;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5781 )

Walau cenderung turun, Harga Minyakita Masih di Atas HET

24 Jun 2025

Pasokan Minyakita turun dalam tiga bulan terakhir sehingga berpotensi menghambat tren penurunan harganya. Hingga pekan III Juni 2025, harga Minyakita di 440 kabupaten/kota masih di atas harga eceran tertinggi (HET) di tingkat konsumen Rp 15.700 per liter. Kemendag diminta memperkuat pasokan Minyakita dan mencari solusi baru, juga memeratakan pendistribusian Minyakita. Hal itu mengemuka dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kemendari secara hibrida di Jakarta, Senin (23/6). Rapat yang dihadiri perwakilan kementerian/lembaga sektor pangan dan pemda itu dipimpin Sekjen Kemendagri, TomsiTohir Balaw. Minyakita merupakan minyak goreng kemasan sederhana program Minyak Goreng Rakyat (MGR) yang pasokannya berasal dari pemenuhan kewajiban memasok kebutuhan domestik (DMO) MGR eksportir minyak sawit mentah dan sejumlah produk turunannya.

Harga Minyakita mulai turun, namun masih d atas HET. Per pekan III Juni 2025, harga Minyakita di 90 % kabupaten / kota di Indonesia masih di atas HET. Pasokan Minyakita juga cenderung turun. ”Negara kita adalah produsen terbesar minyak sawit dunia. Seharusnya mudah mengatasi masalahMinyakita. Namun, sudah tiga tahun dibahas di rapat ini, masalah itu belum jugatuntas,” ujarnya. Berdasar data Kemendag, per 20 Juni 2025, harga rerata nasional Minyakita ditingkat konsumen Rp16.702 per liter atau turun 0,6 % secara bulanan dan 1,76 % secara tahunan. Namun, harga Minyakita berada 6,73 % di atas HET. Kemendag juga mencatat, per pekan III Juni 2025, realisasi DMO MGR dalam bentuk Minyakita sebanyak 98.269 liter, yang terus turun sejak April2025. Pada April dan Mei 2025, realisasinya 149.181 ton dan 142.353 ton. BPS menunjukkan, per pekan III Juni 2024, harga Minyakita di 440 kabupaten/kota dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia masih di atas HET. (Yoga)


Konflik Timur Tengah membuat Harga Minyak Dunia Menuju 80 USD

24 Jun 2025

Eskalasi konflik Iran-Israel yang belakangan melibatkan AS, menyebabkan lonjakan harga di pasar minyak dunia. Harga minyak diprediksi akan mencapai 80 USD per barel dalam jangka pendek. Eskalasi konflik juga membuat pasar finansial dunia bergejolak. Minyak mentah WTI pada Senin (23/6) pukul 14.00 mencapai 74,87 USD per barel, naik 1,03 % sejak pembukaan pasar. Harga minyak mentah Brent sudah menyentuh 78 USD per barel, bahkan sempat menyentuh 79 USD per barel, tertinggi sejak Januari 2025. Pengamat komoditas, Sutopo Widodo mengatakan, pemicu utama lonjakan harga minyak mentah dunia adalah serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada akhir pekan. Pergerakan harga ini merupakan reaksi langsungpasar yang cukup agresif terhadap kian panasnya ketegangangeopolitik di Timur Tengah.

Kekhawatiran yang lebih besar muncul terkait ancaman Iran menutup Selat Hormuz. ”Harga minyak akan melonjak ekstrem, berpotensi menembus 100 dollar per barel, bahkan lebih tinggi, memicu inflasi di seluruh dunia dan menyeret ekonomi global dalam resesi,” ungkapnya. Pengamat komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, dalam jangka pendek, harga minyak mentah bisa naik kelevel 80 USD per barel. Jika Iran menutup Selat Hormuz, harga minyak bisa terus meningkat. Analisis Oxford Economics memperkirakan harga minyak dunia bisa meroket sampai 130 USD per barel dalam situasi itu, jauh di atas asumsi harga minyak mentah di APBN 2025 sebesar 82 USD per barel, yang berdampak pada stabilitas fiskal Indonesia sebagai importir neto minyak. Setiap kenaikan 1 USD harga minyak mengakibatkan pembengkakan belanja negara Rp 10 triliun dan harga minyak 130 USD/barel akan memicu defisit fiskal hingga Rp 330 triliun. (Yoga)


