Ekonomi
( 40789 )Mengembangkan UMKM dengan KUR
Keripik Tiga Serangkai merupakan keripik asal Batam buatan Pak Maidi dan istrinya, Aklima. Untuk mengembangkan usaha itu Pak Maidi mengajukan pinjaman melalui program kredit usaha rakyat (KUR). Kehadiran KUR menjadi angin segar bagi UMKM. KUR merupakan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan akses pembiayaan kepada UMKM yang disalurkan melalui lembaga keuangan dengan pola penjaminan.
Program KUR juga dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan permodalan usaha dalam rangka pelaksanaan kebijakan percepatan pengembangan sektor riil dan pemberdayaan UMKM. Pinjaman ini diperuntukkan bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usaha. Pemerintah juga menyubsidi bunga pinjaman agar tidak memberatkan pengusaha UMKM, seperti Pak Maidi. Pemerintah dan OJK juga meminta bank penyalur KUR untuk memberikan keringanan, dalam bentuk pembebasan jaminan atau agunan tambahan bagi debitor mikro dan supermikro, hanya untuk debitor KUR mikro dan supermikro dengan maksimal pinjaman modal Rp 100 juta. (Yoga)
Ekonomi Berpotensi Melambat, RI Waspadai Risiko Eksternal
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Dana Moneter Internasional atau IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh 5 % pada 2023 dan 5,1 % pada 2024. Meski sedikit melambat, proyeksi pertumbuhan ekonomi RI termasuk yang tertinggi di antara negara G20 dan ASEAN-6 lainnya. Dalam dokumen IMF Executive Board Concludes 2023, Article IV Consultation with Indonesia yang dipublikasikan Senin (26/6) IMF menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sedikit melambat dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 5,3 %. Namun, ekonomi Indonesia diproyeksikan masih mampu tumbuh lebih tinggi ketimbang proyeksi pertumbuhan global, yaitu 2,8 % (2023) dan 3 % (2024). IMF menilai, pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19 hingga kini terhitung kuat, terlihat dari pertumbuhan ekonomi 2022 yang terdorong oleh kinerja ekspor yang solid, pulihnya permintaan domestik, serta berkah ”durian runtuh” harga komoditas dunia.
Ke depan, pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat karena kebijakan fiskal dan moneter yang lebih ketat serta normalisasi harga komoditas. Di tengah ketidakpastian itu, IMF meyakini kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Keputusan pemerintah untuk mengelola kebijakan fiskal dengan penuh disiplin akan membantu menopang pertumbuhan ekonomi. Menanggapi laporan itu, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemekeu Febrio Kacaribu, Rabu (28/6) mengatakan, Indonesia masih perlu mewaspadai sejumlah risiko eksternal yang masih tinggi. Pertama, melambatnya ekonomi global yang bisa menekan harga komoditas ekspor Indonesia. Kedua, volatilitas pasar keuangan global akibat sentiment kegagalan perbankan AS dan pengetatan likuiditas global. Ketiga, meningkatnya tensi geopolitik. Febrio mengatakan, untuk jangka menengah–panjang, pemerintah akan melanjutkan reformasi struktural ekonomi yang tidak berhenti meski di tengah pandemi. (Yoga)
Syarat Ekspor CPO Bertambah
Pemerintah akan menerbitkan regulasi tentang ekspor CPO melalui bursa berjangka Indonesia. Regulasi baru yang direncanakan terbit akhir Juni 2023 ini bakal menambah syarat izin atau persetujuan ekspor CPO. Syarat tambahan untuk mendapatkan persetujuan ekspor itu adalah eksportir harus memiliki bukti transaksi perdagangan CPO di bursa berjangka. Sebelumnya, eksportir CPO cukup memiliki hak ekspor (HE) atas pemenuhan kewajiban memasok kebutuhan domestik (DMO) CPO. Direktur Ekspor Produk Pertanian dan Kehutanan Ditjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Farid Amir, Rabu (28/6) mengatakan, ekspor CPO melalui bursa berjangka komoditas hanya mengatur CPO dengan kode HS 15111000. Produk turunan CPO tidak termasuk dalam aturan itu.
