Ekonomi
( 40512 )Waswas Berimbas ke Tarif KRL
Rencana pemerintah mengimpor kereta rel listrik baru sebanyak tiga rangkaian dinilai akan menambah beban operasional PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Musababnya, pembelian kereta baru akan memberi biaya penyusutan yang lebih tinggi bagi operator KRL Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (KRL Jabodetabek) itu. "Kalau biaya penyusutan besar, dampaknya bisa ke kenaikan tarif atau dana PSO (public service obligation)," ujar Ketua Forum Perkretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia, Aditya Dwi Laksana, kepada Tempo, kemarin. Aditya memperkirakan harga kereta impor baru sepuluh kali lebih mahal dibanding harga KRL bekas, kereta bekas Rp 1,6 miliar per kereta, sedangk harga kereta baru Rp 20 miliar per kereta. Nantinya, nilai tersebut dikalikan jumlah kereta dalam satu rangkaian yang akan dipesan.
Kendati demikian, pembelian KRL baru memiliki nilai tambah berupa kualitas yang lebih bagus dan masa manfaat lebih panjang. Begitu pula dengan biaya perawatan yang diproyeksikan lebih murah karena barangnya masih baru. "Tapi, konsekuensinya, harga beli yang tinggi akan mempengaruhi biaya operasi KCI," tuturnya. Karena itu, Aditya menilai, pembelian kereta impor baru akan menambah biaya operasi KCI dalam jumlah signifikan, kendati hanya tiga rangkaian. Jika satu rangkaian diasumsikan memiliki 12 kereta, total ada 36 kereta yang akan didatangkan dari luar negeri. Sebagai informasi, KCI juga sudah berkontrak dengan PT Industri Kereta Api (Persero) alias Inka untuk membeli 16 KRL baru dengan nilai total hampir Rp 4 triliun. Tambahan biaya operasi tersebut, ucap Aditya, berpotensi dibebankan langsung kepada masyarakat berupa kenaikan tarif KRL atau ditanggung pemerintah dengan menambah dana PSO. "Kalau dikenakan ke tarif, hal itu akan menambah beban masyarakat," ujar dia. Direktur Institut Studi Transportasi, Deddy Herlambang juga mempertanyakan kemampuan keuangan PT KCI apabila diberi tugas mengimpor kereta baru. Musababnya, perseroan baru saja menganggarkan Rp 4 triliun untuk pembelian kereta baru dari Inka. "Apakah KCI punya uang?" kata dia. (Yetede)
Motor Listrik Disubsidi, Motor Fosil Mendaki
Jauh panggang dari api. Begitulah realisasi kebijakan subsidi pembelian motor listrik. Sejak program itu bergulir pada 20 Maret, penjualan motor listrik dengan skema subsidi masih sangat mini.
Mengutip data Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (Sisapira), realisasi subsidi motor listrik selama tiga bulan baru 800 unit saja. Angka itu jauh dari target pemerintah untuk sepeda motor listrik penerima subsidi di tahun ini, yaitu 200.000 unit.
Dari kacamata produsen motor listrik, ada banyak alasan mengapa penjualan motor listrik bersubsidi masih minim. Salah satunya adalah kategori masyarakat penerima subsidi yang begitu sempit.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mengusulkan, penerima subsidi motor listrik diperluas. "Sejak (berlaku) 20 Maret, peningkatan kendaraan listrik dengan skema bantuan memang kami rasa belum cukup," ujar Sekjen Aismoli, Hanggoro Ananta Khrisna, Rabu (21/6).
Mengingat masih banyak perintang, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama beberapa asosiasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) menggelar pertemuan guna mengevaluasi program subsidi tersebut pada Rabu (21/6).
Kepala Staf Presiden sekaligus Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, yang turut hadir dalam pertemuan itu mengakui, program subsidi motor listrik belum maksimal. "Perlu ditinjau ulang. Apakah sosialisasinya yang kurang atau persyaratan ribet," kata Moeldoko
Suku Bunga Ngerem, Jeli Memilih Saham
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menukik di tengah keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis (22/6). Kemarin, IHSG ambles 0,75% ke posisi 6.652,26.
Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menilai, di tengah kondisi pasar yang minim katalis, keputusan BI sudah sesuai ekspektasi pasar. Jadi, tidak memberikan dorongan signifikan bagi gerak IHSG.
Terlebih, pasar masih mencermati potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. "Hal ini bisa berdampak pada gelombang
capital outflow
seperti yang terjadi pada siklus-siklus sebelumnya," papar Pandhu, kemarin.
Fund Manager
Syailendra Capital, Rendy Wijaya, menjelaskan, hasil RDG BI cenderung berdampak minim bagi IHSG. Proyeksi dia, sentimen yang akan mempengaruhi pasar adalah suku bunga The Fed, yang masih berpotensi naik ke 5,25%-5,5%.
