Tags
Telekomunikasi
( 286 )Indosat Akan Memperkuat Bisnis Internet Rumah
HR1
19 Jan 2024 Kontan
Usai mencaplok 300.000 pelanggan MNC Play, PT Indosat Tbk (ISAT) alias Indosat Ooredoo Hutchinson (IOH) akan fokus mengemabangan segmen bisnis Fiber To The Home (FTTH). SVP Head of Corporate Communications ISAT, Steve Saerang mengatakan, proses pengambilalihan pelanggan aset MNC Play telah selesai pada 15 November 2023. "Lebih dari 300.000 pelanggan MNC Play telah menggunakan layanan FTTH Indosat melalui merek baru, yakni MNC Play powered by Indosat Ooredoo Hutchinson," katanya kepada KONTAN, Kamis (18/1). Steve mengatakan, pelanggan dapat memilih antara FTTH atau Internet Protocol Television Services (IPTV) maupun kedua layanan dalam satu paket yang sama. Untuk layanan IPTV, disediakan oleh PT MNC Kabel Mediacom. Sebagai catatan, nilai penjualan dan pengalihan pelanggan MNC Play kepada ISAT mencapai Rp 875,86 miliar dan sudah dibayarkan. Saat ini, layanan FTTH Indosat akan diperkuat oleh Asianet, yang di akhir tahun 2023 memiliki jaringan fiber lebih dari 15.000 kilometer dan lebih dari 1,5 juta homepass di seluruh di Indonesia. Niko Margaronis, Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan, bakal ada peningkatan lebih lanjut dalam sinergi merger antara Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 dalam memperluas pangsa pasar. Menurut Niko, ISAT akan menghasilkan pertumbuhan yang relatif lebih kuat dibandingkan perusahaan sejenis sebesar 7,3% CAGR pada 2023 sampai 2025. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham ISAT dengan target harga Rp 11.000 per saham. Hingga akhir perdagangan Kamis (18/1), saham ISAT ditutup menguat sebesar 2,56% ke level Rp 10.000 per saham.
Telkom Garap Infrastruktur Telekomunikasi di IKN
KT1
16 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi terpilih sebagai penyedia infrastruktur bersama untuk telekomunikasi (shared infrastructur of telecommunication) di Ibu Kota Nusantara (IKN) bersama PT Indonesia Comnets Plus (PLN Icon Plus). Keduanya akan menjadi penyedia jaringan fiber optic (FO) dan menara based transciever station (BTS) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A IKN. Telkom telah menyiapkan dana awal sebesar Rp 280 miliar untuk menggarap proyek tersebut. VP Data Protection PT Telkom Indonesia Tbk Rizal Akbar menjelaskan bahwa angka Rp 280 miliar tersebut merupakan investasi perseroan pada tahap awal dengan menyesuaikan trafik di KIPP 1A. Otorita IKN (OIKN) mengestimasi penduduk KIPP 1A pada tahun awal sebanyak 400 ribu orang, dan bakal terus bertambah dalam tiga tahun kedepan. (Yetede)
Pemerintah Janjikan Insentif Biaya Frekuensi
KT3
15 Jan 2024 Kompas
Pemerintah akan memberikan insentif untuk membantu penyehatan industri telekomunikasi seluler. Insentif tersebut menyasar ke biaya hak penggunaan spektrum frekuensi yang wajib dibayar operator. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail di sela-sela acara Ngopi Bareng Kominfo, akhir pekan lalu, di Jakarta. (Yoga)
Sumber Bisnis Baru di Fiber Optik
HR1
11 Jan 2024 Kontan
Performa PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TOWR) kembali pulih di kuartal ketiga 2023. Kinerja emiten yang dikendalikan Saratoga (SRTG) ini diharapkan semakin membaik di 2024, sejalan dengan digitalisasi di Indonesia. Selama periode Januari hingga September 2023, TBIG mencetak pendapatan senilai Rp 4,95 triliun. Pendapatan TBIG hanya naik tipis 0,63% secara tahunan alias year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,92 triliun. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, penurunan kinerja TBIG karena membengkaknya biaya operasional selama sembilan bulan pertama di 2023. Namun, Sukarno mengamati sudah mulai ada perbaikan yang dialami TBIG. "Prospek kinerja emiten menara telekomunikasi seperti TBIG di tahun 2024 masih akan positif, seiring dengan ekspansi jaringan 5G di Indonesia," jelas Sukarno, Rabu (10/1). Pemerintah Indonesia menargetkan untuk menjangkau 90% dari populasi Indonesia dengan jaringan 5G pada 2024. Untuk mencapai target tersebut, operator telekomunikasi perlu melakukan ekspansi jaringan 5G yang dapat membawa katalis positif untuk perusahaan menara telekomunikasi seperti TBIG. Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis melihat, pendapatan dari segmen fiber to the tower (FTTT) meningkat 20,6% secara kuartalan dan melesat 338,3% secara tahunan, serta berkontribusi 6% terhadap total pendapatan di kuartal III 2023. Menurut Niko, TBIG mempunyai kemampuan membangun aliran pendapatan baru dari fiber optik, sehingga menjaga perolehan arus kas. "TBIG juga berada pada posisi yang baik untuk pertumbuhan masa depan di wilayah luar Jawa," tutur Niko. Analis Mirae Asset Sekuritas, Christopher Rusli dan Jonghoon Won mengamati pertumbuhan penyewa baru terpantau melambat, dengan penambahan 137 penyewa pada kuartal ketiga 2023. Sehingga ini menyebabkan sedikit penurunan pada rasio penyewaan menjadi 1,87 kali pada kuartal ketiga 2023 daripada 1,88 kali pada kuartal sebelumnya. Namun, tarif sewa menara tetap stabil di Rp 13,5 juta per bulan, dan TBIG mengelola 22.175 lokasi menara dengan 41.455 penyewa pada akhir September 2023. Christopher menilai, prospek emiten menara ini tetap positif karena hubungan yang erat dengan operator telekomunikasi besar. Basis pelanggan utama TBIG terdiri dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, terutama Telkomsel, IOH, dan XL Axiata. Christopher mempertahankan rekomendasi hold dengan target harga Rp 2.270 per saham. Ada risiko tingkat sewa yang rendah, pertumbuhan serat optik yang lebih lambat, serta EPS yang rendah karena tingginya biaya utang.
Trafik Data Saat Nataru Naik hingga 19%
KT1
08 Jan 2024 Investor Daily
Trafik layanan internet/data operator telekomunikasi (telko) di Tanah Air bergerak naik 8,9% hingga 19% pada momen puncak perayaan Natal 2023 dan tahun baru 2024 (Nataru) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan trafik ditopang oleh geliat aktivitas masyarakat pada berbagai platform media sosial/digital yang membutuhkan akses layanan internet untuk merayakan dua momen tersebut. PT XL, Axiata Tbk (EXCL) mencatat rata-rata trafik layanan data tumbuh 15% sepanjang 24 Desember 2 Januari 2024 dari pada hari-hari normal dan 19% ketimbang momentum sama tahun sebelumnya. Pencapaian XL Axiata lebih tinggi daripada Telkomsel (anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk) yang mencatat kenaikan trafik data 14,08% dan PT Indosat Tbk atau dikenal juga sebagai Indosat Ooredoo Hutchinson (ISAT) 8,9%. "Jauh-jauh hari, kami di XL Axiata sudah menyiapkan jaringan untuk melayani dan menjaga kenyamanan pelanggan selama libur panjang Nataru," ucap Direktur & Chef Teknologi Officer XL Axiata I Gede Darmayusa. (Yetede)
Operator Telko Peroleh Insentif PNBP
KT1
04 Jan 2024 Investor Daily (H)
Tim Gugus Tugas (Task Force), yang terdiri atas unsur Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan pelaku industri/operator telekomunikasi (telko), telah berdiskusi dan mengkaji sejumlah opsi pemberian insentif penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terkait frekuensi radio bagi pelaku usaha sektor telko di Tanah Air. Kebijakan PNBP yang meringankan akan diberikan kepada operator demi lebih menyehatkan industri telko dan meningkatkan layanan internet. Saat ini, terdapat empat operator telko utama yang terdaftar sahamnya di Bursa Efek Indonesia , yakni PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan anak usaha Telkomsel, PT Indosat TBK atau disebut juga sebagai Indosat Ooredoo Hutchincon, PT XL Axiata Tbk, dan PT Smartfren Telecom Tbk. (Yetede)
