Telekomunikasi
( 286 )LAYANAN INTERNET : RT/RW Net Ilegal Ditertibkan
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menertibkan praktik jual kembali layanan internet tanpa izin atau yang biasa disebut RT/RW Net ilegal. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi tengah mengidentifikasi masalah yang terjadi pada praktik RT/RW Net ilegal di masyarakat. “Kami tertibkan, kami atur [RT/RW Net ilegal]. Tim lagi bekerja untuk mengidentifikasi masalah itu dan melakukan tindakan, termasuk juga dengan koordinasi dengan APJII [Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia],” kata Budi saat ditemui di Jakarta, Kamis (18/4).
Sebelumnya, Kemenkominfo melarang penyelenggara jasa akses internet (ISP) untuk memfasilitasi praktik menjual kembali layanan internet kepada pelanggan secara ilegal atau RT/RW Net. Jika melanggar, sanksi yang akan diterima penyelenggara jasa internet adalah ancaman pidana maksimal 10 tahun atau denda Rp1,5 miliar. Sementara itu, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menemukan perjanjian kerja sama (PKS) bodong antara reseller dengan penyedia jasa internet (ISP) yang membuat praktik RT/RW Net ilegal langgeng. RT/RW Net merupakan jaringan internet yang dibangun di lingkungan perumahan, kompleks, atau kawasan permukiman padat penduduk. Sekretaris Umum APJII Zulfadly Syam mengatakan bahwa RT/RW Net legal yang sudah mengantongi izin perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau online single submission (OSS) sebagai penyelanggara jasa layanan jual kembali.
Mengapa Operator Telekomunikasi Perlu Merger
Satelit Starlink Milik Elon Musk Segera Masuk Segmen Ritel Indonesia
Kemenkominfo memastikan layanan telekomunikasi berbasis
satelit orbit rendah milik miliarder Elon Musk, Starlink, akan segera hadir
secara ritel di Indonesia. Pendirian badan hukum Indonesia telah selesai
dilakukan. Sementara pengurusan izin penyelenggara jasa internet dan izin prinsip
penyelenggara jaringan tetap tertutup berbasis satelit/VSAT masih berproses menuju
final. Dirjen Pos dan Informatika Kemenkominfo Wayan Toni Supriyanto
mengatakan, saat ini sudah berdiri PT Starlink Services Indonesia, badan hukum
milik Starlink di Indonesia. Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan bisnis
layanan telekomunikasi berbasis satelit dari daftar negatif investasi (DNI).
Artinya, investor asing bisa menanamkan modalnya di sektor
ini di Tanah Air. Bahkan, kepemilikan saham di sektor ini bisa 100 % oleh
investor asing. Izin VSAT yang diajukan PT Starlink Services Indonesia, menurut
Wayan, sudah lengkap. Adapun izin ISP masih ada yang kurang karena perusahaan itu
masih harus menyelesaikan perjanjian kerja sama dengan perusahaan network
access provider (NAP). ”Standardisasi perangkat yang dipakai satelit Starlink
sudah diurus Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kemenkominfo,”
ujar Wayan, yang ditemui seusai buka puasa bersama Kominfo dengan media, Rabu
(3/4) malam, di Jakarta. (Yoga)
Insentif Diskon Biaya Frekuensi Terbit Mei 2024
LALU LINTAS DATA : Ramadan, Traffic XL Naik 5%
PT XL Axiata Tbk. (EXCL) mencatat kenaikan lalu lintas data rata-rata hingga 5% sepanjang Ramadan dibandingkan dengan traffic pada hari biasa.Direktur & Chief Teknologi Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengungkapkan peningkatan lalu lintas data itu merupakan konsekuensi dari peningkatan penggunaan internet pada bulan puasa.Oleh karena itu, dia memprediksi traffic data pada Lebaran bisa melonjak hingga sebesar 20% dibandingkan dengan hari biasa.
Selain lonjakan lalu lintas data, dia menyebutkan tantangan lain yang dihadapi perusahaan adalah berpindahnya lokasi dengan lalu lintas tinggi ke berbagai area yang tersebar, terutama di kota-kota di Jawa dan lokasi-lokasi wisata. “Untuk itu, selain perlu menambah kapasitas, kami juga harus memiliki strategi rekayasa traffi c yang tepat di jaringan agar tidak terjadi congestion di berbagai lokasi dengan traffi c tinggi,” sambungnya. Langkah antisipasi lainnya yang diterapkan adalah optimasi jaringan dengan melihat kemungkinan pergerakan mobilitas masyarakat atau pelanggan saat masa libur Lebaran.