CPO dipilih lantaran volume ekspornya tidak besar. Dengan begitu, saat diperdagangkan dalam bursa berjangka nanti tidak menimbulkan guncangan yang terlalu besar. Menurut Farid, ekspor CPO hanya dapat dilakukan eksportir terdaftar (ET) dan memiliki HE. HE diperoleh dari pemenuhan DMO dan/atau dari pihak yang mengalihkan HE atas pemenuhan DMO. Namun, sebelum mengekspor CPO, eksportir harus memperdagangkan CPO tersebut di bursa berjangka. Dari transaksi itu, eksportir bakal mendapatkan bukti pembelian CPO dari bursa. ”Bukti pembelian CPO di bursa berjangka itu bakal menjadi dokumen yang akan digunakan dalam pemrosesan persetujuan ekspor,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta. (Yoga)
Demi Umur Panjang Tambak Udang
Karman Karim (65) menyulap lahan seluas 8 hektar miliknya di Parigi Moutong, di tepian Teluk Tomini, menjadi tambak udang. ”Rasanya ingin menjadi pengusaha tambak udang,” ucap Karman mengulang kembali tulisan yang ia unggah di akun Facebook miliknya saat dijumpai Kompas di Desa Buranga, Parigi Moutong, Kamis (22/6). Banyak konsultan yang menawarkan jasa, tak terkecuali sejumlah mitra produsen pakan udang yang menawarkan pinjaman hingga ratusan ton. Karman bertekad bulat memulai bisnis budidaya udang. Berbekal denah senilai Rp 20 juta dari konsultan, ia membuka delapan kolam tambak udang vaname dengan sistem budidaya intensif di lahan tersebut, walau sudah banyak tambak udang di sepanjang pesisir Parigi Moutong.
Tiga tahun berlalu, kini ia mengelola 14 kolam bundar berdiameter 30-33 meter serta 10 kolam persegi dengan ukuran 1.600 meter persegi dan 2.500 meter persegi. Luas kolam keseluruhan 3 hektar. Dengan sistem budidaya intensif, Karman menggunakan peralatan elektronik di tambaknya. Yang pertama dan terutama adalah pompa untuk mengisap air laut dan mengalirkannya ke dua kolam tendon, dengan dua kincir yang berputar tanpa henti di permukaan untuk menciptakan gelembung udara bermuatan oksigen yang dibutuhkan udang untuk hidup di air. Dengan sistem ini, Karman bisa menebar 2 juta benur udang vaname di setiap hektar kolam. Di kolam 3 hektar miliknya, ia menebar 6 juta ekor selama satu siklus budidaya, yakni empat bulan dengan volume panen 40 ton udang per hektar. ”Biasanya ada panen parsial 2-3 kali sebelum panen besar. Harga jualnya naik turun di kisaran Rp 40.000-Rp 100.000 per kg. Begitu dirata-rata, main di posisi Rp 60.000 per kg,” ujarnya.
Dengan total panen 120 ton, pendapatan bruto Karman di pengujung siklus Rp 7,2 miliar. Ia yakin bisnis tambak udang intensifnya berumur panjang. ”Ini bisnis seumur hidup. Selama orang masih makan, mau sehat, enggak usah ragu. Mal dan hotel boleh tutup, tetapi (bisnis) pangan enggak boleh tutup,” ujarnya. Kendati demikian, ada satu syarat untuk mencapai ”keabadian” itu, yakni listrik. Ia pernah punya tambak udang tradisional (tidak menggunakan tenaga listrik) seluas 10 hektar, tetapi hasil panen per hektarnya hanya 400 kg, sangat jauh dari 40.000 kg per hektar di tambak intensif. Dengan kebutuhan listrik yang tak boleh terputus selama satu siklus, tagihan listrik tambak Karman Rp 100 juta per bulan. Namun, itu sangat jauh dari kata mahal jika dibandingkan omzet yang mencapai miliaran rupiah. (Yoga)
Peternak Tak Lagi Dirundung Cemas
Kehadiran listrik menjadi jawaban bagi peternak ayam petelur yang kerap dirundung resah di sentra peternakan ayam di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. Elektrifikasi mampu menekan biaya operasional berkali-kali lipat, menaikkan produksi dan omzet lebih pesat, serta menjauhkan ayam sekaligus peternak dari stres dan rasa cemas. Jon Eddi (47), pengusaha peternakan PT Radja Poultry Shop di Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, sejak 2021, menggunakan mesin pemberi pakan ternak berkekuatan listrik dengan total kapasitas 82,5 kilovolt ampere (kVa) yang didapat melalui program Electrifying Agriculture dari PLN. Hanya dengan memencet tombol, ransum berisi campuran jagung, dedak, dan konsentrat otomatis terdistribusi ke semua unit kandang melalui sistem instalasi pemberian pakan.