Hingga Juni, Penerima Manfaat MBG Mencapai 5,2 Juta Orang

23 Jun 2025
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat jumlah penerimaan manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 22 Juni 2025  mencapai 5.228.529 orang. Program MBG menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari peserta didik tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, hingga sekolah keagamaan. Selain itu, program ini juga ditujukan bagi ibu hamil, ibu juga menyusui, dan balita di bawah lima tahun. "Jumlah penerima manfaat per tanggal hari ini, 22 Juni, berhasil dijangkau sejumlah 5.208.939 penerima manfaat, terdiri dari beberapa kategori penerima manfaat," kata Staf Khusus Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Redy Hendra Gunawan di Jakarta. Berdasarkan data yang dipaparkan Redy, dalam kelompok usia dini, jumlah balita yag terjangkau program tersebut sebanyak 35.523 orang. Siswa PAUD berjumlah 79.090 orang Raudhatul Athfal 31.999 orang dan siswa TK sebanyak 197.391 orang. Untuk tingkat pendidikan dasar, siswa SD kelas 1 hingga kelas 3 yang telah terjangkau program MBG berjumlah 985.204 orang, dan siswa kelas 4 hingga kelas 6 sebanyak 1.102.327 orang. (Yetede)

Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi

23 Jun 2025
Ketegangan geopolitik yang memanas di Timur Tengah, terutama akibat serangan Amerika Serikat ke situs nuklir Iran, memicu kenaikan harga minyak global. Risiko terbesar adalah jika Iran benar-benar menutup Selat Hormuz—jalur vital bagi sekitar 20% pengangkutan migas dunia—yang bisa memperparah gangguan pasokan.

Andhika Audrey, Analis Panin Sekuritas, menilai eskalasi konflik berpotensi menjadi katalis positif bagi emiten minyak upstream yang menjual dengan harga spot, karena margin mereka bisa naik berkat lonjakan harga minyak.

Namun, Sukarno Alatas, Analis Senior Kiwoom Sekuritas, mengingatkan bahwa emiten migas dalam negeri tidak otomatis diuntungkan secara signifikan. Harga minyak masih rentan turun kembali jika konflik mereda, mengingat tekanan kelebihan pasokan di pasar global. Meski begitu, Sukarno menyebut saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Elnusa Tbk (ELSA) tetap menarik. Ia menargetkan harga MEDC di Rp 1.700 dan ELSA di Rp 600 pada akhir tahun, melihat tren kenaikan harga saham mereka sejauh ini.

Hasan Barakwan, Analis Maybank Sekuritas, menyoroti peluang jangka menengah dari insentif pemerintah untuk mendorong produksi migas domestik. Namun ia juga memangkas proyeksi laba MEDC 2025–2027 karena revisi ke bawah pada volume penjualan tembaga, emas, dan harga minyak. Hasan juga menilai ELSA lebih tahan banting karena didukung kontrak jangka panjang dengan harga tetap, sehingga lebih stabil di tengah fluktuasi harga minyak.

Sementara itu, tim analis Ina Sekuritas menilai target operasional 15 proyek migas senilai US$ 832,7 juta pada 2025 yang digarap SKK Migas bisa jadi katalis positif, menambah kapasitas produksi nasional. Emiten seperti ELSA diproyeksi mendapat efek positif karena induknya, Pertamina Hulu Energi, menargetkan pertumbuhan lifting 4%–5% yoy.

Kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah membuka peluang bagi emiten migas hulu seperti MEDC dan ELSA, tetapi para analis menekankan investor harus tetap waspada pada faktor risiko lain seperti kurs rupiah, kebijakan energi, pajak, isu geopolitik lanjutan, dan transisi energi baru-terbarukan yang bisa memengaruhi kinerja sektor migas ke depan.

Krusialnya Perluasan Jangkauan dan Stabilitas Listrik

23 Jun 2025

Peningkatan rasio elektrifikasi, yang masih dibawah 100 %, penurunan susut jaringan dalam kelistrikan demi stabilitas pasokan listrik dinilai krusial. Selain mendukung ketahanan energi nasional, hal itu juga bagian dari pemanfaatan energi terbarukan. PLN berupaya meningkatkan keandalan pasokan dengan digitalisasi. Peneliti Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep), Akmaluddin Rachim, Jumat (20/6) mengatakan, tak dimungkiri kondisi Indonesia yang merupakan negara kepulauan menjadi tantangan perluasan jangkauan elektrifikasi. Namun, bukan berarti tidak bisa di-akukan akselerasi. ”Selain rasio elektrifikasi, juga terkait keandalan listrik ke masyarakat yang perlu terus ditingkatkan. Pemerintah (pusat dan daerah), perlu terus mendorong PLN untuk itu, dengan memanfaatkan sumber-sumber energi terbarukan di daerah,” kata Akmaluddin. Di tengah isu perubahan iklim, transisi dari fosil ke energi bersih menjadi keniscayaan, maka pengembangan energi terbarukan perlu terus dipacu.

