;
Kategori

Lingkungan Hidup

( 5820 )

Mengalap Peluang Krisis Listrik India

07 Jun 2022

Krisis listrik yang melanda India turut mengangkat harga batubara. Ini tercermin dari harga batubara acuan (HBA) Juni 2022 yang naik 17% per ton menjadi US$ 323,91 per ton. Menurut Kementerian ESDM, pemerintah India telah meningkatkan jumlah impor batubara, seiring ketatnya suplai batubara dari produsen domestik untuk pembangkit listriknya. Selain itu, kenaikan HBA Juni juga dipengaruhi kebutuhan batubara China. Direktur Utama PT Harum Energy Tbk (HRUM) Ray Antonio Gunara tak menampik, krisis listrik di India menjadi peluang bagi HRUM untuk menggenjot penjualan ke negara tersebut. Dalam beberapa tahun ke belakang, HRUM tidak melakukan penjualan ke India. Ke depan, HRUM terus menjajaki peluang peningkatan ekspor ke India. 

Harga Batu Bara Tembus US$ 323,91 Per Ton

06 Jun 2022

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) Juni 2022 sebesar US$ 323,91 per ton. HBA terus mencetak rekor tertinggi sejak tahun lalu. Kondisi geopolitik menjadi salah satu faktor terus menguatnya harga batu bara. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan HBA Juni naik US$ 48,27 per ton dibandingkan Mei kemarin yang berada di level US$ 275,64 per ton. Agung menuturkan krisis listrik yang menimpa India akibat gelombang hawa panas turut mengerek permintaan batu bara Indonesia. Pemerintah India telah meningkatkan jumlah impor batu bara dikarenakan ketatnya suplai batu bara dari produsen domestik untuk pembangkitan listriknya. "Permintaan mereka juga naik lantaran PLTU disana mulai menumpuk stok batu bara untuk musim gugur. Apalagi adanya kebijakan penghapusan pajak impor batu bara di Tiongkok selama 9 bulan ke depan." jelasnya. (Yetede)

Masyarakat Adat Belum Juga Diakui

06 Jun 2022

Meski masyarakat adat diakui dalam konstitusi, keberadaan mereka masih belum diakui sejumlah pemda. Ini berdampak pada minimnya penetapan wilayah adat, termasuk hutan adat yang menjadi ruang hidup bagi warga adat. Hutan bagi masyarakat adat diibaratkan sebagai sosok ibu yang memenuhi setiap kebutuhan hidup, baik ekonomi, kesehatan, sosial, maupun menjaga tradisi budaya, serta pengetahuan lokal akan alamnya. Di tengah masifnya kebutuhan ruang investasi berbasis lahan dan infrastruktur, perlindungan terhadap masyarakat adat dan hutan adat diperlukan. Ketua Dewan Adat Kabupaten Keerom, Papua, Servo Tuames (2/6) mengungkapkan, tak ada lagi hutan adat dalam jumlah yang sangat luas di Distrik Arso, Waris, dan Yaffi. Hutan-hutan adat terganti dengan pembangunan jalan Trans-Papua, pembukaan perkebunan sawit, dan tambang emas ilegal. ”Salah satu dampak terbesar pembukaan hutan adat secara masif di Keerom adalah terjadinya bencana banjir sejak tahun 2005. Kondisi Keerom kini tak seperti dulu lagi yang jarang terjadi banjir meskipun turun hujan deras selama berjam jam,” katanya.

Ketua Lembaga Adat Depati Muaro Langkap di penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Kerinci, Jambi, Helmi Muid, mempertanyakan usulan Perda Wilayah Masyarakat Hukum Adat yang hingga kini belum terwujud. Padahal, jika perda ini segera terbit, warga punya kekuatan hukum mengamankan hutan dari ancaman perusakan lingkungan. Ketiadaan perda pun membuat penetapan hutan adat berlarut. Ia mengatakan, pengajuan hutan adat di wilayah itu sudah menunggu empat tahun tanpa progres yang pasti. Wakil Direktur Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Adi Junedi, juga melihat lambatnya hak hutan adat. Padahal dari sisi persyaratan sudah lengkap. Adapun yang memakan waktu adalah proses verifikasi. Sebab, verifikasi dilakukan langsung tim dari pusat untuk turun ke lapangan. Antrean menjadi panjang karena banyak usulan dari berbagai daerah. Kasub-Direktorat Pengakuan Hutan Adat dan Perlindungan Kearifan Lokal KLHK Yuli Prasetyo Nugroho menambahkan, upaya percepatan penetapan hutan adat perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Sebab, banyak hutan adat yang secara administrasi saling tumpang tindih dengan wilayah lain. (Yoga)


