Motor Listrik Disubsidi, Motor Fosil Mendaki
Jauh panggang dari api. Begitulah realisasi kebijakan subsidi pembelian motor listrik. Sejak program itu bergulir pada 20 Maret, penjualan motor listrik dengan skema subsidi masih sangat mini.
Mengutip data Sistem Informasi Pemberian Bantuan Pembelian Kendaraan Listrik Roda Dua (Sisapira), realisasi subsidi motor listrik selama tiga bulan baru 800 unit saja. Angka itu jauh dari target pemerintah untuk sepeda motor listrik penerima subsidi di tahun ini, yaitu 200.000 unit.
Dari kacamata produsen motor listrik, ada banyak alasan mengapa penjualan motor listrik bersubsidi masih minim. Salah satunya adalah kategori masyarakat penerima subsidi yang begitu sempit.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mengusulkan, penerima subsidi motor listrik diperluas. "Sejak (berlaku) 20 Maret, peningkatan kendaraan listrik dengan skema bantuan memang kami rasa belum cukup," ujar Sekjen Aismoli, Hanggoro Ananta Khrisna, Rabu (21/6).
Mengingat masih banyak perintang, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) bersama beberapa asosiasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) menggelar pertemuan guna mengevaluasi program subsidi tersebut pada Rabu (21/6).
Kepala Staf Presiden sekaligus Ketua Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Moeldoko, yang turut hadir dalam pertemuan itu mengakui, program subsidi motor listrik belum maksimal. "Perlu ditinjau ulang. Apakah sosialisasinya yang kurang atau persyaratan ribet," kata Moeldoko
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023