Pemanfaatan energi terbarukan oleh kelompok-kelompok masyarakat lokal perlu didukung, bahkan diajak berkolaborasi. Sejatinya tiap daerah di Indonesia memiliki potensi sumber energi terbarukan, termasuk hidro (air) dan surya, yang perlu dipetakan serta dimanfaatkan lebih lanjut untuk meningkatkan jangkauan serta keandalan listrik di daerah tersebut. Menurut data Laporan Kinerja Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM 2024, rasio elektrifikasi nasional pada 2024 adalah 99,83 % atau meningkat dari tahun sebelumnya, di 99,79 %. Upaya Kementerian ESDM untuk meningkatkan rasio elektrifikasi 100 %, berupa perluasan jaringan (grid extension), pembangunan minigrid, pembangunan pembangkit energi baru dan terbarukan, serta stasiun pengisian energi listrik dan alat penyalur daya listrik. Digitalisasi PLN meningkatkan keandalan pasokan listrik pada 2024 seiring transformasi digital dan pemeliharaan intensif. (Yoga)


Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat

21 Jun 2025
Pasar energi pekan ini mengalami gejolak tajam, didorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak WTI naik 2,91% dalam sepekan ke US$ 75,11 per barel, sementara Brent naik 2,82% ke US$ 76,33. Gas alam melonjak 14,68%, dan batubara naik 1,9%.

Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menilai tensi geopolitik, terutama konflik Israel-Iran, jadi pemicu utama kenaikan harga minyak. Ia memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat terlibat langsung, harga minyak bisa terbang ke US$ 90–100 per barel. Namun, dalam jangka panjang Lukman justru memproyeksi harga WTI akan turun ke kisaran US$ 55–60 per barel hingga akhir 2025, karena kelebihan pasokan.

Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, menilai volatilitas harga energi akan tetap tinggi. Ia menyoroti sikap Presiden AS Donald Trump yang masih belum jelas, sehingga pasar masih bersikap wait and see. Ibrahim juga mencatat koreksi tipis dalam 24 jam terakhir menandakan ketidakpastian masih dominan.

Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, menjelaskan bahwa harga batubara dipengaruhi dinamika penawaran-permintaan regional seperti cuaca. Banjir di China mendukung kenaikan harga pekan ini karena menghentikan produksi, tapi ia mengingatkan kelebihan pasokan global masih menekan prospek harga batubara ke depan.

Arne Lohmann Rasmussen, kepala analis A/S Global Risk Management, juga menekankan ketidakpastian yang tinggi, dengan skeptisisme terhadap kemungkinan negosiasi damai antara AS dan Iran dalam dua minggu ke depan.

Meski harga energi naik pekan ini karena ketegangan geopolitik dan faktor musiman (cuaca, persediaan menurun), para analis menilai prospek jangka panjang masih rapuh karena kelebihan pasokan dan ketidakpastian geopolitik yang sulit ditebak.

Bisnis Energi Fosil Ditinggalkan TBS

21 Jun 2025

PT TBS Energi Utama Tbk yang bergerak di bisnis ketenagalistrikan, pertambangan dan perke-bunan, melakukan divestasi pada bisnis energi fosil sebagai strategi transformasi bisnis ke bisnis berkelanjutan. Perseroan kini menyasar tiga bisnis utama, yakni pengolahan limbah, energi terbarukan dan kendaraanlistrik. ”Kami merealisasikan divestasi penuh pada kepemilikan TBS Energi Utama pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan total kapasitas 200 megawatt (MW),” ungkap Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina, dalam acara keterbukaan publik yang diselenggarakan secara daring, Jumat (20/6). Divestasi aset dilakukan pada PLTU di PT Minahasa Cahaya Lestari dan PT Gorontalo Listrik Perdana, yang beroperasi sejak 2021, dengan nilai 403 juta USD.

Langkah ini dipastikan akan mengurangi 1,3 juta ton CO2 ekuivalen atau 80 % emisi karbon dari kegiatan usaha perusahaan berkode TOBA di pasar modal. ”Kami memiliki Visi TBS 2030 sehingga kami akan meninggalkan proyek bisnis berbasis fosil seperti batubara dan PLTU. Kami akan bertransformasi ke proyek berkelanjutan, seperti energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan kendaraan listrik,” ujarnya. Transformasi ini semakin relevan di tengah semakin kurang populernya energi bersumber sumber daya fosil, seperti batubara. Ini terbukti dari penurunan harga batubara dunia beberapa tahun terakhir. Data Bank Dunia mencatat, harga batubara yang pada 2022 ada dikisaran 300 USD per ton, anjlok menjadi 110 USD per ton pada 2023-2024. Pada kuartal I-2025, harga batubara dunia turun ke level 100 USD per ton. Untuk menyeimbangkan divestasi PLTU dan bisnis terkait komoditas fosil, TBS Energi Utama telah menggarap beberapa proyek energi terbarukan. (Yoga)


