Telekomunikasi
( 286 )Mitratel Jajaki Akuisisi Aset Serat Optik Indosat
JAKARTA,ID-PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel mengaku tertarik pada peluang akuisisi serat optik (fiber optic) PT Indosat Tbk (AST), yang disebut-sebut senilai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15,35 triliun. Terlebih, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut masih memiliki sisa anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang masih belum terpakai senilai Rp 7 triliun. "Kalau diizinkan, kami akan explore opportunity ini," kata Direktur Investasi Dayamitra Hendra Purnama kepada Investor Daily, Jumat (15/9/2023). Dia menjelaskan, izin dimaksudkan adalah diundang untuk berpartisipasi pada rencana penjualan aset Indosat tersebut. Kabar rencana penjualan serat optik tersebut, diungkapkan BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbarunya. "Dari situ kami bisa lihat finansial officernya-nya, dan kalau cocok dengan portfolio kami, kami akan tertarik untuk ikut berpartisipasi di prosesnya," kata Hendra. Emiten berkode saham MTEL tersebut juga melihat potensi saham pengendali paa PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), yang hampir memiliki 16,642 km serat optik di FTTB/FTTH/FYY bersama dengan 3.383 menara telekomunikasi. (Yetede)
XL dan Indosat Buka Pintu bagi Starlink, Fren Selangkah Lebih Maju
JAKARTA,ID-PT XL Axiata (EXCL) dan PT Indosat Tbk (ISAT) membuka pintu untuk menjajaki potensi kerja sama dengan penyedia layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, Starlink, sambil tetap berpedoman pada regulasi. Dua emiten operator telekomunkasi nasional lainnya, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) sudah lebih dulu menjalin kemitraan dengan Starlink. Head of External Communication XL Axiata Henri Wijanto mengungkapkan, EXCL selalu terbuka untuk setiap peluang kerja sama dengan semua pihak, sepanjang untuk memberikan layanan yang lebih bagi pelanggan dan masyarakat. "Menurut kami, kehadiran Starlink di Indonesia tentu bisa memberikan pilihan ketersediaan teknologi yang dapat mendukung operator untuk menyediakan layanan internet berkecepatan tinggi, khususnya diwilayah-wilayah pelosok untuk penyediaan backhaul," jelas Henri kepada Investor Daily, baru-baru ini. Namun Henri memberiikan catatan, bila kegiatan operasional Starlink untuk menyediakan internet secara langsung kepada pelanggan atau masyarakat bersaing dengan layanan yang ada dari operator, tentu diperlukan penerapan regulasi yang seimbang dari pemerintah. (Yetede)
Mengandalkan Tarif dan Trafik Data
Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) punya prospek yang positif pada sisa tahun 2023. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Niko Margaronis memprediksi, pendapatan EXCL potensial tumbuh dua digit pada tahun ini.
Menurut Niko, EXCL secara konsisten membukukan peningkatan trafik data setiap kuartal dengan rata-rata 78,5 petabyte pada kuartal ketiga, dan rata-rata 90,0 terabyte pada kuartal keempat dalam lima tahun terakhir. Ia mengasumsikan pertumbuhan rata-rata sebesar 3,4% secara kuartalan dalam enam kuartal ke depan.
Oleh karena itu, BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan pendapatan EXCL pada 2023 akan tumbuh sekitar 10% yoy menjadi Rp 32,08 triliun, lebih tinggi dari panduan EXCL yang sebesar satu digit.
Berdasarkan riset tanggal 4 September 2023, Analis BCA Sekuritas Mohammad Fakhrul Arifin mengatakan, upaya migrasi BTS 3G EXCL akan memberikan pencapaian operasional yang lebih baik pada semester 2 2023. Sisa aset BTS 3G EXCL hanya sekitar 0,8% pada kuartal II-2023, dari 2,8% pada kuartal II-2022.
Pengamatan kualitatif BCA Sekuritas, pengguna EXCL secara acak, khususnya Gen Z dan millennial di kota-kota tier 1 menunjukkan hasil yang positif. Sebagian besar responden mampu melewati kenaikan harga sebesar 10%-20% demi kualitas jaringan yang lebih baik.
Dalam riset yang dirilis 5 September 2023, Analis Samuel Sekuritas Jonathan Guyadi mengatakan, operator-operator Indonesia akan terus berupaya meningkatkan average revenue per user (ARPU) basis pelanggannya untuk meningkatkan kinerja.
Sinarmas Sekuritas dalam riset 2 Agustus 2023 mencatat, masih ada potensi EXCL menaikkan harga di semester II 2023 karena tren trafik dan pelanggan yang positif. Oleh karena itu, Sinarmas memperkirakan ARPU akan tetap berada di kisaran Rp 42.000-Rp 43.000 di kuartal III 2023.
