Ekonomi
( 40789 )Asing Masih Doyan Kejar Multifinance Lokal
Industri pembiayaan dalam negeri terus memikat investor. Pasar yang semakin besar menjadikan investor berbondong-bondong masuk.
Terbaru, Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc. (MUFG Group) mengumumkan membeli 80,6% saham PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN) senilai Rp 7,04 triliun.
MUFG Group membeli saham milik PT Jayamandiri Gemasejati (JG Motor) bersama dengan sejumlah pemegang saham lain, melalui MUFG Bank, Ltd. (MUBK), sebanyak 70,6%. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), anak usaha MUFG juga, mengambil 10% saham.
Kepala Departemen Pengawas IKNB 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bambang W. Budiawan menilai, akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan asing menandakan iklim bisnis yang baik. Ia juga memberikan sinyal akuisisi oleh investor asing di industri multifinance bisa berlanjut.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyebut, akuisisi juga akan memperkuat struktur permodalan industri multifinance. Dengan begitu, pembiayaan bakal lebih semarak dan industri pun terus bertumbuh.
Chief Financial Officer
ADMF Sylvanus Gani menyebut, MUFG menganggap Indonesia pasar yang sangat penting, karena memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di Asia Tenggara. Dengan begitu, pasar Indonesia memiliki tingkat pertumbuhan yang tinggi di masa mendatang.
Sementara bagi Mandala Finance, akuisisi ini bakal menguatkan bisnisnya. Direktur Utama Mandala Finance Harryjanto Lasmana menyebut, transaksi ini bertujuan untuk mengakselerasi strategi pertumbuhan Mandala yang telah beroperasi selama 26 tahun, serta memperkuat posisi Mandala Finance sebagai salah satu perusahaan pembiayaan di Indonesia.
Menggotong Ekonomi Memacu Belanja
Pemerintah diminta terus mempercepat penyerapan anggaran belanja negara tahun ini. Sebab, belanja negara akan menjadi salah satu tumpuan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
Berbagai lembaga internasional meramal, ekonomi global pada tahun ini akan melemah. World Bank memperkirakan, ekonomi global 2023 hanya akan tumbuh 2,1%. Sementara International Monetary Fund (IMF) dan Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2,7%.
Melemahnya ekonomi global tentu akan berdampak terhadap perekonomian RI. Terutama, dari sisi ekspor yang merupakan salah satu kontributor produk domestik bruto (PDB).
Pemerintah harus menyiapkan strategi agar tekanan global tak berdampak signifikan terhadap ekonomi domestik. Caranya, memperkuat kontribusi domestik, berupa belanja pemerintah selain dari konsumsi rumah tangga.
Sebenarnya ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menggenjot belanja. Sebab, selama lima bulan berturut-turut di tahun ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selalu mencetak surplus. Dari data Kementerian Keuangan (Kemkeu), surplus APBN periode Januari-Mei 2023 mencapai Rp 204,3 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, realisasi belanja negara tersebut menandakan adanya percepatan penyerapan. Sebab, pada Januari hingga Mei tahun lalu, realisasi belanja justru terkontraksi 0,8% yoy.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Astera Primanto Bhakti menambahkan, biasanya siklus belanja negara akan meningkat tajam pada semester kedua, tepatnya pada Setember, Oktober dan November. "Jadi ini memang belum pada siklus yang menanjam tajam karena nanti akan menanjak tajam itu di semester kedua," kata Astera.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, persentase serapan belanja negara cenderung lebih tinggi dibandingkan serapan pada bulan-bulan sebelumnya. Namun, tidak sebesar laju penerimaan APBN. Oleh sebab itu, pemerintah perlu meningkatkan laju belanjanya, terutama pada awal tahun sehingga pertumbuhan ekonomi tidak hanya terfokus di paruh kedua tahun berjalan.
AKSELERASI PERFORMA PDRB : DAERAH JAGA STABILITAS INFLASI
Performa produk domestik regional bruto atau PDRB pada paruh kedua tahun ini masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Salah satunya adalah el nino yang diyakini akan mengganggu stabilitas inflasi di daerah.
Oleh karena itu, pemerintah daerah dan kantor perwakilan Bank Indonesia terus menggalakkan sejumlah upaya guna menjaga stabilitas inflasi pada paruh kedua tahun ini.Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) misalnya yang menjadikan ketersediaan pasokan pangan sebagai fokus utama pengendalian inflasi pada semester II/2023.Pasalnya, TPID Sulsel memandang bahwa kelompok makanan menjadi sektor yang paling berpengaruh besar terhadap pergerakan inflasi di wilayah ini.Selain itu, langkah ini sekaligus mitigasi guna meminimalisasi dampak el nino yang berisiko memberikan pengaruh kepada hasil panen pertanian provinsi ini.Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel (KPw BI Sulsel) Causa Iman Karana mengatakan bahwa pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) akan mulai memetakan daerah paling berisiko terdampak el nino, terutama daerah sentra pertanian seperti Kabupaten Sidrap, Pinrang, Soppeng, dan Enrekang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sulsel Ichsan Mustari mengatakan ada beberapa upaya strategis yang akan dilakukan pemerintah provinsi untuk mendukung terkendalinya inflasi dan peningkatan investasi. Langkah tersebut a.l mendorong proyek infrastruktur yang mampu memberi multiplier effect bagi perekonomian dan mendukung perwujudan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sulsel melalui percepatan pembentukan kawasan ekonomi khusus.
