;
Kategori

Teknologi

( 1193 )

Mesin Cuci Ponsel Ilegal

04 Aug 2023

SINDIKAT kejahatan akan selalu menemukan cara baru menjalankan aksinya. Kasus pendaftaran 191 ribu international mobile equipment identity (IMEI) ilegal yang terungkap baru-baru ini membuktikannya. Maka pemerintah semestinya berfokus meningkatkan upaya untuk menangkal potensi tindak kejahatan ketimbang memblokir semua perangkat telepon seluler dengan IMEI ilegal tersebut. Selain tak mengatasi akar masalah, pemblokiran justru akan merugikan konsumen yang sebetulnya menjadi korban dalam kasus ini.

Kasus pendaftaran 191 ribu IMEI ilegal terungkap pada akhir Juli lalu. Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan enam tersangka. Empat tersangka adalah pemasok perangkat elektronik ilegal. Sedangkan dua lainnya aparatur sipil negara (ASN), masing-masing pegawai Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Jika dicermati, modus komplotan ini sederhana. Dibantu dua ASN, pemasok telepon seluler ilegal mendaftarkan 191 ribu IMEI bodong pada Centralized Equipment Identity Register (CEIR) pada 10-20 Oktober 2022. Pusat pengolahan informasi IMEI ini memang dikelola bersama oleh Kementerian Perindustrian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Keuangan, serta operator telepon seluler. Dengan IMEI bodong yang terdaftar di CEIR, ratusan ribu perangkat telepon seluler ilegal disulap menjadi produk legal. (Yetede)

Transisi Bersyarat Kartu Penduduk Digital

04 Aug 2023

JAKARTA – Muhammad Sujamal mendapat undangan di grup WhatsApp rukun tetangganya untuk membuat data kependudukan secara kolektif pada awal Juni lalu. "Bilangnya, mau bikin KTP digital," kata Sujamal, Kamis, 3 Agustus 2023. Warga Meruya Ilir, Jakarta Barat, itu sempat menanyakan ke ketua RT-nya soal KTP digital, tapi tak mendapat jawaban yang memuaskan. "Karena warga lain pada mendaftar di grup WA, saya ikutan juga," ujar Sujamal, 42 tahun. Pembuatan KTP digital secara kolektif itu berlangsung di rumah ketua RT. Pemandunya adalah empat petugas Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jakarta Barat. Semua warga yang datang diminta mengunduh aplikasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dari Google Play dan App Store—layanan distribusi digital yang dikembangkan oleh Google. Saat itulah, Sujamal baru tahu soal IKD. Tapi, apa gunanya, tetap belum jelas. "Petugas Dukcapil cuma bilang, kalau nanti ada keperluan dokumen, bisa tinggal tunjukkan data dari HP. Enggak perlu bawa KTP," kata dia. Pembuatan akun Identitas Kependudukan Digital itu berlangsung kurang dari lima menit. Warga hanya perlu e-mail aktif yang nanti mendapat kode verifikasi dari aplikasi tersebut. Namun, kata Sujamal, pendaftaran itu tidak dapat berlangsung secara mandiri. "Butuh semacam nomor registrasi yang dikeluarkan petugas dukcapil dari laptop mereka," ujarnya. (Yetede)

Strategi Agar Data Digital Kependudukan Aman

04 Aug 2023

JAKARTA – Pemerintah berfokus meningkatkan kemampuan sistem infrastruktur dan aplikasi guna memastikan keamanan data program Identitas Kependudukan Digital (IKD). Sebagai program satu data nasional, keamanan data menjadi hal penting dan perlu secara cermat penanganannya guna menghindari terjadinya kebocoran. “Jangan sampai data jebol duluan. Kami akan terus menguatkan infrastruktur pengamanan sambil secara bertahap mensosialisasi aktivasi program IKD,” ujar Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Teguh Setyabudi, saat dihubungi pada Kamis, 3 Agustus 2023. Data penduduk amat penting dan harus dikelola secara baik. Alih-alih mengejar target aktivasi IKD sebanyak 25 persen di tiap daerah, Teguh menegaskan, lembaganya saat ini difokuskan untuk menguatkan infrastruktur dan aspek keamanan. Infrastruktur yang dimaksudkan adalah penguatan keamanan aplikasi IKD dan kesiapan mal pelayanan publik digital. IKD dan mal pelayanan publik digital diharapkan bisa bersinergi dengan baik. Dengan begitu, menurut dia, dalam mengurus dokumen kependudukan, masyarakat cukup memanfaatkan layanan aplikasi IKD. (Yetede)