Sebelumnya, selama 20 tahun memulai usaha pada 1999, Jon menjalankan peternakan dengan mesin genset berbahan bakar solar dengan pemberian pakan secara manual. Akibatnya, jatah ransum tidak merata. Konsumsi pakan yang tidak seimbang itu pun memengaruhi kapasitas ayam memproduksi telur. Sedikit saja perubahan, seperti kekurangan pakan membuat ayam stres dan menghasilkan telur berkualitas buruk, tidak bertelur sama sekali, atau tiba-tiba mati. ”Setelah pakai listrik, kami bisa menyalakan lampu lebih lama dibandingkan menggunakan genset. Tambahan cahaya 4 jam merangsang ayam untuk bertelur sehingga meningkatkan produktivitas,” kata Jon, Selasa (13/6). Tak hanya peternakan, Jon juga mengembangkan pabrik pengolahan pakan dengan mesin listrik. Dengan elektrifikasi di berbagai lini usahanya itu, Jon bisa menghemat biaya operasional 40 %. Seiring dengan itu, produktivitas meningkat. Dulu, dalam satu periode (22-24 bulan), seekor ayam menghasilkan 380 butir telur. Kini, seekor ayam dapat bertelur hingga 450 butir. (Yoga)
STABILITAS SISTEM KEUANGAN, Menjaga Kepercayaan Nasabah
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah satu dari kuartet Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Kemekeu, BI, dan OJK. Berkat fungsinya dalam menjamin simpanan, stabilitas sistem keuangan di dalam negeri dapat terjaga. Ketua Dewan KomisionerLPS Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (27/6) di Jakarta menjelaskan, dalam ikut serta menjaga kestabilan sistem keuangan, LPS sebagai bagian dari KSSK turut serta bersinergi dengan lembaga anggota KSSK lain untuk menjaga KSSK dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, yang hadir dalam sistem perbankan di Indonesia dan berperan sebagai institusi yang menjamin simpanan. Program penjaminan simpanan ada untuk mencegah risiko terjadinya rush terhadap perbankan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan.
Dengan adanya LPS, masyarakat yang memiliki uang di bank tidak perlu khawatir apabila terjadi permasalahan pada bank tempat menyimpan uang tersebut karena simpanan tersebut tetap aman dijamin oleh LPS. Agar sebuah simpanan bisa termasuk layak bayar, ada tiga syarat kriteria yang harus di penuhi, yaitu 3T. T yang pertama adalah tercatat pada pembukuan bank. T yang kedua adalah tingkat bunga yang diterima tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS. T yang ketiga adalah tidak melakukan tindakan yang merugikan bank, misalnya melakukan perbuatan melanggar hukum yang merugikan atau membahayakan kelangsungan usaha bank. (Yoga)
MENYISIR CUAN SAHAM LIKUID
Peluang investor untuk mengoptimalkan portofolio lewat saham-saham likuid kian terbuka lebar. Apalagi, indeks LQ45 yang didominasi oleh saham-saham bluechips, diramal bakal melanjutkan apresiasi pada paruh kedua tahun ini, setelah mampu bertahan di zona hijau pada semester I/2023. Konstituen dari sektor konsumen, perbankan, dan otomotif dinilai bakal menjadi motor pendorong indeks yang berisi 45 saham paling likuid itu. Performa LQ45 yang menguat 0,91% sepanjang Januari-Juni 2023 mampu mengungguli indeks harga saham gabungan (IHSG) yang merosot 2,76% year-to-date ke level 6.661,88 pada akhir perdagangan Selasa (27/6). Kinerja LQ45 juga lebih moncer ketimbang IDX30 yang hanya naik tipis 0,64% pada semester I/2023. Jika ditelusuri, menghijaunya indeks LQ45 tak terlepas dari apresiasi harga saham konstituen berkapitalisasi jumbo, seperti BBRI naik 9,8%, ASII 18,9%, BBCA 7%, GOTO 20,9%, dan TLKM menguat 6,7% dibanding penutupan akhir 2022. Saat dimintai pendapat, Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas Roger MM mengatakan indeks LQ45 masih dapat mencatatkan pertumbuhan pada semester kedua ini. Menurutnya, beberapa hal yang menjadi indikator yaitu normalisasi harga komoditas dan pemilihan umum (pemilu). Sebab meskipun terjadi pelambatan, ujarnya, hajatan politik bisa menjaga momentum pemulihan ekonomi. Hal itu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi dapat mencapai 4,8%—4,9%. Adapun untuk semester II/2023, Mirae Sekuritas merekomendasikan sektor perbankan, konsumer, dan otomotif.
