IMPOR KRL BUKAN BARU : PUTUS HUBUNGAN DENGAN KERETA BEKAS
Pemerintah memilih mendatangkan kereta rel listrik baru untuk PT Kereta Commuter Indonesia sebagai pengganti pembatalan rencana mengimpor armada bekas asal Jepang. Keputusan bulat diambil pemerintah untuk mengakhiri polemik berkepanjangan terkait dengan impor kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang. Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan rencana impor KRL bekas dari Negeri Sakura dibatalkan. Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah menggelar rapat dengan pemangku kepentingan terkait pada pekan ini. “Kami sudah rapatkan dan memutuskan tidak akan mengimpor barang bekas, karena itu ada melanggar tiga peraturan yaitu Peraturan Presiden [Perpres], peraturan dari Kementerian Perhubungan, dan dari Kementerian Perindustrian,” katanya di sela-sela peninjauan Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Halim Jakarta, Kamis (22/6). Luhut menegaskan penambahan rangkaian KRL bekas dari Jepang untuk memenuhi kebutuhan peremajaan armada PT Kereta Commuter Indonesia atau KAI Commuter diganti dengan skema lain. Untuk pemenuhan kebutuhan rangkaian KRL dalam jangka pendek, dia menjelaskan pemerintah memilih opsi retrofit atau memperbarui teknologi dan suku cadang pada rangkaian KRL lama. Dalam jangka pendek, Luhut juga mengatakan pemerintah berencana melakukan impor KRL baru sebanyak tiga rangkaian (trainset). Upaya impor KRL baru untuk menutupi potensi kekurangan armada yang dapat terjadi.
Pada jangka panjang, dia menuturkan pemenuhan kebutuhan rangkaian KRL pada 2025 dan selanjutnya dilakukan di dalam negeri. Dia menegaskan pembangunan KRL baru dilakukan oleh PT Industri Kereta Api (Inka) pada fasilitas produksinya di wilayah Banyuwangi dan Madiun Jawa Timur. KAI Commuter selaku operator KRL Jabodetabek memang mengajukan izin untuk mengimpor KRL bekas dari Jepang dalam rangka peremajaan armada. Total rangkaian KRL Jabodetabek yang akan dipensiunkan berjumlah 29 rangkaian. Secara terperinci, 10 trainset akan dipensiunkan pada 2023 dan 19 lainnya menyusul pada 2024. Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian dan Angkutan Antarkota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Aditya Dwi Laksana pernah menilai ada kekurangan jika pemerintah lebih memilih opsi retrofit untuk memenuhi kebutuhan peremajaan armada KRL pada 2023. Pertama, PT KCI sebagai operator KRL harus dapat memastikan ketersediaan suku cadang pada rangkaian kereta lama yang akan diperbarui melalui retrofit. Kedua, proses pengerjaan retrofit KRL membutuhkan waktu yang cukup lama. Aditya mengatakan proses pembaruan teknologi pada rangkaian kereta lama dapat memakan waktu hingga 17 bulan.
Tags :
#ImporPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023