Sinyal Kuat Emiten Telekomunikasi

01 Aug 2023

Kinerja emiten telekomunikasi pada separuh pertama tahun ini cukup beragam. Kendati laba bersih masih turun, pemulihan sektor ini ini mulai terlihat  dari kinerja operasional yang kompak menguat. PT XL Axiata Tbk (EXCL) misalnya, berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 15,76 triliun per Juni 2023. Nilai itu naik 12% secara tahunan atau year on year (yoy). Meski tak setinggi EXCL, pendapatan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga tumbuh 2,08% yoy menjadi Rp 73,47 triliun. Sedangkan pendapatan PT Indosat Tbk (ISAT) naik 9,54% yoy menjadi Rp 24,67 triliun dari Rp 22,52 triliun pada semester I-2022. Kinerja pendapatan ini salah satunya didorong oleh peningkatan average revenue per user atau ARPU. Presiden Direktur EXCL, Dian Siswarini mengatakan, industri telekomunikasi pada semester I-2023 sudah kembali pulih seperti pra-pandemi. Meskipun pendapatannya sudah naik 12% di semester I-2023, EXCL masih mempertahankan target pendapatan high single digit, di kisaran 6%-10% hingga akhir 2023. Research Analyst NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi menilai, potensi peningkatan konsumsi data diharapkan bisa meningkatkan ARPU emiten telekomunikasi. Tak hanya itu, layanan fixed mobile convergence (FMC) juga bakal jadi mesim baru sektor ini. Analis Panin Sekuritas, Aqil Triyadi juga menilai, layanan FMC bakal memperkuat margin pemain telekomunikasi. Aqil menyarankan beli TLKM dan EXCL. dengan target masing-masing Rp 4.800 dan Rp 2.730. Lalu, Leonardo merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 5.000.

PROSPEK BISNIS SEMESTER II/2023 : ADU KUAT ‘SINYAL’ EMITEN TELEKOMUNIKASI

01 Aug 2023

Pemain industri telekomunikasi bakal memasuki periode menantang pada semester II/2023. Namun, sejumlah emiten tetap menyiapkan strategi ekspansif untuk memperkuat performa bisnis yang sempat tertekan pada awal tahun ini. Dari sejumlah emiten telekomunikasi yang merilis kinerjanya sepanjang 6 bulan pertama tahun ini, perolehan pendapatan masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik. Namun, laju laba bersih cenderung kontraksi, bahkan ada yang mencetak rugi.PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Smarfren Telecom Tbk. (FREN) kompak membukukan pendapatan.Pendapatan EXCL naik paling tinggi sebesar 12,01% year-on-year (YoY) dari Rp14,07 triliun pada semester I/2022 menjadi Rp15,76 triliun pada 6 bulan pertama 2023. Di belakang EXCL, ISAT mengantongi pendapatan Rp24,67 triliun atau naik 9,54% secara tahunan. Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa kendati pendapatan XL Axiata atau EXCL tumbuh hingga 12% atau double digit pada semester I/2023, perseroan tetap mempertahankan target pertumbuhan high single digit pada akhir tahun. “Beberapa analis mengatakan semester II/2023 agak lebih soft market kita,” kata Dian, Senin (31/7).Menurut Dian, pada semester I/2023 dari sisi telekomunikasi cukup menggembirakan, karena semua operator mengalami pertumbuhan pendapatan. Artinya, ujar Dian, industri telekomunikasi kembali tumbuh seperti saat sebelum pandemi. Terpisah, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan performa pendapatan selama paruh pertama 2023 mengantarkan EBITDA perusahaan ke Rp11,38 triliun atau tumbuh 24% YoY. Dia mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi. Sementara itu, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan kinerja pendapatan perseroan pada paruh pertama 2023 tak lepas dari stategi utama Five Bold Moves. Telkom juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan infrastruktur.Dari sudut pandang lain, analis Aldiracita Sekuritas Selvi Ocktaviani mengharapkan inisiatif FMC dapat mendorong performa TLKM pada semester II/2023. Pada 2023, TLKM diestimasi meraih pendapatan Rp150,35 triliun dan laba bersih Rp25,28 triliun. Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp4.200 per saham.