Penyelewengan Minyak Goreng Rakyat Diantisipasi

06 Jun 2022

Setelah penghentian program Subsidi Minyak Goreng Curah, pemerintah menjamin ketersediaan minyak goreng curah seharga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kg di seluruh wilayah Indonesia. Agar tepat sasaran, pemerintah mengantisipasi potensi penyelewengan minyak goreng dengan melibatkan penegak hukum dan pengawas keuangan serta memanfaatkan teknologi digital. Pemerintah menemukan penyelewengan itu di DKI Jakarta, Jabar, dan Sumut. Di sisi lain, setelah keran ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya dibuka kembali, pemerintah berharap agar harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani kembali naik minimal Rp 2.500 per kg. Hal itu mengemuka dalam telekonferensi pers yang dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Minggu (5/6) sore.

Menurut Luhut, minyak goreng curah harga terjangkau dari hasil DMO akan didistribusikan ke daerah-daerah pelosok. Pemerintah akan mengganti dana biaya transportasi atau distribusi dengan pengalihan pungutan ekspor. Distributor besar (D1), distributor menengah (D2), hingga pengecer akan dilibatkan dalam penyaluran minyak goreng curah itu. Pencatatan dan pemantauannya akan dilakukan secara digital dan melibatkan pemda, Satgas Pangan, Polri, TNI, serta BPKP. Luhut juga menyebutkan, secara umum pendistribusian minyak goreng curah di sejumlah daerah berjalan baik. Upaya itu juga mampu menstabilkan harga minyak goreng tersebut mendekati harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 14.000 per liter dan Rp 15.500 per kg.

Meskipun begitu, ada sejumlah kasus yang membuat pemerintah dan penegak hukum turun tangan. Di DKI Jakarta, misalnya, harga minyak goreng curah masih tinggi kendati pendistribusiannya sudah sesuai target. ”Ada indikasi penimbunan dan pengalihan pendistribusian minyak goreng curah di luar titik atau wilayah target distribusi ke wilayah lain. Kami tengah mengejar pelakunya,” kata Luhut. Di Jabar, lanjut Luhut, ada dugaan praktik monopoli yang dilakukan D2. Praktik ini berpotensi membuat harga dan pasokan minyak goreng curah rentan dimanipulasi. Sementara di Sumut, minyak goreng curah dari produsen yang seharusnya disalurkan ke distributor, dibawa kembali oleh produsen. Minyak goreng tersebut diolah dan dikemas menjadi premium kemudian dijual dengan harga premium. (Yoga)


Letupan Minyak Mentah

06 Jun 2022

Dalam rapat kerja Menkeu Sri Mulyani dengan Badan Anggaran DPR pada 19 Mei 2022, terungkap bahwa tingginya harga minyak mentah dunia membuat keuangan Pertamina tertekan. Pasalnya, harga jual BBM eceran yang dijual Pertamina masih di bawah harga yang sesungguhnya. Harga jual eceran BBM yang dimaksud adalah Pertalite (RON 90) dan Pertamax (RON 92). Pertalite yang dijual Rp 7.650 per liter saat ini sudah menjadi barang bersubsidi. Dengan harga keekonomian sekitar Rp 12.500 per liter, ada selisih sekitar Rp 4.850 per liter. Selisih ini ditanggung PT Pertamina (Persero) dan akan diganti kas negara dengan mekanisme kompensasi. Adapun Pertamax, yang harga keekonomiannya di kisaran Rp 16.000 per liter, dijual seharga Rp 12.500 per liter. Per 1 April 2022, harga Pertamax dinaikkan menjadi Rp 12.500 per liter dari semula yang Rp 9.000 per liter.

Masalahnya, sejak keputusan menaikkan harga Pertamax diambil, sebagian konsumen yang semula memakai Pertamax beralih ke Pertalite. Dengan demikian, total selisih harga yang ditanggung Pertamina semakin besar. Dampak bagi kas perusahaan adalah tersendatnya cash flow lantaran pembayaran kompensasi kerap terlambat atau tak dibayar penuh. Kompensasi di 2021 yang harus dibayar pemerintah ke Pertamina saja mencapai Rp 83,8 triliun. Apabila situasi ini terus berlanjut, kas Pertamina bakal tertekan lebih dalam. Pada Maret 2022 saja, arus kas operasional Pertamina sudah negatif 2,44 miliar USD. Jika tak ada tambahan penerimaan dari pemerintah (kompensasi), pada akhir tahun ini kas Pertamina bisa defisit 12,98 miliar USD. Situasi ini akan menurunkan peringkat kredit Pertamina.

