperasi agar petani dapat mengaksesnya dengan lebih cepat dan murah, sehingga menurunkan biaya produksi.

Tak hanya fokus pada sektor ekonomi, pemerintah juga merencanakan pembangunan apotek desa yang menyediakan obat generik berkualitas dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan di kota. Menurut Prabowo, walau kemasan obat di desa sederhana, kualitasnya tetap setara dengan obat di apotek kota.

Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh, baik dari segi ekonomi maupun akses kesehatan.