Dugaan Pelanggaran Data Pribadi oleh ChatGPT

31 Jul 2023

ChatGPT telah menggemparkan dunia. Dalam waktu dua bulan setelah dirilis, aplikasi ini telah mencapai 100 juta pengguna aktif, yang menjadikannya aplikasi konsumen dengan pertumbuhan tercepat yang pernah diluncurkan. Para pengguna tertarik dengan kemampuan canggih alat ini—dan khawatir dengan potensinya yang dapat menyebabkan gangguan di berbagai sektor. Implikasi yang jarang dibicarakan adalah risiko privasi yang ditimbulkan oleh ChatGPT terhadap kita semua. Baru-baru ini, Google meluncurkan artificial intelligence (AI) percakapannya sendiri yang disebut Bard, dan yang lainnya pasti akan menyusul. Perusahaan-perusahaan teknologi yang bekerja pada bidang AI telah memasuki perlombaan superioritas ini. Masalahnya, hal ini didorong oleh data pribadi kita. Ada 300 miliar kata. Berapa banyak yang milik kamu? ChatGPT didukung oleh model bahasa besar yang membutuhkan data dalam jumlah besar agar dapat berfungsi dan berkembang. Semakin banyak data yang dilatih, semakin baik model ini dalam mendeteksi pola, mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya, dan menghasilkan teks yang masuk akal. OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, memberi alat ini sekitar 300 miliar kata yang diambil secara sistematis dari Internet: buku, artikel, situs web, dan unggahan, termasuk informasi pribadi yang diperoleh tanpa persetujuan. (Yetede)

UMKM, Tuan Rumah di Negeri Sendiri

28 Jul 2023

Dibalik karya UMKM ada ide, kreativitas, dan upaya keras mewujudkannya. Nilainya tak terhingga sehingga pantas menjadi tuan rumah di negeri sendiri. UMKM di Indonesia telah menjalani berbagai babak dalam dunia usaha dan situasi perekonomian, awalnya UMKM membuat barang dan menjualnya secara luring. Saat ekonomi digital berkembang, sebagian UMKM masuk ke platform digital dan menjual barang secara daring, baik secara langsung maupun bergabung dengan lokapasar. Produksi UMKM kian berkembang, menggunakan bahan baku lokal dan ada yang impor. Pada masa pandemi Covid-19, ada UMKM yang bertahan, ada pula yang kalah dan mati. Pada 2019 terdapat 65,46 juta UMKM di Indonesia, meningkat dari 2013 di 57,9 juta UMKM. Tenaga kerja yang terlibat dalam UMKM pada 2019 sebanyak 119,56 juta orang, meningkat dari 114,1 juta orang pada 2013. Kontribusi UMKM terhadap PDB pada 2019 sebesar 60,51 % dan kontribusi terhadap ekspor nonmigas 15,65 %.

Tapi, UMKM menghadap beragam persoalan, termasuk gempuran produk impor yang diperoleh konsumen dengan mudah dan murah. Terbaru, muncul kekhawatiran Tiktok akan menerapkan inisiatif Proyek S (Project S) di Indonesia. Mengutip Financial Times, 21 Juni 2023, bisnis ini memungkinkan ByteDance, perusahaan induk Tiktok, menjual produk mereka langsung kepada  konsumen untuk menyaingi penjual ritel daring, seperti Shein dan Amazon. Di Inggris, Proyek S digulirkan melalui fitur baru Trendy Beat. Tiktok membantah dugaan dan kecurigaan perihal inisiatif Proyek S akan diterapkan di Indonesia. Ditegaskan juga, sejak beroperasi di Indonesia dua tahun lalu, Tiktok tidak berniat menerapkan proyek yang membuka perdagangan barang impor untuk Indonesia (Kompas, 27/7). Pernyataan dan penegasan Tiktok itu melegakan. Sebab, shoppertainment menjadi peluang baru bagi UMKM dalam menawarkan produk dan menjangkau pembeli lebih luas melalui konten interaktif dan menghibur agar UMKM menjadi tuan rumah di negeri sendiri. (Yoga)


