Politik dan Birokrasi
( 6583 )Perang Dagang AS-Cina Bawa Berkah
ICW Soroti UU BUMN dan Aturan Pembentuk Danantara Belum Tersedia untuk Publik
Kurang Transparannya Pemangkasan Anggaran Pemerintah
Kebijakan efisiensi anggaran yang diinstruksikan Presiden Prabowo dengan total Rp 308 triliun telah rampung dilakukan. Namun, belum jelas bagaimana tindak lanjut kebijakan itu, terutama terkait program apa saja yang akan mendapat realokasi anggaran dari hasil pemangkasan. Proses penyisiran dan pemangkasan anggaran di seluruh kementerian dan lembaga (K/L) selesai dibahas pemerintah dan DPR pada 14 Februari 2025 atau dua pekan lalu. Total anggaran yang dipangkas, sesuai pernyataan Presiden Prabowo pada acara HUT Partai Gerindra, adalah Rp 308 triliun. Tapi, sampai saat ini, pemerintah belum memberi penjelasan resmi dan komprehensif mengenai tindak lanjut kebijakan itu.
Peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Riandy Laksono menyoroti beberapa hal yang tidak dijelaskan pemerintah secara jujur dan transparan. Pertama, pemanfaatan hasil pemangkasan anggaran alias program apa saja yang akan diberikan tambahan anggaran dari hasil efisiensi. Kedua, seperti apa sebenarnya hitung-hitungan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran itu terhadap roda perekonomian. ”Setelah efisiensi, dialihkan ke mana? Pemerintah tidak transparan dalam menunjukkan buktinya. Sekarang semua ’buta’ dan hanya klaim-klaim saja yang beredar di pemerintah,” kata Riandy dalam diskusi ”Efisiensi Anggaran dan Pembentukan Danantara: Peluang Ekonomi atau TantanganFiskal” di Jakarta, Selasa (25/2). (Yoga)
Dampak Lahirnya Danantara: Ekonomi Dihimpit Beban Berat
Pastikan Hanya Sementara Waktu Saja
Beban Anggaran Baru Desain Ulang Gedung di IKN
Menperin Terima Investasi Apple Senilai US$ 160 Juta
Apple Tetap Enggan Bangun Pabrik di Indonesia
Apple Segera Bawa iPhone 16 ke Pasar Indonesia
Tambahan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Rp 100 Triliun
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah mencakupi 2 juta penerima di 38 provinsi. Dukungan dari koperasi di desa-desa dibutuhkan untuk mempercepat penyebaran program MBG. Meski demikian, dukungan anggaran yang diperlukan untuk salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo - Gibran itu perlu ditambah Rp 100 triliun. Presiden Prabowo memimpin rapat tertutup terkait pengembangan Agro Industri Nasional (Agrinas) dan Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/2) sore. Seusai rapat, Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan, pihaknya akan bersinergi dengan koperasi-koperasi, terutama koperasi petani, peternak, dan penyedia bahan pangan di desa-desa.
Menurut dia, Presiden Prabowo berharap koperasi di Indonesia bisa dioptimalkan untuk membangkitkan ekonomi desa. Program MBG yang dimulai 6 Januari ini pada tiga bulan pertama menargetkan bisa melayani 3 juta penerima. Secara bertahap, jumlah penerima ditambah. Dalam lima tahun, jumlah penerima ditargetkan bisa mencapai 82,9 juta orang. ”Tambahan biaya yang diperlukan jika MBG dipercepat mencapai 82,9 juta untuk tahun 2025, adalah 100 triliun. Karena kita sudah memiliki anggaran Rp 71 triliun, maka kita membutuhkan tambahan Rp 25 triliun per bulan mulai Septemmber 2025,” ujar Dadan. (Yoga)Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