Di sektor otomotif contohnya, ASII dinilai prospektif sejalan dengan potensi kenaikan penjualan mobil. Pandangan senada disampaikan oleh CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo. “Prospek LQ45 pada semester 2/2023 diperkirakan kembali menguat meskipun relatif terbatas dengan dukungan saham-saham dari sektor perindustrian, keuangan, energi, infrastruktur, dan barang baku,” ujar Praska kepada Bisnis, Kamis (29/6). Tim Analis JP Morgan yang dipimpin oleh Henry Wibowo menyoroti sejumlah saham konstituen LQ45 sebagai saham yang potensial pada semester II/2023. Sektor perbankan mendapat peringkat overweight sejalan dengan proxy terhadap aliran modal asing, pertumbuhan kredit, dan perbaikan kualitas aset. Meski begitu, JP Morgan lebih selektif terhadap emiten bank dan memilih saham BMRI sebagai top pick. Di sektor barang konsumen, dua saham Grup Salim INDF dan ICBP menjadi unggulan. Sektor tersebut dinilai JP Morgan dapat manfaat signifikan dari belanja pemilu, kenaikan uang beredar, dan penurunan harga komoditas yang dapat memperlebar margin.
LIBUR PANJANG IDUL ADHA : TRANSPORTASI UMUM MENGGELIAT LAGI
Masyarakat Transportasi Indonesia menyatakan bisnis transportasi umum menggeliat lagi, terdorong periode libur panjang Iduladha 1444 Hijriah yang berbarengan musim liburan sekolah. Wakil Ketua Bidang Penguatan dan Pengembangan Kewilayahan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno mengatakan periode libur panjang kali ini memicu peningkatan perjalanan baik menggunakan moda transportasi umum maupun kendaraan pribadi. Libur nasional Hari Raya Iduladha pada tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan libur sekolah. Dengan infrastruktur pendukung moda transportasi yang makin baik, tegasnya, memberikan sentimen positif bagi perkembangan bisnis perjalanan. Djoko mencontohkan perjalanan Jakarta menuju Semarang, Jawa Tengah menggunakan kereta api kini hanya ditempuh 5 jam 15 menit dari sebelumnya di atas 6 jam. Biasanya, Djoko menambahkan libur sekolah yang berbarengan dengan libur keagamaan dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian ke objek wisata atau mengunjungi keluarga yang berjauhan. Djoko juga mengatakan kendaraan pribadi masih menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia selama masa libur sekolah. Dampak positif libur panjang juga dirasakan bisnis penerbangan. Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyatakan 20 bandara yang dikelola perseroan telah mencatat kenaikan pergerakan penumpang hingga 7% menjadi 1,3 juta orang selama 22–26 Juni 2023 dibandingkan dengan periode 15—19 Juni 2023. Dia memproyeksikan jumlah penumpang pesawat pada libur panjang Iduladha akhir pekan ini hingga 6 Juli 2023 mencapai 3,62 juta penumpang.
PENGEMBANGAN PANAS BUMI : KESEMPATAN KEDUA DARI WAY RATAI
Pengambilalihan pengelolaan wilayah kerja panas bumi Way Ratai oleh konsorsium Pertamina dan Chevron menjadi harapan baru dalam optimalisasi energi baru terbarukan di dalam negeri. Besarnya potensi yang ada di Way Ratai diyakini bisa menjadi salah satu jalan keluar untuk mempercepat transisi energi di dalam negeri. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) dan PT Jasa Daya Chevron atau Chevron Geothermal berhasil mengambil alih konsesi wilayah kerja panas bumi Way Ratai yang memiliki luas 70.710 hektare setelah ditinggalkan oleh konsorsium Enel Green Power SpA dan PT Optima Nusantara Energi 2 tahun lalu. Pengambilalihan konsesi Way Ratai jadi pembuka jalan untuk lebih banyak listrik hijau dari panas bumi masuk ke dalam sistem kelistrikan nasional, karena wilayah kerja tersebut diproyeksi memiliki potensi sebesar 100 megawatt (MW). Terlebih, PGEO dan Chevron Geothermal disebut-sebut bakal menyepakati tarif kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) senilai 7,59 sen dolar AS—9,87 sen dolar AS per kilowatt hour (kWh), lebih rendah dari yang diajukan oleh pemegang konsesi sebelumnya senilai 14,6 sen dolar AS per kWh. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, Way Ratai menjadi lelang wilayah kerja panas bumi pertama yang PPA-nya mengikuti rezim dan metode tarif dalam skema harga patokan tertinggi (HPT) dalam Perpres No. 112/2022. Menurut Dadan, Way Ratai menjadi angin segar bagi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di dalam negeri, karena listrik dari wilayah kerja geotermal tersebut belum masuk ke dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2021—2030.
