;
Kategori

Ekonomi

( 40512 )

Tiga Sektor Potensial Bakal Dongkrak Ekonomi Jalur Pansela Jawa

21 Jun 2023

JAKARTA,ID- Tiga sektor potensial di Jalur Pantai Selatan (Pansela) Jawa dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut, yakni pariwisata, perikanan, dan komoditas pertanian. Disamping, perlu ada pembangunan infrastruktur jalan tol untuk makin mempermudah akses menuju Jalur Pansela dari wilayah utara Jawa. Di Jalur Pansela Jawa yang menghubungkan Kabupaten Serang di Banten dan kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur dengan panjang sekitar 1.543,53 kilometer tersebut. Sektor pariwisata dinilai  sebagai sektor ekonomi yang paling potensial untuk dikembangkan. Sektor lainnya adalah perikanan, pertanian, perdagangan, industri perekonomian lokal, industri kreatif, serta UMKM, properti, maupun sektor jasa. Direktur Eksekutif  Indef Tauhid Ahmad menjelaskan, potensi utama di Jalur Pansela  itu adalah daerah potensial perikanan "Nelayan di daerah selatan ini belum terbangun ke arah menengah besar. Sebenarnya potensinya besar terutama di perikanan karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia," kata dia kepada Investor Daily, pekan lalu. (Yetede)

Literasi Keuangan sejak Dini di Sekolah

20 Jun 2023

Kepala Bidang Produk dan Solusi Visa Indonesia Dessy Masri mengatakan, negara maju di dunia telah mengakomodasi perangkat yang lebih luas untuk transaksi nirkontak. Seperti telepon seluler pintar, jam pintar, tablet, laptop, dan alat elektronik lainnya. ”Di Indonesia juga sudah ada sistem nirkontak, tetapi hanya bisa menggunakan kartu. Pengembangan agar nirkontak dapat digunakan pada perangkat lain masih terkendala,” ujarnya dalam diskusi secara daring bertajuk ”Memasuki Era Virtual Banking di Indonesia”, di Jakarta, Senin (19/6). Sejak awal, mandatori penerapan pembayaran  nirkontak di Indonesia cenderung lambat dibandingkan dengan negara lain. Hal itu menyebabkan transisi masyarakat dari kartu debit/kredit biasa menjadi kartu berfitur.

Kepala Pusat Inovasi dan Ekonomi Digital Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menuturkan, perkembangan teknologi yang pesat akan mempercepat peralihan masyarakat ke sistem pembayaran digital. Perkembangan sistem pembayaran, perlu diiringi literasi keuangan yang baik di masyarakat. Menurut data OJK pada 2022, Indeks Literasi Keuangan Indonesia hanya 49,68 %, sedangkan Indeks Inklusi Keuangan 85,1 %. ”Jarak yang terbentang antara literasi dan penggunaan ini berbahaya. Masyarakat dapat terjebak dalam penipuan dan kejahatan lainnya,” katanya. Untuk meningkatkan literasi keuangan, perlu kolaborasi OJK dengan institusi pendidikan dan perbankan. (Yoga)


Potong Gaji Sasar Sektor Keuangan di China

20 Jun 2023

Pekerja di sektor keuangan China menjadi target pemotongan gaji dan tunjangan. Perusahaan CITIC Securities, misalnya, awal Juni ini memotong gaji pokok karyawan hingga 15 persen. Langkah ini menyusul kebijakan Presiden China Xi Jinping untuk mengurangi ketimpangan. Pekerja di sektor keuangan merupakan salah satu kelompok pekerja dengan bayaran tertinggi di China. (Yoga)

Mimpi Swasembada Daging

20 Jun 2023

Sejak diprogramkan tahun 2000, sudah 23 tahun mimpi swasembada daging sapi tidak kunjung terwujud. Dukungan kebijakan presiden diperlukan. Laporan komprehensif harian Kompas dan Kompas.id, yang dipublikasikan Senin (19/6) menunjukkan akar masalahnya berada pada kesejahteraan peternak sapi rakyat sehingga minat beternak sapi menurun. Akibatnya, pilihan kebijakan pemerintah beralih pada mengimpor daging sapi dan kerbau yang lebih murah dari India dan Brasil. Sekarang bahkan mulai ada upaya mengimpor sapi hidup dari Brasil meskipun masih terkendala perizinan. Indikator menurunnya minat beternak sapi, terlihat dari data Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan 2022, dimana pelaku usaha peternakan sapi potong turun dari 5.078.979 rumah tangga pada 2013 menjadi 4.642.186 rumah tangga pada 2018.

