;

Investor Institusi Dinanti untuk Gerakkan Pasar

Ekonomi Hairul Rizal 10 Apr 2025 Bisnis Indonesia (H)
Investor Institusi Dinanti untuk Gerakkan Pasar

Di tengah pelemahan pasar saham dan volatilitas indeks harga saham gabungan (IHSG) yang telah turun 15,71% sepanjang 2025, sejumlah investor institusi seperti asuransi jiwa, asuransi sosial, dan dana pensiun mulai melihat peluang untuk kembali mengakumulasi saham, khususnya saham-saham berfundamental kuat yang saat ini dinilai undervalued.

Menurut Ibrahim Kholilul Rohman, Senior Research Associate dari IFG Progress, saham yang telah terkoreksi dalam justru membuka ruang kenaikan harga ke depan, meski tetap perlu kehati-hatian dalam mencocokkan investasi dengan profil kewajiban jangka waktu institusi.

Senada, Felix Darmawan, Equity Research Analyst Panin Sekuritas, menyebut bahwa investor institusi dengan horizon jangka panjang, seperti dana pensiun dan asuransi sosial, lebih fokus pada valuasi dan potensi jangka panjang, dibanding melakukan aksi jual di tengah koreksi pasar. Strategi diversifikasi seperti kombinasi saham, SBN, dan emas, juga dipandang sebagai langkah untuk menjaga stabilitas portofolio.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menegaskan bahwa meskipun fluktuasi pasar berdampak pada hasil jangka pendek, industri asuransi jiwa tetap kuat berkat sifat investasi jangka panjang dan manajemen risiko yang disiplin. Sementara itu, CEO Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyebut koreksi pasar sebagai momen untuk mendapatkan saham berkualitas dengan harga lebih murah, bahkan mencatat pertumbuhan hasil investasi 28,5% pada 2024.

Institusi lain seperti BPJS Ketenagakerjaan dan PT Taspen juga menyatakan tetap optimistis dan siap memanfaatkan momentum pasar dengan penempatan dana di saham-saham likuid dan berfundamental baik.

Di sisi lain, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menekankan bahwa secara agregat, emiten di bursa membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 19,32% YoY pada 2024, mencerminkan ketahanan fundamental korporasi Indonesia, meski IHSG mengalami tekanan.

Secara keseluruhan, artikel ini menyoroti bahwa meski sektor saham tengah mengalami tekanan, para pelaku institusi tetap percaya pada fundamental jangka panjang, dan mulai kembali ke pasar untuk menangkap peluang investasi di tengah tekanan pasar.


Download Aplikasi Labirin :