Research & Consulting Manager
Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro sepakat, koreksi IHSG lebih terbawa sentimen eksternal. Pemicunya, pernyataan terbaru The Fed yang semakin meyakinkan ada kenaikan suku bunga pada Juli mendatang.
Sebab, saham teknologi domestik berkorelasi dengan dinamika di pasar global, terutama di AS. "Jika suku bunga acuan AS naik, saham teknologi AS akan turun lagi dan bisa memicu dampak psikologis lanjutan untuk sektor teknologi di pasar domestik," ujar Nico.
Equity Analyst
Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora menyatakan, bila kondisi makro ekonomi sesuai ekspektasi dan suku bunga turun, ada tiga sektor yang bakal menghirup angin segar. Yakni, sektor properti, teknologi dan infrastruktur.
Cuan Ekstra dari Ajak Relasi Buka Deposito IDR dan USD
Menabung dalam bentuk deposito menjadi salah satu cara berinvestasi yang aman dan menguntungkan. Menariknya, sejumlah produk deposito juga menawarkan reward ekstra yang bisa menambah pundi-pundi Anda. Deposito sendiri dapat menjadi sumber penghasilan pasif yang stabil dari imbal hasil bunga deposito. Dengan menempatkan dana pada instrumen deposito, investor tidak perlu mencemaskan fluktuasi harga-harga pasar modal. Investor juga sudah dapat menghitung berapa keuntungan yang diperoleh dalam jangka waktu tertentu karena bunga deposito berlaku tetap sesuai tenor deposito. Sebagai contoh, seorang investor menempatkan dana Rp500 juta pada deposito tenor tiga bulan dengan bunga 5%. Saat deposito jatuh tempo, investor tersebut akan memperoleh imbal hasil Rp5 juta setelah dipotong pajak 20% sesuai ketentuan. Berbeda halnya jika dia berinvestasi dalam saham. Setelah tiga bulan, imbal hasilnya bisa jadi lebih tinggi dari 5%. Selain imbal hasil dari bunga deposito, investor juga berpeluang mendapatkan penghasilan pasif dari tambahan reward yang diberikan produk deposito. Salah satu program deposito yang memberikan reward menarik bagi nasabahnya adalah program Customer Get Customer dari J Trust Bank. Dalam program ini, nasabah J Trust Bank dapat merekomendasikan relasinya menjadi nasabah baru dan buka deposito dalam mata uang Rupiah (IDR) serta dolar Amerika Serikat (USD). Nasabah yang mengajak relasinya dalam program ini (introducer) akan memperoleh reward berupa uang tunai. Untuk deposito IDR, introducer mendapatkan reward sebesar 0,50% per tahun (p.a). Persyaratannya, relasi yang direferensikan membuka deposito minimum Rp100 juta untuk nasabah perorangan dan Rp250 juta untuk nasabah non-perorangan. Adapun untuk nasabah grup, yang boleh mereferensikan adalah perusahaan dan bukan karyawannya.
Kremlin Siapkan Sarmat, Barat ”Cairkan” Aset Rusia
Rusia siap mengerahkan rudal balistik antar benua Sarmat generasi baru yang mampu membawa 10 atau lebih hulu ledak nuklir. Mobilisasinya dilakukan berkaitan dengan perang di Ukraina. ”Peluncur Sarmat pertama akan menjalani tugas tempur dalam waktu dekat,” kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya untuk lulusan baru akademi militer Rusia di Aula St George Kremlin, Moskwa, Rabu (21/6). Rudal RS-28 Sarmat berbahan bakar cair sepanjang 35 meter itu dirancang menjangkau sasaran hingga 18.000 kilometer. Rusia mengeklaim, AS dan Eropa bisa dijangkau dengan mudah.
Negara-negara Barat menggelar Konferensi Internasional Pemulihan Ukraina 2023 di London, Inggris, 21-22 Juni, untuk kedua kalinya sejak Rusia menginvasi Ukraina, Februari 2022. Dalam pertemuan di Lugano, Swiss, Juli 2022, negara-negara Barat berkomitmen mendukung Ukraina memulihkan diri pascaperang. Mereka menyadari tahap pemulihan ini akan berbiaya tinggi dan memakan waktu puluhan tahun. Bank Dunia awalnya membuat perkiraan perlunya anggaran darurat senilai 14 miliar USD untuk memperbaiki segala kerusakan akibat invasi Rusia ke Ukraina. Namun, studi terbaru Bank Dunia, PBB, Uni Eropa (UE), dan Pemerintah Ukraina menyebutkan, pemulihan ekonomi dan perbaikan segala kerusakan akan menelan biaya sedikitnya 441 miliar USD.