Menurunnya jumlah peternak sapi terjadi karena rata-rata kesejahteraan mereka masih rendah, terlihat dari tren nilai tukar peternak yang menurun pada periode 2019-2021. Nilai tukar peternak pada periode itu di bawah angka 100, yang bermakna peternak kurang sejahtera, karena skala ekonomi peternakan sapi rakyat yang masih kecil. Peternak rakyat rata-rata memiliki tiga-empat sapi saja. Padahal, sedikitnya setiap  kepala keluarga peternak perlu memiliki 20 sapi atau lebih agar lebih menguntungkan. Kita berharap presiden terpilih hasil Pemilu 2024, menjadikan peternakan sapi sebagai proyek strategis nasional yang menyejahterakan rakyat, khususnya peternak. (Yoga)


PERTUMBUHAN EKONOMI, Sukses dan Gagal Argentina

20 Jun 2023

Argentina bisa dibilang sebagai negara yang gagal mengelola ekonominya dengan baik. Seusai pandemi Covid-19, saat ekonomi negara-negara lain mulai pulih dan bangkit kembali, ekonomi Argentina tetap terpuruk. Berdasar data IMF, pertumbuhan ekonomi Argentina selama triwulan I-2023 hanya 0,2 %. Inflasinya melambung tinggi hingga 108,8 %, menjadikan Argentina sebagai salah satu negara dengan inflasi tertinggi di dunia. Argentina juga masuk dalam kelompok negara yang mengalami  stagflasi, yakni pertumbuhan ekonominya stagnan, tetapi inflasinya sangat tinggi. Ketergantungan yang tinggi terhadap minyak dan kegagalan otoritas moneter mengelola likuiditas yang melimpah merupakan sejumlah faktor yang membuat ekonomi Argentina terjerembab.

Berbeda dengan di sepak bola, di sektor ekonomi, Indonesia saat ini jelas lebih baik dibandingkan dengan Argentina. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama tahun ini 5,03 %, dengan inflasi hanya 4,97 %. Indonesia bisa belajar dari kegagalan Argentina keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Pada dekade 80 dan 90, Argentina digadang-gadang bakal menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia. Argentina saat itu memiliki bonus demografi dengan jumlah penduduk produktif lebih besar ketimbang non-produktif. Namun, 2-3 dekade berselang, Argentina tak kunjung lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah. Argentina gagal memanfaatkan bonus demografi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi tinggi. (Yoga)


KEK Mandalika Perlu Diisi Agenda Rutin

20 Jun 2023

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S Uno mengatakan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika perlu diisi agenda rutin secara kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri. ”Kami berupaya agar, paling tidak, setiap bulan ada event internasional dan setiap minggu terdapat event regional sehingga KEK Mandalika tidak pernah sepi,” ujar Sandiaga, Senin (19/6/2023). (Yoga)

Kewajiban Neto Investasi Internasional RI Naik

20 Jun 2023

Pada triwulan I-2023, Posisi Investasi Internasional Indonesia mencatat kewajiban neto 255,3 miliar dollar AS, meningkat ketimbang akhir triwulan IV-2022 yang sebesar 252,7 miliar dollar AS. Peningkatan tersebut berasal dari kenaikan Kewajiban Finansial Luar Negeri. Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Senin (19/6/2023). (Yoga)

