;

AKSI KORPORASI : LUBER DIVIDEN EMITEN KONSUMER

Ekonomi Hairul Rizal 23 Jun 2023 Bisnis Indonesia
AKSI KORPORASI : LUBER DIVIDEN EMITEN KONSUMER

Emiten-emiten di sektor barang konsumer masih royal menebar dividen tahun buku 2022 kepada para pemegang sahamnya. Prospek margin laba yang lebih tebal pada 2023 membuka peluang peningkatan dividen. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (22/6), PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) memutuskan untuk membagikan dividen final dengan nilai Rp2,70 triliun untuk tahun buku 2022. Apabila ditambah dengan dividen interim, total dividen tahun buku 2022 yang dibagikan UNVR mencapai Rp5,34 triliun. Dengan total saham UNVR mencapai 38,15 miliar saham, maka dividen final per saham sebesar Rp71. Unilever telah membagikan dividen interim sebesar Rp69 per saham pada 15 Desember 2022 sehingga total dividen UNVR mencapai Rp140 per saham. Jumlah itu turun tipis dari dividen per saham tahun buku 2021 senilai Rp141. Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti mengatakan pangsa pasar UNVR cenderung tetap meningkat di tengah kontraksi pasar.   

Di sektor konsumer, PT Multi Bintang Indonesia Tbk. (MLBI), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI), dan PT Ultra­­jaya Milk Industry Tbk. (ULTJ) juga menebar dividen bernilai ratusan miliar rupiah. (Lihat infografis) Bahkan, ROTI mengalokasikan hampir seluruh laba bersih 2022 Rp430,22 miliar ditambah saldo laba ditahan yang belum ditentukan penggunaanya sebesar Rp177,47 miliar sebagai dividen. Alhasil dividen per saham ROTI untuk tahun buku 2022 mencapai Rp106,55. Pada Jumat (23/6), emiten konsumer Grup Salim juga mengagendakan RUPST untuk penetapan penggunaan laba bersih tahun buku 2022. Berdasarkan laporan keuangan 2022, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) meraih laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp6,35 triliun dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) mengantongi laba bersih Rp4,58 triliun. Putu Chantika Putri, analis Ciptadana Sekuritas Asia, mempertahankan peringkat overweight untuk sektor konsumer. Peringkat itu sejalan dengan ekspektasi menguatnya daya beli. Analis Buana Capital James Stanley Widjaja memberikan rekomendasi beli untuk CMRY dengan target harga Rp5.400 per saham dalam 12 bulan ke depan.

Tags :
#Dividen
Download Aplikasi Labirin :