Pada hari normal, jaringan data XL Axiata sudah cukup untuk melayani lalu lintas traffic yang ada. “Meski demikian, untuk menjamin kemampuan jaringan XL Axiata melayani lonjakan traffi c nanti, kapasitas tetap kami naikkan 2–3 kali lipat dari hari normal.” Sejumlah langkah mengkondisikan jaringan dilakukan dengan menyesuaikan tren penggunaan jenis layanan, terutama layanan data, tradisi mudik dan pergerakan pelanggan selama liburan panjang Lebaran.
Dilema Internet Cepat
Berdasarkan laporan Speedtest Global Index pada Desember
2023, peringkat kecepatan internet di Indonesia masih rendah di Asia Tenggara.
Untuk kategori internet mobile, kecepatan internet rata-rata Indonesia 24,96
Mbps, ada di peringkat ke-97 dari 146 negara di dunia. Di Asia Tenggara,
Indonesia hanya menang jika dibandingkan dengan Myanmar dan Timor Leste. Hal
yang sama terjadi pada kategori fixed broadband atau internet lewat kabel ke
rumah-rumah. Bahkan, per Desember 2023, posisi Indonesia ada di peringkat
ke-126 dari 178 negara di dunia. Untuk internet mobile, kecepatan internet
rata-rata Indonesia 24,96 Mbps, ada di peringkat ke-97 dari 146 negara.
Menkominfo Budi Arie Setiadi telah bertekad mewujudkan
tersedianya internet fixed broadband dengan kecepatan minimal 100 Mbps di
Indonesia. Untuk itu, pemerintah, akan melarang setiap operator dan penyedia
layanan internet broadband (ISP) menjual paket internet dengan kecepatan di
bawah 100 Mbps. Sudah pasti masyarakat dan berbagai kalangan pengguna internet
di seantero negeri ini juga akan senang jika internet Indonesia bisa ngebut, tak
hanya lebih nyaman menonton video pengaliran konten atau main gim daring, akan
banyak peluang bisnis yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai
bidang.
Namun, menghadirkan internet dengan kecepatan minimal 100
Mbps itu tak mudah. Perlu kolaborasi sejumlah pihak dari ujung ke ujung, tidak
hanya pihak operator. Semua operator dan ISP pasti berniat mendukung upaya
pemerintah mewujudkan layanan internet berkualitas, cepat, dan merata. Buktinya,
puluhan triliun rupiah setiap tahun dialokasikan oleh operator dan ISP untuk
membangun jaringan internet beserta teknologi terbaru sebagai pendukungnya. Bagi
penyedia layanan internet, kualitas layanan yang prima, cepat, dan stabil
merupakan pemenuhan atas kebutuhan pelanggan, juga memperbesar pasar mereka.
Namun, selain masalah teknis dan hitung-hitungan bisnis,
operator menghadapi dilema iklim bisnis internet yang belum kondusif, yaitu
maraknya penjualan kembali (resale) layanan internet dari operator atau ISP
oleh sebagian pelanggan ke masyarakat dengan biaya berlangganan yang murah. Dengan
demikian, para oknum itu bisa mengambil keuntungan berlipat dari layanan yang
disediakan operator atau ISP. Oleh karena itu, keseriusan pemerintah untuk
melarang praktik bisnis layanan internet dengan nyantol layanan milik operator
dan ISP ini sangatlah penting bagi perkembangan internet cepat di Indonesia (Yoga)
Utilisasi Jaringan Palapa Ring Dioptimalkan
Tingkat utilisasi rata-rata jaringan tulang punggung
telekomunikasi Palapa Ring saat ini masih sekitar 60 %. Untuk meningkatkan
utilisasi secara optimal, pemerintah berencana membangun jaringan lanjutan supaya terintegrasi
dan memikat minat operator telekomunikasi menggunakan infrastruktur tersebut. Proyek
jaringan tulang punggung telekomunikasi Palapa Ring digagas tahun 2016. Proyek
pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik nasional ini
ditujukan untuk pemerataan akses pita lebar (broadband) di Indonesia. Proyek
Palapa Ring terdiri dari Palapa Ring Barat (selesai dibangun 2018), Palapa Ring
Tengah (selesai awal 2019), dan Palapa Ring Timur (selesai dibangun Agustus
2019). Total nilai tiga proyek ini Rp 7,63 triliun.
Presiden Jokowi meresmikan pengoperasiannya pada Oktober
2019. Setelah beroperasi, jaringan tulang punggung Palapa Ring dapat disewa
oleh operator telekomunikasi. Proyek itu menghubungkan sekitar 90
kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan menggunakan kabel serat optic darat
dan laut sepanjang 12.148 kilometer dan jaringan radio microwave 55 hop. Skema
pembangunan menggunakan sistem kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo
Fadhilah Mathar saat sesi Ngopi Bareng Kominfo, Jumat (8/3/2024), di Jakarta,
menyebutkan, per Desember 2023, tingkat utilisasi Palapa Ring Barat mencapai 69
%, Palapa Ring Tengah 37,67 %, dan Palapa Ring Timur 37,38 %.
