PROSPEK BISNIS SEMESTER II/2023 : ADU KUAT ‘SINYAL’ EMITEN TELEKOMUNIKASI
Pemain industri telekomunikasi bakal memasuki periode menantang pada semester II/2023. Namun, sejumlah emiten tetap menyiapkan strategi ekspansif untuk memperkuat performa bisnis yang sempat tertekan pada awal tahun ini.
Dari sejumlah emiten telekomunikasi yang merilis kinerjanya sepanjang 6 bulan pertama tahun ini, perolehan pendapatan masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik. Namun, laju laba bersih cenderung kontraksi, bahkan ada yang mencetak rugi.PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Smarfren Telecom Tbk. (FREN) kompak membukukan pendapatan.Pendapatan EXCL naik paling tinggi sebesar 12,01% year-on-year (YoY) dari Rp14,07 triliun pada semester I/2022 menjadi Rp15,76 triliun pada 6 bulan pertama 2023. Di belakang EXCL, ISAT mengantongi pendapatan Rp24,67 triliun atau naik 9,54% secara tahunan.
Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa kendati pendapatan XL Axiata atau EXCL tumbuh hingga 12% atau double digit pada semester I/2023, perseroan tetap mempertahankan target pertumbuhan high single digit pada akhir tahun.
“Beberapa analis mengatakan semester II/2023 agak lebih soft market kita,” kata Dian, Senin (31/7).Menurut Dian, pada semester I/2023 dari sisi telekomunikasi cukup menggembirakan, karena semua operator mengalami pertumbuhan pendapatan. Artinya, ujar Dian, industri telekomunikasi kembali tumbuh seperti saat sebelum pandemi.
Terpisah, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan performa pendapatan selama paruh pertama 2023 mengantarkan EBITDA perusahaan ke Rp11,38 triliun atau tumbuh 24% YoY. Dia mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan kinerja pendapatan perseroan pada paruh pertama 2023 tak lepas dari stategi utama Five Bold Moves. Telkom juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan infrastruktur.Dari sudut pandang lain, analis Aldiracita Sekuritas Selvi Ocktaviani mengharapkan inisiatif FMC dapat mendorong performa TLKM pada semester II/2023. Pada 2023, TLKM diestimasi meraih pendapatan Rp150,35 triliun dan laba bersih Rp25,28 triliun. Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp4.200 per saham.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Batu Sandungan Agenda Penghematan XLSmart
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023