Negara-negara Barat sepakat membuat Rusia menanggung segala kerusakan di Ukraina. Sejak akhir 2022 UE bahkan akan mewujudkan usulan menggunakan aset-aset Rusia yang sudah disita untuk membiayai rekonstruksi Ukraina. Skemanya, aset-aset Rusia tersebut diinvestasikan. Hasilnya diberikan kepada Ukraina. Menurut UE, ada 215,5 miliar USD dan 20 miliar euro aset terpisah yang dimiliki bank sentral Rusia dan individu swasta Rusia yang dibekukan otoritas Eropa setelah invasi Rusia ke Ukraina sebagai sanksi sepihak kepada Rusia. (Yoga)
Momen DHE Besar Terlewat
Indonesia dinilai sudah melewatkan momentum meraup devisa hasil ekspor (DHE) bernilai besar karena surplus neraca perdagangan mulai mengecil. Namun, peluang mendapatkan DHE tetap ada ditengah risiko pelambatan permintaan global. Kebijakan DHE itu juga dapat bermanfaat kala siklus kenaikan atau booming komoditas kembali terulang di masa depan. Agar optimal, kebijakan itu perlu dibarengi diversifikasi pasar dan produk ekspor berbasis hilirisasi. Hal itu mengemuka dalam diskusi Gambir Trade Talks#10 bertema ”Memanfaatkan Devisa Hasil Ekspor sebagai Instrumen Pertumbuhan Ekonomi Nasional” yang digelar Badan Kebijakan Perdagangan Kemendag secara hibrida di Jakarta, Rabu (21/63).
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro mengatakan, surplus perdagangan Indonesia pada 2022 sangat besar, mencapai 54,46 miliar USD. Hal itu ditopang kenaikan harga komoditas global, termasuk komoditas unggulan Indonesia, seperti batubara, CPO, dan besi baja. Akan tetapi, surplus perdagangan itu tidak terefleksi pada peningkatan dana pihak ketiga (DPK) valuta asing (valas). DPK valas relatif stagnan, sedangkan kenaikan harga komoditas yang berpengaruh pada surplus neraca dagang tahun 2022 tak signifikan menambah DPK. Dengan surplus sebesar itu, kata Andry, DHE yang bisa di raup Indonesia sebenarnya bsar. Namun, penambahan term deposit (TD) valuta asing DHE di perbankan pada 2022 hanya 7 miliar USD. (Yoga)
Grab Pangkas 1.000 Karyawan, Layanan Diyakini Tetap Dibutuhkan
Perusahaan teknologi Grab Holdings atau Grab yang berkantor pusat di Singapura mengumumkan bakal memutus hubungan kerja lebih dari 1.000 karyawan. Keputusan ini diambil sejalan dengan strategi mempertajam fokus bisnis perusahaan. Kendati terjadi pemangkasan karyawan di Grab ataupun rivalnya, yakni GoTo, layanan transportasi berbasis aplikasi diyakini masih dibutuhkan masyarakat. Beberapa perusahaan baru dengan layanan sejenis bahkan tetap berkembang. Mengutip blog Grab, Selasa (20/6) Co-Founder dan CEO Grab Anthony Tan telah mengirim surel kepada karyawan. Dalam surel itu, dia mengklaim, keputusan melakukan PHK bukan jalan pintas menuju profit. Sebab, selama dua tahun terakhir perusahaan konsisten mengelola biaya di semua area operasional untuk meningkatkan efisiensi. Hasilnya, pendapatan perusahaan naik setiap triwulan sejak triwulan I-2022.
”Dengan atau tanpa perampingan, kita sebenarnya sudah berada di jalur yang tepat untuk mencapai titik impas pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) grup yang disesuaikan pada tahun 2023. Kendati profitabilitas merupakan aspek penting, ini hanyalah satu langkah dalam perjalanan yang lebih panjang. Fokus kita adalah jalan ke depan,” tulis Anthony. Perubahan bisnis tidak per- nah terjadi secepat sekarang. Teknologi, seperti kecerdasan buatan,terus berevolusi dengan luar biasa cepat. Biaya modal mengalami peningkatan yang berdampak langsung pada lanskap persaingan. Menurut Anthony, terhadap lebih dari 1.000 karyawan yang terkena PHK, perusahaan memberikan dukungan finansial, medis, dan karier profesional. (Yoga)
Aturan Turunan Disiapkan
Pemerintah sedang menyiapkan lima rancangan Permen sebagai turunan PP No 26 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Hasil Sedimentasi di Laut. Sementara itu, polemik publik terkait pemanfaatan dan ekspor pasir laut masih terus bergulir. Direktur Jasa Kelautan KKP Miftahul Huda mengemukakan, pemanfaatan pasir laut untuk reklamasi dinilai mendatangkan dua komponen penerimaan negara bukan pajak (PNBP), yakni dari tarif PNBP untuk harga pasir laut dan tarif izin reklamasi. ”Jadi negara seharusnya mendapatkan keuntungan yang besar,” katanya saat dihubungi pada Rabu (21/6/2023). Tarif PNBP untuk pemanfaatan pasir laut diatur dalam Kepmen KP No 82 Tahun 2021 tentang Harga Patokan Pasir Laut dalam Perhitungan Tarif atas Jenis PNBP yang diteken pada 18 September 2021, dimana tarif PNBP untuk pemanfaatan pasir laut dalam negeri Rp 188.000 per meter kubik dan untuk ekspor dipatok Rp 228.000 per meter kubik.