Kereta Cepat Jelang Tenggat

20 Jun 2023

JAKARTA,ID-Kabar kurang sedap menerpa proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Proyek prestisius ini disebut-sebut kembali  mundur beroperasi dari rencana Agustus 2023 ke Januari 2024. Tapi pemerintah tegas membantah. Berarti KCJB bakal tetap beroperasi sesuai jadwal. Kabar mundurnya pengoperasian proyek KCJB secara teknis belum layak diluncurkan. Karena alasan itulah, peluncuran KCJB bakal diundur dari jadwal pertengahan Agustus tahun ini, ke awal tahun depan. Isu mundurnya jadwal pengoperasian KCJB terungkap dalam dokumen internal bertajuk Laporan Progres Update tanggal 14 Mei 2023. Berdasarkan laporan itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menolak rencana PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC) memulai operasi KCJB secara komersial pada 18 Agustus 2023. Kemenhub bersama Mott Macdonalds, Pwc, dan Umbra selaku konsultan proyek tersebut, sebagaimana diwartakan Reuters, baru-baru ini, menyarankan agar KCJB beroperasi komersial secara penuh mulai Januari 2024 alias mundur lima bulan dari target. (Yetede)

Pencatatan Perdana EBAS-SP BSI Gebrakan Baru Tumbuhkan Ekonomi Syariah

20 Jun 2023

JAKARTA,ID-Efek Beragun Asset syariah (EBAS) yang pertama di Indonesia, yakni EBAS-SP SMF-BRIS01 hasil kerja sama antara PT Bank Syariah Indonesia Tbk (IDX:BRIS) dan PT sarana Multigriya Finansial (SMF) telah resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia Hadirnya EBAS dengan skema Surat partisipasi ini menjadi gebrakan baru dalam investasi syariah  dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di negara berpenduduk muslim terbesar di dunia. Wapres Ma'ruf Amin dalam sambutannya mengatakan kehadiran  EBAS-SP SMF-BRIS01 ini diharapkan bermanfaat  untuk kemaslahatan umat secara keseluruhan, karena dapat menjadi pilihan instrumen investasi syariah baru bagi masyarakat selain saham, sukuk, dan reksadana. "Semoga kehadiran EBAS-SP SMF-BRI01 yang menjadi produk terbaru sekaligus yang pertama  di Indonesia ini dapat memberikan multiplier effect yang positif terhadap perekonomian dan keuangan syariah di Tanah Air. Selain itu mendukung langkah Pemerintah dalam pengembangan industri halal, di mana BSI diharapkan  terus menjadi lokomotif yang mendorong kemajuan bagi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia," ujar Wapres Ma'ruf Amin. (Yetede)

Giliran Goldman Sachs Pangkas Proyeksi Pertumbuhan RRT

20 Jun 2023

SINGAPURA,ID-Para analis dari Goldman Sachs memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dengan alasan tingkat  kepercayaan yang masih lemah. Pasar properti yang masih diliputi ketidakpastian juga dipandang sebagai faktor penghambat lebih kuat dari yang diperkirakan. Bank investasi asal Amerika Serikat itu menurunkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil Tiongkok untuk sepanjang tahun ini dari 6% menjadi 5,4%, Menurut catatan yang dirilis pada Minggu (18/06/2023) Goldman Sachs juga menurunkan proyeksi pertumbuhan 2024 dari 4,6% menjadi 4,5%. "Tidak ada pembukaan kembali (ekonomi pascapandemi) yang lajunya melambat secepat di Tiongkok. Kami perkirakan hambatan  terhadap pertumbuhan  terus berlanjut sementara para pembuat kebijakan terkendala  oleh pertimbangan-pertimbangan ekonomi dan politik  dalam menggelontorkan stimulus yang memedai," kata para analis Goldman, yang dikepalai oleh ekonom Hui Shan, yang dilansir Reuters pada Senin (19/06/2023). Revisi terbaru dari Goldman Sachs tersebut menyusul laporan USB, Bank of Amerika (BOFA), dan JPMorgan  yang juga telah menurunkan  perkiraan PDB Tiongkok setahun penuh. (Yetede)