Institute for Essential Services Reform (IESR) menilai hasil lelang Way Ratai sebagai babak baru dalam pengusahaan listrik geotermal yang sering kali terhalang oleh risiko eksplorasi dan tarif jual listrik dengan PLN beberapa tahun terakhir. Direktur Eksekutif IESR Fabby Tumiwa berpendapat, matriks harga yang disampaikan PLN di kisaran 7,59 sen dolar AS—9,87 sen dolar AS per kWh bakal menjadi ujian bagi pengembang dan implementasi rezim insentif baru Perpres No. 112/2022. Di sisi lain, hingga kini belum ada tren penurunan biaya pengembangan panas bumi, sehingga pengusahaan EBT itu terkesan jalan di tempat dari sisi peningkatan kapasitas produksi. Sementara itu, Direktur Utama PGEO Julfi Hadi mengatakan, konsorsiumnya bakal melakukan pengurusan sejumlah izin terkait untuk segera melakukan kegiatan eksplorasi. “Keputusan Kementerian ESDM menetapkan konsorsium Chevron-PGEO untuk mengembangkan WKP Way Ratai, mencerminkan kepercayaan pemerintah kepada kemampuan kami, dan menandai tonggak penting dari kelanjutan operasi Chevron di Indonesia,” kata Chevron Indonesia Country Manager Wahyu Budiarto lewat siaran pers. Di sisi lain, Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sempat meminta jaminan pembelian listrik panas bumi dari PLN. Pelaku usaha juga menagih dukungan insentif untuk menjaga keekonomian proyek panas bumi di dalam negeri yang berisiko tinggi.
PEMULIHAN PARIWISATA : JATIM BERSOLEK DESTINASI ALTERNATIF
Pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata di Jawa Timur didorong untuk terus berbenah dengan melakukan revitalisasi hingga pengembangan destinasi wisata baru di wilayah ini agar perekonomian pada sektor ini dapat bangkit lebih cepat.
Hal tersebut menyusul adanya pandangan bahwa pemulihan sektor pariwisata di wilayah ini belum mampu pulih secara optimal.Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jatim, Doddy Zulverdi mengatakan bahwa kondisi sektor pariwisata saat ini masih bergantung kepada kemampuan para pelaku sektor wisata yang sebelumnya sempat mati suri selama pandemi.“Pandemi Covid-19 memang sudah mereda, tetapi tentu saja ada dampak jangka panjang bagi pariwisata hingga saat ini. Mungkin infrastruktur yang tidak terpelihara, dan sudah tidak memadai. Jadi ini memang harus ada upaya ekstra dari pelaku usaha,” katanya kepada Bisnis, Rabu (28/6).
“Ketika permintaan pariwisata asing dan domestik itu meningkat, tapi kalau tidak diimbangi dengan perbaikan dan pemulihan, kinerja pariwisata itu akan turun lagi. Saat wisatawan datang, tapi infrastruktur tidak memadai, mereka akan kecewa,” katanya.Doddy mengatakan bahwa BI sendiri terus mendorong pelaku usaha wisata untuk melakukan kerja sama dengan perbankan, dan tentunya perlu mendapat dukungan dari pemerintah daerah dan pusat untuk merevitalisasi.
Sementara itu, Gubernur Jatim Khofi fah Indar Parawansa mengatakan, Jatim saat ini secara masif menumbuhkan destinasi wisata di setiap kabupaten/kota guna mendongkrak ekonomi daerah. Terlebih, banyak desa berlomba mengangkat potensinya melalui sektor wisata demi mempercepat dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.“Kreativitas dan inovasi dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berwisata ke Jatim harus dilakukan lewat berbagai cara. Salah satunya melalui digitalisasi teknologi, seperti web eastjava.travel, yakni virtual tour 360 derajat yang memudahkan dan menjadi daya tarik awal.”
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim Hudiyono menambahkan, Jatim saat ini juga lebih giat melakukan pembinaan kepada desa-desa wisata di Jatim yang dianggap cukup berpotensi tinggi menjadi daya tarik wisata, sekaligus menghasilkan devisa daerah.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