Bisnis FMC Telkomsel Janjikan Ragam Manfaat kepada Pelanggan

28 Jul 2023

JAKARTA,ID-Keputusan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk menginterogasikan layanan bisnis seluler dan kabel serat optik (fixed mobile convergence/FMC) ke anak usahanya, PT Telkomsel, makin memperkuat layanan kabel IndiHome. Terkini, Telkomsel telah meluncurkan Telkomsel One yang merupakan produk layanan FMC pertamanya. "Jadi, jangan salah paham. Integrasi layanan bisnis IndiHome ke Telkomsel justru membuat membuat banyak pilihan paket langanan bagi pelanggan, baik seluler dan fixed broadhand (kabel). IndiHome tetap indiHome, masih tetap ada," tegas Vice President Home Broadhand and FMC Marketing Telkomsel Dedi Suherman, dalam Media Update Telkomsel di Bali, Rabu (26/7/2023). Dia menjelaskan, produk Telkomsel One yang diluncurkan  Jumat (21/7/2021) pekan lalu makin memperkuat posisi layanan IndiHome. Layanan IndiHome pun menjadi bagian  dari berbagai pilihan paket ungulan Telkomsel yang costumer centric sesuai kebutuhan pelanggan. Dalam telkomsel One, terdapat paket Complete yang mencakup layanan IndiHome, Orbit, dan Kouta Keluarga (paket mobile). Kemudian, Paket Dynamic yang mencakup layanan IndiHome dan Kuota Keluarga.(Yetede)

PERDAGANGAN ELEKTRONIK : PEMERINTAH DIMINTA ATUR SOCIAL COMMERCE

25 Jul 2023

Pemerintah didesak mengatur lebih ketat penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik, seiring dengan perkembangan pesat TikTok Shop di Indonesia yang mengancam UMKM dengan serbuan produk impor. Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda membeberkan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 50/2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik masih longgar. Padahal, aktivitas transaksi melalui social commerce seperti TikTok Shop per April 2022 mencapai 99 juta pengguna, berada di posisi kedua setelah Amerika Serikat sebagai pengguna TikTok terbanyak di dunia mencapai 136,4 juta orang. Social commerce adalah proses jual beli barang dan layanan secara langsung melalui media sosial. Menurutnya, pemerintah perlu menyempurnakan definisi dari penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE). Selama ini, lanjutnya, social commerce seperti TikTok Shop bebas dari peraturan tersebut karena dianggap bukan untuk transaksi perdagangan, melainkan komunikasi secara umum. Adapun, dalih TikTok dan platform media sosial lainnya mengeklaim hanya sebagai penyelenggara komunikasi people to people (P2P). Bukan hanya TikTok, dia menyatakan platform percakapan dan pesan singkat terdahulu, seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dan Kaskus juga marak dengan aktivitas niaga antarpenggunanya. Di sisi lain, pengendalian barang impor di dalam social commerce dan e-commerce juga perlu ditekankan dalam Permendag No. 50/2020. Musababnya, ada korelasi antara peningkatan aktivitas belanja online dan impor barang konsumsi. Nailul menyebut bahwa 74% produk yang dijual di platform digital masih berasal dari impor. Bahkan, pada 2021 peningkatan impor barang konsumsi mencapai 20% dibandingkan dengan 2020. Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim menyampaikan, revisi Permendag No.50/2020 tengah menunggu harmonisasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Blue Bird Kaji Pemanfaatan AI dan Swakemudi

25 Jul 2023

Perusahaan taksi PT Blue Bird Tbk mengkaji pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan mobil swakemudi dalam layanannya. Wakil Direktur Teknik dan Pemeliharaan Blue Bird Astu Rahino Adi di Jakarta, Senin (24/7/2023), mengatakan, opsi itu jadi bagian rencana jangka panjang Blue Bird. ”Arahnya ke sana. Namun, pertimbangannya infrastruktur dan sumber daya manusia yang ada,” ujarnya. (Yoga)