Secara Hukum, Pembayaran Royalti adalah Tanggung Jawab Penyelenggara Acara

21 Jun 2025

Para musisi khawatir aksi panggung mereka berakhir di pengadilan karena tersandung masalah royalty dan berharap adanya kejelasan mekanisme pembayaran royalti. Komisi III DPR dan pemerintah menegaskan, pembayaran hak kekayaan intelektual menjadi tanggung jawab penyelenggara. Kekhawatiran ini diungkap Tantri Syalindri (Tantri Kotak) usai rapat dengar pendapat dan rapat dengar pendapat umum KomisiIII DPR bersama Dirjen Kekayaan Intelektual (KI) Kementerian Hukum, Badan Pengawas MA, Koalisi Advokat Pemantau Peradilan, dan perwakilan Agnes Monica (Agnez Mo) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (20/6), membahas putusan PN Jakpus yang dihadapi Agnes. Dia dituntut Arie Sapta, pencipta lagu ”Bilang Saja”, karena menyanyikan lagu itu tanpa izin dalam tiga konser pada 2023. Dalam perkara No 92/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2024/PN Niaga Jkt.Pst 30 Januari 2025, Agnes disebut melakukan pelanggaran hak cipta dan harus membayar denda kerugian Rp 1,5 miliar kepada penggugat.

Kasus ini tak hanya berdampak pada pihak Agnes, tetapi juga membawa kekhawatiran bagi para musisi untuk membawakan lagu dalam pertunjukan. Putusan tersebut diadukan ke DPR karena diduga tidak sesuai dengan UU No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Putusan ini diadukan ke Komisi III karena ada indikasi putusan pengadilan tersebut tidak sesuai dengan UU. Pihak Agnes menyayangkan putusan yang menitikberatkan kesalahan kepada Agnes yang dianggap membawakan lagutanpa royalti. Padahal, dalam UU Hak Cipta, tanggung jawab pembayaran royalti ada pada penyelenggara acara. Kondisi yang tak memihak para musisi ini, membuatnya khawatir untuk tampil dalam pertunjukan music, karena itu, dia berharap kepada negara untuk lebih memperjelas aturan main sehingga tak ada yang dirugikan. ”Kondisi industri musik saatini tidak baik-baik saja. Saya mewakili para penyanyi di Indonesia yang saat ini takut membawakan lagu dipertunjukan musik.,” lanjutnya. (Yoga)


Pemerintah Mengimbau Pelaku Industri Diminta Serap Gula Petani

20 Jun 2025
Pemerintah mengimbau para pelaku industri gula, termasuk penggilingan, distributor, dan pabrik, untuk menyerap hasil panen petani tebu sesuai harga acuan penjualan (HAP) di tingkat produsen  yang telah ditetapkan melalui Perbadan No 12 Tahun 2024 sebesar Rp14.500 per kilo gram (kg). Produksi gula kristal putih (GKP) dalam negeri mulai meningkat di Juni 2025 ini seiring masuknya musim giling tebu untuk tahun ini. Seiring naiknya produksi GKP domestik yang mulai terjadi Juni ini, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bappanas/NFA) menggelar rapat koordinasi stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) gula tingkat produsen di Jakarta pada 17 Juni 2025. Langkah itu bertujuan menjaga agar peningkatan produksi tidak berimplikasi pada depresiasi harga di tingkat produsen/petani tebu. Di pertemuan itu, Bapanas mengajak penyerapan gula petani dilakukan sesuai HAP demi menjaga harga tetap stabil dan mendukung swasembada. "Kondisi harga gula konsumsi di tingkat konsumen secara prinsip masih relatif bagus, sehingga mestinya tidak ada alasan harga gula di petani menjadi rendah," tegas Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilitasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa. (Yetede)

Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas

20 Jun 2025
Pemerintah membuka kemungkinan mengimpor gas dengan harga kompetitif untuk kebutuhan industri. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yulito Tanjung mengatakan , kebutuhan gas dilihat dari kondisi kontinuitas pasokan gas yang ada. "Jadi kalau ini secara kebijakan, ini akan dimungknkan untuk impor gas untuk kebutuhan industri," ucap dia. Yulio menjelaskan, kebutuhan industri adalah bagaimana kontinuitas terhadap pasokan. Sementara, kontinuitas berkaitan erat dengan ketersediaan gas, jaringan  dan kemampuan produksi gas, jaringan dan kemampuan produksi gas dalam negeri. "Kami mengharapkan untuk ke depan apa pun kebutuhan industri di dalam negeri itu akan bisa terpanuhi  jelas dia. Saat ditanya kapan impor gas  akan dilakukan, Yuliot menjawab sampai saat ini impor gas khusus untuk kebutuhanindustri dalam negeri. "Jadi dengan melihat kondisi yang sma, sepanjang untukk peningkatan kepasstian berusaha, dan juga dalam rangka operasional, ya kenapa ini tidak kita lakukan (impor gas),"