Menurut Huda, optimalisasi sedimentasi laut dapat dilakukan pada lokasi dumping sedimentasi dan di luar dumping. Material sedimentasi yang begitu banyak dan mengganggu akan dikeruk untuk kebutuhan reklamasi. Adapun ekspor pasir laut menjadi pilihan terakhir. ”Ekspor adalah pilihan terakhir karena kebutuhan reklamasi, pembangunan infrastruktur, prasarana, dan sarana cukup banyak,” katanya. Pihaknya tengah menyiapkan lima rancangan Permen sebagai aturan turunan PP 26/2023, meliputi tata cara penyusunan dokumen perencanaan pengelolaan hasil sedimentasi di laut, ketentuan mengenai permintaan hasil sedimentasi di laut untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor, laporan realisasi volume pengangkutan, dan penempatan di tujuan pengangkutan. Rancangan Permen juga terkait tata cara pelaksanaan monitoring dan evaluasi, serta tata cara pengenaan sanksi administratif. (Yoga)
Rencana Aksi Swasembada Daging Sapi Disiapkan
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional atau NFA Andriko Noto Susanto mengatakan, pihaknya sedang menyusun dokumen tertulis yang mengedepankan aspek kuantitatif serta mempertimbangkan setiap pelaku yang berada di mata rantai pasok daging sapi dari hulu ke hilir. Rencana tersebut disusun sebagai dasar usulan program swasembada daging sapi menjadi proyek strategis nasional atau PSN.
”Kami akan lihat potensi keterlibatan peternak, BUMN dan daerah, serta pelaku industri terkait. Dalam penyusunannya, kami juga berdiskusi dengan akademisi. Mudah-mudahan 1-2 hari ke depan selesai,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (21/6). Selain itu, NFA juga akan mendalami dan mengkaji kembali aturan-aturan yang berkaitan dengan swasembada daging nasional, termasuk tentang impor sapi indukan, mulai dari regulasi tingkat kementerian. Sejalan dengan kajian tersebut, NFA juga mendalami opsi-opsi teknis dalam mengimpor sapi hidup untuk dikembangbiakkan dalam rangka meningkatkan populasi sapi dalam negeri. (Yoga)
Industri Butuh Kepastian Pasokan dan Harga Gas
Ketidak cocokan pasokan dan permintaan gas untuk industri menjadi problem yang belum terselesaikan. Infrastruktur, pipanisasi gas juga perlu dipacu agar menjangkau lebih banyak industri. Praktisi energi Achmad Widjaja, Rabu (21/6) di Jakarta, mengatakan, di sejumlah daerah, pelaku industri masih tertatih karena problem ketersediaan gas. Masih ada industri yang menerima gas bumi dengan harga fluktuatif dan tidak menikmati harga gas bumi tertentu (HGBT) yang ditetapkan. ”Persoalannya bolak-balik masalah infrastruktur, sedangkan industri diarahkan untuk wajib pakai gas (energi dengan emisi lebih rendah). Ini perlu ada kepastian,” kata Achmad. Ia mencontohkan, terdapat permintaan industri di Jatim untuk menyerap gas. Namun, pelaku industri butuh kepastian harga dan pasokan.
”Mau menaikkan dari 6 USD per MMBTU (juta metrik british thermal unit) hingga berapa pun, yang terpenting ketersediaannya dulu,” ujarnya. Sebelumnya, pemerintah menaikkan HGBT untuk tujuh bidang industri. Salah satu penekanannya ialah pertimbangan ketersediaan pasokan gas bumi dan/atau kecukupan penerimaan bagian negara. Sebelumnya, mayoritas industri pengguna dikenai harga 6 USD per MMBTU. Dalam aturan baru, harga menjadi lebih tinggi meski ada pula yang tetap. Sebagian besar masih di bawah 7 USD per MMBTU. Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto menuturkan, harus ada perbaikan kelancaran pasokan gas di Jatim. Selama triwulan I-2023, mereka hanya mendapat alokasi 65 %. Industri keramik di Jatim pun membayar 6,3-6,5 USD per MMBTU. ”Kenaikan (HGBT) menjadi 6,32 USD per MMBTU semakin memberatkan dan memengaruhi daya saing jika masih dikenai pembatasan volume gas 65 %. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









