Ekonomi
( 40733 )Terbangnya Modal Asing dan Domestik
Hingga medio April 2025, sebesar Rp 12,32 triliun modal portofolio asing terbang keluar dari pasar keuangan domestik. Di sisi lain, penempatan investasi domestik di luar negeri cenderung meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Tekanan ganda di pasar keuangan domestik ini berisiko memperlemah ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Mengutip data BI, aliran modal investor asing sejak awal tahun hingga 10 April 2025 telah keluar Rp 12,32 triliun di pasar keuangan domestik. Ini terdiri dari jual neto sebesar Rp 32,48 triliun di pasar saham, serta beli neto di Sekuritas Rupiah BI (SRBI) sebesar Rp 7,11 triliun dan di pasar Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 13,05 triliun.
Pengamat perbankan dan praktisi sistem pembayaran, Arianto Muditomo pada Senin (14/4) berpendapat, tren aliran modal asing yang berbalik keluar itu mencerminkan berkurangnya kepercayaan investor terhadap stabilitas jangka pendek perekonomian Indonesia. Adapun nilai tukar rupiah kini berada di kisaran Rp 16.700 per USD. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah ditutup di level Rp 16.773 per USD pada penutupan perdagangan Senin (14/4) atau terdepresiasi 3,81 % dibanding akhir 2024.
Di sisi lain, pasar keuangan domestik juga menghadapi tekanan berupa keluarnya dana milik penduduk residen ke luar negeri. Bloomberg melaporkan, orang-orang kaya Indonesia tercatat memindahkan ratusan juta USD ke luar negeri di tengah meningkatnya kekhawatiran atas disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi negara. Menurut Arianto, keluarnya modal penduduk domestik ke luar negeri dapat semakin memperburuk persepsi risiko serta mempercepat keluarnya aliran modal asing. Apalagi jika itu terjadi bersamaan dengan penurunan kepercayaan terhadap sistem perbankan atau ketidakpastian politik. (Yoga)
Pemerintah Telah MenyiapkanEmpat Proposal Negosiasi
Tarif Donlad Trump Beban Rakyat US
CIMB Niaga Bagikan Dividen Senilai Rp 3,9 Triliun
PT PLN Masdar Kembangkan PLTS Terapung di RI
KPK Geledah Rumah Senator DPD La Nyalla di Kota Surabaya
Pariwisata Berkelanjutan Menunjukkan Pertumbuh yang Bagus
Para Pemudik Keluhkan Ketersediaan Tiket Pesawat dan Kereta
19 Miliar USD Produk AS Bakal Diborong RI
Indonesia akan mengajukan proposal pembelian produk AS senilai 19 miliar USD dalam rangkaian negosiasi dagang di Washington DC pekan depan. Rencana ini menjadi poin utama dalam upaya menekan tarif impor tinggi yang diberlakukan terhadap produk ekspor Indonesia. Hal itu disampaikan Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto seusai memimpin Rakortas terkait persiapan negosiasi penetapan tariff resiprokal oleh AS terhadap Indonesia, di Jakarta, Senin (14/4).
Airlangga menyebut, penawaran pembelian produk dari AS bertujuan mengurangi defisit neraca perdagangan AS terhadap Indonesia dan akan menjadi salah satu poin utama dalam proposal negosiasi tariff impor yang dibawa ke Gedung Putih. ”Rencana Indonesia adalah mengompensasi selisih ekspor-impor yang besarnya di kisaran 18 miliar-19 miliar USD. Indonesia akan membeli barang dari AS sesuai kebutuhan dalam negeri dengan nilai mendekati angka tersebut,” ujar Airlangga. (Yoga)
RI Dinanti Tampil di Panggung Diplomasi
Jika tak ada aral melintang, delegasi Pemerintah Indonesia yang dipimpin oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto akan bertolak ke Amerika Serikat pada 16–24 April 2025 untuk bernegosiasi terkait kebijakan tarif resiprokal baru yang diterapkan AS. Delegasi ini juga melibatkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Luar Negeri Sugiono, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu.
Sebagai bekal negosiasi, Indonesia membawa proposal kerja sama yang mencakup pembelian barang-barang AS senilai sekitar US$18 miliar, relaksasi peraturan, serta peluang investasi, termasuk ekspansi perusahaan Indonesia di sektor minyak, gas, dan teknologi informasi ke AS. Pemerintah juga membentuk Satgas Deregulasi Ekonomi atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pelaksanaan kebijakan ini.
Di sektor migas, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, serta VP Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso, mengonfirmasi minat Pertamina untuk berinvestasi di proyek-proyek migas potensial di AS, seperti proyek Pikka di Alaska. Pelaksana Harian Dirjen Migas Tri Winarno juga menyebutkan bahwa investasi ini masih dalam tahap finalisasi.
Founder dan Advisor ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto, mendukung rencana ekspansi Pertamina di AS, menilai bahwa langkah ini strategis untuk mendukung ekspansi global Pertamina, meningkatkan produksi migas nasional, serta memperkuat ketahanan energi Indonesia. Namun, ia mengingatkan perlunya kajian dan uji tuntas yang matang sebelum keputusan investasi diambil.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