Tingkat utilisasi rata-rata dari ketiga proyek itu berkisar
50-60 %. ”Tingkat utilisasi jaringan memang tidak sama antara Palapa Ring
Barat, Tengah, dan Timur. Kami berusaha menggenjot utilisasi dengan menawarkan
aneka model bisnis yang memikat bagi operator telekomunikasi,” ujarnya. Fadhilah
mengatakan, supaya tingkat utilisasi Palapa Ring semakin optimal alias bisa dimanfaatkan
untuk sambungan jaringan sampai ke level last mile (jaringan akhir dekat dengan
konsumen), Bakti Kemenkominfo akan mengupayakan melalui pembangunan proyek Palapa
Ring Integrasi. Proyek ini, menurut rencana, akan menggunakan skema KPBU dengan
nilai proyek Rp 23 triliun. (Yoga)
Hasil Audit Proyek Menara BTS Dikondisikan
Anggota BPK nonaktif, Achsanul Qosasi, didakwa memintaRp 40
miliar ke Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika atau Bakti
Kemenkominfo Anang Achmad Latif, untuk pengondisian hasil audit BPK atas proyek
pembangunan menara BTS (base transceiver station) 4G. Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan
Agung, Imron Mashadi, mengungkapkan, Achsanul menyalahgunakan kekuasaannya
untuk memperoleh uang 2,64 juta USD atau Rp 40 miliar. Uang itu diterima Achsanul
dari Direktur PT Multimedia Berdikari Sejahtera Windi Purnama dengan sumber
uang dari Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan atas perintah
Dirut Bakti Anang Achmad Latif.
”Dengan maksud supaya terdakwa Achsanul Qosasi membantu mengkondisikan hasil audit pekerjaan BTS 4G 2021 yang dilaksanakan Bakti Kemenkominfo supaya
mendapatkan hasil Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan tidak menemukan kerugian
negara dalam pelaksanaan proyek BTS 4G 2021,” kata jaksa penuntut umum Imron di
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (7/3). Imron mengungkapkan,
hasil Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT) 2021 BPK menemukan, proses
perencanaan, pemilihan jenis kontrak, dan pelaksanaan kontrak proyek penyediaan
BTS 4G serta infrastruktur pendukungnya belum sepenuhnya sesuai ketentuan.
Selain itu, nilai antara kontrak pembelian juga berbeda dengan kontrak payung pembangunan
BTS 4G tahun 2021 untuk Paket 1-3.
Hasil pemeriksaan itu juga menemukan potensi pemborosan atas
komponen biaya dalam daftar kuantitas kontrak payung sebesar Rp 1,5 triliun. Lokasi
lahan pembangunan BTS juga belum seluruhnya memperoleh IMB dan didukung surat perjanjian
pinjam pakai lahan. Hal lainnya, ada potensi keterlambatan penyelesaian pekerjaan
proyek BTS 4G dan potensi pengenaan denda keterlambatan pada Paket 1Tahap 1A
dan Paket 2 Tahap 1A. Jaksa mengatakan, Anang memberikan uang tersebut karena
ketakutan BPK akan memberikan penilaian yang merugikan proyek BTS 4G, seperti
kemahalan harga, kelebihan spesifikasi, dan inefisien apabila permintaan
tersebut tidak dipenuhi. (Yoga)
Memetik Buah Manis Hasil AKuisisi
Empat Operator Seluler Kompak Stop Perang Harga
Operator telekomunikasi seluler di Indonesia menyatakan sudah
tidak ada lagi perang harga murah untuk layanan seluler. Ini bertujuan untuk
membuat bisnis setiap operator dan industri telekomunikasi tumbuh berkelanjutan.
Pernyataan itu mengemuka dalam diskusi Tech and Telco Summit 2024, Selasa (5/4),
di Jakarta. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi yang digelar CNBC itu, Presdir
dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, Presiden Direktur XL Axiata
Dian Siswarini, Direktur Sales Telkomsel Adiwinahyu B Sigit, dan Presdir
Smartfren Merza Fachys.
”Beberapa tahun lalu, kami jorjoran (saling bersaing) menawarkan
harga layanan data internet yang murah. Ayolah dinetralkan. Kami berharap, hal ini
akan membuat bisnis kami para operator telekomunikasi seluler tumbuh lebih
sehat dan infrastruktur jaringan telekomunikasi lebih berkualitas,” ujar Merza
yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi
Seluruh Indonesia (ATSI). Dia menambahkan, jika bisnis operator telekomunikasi
seluler tumbuh lebih sehat dan infrastruktur jaringan lebih berkualitas,
seluruh bisnis ekonomi digital yang menggunakan jaringan telekomunikasi seluler
menjadi sehat. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Evaluasi Bantuan Langsung Tunai BBM
11 Oct 2022 -
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