Sementara itu, dari Nusa Tenggara Barat (NTB), program pasar murah mulai menampakkan hasil yang tecermin dari melandainya inflasi di wilayah ini.Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemprov NTB, Abdul Aziz menjelaskan bahwa pasar murah yang dilakukan secara berkelanjutan dan terjadwal sangat efektif dalam mengintervensi harga komoditas di tingkat pengecer.
Liga 1 Menggerakkan Ekonomi Rp 9 Triliun, Sponsor Utama Kembali Dipegang BRI
JAKARTA-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menjadi sponsor utama perhelatan kompetisi sepakbola teratas di Indonesia, BRI Liga 1 musin 2023-2024. Hal ini disampaikan pada pers conference yang dihadiri oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amail, Direktur Utama BRI Sunarso, Direktur Utama PT LIB (liga Indonesia Baru) Ferry Paulus, dan Direktur Surya Citra Televisi Media (SCM) Harsiwi Achmad, di Jakarta (26/06). Dalam sambutannya, Zainudin Amail mengapresiasi atas support dan kepercayaan yang diberikan oleh BRI pada penyelenggaraan BRI 1 Liga musim 2023-2024 untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Pihaknya berharap BRI Liga 1 musim ini dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat dapat terhibur melihat kompetisi ini. Sementara itu, Sunarso mengungkapkan bahwa alasan utama BRI kembali menjadi sponsor untuk tiga tahun berturut-turut tak lepas dari misi perseroan untuk terus menciptakan economic value dan social value di tengah masyarakat. "BRI Liga 1 akan mulai lagi dan ini sangat penting. Jadi, Insya Allah kita jaga sepak bola Indonesia," kata Erick Thohir. (Yetede)
IMF Nilai Ekonomi RI Mampu Bangkit Pasca-Pandemi
JAKARTA,ID-Dana Moneter Internasional (IMF) menilai, Indonesia telah menunjukkan pemulihan ekonomi yang baik pasca pandemi melalui kinerja makroekonomi yang kuat, didukung penerapan kebijakan moneter dan fiskal secara hati-hati. Demikian hasil assesmen IMF atas perekonomian Indonesia dalam acara Article IV Consultation tahun 2023 yang dirilis pada Senin (26/06/2023). IMF menilai kebijakan forward looking dan sinergi telah berhasil membawa Indonesia menghadapi tantangan global pada 2022 dengan pertumbuhan yang sehat, tekanan inflasi yang menurun, dan sistem keuangan yang stabil. Berkaitan itu, Bank Indonesia (BI) menyambut baik hasil assesmen IMF tersebut. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin haryono menjelaskan, Dewan Direktur IMF menyampaikan apresiasi dan catatan positif terhadap berbagai kebijakan yang ditempuh otoritas Indonesia selama tahun 2022. Pertama, keberhasilan otoritas untuk kembali kepada batas maksimal defisit fiskal 3%, lebih cepat dari yang diperkirakan dan komitmen otoritas untuk menerapkan disiplin fiskal. Kedua, penerapan kebijakan moneter yang memadai untuk menjaga stabilitas harga. (Yetede)
Asing Kembali ke Pasar Saham
JAKARTA,ID-Pemodal asing diprediksi kembali ke pasar saham, setelah profit taking di pasar surat berharga negara (SBN). Hal ini bakal menjadi katalis kuat kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalangan analis menilai. profit taking asing di SBN kemungkinan terjadi pekan ini, setelah harga reli. Kemarin, yield surat utang negara (SUN) bertengger di level 6,28%, dibandingkan 3 Januari sebesar 7%. Sementara itu, indikasi kembalinya asing ke saham terlihat pada perdagangan di BEI, Senin (26/6/2023). Setelah net sell beruntun selama 14 hari, asing membukukan net but, kemarin, sebesar Rp113 miliar. Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan, pelaku pasar mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang akan tetap menjaga tingkat suku bunga acuan di level 5,57% dcapital inflow di Tanah Air, meskialam 3-6 bulan mendatang. Ini bisa memicunya terjadinya capital inflow di Tanah Air, meski ada potensi hembatan kekhawatiran pengetatan moneter dari The Fed atau bank sentrak lainnya. "Kita mengapresiasi langkah BI menetapkan suku bunga acuan pada level yang sama, sehubungan dengan inflasi Indonesia yang sudah beberapa ditarget atas BI, yakni 4%, berbeda dengannegara lain yang belum mencapai target," kata dia. (Yetede)
Perkuat Pembiayaan Otomotif, MMUFG Gelar Akuisisi Jumbo