Semua ini bermula dari tingginya permintaan dunia akan energi seiring pemulihan ekonomi dari pandemi Covid-19. Harga minyak yang sempat di kisaran 40 USD per barel saat pandemi mulai, perlahan beranjak ke level 70 USD per barel. Harga minyak kian meroket saat Rusia menyerbu Ukraina lewat operasi militer pada Februari 2022. Rusia, sebagai salah satu produsen minyak utama dunia, dikenai sanksi oleh AS dan sekutunya atas serangan tersebut. Sanksi tersebut mengganggu ekspor atau penjualan minyak mentah dari Rusia. Sesuai hukum pasar, pasokan yang berkurang di tengah tingginya permintaan menyebabkan harga minyak melonjak melewati level 100 USD per barel. Per Minggu (5/6/2022) sore, mengutip laman Bloomberg, harga minyak mentah jenis Brent ada di level 119 USD per barel. (Yoga)


Selisih Harga Jauh Menjadi Dilema Menaikkan Pertamax

06 Jun 2022

Pertamina menghadapi kegamangan di tengah tren kenaikan harga minyak mentah global. Saat pengelola SPBU swasta menaikkan harga bensin nonsubsidi, Pertamina masih menahan harga Pertamax (RON 92) maupun Pertamax Turbo (RON 95). Kementerian ESDM merilis harga keekonomian bensin RON 92 di kisaran Rp 16.000. Adapun harga Pertamax di level Rp 12.500. Sedangkan harga bensin RON 92 di SPBU swasta menyentuh keekonomian. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengungkapkan, pihaknya masih mengkaji terkait penyesuaian harga Pertamax Series. Mereka juga mengamati pergerakan harga minyak di pasar global. Kata dia, harga keekonomian Pertamax saat ini menembus Rp 16.000. Pakar Manajemen Universitas Indonesia, Toto Pranoto mengatakan, harga bensin pengelola SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan VIVO mencerminkan harga pasar. Menurut Toto, Pertamina harus menaikkan harga produk Pertamax ke level yang mendekati pesaing.

CUAN TEBAL SAHAM ENERGI

06 Jun 2022

Berkah harga komoditas salah satunya tercermin dari kinerja saham sektor IDX Energy. Secara tahun berjalan, indeks IDX Energy mencetak pertumbuhan 54,4% Tak pelak, kinerja indeks yang menaungi 74 emiten dari sektor energi itu tampil paling moncer jika dibandingkan dengan 10 sektor lainnya. Capaian itu pun membuat jarak pertumbuhan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) makin jauh karena indeks komposit hanya tumbuh 9,14%. Saat dimintai tanggapan perihal kinerja moncer sektor energi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), Dileep Srivastava mengatakan kenaikan harga batu bara saat ini dipicu oleh beberapa hal yakni pertumbuhan setelah pandemi, krisis energi, dan dampak Perang Rusia-Ukraina. Imbasnya, perusahaan menaikkan produksi pada 2022 untuk menikmati momen kenaikan harga.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2022, laba bersih BUMI tercatat naik dari US$25,1 juta pada kuartal pertama 2021 menjadi US$120,6 juta pada kuartal pertama 2022. Laba tersebut diraih dari kenaikan pendapatan perusahaan pada periode tiga bulan pertama tahun ini mencapai US$1,37 miliar, naik 32,6% dari tahun sebelumnya US$1,03 miliar. Setali tiga uang, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) juga mencatatkan kinerja positif dari segi operasional maupun keuangan pada kuartal I/2022. Sementara itu, Associate Director, Chief of Research PT Fokus Finansial Janson Nasrial mengatakan tren bullish harga komoditas akan berlanjut sepanjang tahun ini. Sentimen tersebut yang akan menopang kinerja emiten-emiten di sektor terkait. Senada, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama mengatakan emiten komoditas tambang dan energi cenderung mencatatkan hasil keuangan yang positif pada kuartal I/2022.