Alokasi Capex Telko RI Tertinggi Kedua di Asean
KT1
14 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan penyelenggara pada industri telekomunikasi (telko) di Indonesia merupakan yang tertinggi kedua dibandingkan yang ada di beberapa negara Asia Tengggara (Asean) dalam 5-7 tahun terakhir. Investasi dan ekspansi perusahaan telko di Tanah Air hanya kalah dari yang ada di negara Kamboja. Data draft Vision Indonesia Digital (VID) 2023 menyebutkan, rata-rata alokasi capex perusahaan telko Indonesia sekitar 19% dari total pendapatan kotor. Sementara itu, di tiga negara Asean lain, yakni Vietnam mengalokasikan capex rata-rata 11%, Malaysia 14%, dan Thailand 15%. Sedangkan perusahaan telko di kamboja membelanjakan modal 39%, lebih tinggi dibandingkan Indonesia. Khusus di Indonesia, dalam lima tahun terakhir, pada 2017, perusahaan telko mengalokasikan capex 19% dari pendapatan kotor, naik menjadi 23% tahun 2018, sebesar 21% pada 2019, selanjutnya 17% tahun 2020, dan sebesar 19% pada 2021. (Yetede)
Kemenkominfo Berkomitmen Lanjutkan Pembangunan BTS 4G
KT1
04 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melanjutkan kontrak layanan Based Tranciever Station (BTS) 4G untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kemenkominfo Budi Arie Setiadi menyatakan, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo saat menyerahan DIPA Kementerian Tahun Anggaran 2024, agar pemanfatan alokasi anggaran pemerintah harus fokus pada hasil. Budi Arie menjelaskan, kontrak Operation & Maintence yang ditandatangani merupakan kontrak untuk melanjutkan pengoperasian BTS 4G yang telah dibangun dan menjadi aset Badan Aksebilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kemenkominfo. "Sehingga layanan sinyal dari site BTS yang telah tercatat menjadi aset BTS yang telah tercatat menjadi aset BAKTI Kominfo dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara optimal," ujar Budi Arie. (Yetede)
Bisnis Menara Mitratel Diperluas ke Luar Jawa
KT3
02 Dec 2023 Kompas
Perusahaan infrastruktur telekomunikasi, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel, berencana untuk terus memperluas pangsa pasar dari menara telekomunikasi di luar Jawa. Ekspansi ini sejalan dengan tren peningkatan kebutuhan internet di Indonesia. Demikian disampaikan Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk Theodorus Ardi Hartoko, Kamis (30/11/2023), di Jakarta. (Yoga)
Telkom Cari Mitra Janjikan 20% Saham Data Center Co
KT1
01 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tengah mencari mitra strategis untuk mendukung ekspansi unit usahanya. Data Center Co, dengan peluang kepemilikan saham hingga 20%. Kemitraan strategis tersebut diharapkan dapat mengembangkan bisnis pusat data (data center) Group Telkom, baik didalam maupun di luar negeri. Direktur Startegic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya mengatakan, permintaan data center di Indonesia pada 2031 diperkirakan mencapai lebih dari 1.256 MW dengan CAGR sebesar 33%. Prediksi itu naik signifikan dibanding permintaan data center ini yang masih di bawah 100 MW. "Untuk itu, kami terus berusaha mengembangkan kapasitas data center, baik yang ada didalam maupun luar negeri, dan daerah-daerah yang kami harapkan akan menuju kapasitas sebesar 400 MW pada 2030," jelas Budi dalam paparan publik di Jakarta Kamis (30/11/2023). (Yetede)
Pilihan Editor
-
Beban Bunga Utang
05 Aug 2022 -
The Fed Hantui Pasar Global
26 Jul 2022