JAKARTA,ID-MUFG Bank dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance/ADMF) mengumumkan, mereka telah mencapai kesepakatan dengan PT Jayamandiri Gemasejati (JG Motor) dan beberapa pemegang saham lainnya untuk pengambilalihan 80,6% saham PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance/MFIN). Transaksi ini disebut mencapai Rp 7,04 triliun. Penyelesaian pengambilalihan ini akan menghasilkan MUFG Bank menjadi pemegang saham terbesar di MFIN dengan memegang 70,6% saham dan ADMF akan memegang 70,6% saham dan ADMF akan memegang 10% saham. "MUFG Bank bersedia melaksanakan penawaran tender wajib, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, terhadap sisa 19,4% saham MFIN setelah selesainya pengambialihan 80,6% saham tersebut," tulis Adira Finance dalam rilisnya yang diterima Investor Daily, Senin (26/26/2023). Adapun akuisisi diharapkan selesai pada awal tahun 2024, dengan tunduk pada penerimaan persetujuan-persetujuan dari otoritas terkait. Dalam transaksi jual beli bersyarat ini, Greenhill$Co bertindak sebagai penasehat keuangan tunggal bagi JG Motor, pemilik Mandala Finance sebelumnya. (Yetede)
Pendataan Berulang Perkebunan Sawit
JAKARTA - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta pemilik perkebunan kelapa sawit melaporkan secara mandiri kondisi lahan perkebunan dan izin usaha yang dimiliki untuk membenahi masalah tumpang-tindih lahan perkebunan dengan kawasan hutan. Namun sejumlah pihak pesimistis upaya pendataan kali ini dapat memperbaiki tata kelola sawit.
Guru besar kebijakan kehutanan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor, Hariadi Kartodihardjo, menyatakan ragu akan skema pelaporan mandiri yang dipilih pemerintah. Dia juga mempertanyakan mekanisme verifikasi terhadap informasi yang disampaikan para pemilik kebun. "Kondisi di lapangan sering kali berbeda dengan laporan, baik dari sisi luasnya, jumlahnya, maupun konfliknya," kata dia saat dihubungi, kemarin.
Menurut Hariadi, tanpa data yang akurat, keputusan yang diambil pemerintah tidak akan bisa tepat sasaran. Dia juga mengkritik langkah pemerintah yang hanya menyasar perusahaan perkebunan. Hariadi menuturkan perlu juga ada evaluasi terhadap kinerja pemerintah sebagai penerbit izin. "Tata kelola pemerintah terkait dengan perizinan (sawit) seolah-olah baik-baik saja, padahal masalahnya justru pada pemberi izin." (Yetede)
Melambung Tak Wajar Menjelang Idul Adha
JAKARTA — Kenaikan harga daging ayam menjelang Idul Adha menjadi sorotan Presiden Joko Widodo. Dalam tinjauannya ke Pasar Palmerah, Jakarta, Jokowi mendapati harga 1 kilogram daging ayam mencapai Rp 50 ribu, dari biasanya Rp 30-32 ribu per kilogram. "Yang naik agak tinggi memang daging ayam," ujar dia selepas melakukan peninjauan, kemarin, 26 Juni 2023. Jokowi mengatakan akan mencari tahu penyebab melambungnya harga daging ayam tersebut. Beberapa dugaan penyebab meroketnya daging unggas itu antara lain menjelang hari raya keagamaan hingga dugaan adanya permasalahan di tingkat pasokan.
"Naiknya terlalu tinggi, dari Rp 30-32 ribu ke Rp 50 ribu. Biasa harga kalau ayam dan telur, biasa kan naik-turun lagi. Akan saya cek di lapangan nanti," katanya. Temuan Jokowi mengenai harga daging ayam tercatat lebih tinggi daripada harga rata-rata di tingkat pedagang eceran yang terekam dalam Panel Harga Badan Pangan Nasional. Kendati mencatat adanya kenaikan, panel tersebut menunjukkan harga daging ayam berada di kisaran Rp 38.230 per kilogram.Di samping daging ayam, panel tersebut mencatat sejumlah bahan pangan pokok yang kemarin mengalami lonjakan harga, antara lain beras, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit merah, telur ayam, tepung terigu, minyak goreng, dan jagung di tingkat peternak. (Yetede)
Penjualan Ikan Pindang Besek Mencapai Rp 16 Triliun Setahun
Pemindangan ikan skala mikro-kecil berperan mengurangi kemiskinan ekstrem. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Budi Sulistiyo, Sabtu (24/6/2023), mengatakan, penjualan pindang kemasan besek oleh usaha mikro-kecil secara nasional pada 2022 mencapai 14 miliar besek dengan harga jual Rp 4.000 per besek atau sekitar Rp 16 triliun. Pemindangan ikan juga ikut menggerakkan sektor-sektor usaha lain. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