Terkerek Mahalnya Pakan Ternak

04 Jun 2022

Rudianto duduk termenung menanti pembeli di dalam kiosnya di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur. Kemarin siang, ia menjadi satu-satunya pedagang telur ayam yang membuka kiosnya di sana. Kios-kios lain yang bisa buka terlihat tutup. Berbincang dengan Tempo, Rudianto menceritakan menyusutnya jumlah pembeli yang datang ke kiosnya setelah periode Ramadhan usai. Ia menduga daya beli masyarakat cenderung menurun belakangan ini setelah harga berbagai komoditas pangan melambung. Lain di pasar, lain di warung. Berdasarkan pantauan Tempo di sebuah warung bilangan Condet, Jakarta Timur, harga telur dibanderol Rp32 ribu per kilogram. Pemilik warung, Dasmanto, mengatakan hanya mengambil keuntungan Rp.1 000 untuk setiap kilogram telur. "Saya dapat dari agen sudah Rp31 ribu per kilogram, padahal sebelumnya Rp 28 per kilogram," katanya. Mansuri menduga kenaikan harga telur disebabkan dua faktor, yakni distribusi dan tingginya harga pakan ternak untuk ayam petelur. (Yetede)

Inilah Era Harga BBM Mahal

04 Jun 2022

Selamat datang era harga bahan bakar minyak (BBM) mahal. Maklum, sejumlah pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menaikkan harga BBM, dengan dalih mengikuti lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Mei 2022 juga naik menjadi US$ 109,61 per barel April 2022, ICP berada di harga US$ 102,51 per barel. Tren lonjakan harga minyak mentah inilah yang menjadi pertimbangan sejumlah operator SPBU swasta menaikkan harga jual BBM. SPBU Shell dan SPBU BP-AKR, misalnya, sudah menaikkan harga jual per 1 Juni 2022. Sementara SPBU Pertamina dan SPBU Vivo masih mempertahankan harga jual;. 

Situasi Global Berimbas ke Domestik

03 Jun 2022

Kenaikan harga pangan dan energi global telah tertransmisi ke sektor pangan, industri, transportasi, dan konstruksi di dalam negeri. Hal itu terindikasi dari tingkat inflasi dan indeks perdagangan besar. Kepala BPS Margo Yuwono, Kamis (2/6) menyatakan, perang Rusia-Ukraina dan restriksi yang dilakukan sejumlah negara produsen menyebabkan harga pangan dan energi terus meningkat. Sejumlah komoditas yang harganya masih bergejolak dan tinggi antara lain minyak dan gas bumi, CPO, gandum, kedelai, jagung, daging, dan pupuk. Kenaikan harga itu berpengaruh terhadap inflasi global, yang membuat IMF merevisi proyeksi inflasi tahun ini. Tingkat inflasi negara maju direvisi dari 3,9 % menjadi 5,7 %, sementara di negara berkembang direvisi dari 5,9 % menjadi 8,7 %. ”Di Indonesia, transmisinya terasa sejak awal 2022. Imbasnya ke inflasi domestic mulai terjadi meski untuk beberapa komoditas andilnya belum terlalu besar,” kata Margo.

BPS merilis, tingkat inflasi nasional pada Mei 2022 mencapai 0,4 % secara bulanan dan 3,55 % secara tahunan. Tingkat inflasi tersebut berada di kisaran target inflasi tahunan oleh pemerintah dan BI yang 3-4 %. Komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi bulanan itu adalah tarif angkutan udara 0,07 %, telur ayam ras 0,05 %, ikan segar 0,04 %, dan bawang merah 0,04 %. Minyak goreng yang berkontribusi terhadap inflasi April 2022 sebesar 0,19 %, justru mengalami deflasi 0,01 % pada Mei 2022. Kenaikan harga minyak global membuat pemerintah menaikkan harga bahan avtur, pertamax, dan mengizinkan maskapai menyesuaikan harga tiket pesawat. Untuk minyak goreng, harganya dipengaruhi kenaikan harga CPO global. Namun, berkat larangan ekspor CPO dan produk turunannya pada 28 April-22 Mei 2022, harganya mulai turun sehingga berkontribusi pada deflasi Mei 2022. ”Kenaikan harga telur ayam ras, tepung terigu, dan tempe juga dipengaruhi oleh lonjakan harga pakan, gandum, dan kedelai global. Bahkan rembetan kenaikan harga energi dan biaya transportasi mulai terasa di sektor bangunan atau konstruksi,” ujar Margo. (Yoga)