Indosat Dorong Inklusi Digital Indonesia Timur
JAKARTA,ID-Indosat Ooredoo Hutchinson (PT Indosat Tbk) mendorong inklusi digital di Indonesia Timur melalui peningkatan pengalaman pelanggan di wilayah Nusa Tenggara. Peningkatan terus menerus ini dilakukan untuk memberdayakan dan memaksimalkan potensi masyarakat lokal. Jaringan Indosat kini pun telah menjangkau lebih dari 80% populasi di wilayah Nusa Tenggara, dengan penambahan pemancar jaringan (sites) BTS dan kapasitas internet yang meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Khusus di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), jaringan Indosat, bahkan, sudah menjangkau 100% populasi untuk mendukung kemudahan akses informasi dan membuka peluang lebih banyak. Kami yakin pemanfaatan teknologi digital, memaksimalkan potensi yang ada, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, ujar Danny, dalam pernyataan di Jakarta, dikutip Minggu (3/9/2023). Menurut dia, hal tersebut menjadi awal untuk mewujudkan tujuan Indosat yang lebih besar dalam menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia dengan mempercepat transformasi digital bangsa. (Yetede)
Bakrie Telecom Membidik Kontribusi Bisnis Digital 70%
JAKARTA,ID-PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) menargetkan pedapatan dari bisnis digital berkontribusi 70% dari total pendapatan pada 2023. Hal ini menjadi bagian dari hasil transformasi kegiatan usaha perseroan berbasis digital. Pendapatan akan dipacu dari kegiatan bisnis pengeolahan infrastruktur industri penyiaran berbasis digital dan digital marketing agency. Sementara itu, tahun 2023 hingga semester I, pendapatan usaha perseroan turun 19,78% menjadi Rp16,87 miliar dibandingkan Rp21,3 miliar pada semester I-2022. Presiden Direktur BTEL Group Harya Mitra Hidayat mengatakan, tahun ini, pihaknya terus merasakan dampak positif atas realisasi visi perseroan, yaotu transformasi kegiatan usaha menjadi berbasis digital. "Dlaam merealisasikan visi tersebut, startegi manajemen perseroan adalah menjalankan aktivitas melaui unit-unit usaha yang dapat beradaptasi dengan cekatan," kata Harya, dalam keterangannya di jakarta, Kamis (31/08/2023). Seperti yang telah dilaporkan pada laporan keuangan perusahaan dan paparan publik tahun 2022, perseroan memeiliki beberapa unit usaha yang menjadi lokomotif pendorong kimerja going concern BTEL Group. (Yetede)
JARINGAN TELEKOMUNIKASI : 5G Kurangi Polusi Udara
President of Ericsson Indonesia Jerry Soper mengatakan teknologi digital, termasuk 5G akan menjadi aspek yang sangat penting untuk mengurangi separuh emisi karbon di setiap dekade hingga 2050 dalam memenuhi target pemanasan global yang tidak melebihi 1,5 derajat celcius. Jaringan broadband seluler dan digitalisasi tidak hanya akan membantu mentransformasi industri, tetapi juga mengurangi dampak iklim. Industri telekomunikasi bertanggung jawab atas 1,4% emisi global tetapi memiliki potensi untuk mengurangi 15% emisi global di sektor-sektor seperti transportasi dan manufaktur. “5G memungkinkan pengurangan emisi karbon 10x lebih banyak melalui transformasi industri dibandingkan dengan emisi yang dihasilkan oleh sektor ICT itu sendiri,” kata Jerry kepada Bisnis, Jumat (18/8). Sebagai perusahaan telekomunikasi dan jaringan multinasional asal Swedia, Jerry menerangkan base terpasang di Ericsson telah siap untuk 5G. Dari sisi lingkungan, digitalisasi memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon global hingga 15% pada tahun 2030. Global e-Sustainability Initiative memperkirakan bahwa 11 dari 17 target SDG dapat dipengaruhi secara langsung oleh teknologi digital.
Jumlah Pengguna Layanan Seluler di Indonesia Mencapai 346,8 Juta
Per Juni 2023, jumlah gabungan pengguna Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, XL Axiata, dan Smartfren mencapai 346,8 juta. Jika dibandingkan dengan total populasi penduduk sebesar 227,8 juta jiwa, Indonesia memiliki 124,8 pengguna layanan telekomunikasi seluler untuk setiap 100 orang dalam populasi. Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Sarwoto Atmosutarno, Sabtu (5/8/2023), mengatakan, ini menandakan tingkat ketergantungan penduduk terhadap telepon seluler untuk komunikasi dalam kehidupan sehari-hari relatif tinggi. (Yoga)
3 Emiten Telko Realisasikan Total Capex Rp22,62 Triliun
JAKARTA,ID-Tiga emiten telekomunikasi (telko) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Telkom Indonesia (persero) Tbk, PT Indosat Tbk (Ooderedoo Hutchinson), dan PT XL Axiata Tbk telah merealisasikan total belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 22,62 triliun pada 2023 hingga semester I. dana tersebut sebagian besar digunakan untuk membangun infrastruktur jaringan digital di berbagai wilayah di Tanah Air. Realisasi investasi itu telah mencapai rata-rata 38,71% dari total rencana capex Rp58 triliun pada 2023. Telkom telah membelanjakan modal untuk ekpansi Rp 15 triliun atau sekitar 40% dari total rencana capex sekitar Rp 37 triliun atau 33,08% dari rencana Rp 13 triliun dan XL Axiata telah membelanjakan modal Rp 3,15 triliun atau 39,38% dari total rencana capex Rp 8 triliun. Direktur Utama Telkom Ririek Ardiansyah mengatakan, sepanjang semester I-2023, Telkom terus mengembangkan infrastruktur dan jaringan telekomunkasi. Langkah ini dilakukan dengan harapan akan berdampak positif terhadap peningkatan expense dan kepuasan pelanggan. (Yetede)
PROSPEK BISNIS SEMESTER II/2023 : ADU KUAT ‘SINYAL’ EMITEN TELEKOMUNIKASI
Pemain industri telekomunikasi bakal memasuki periode menantang pada semester II/2023. Namun, sejumlah emiten tetap menyiapkan strategi ekspansif untuk memperkuat performa bisnis yang sempat tertekan pada awal tahun ini.
Dari sejumlah emiten telekomunikasi yang merilis kinerjanya sepanjang 6 bulan pertama tahun ini, perolehan pendapatan masih mencatatkan pertumbuhan yang cukup baik. Namun, laju laba bersih cenderung kontraksi, bahkan ada yang mencetak rugi.PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), PT XL Axiata Tbk. (EXCL), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Smarfren Telecom Tbk. (FREN) kompak membukukan pendapatan.Pendapatan EXCL naik paling tinggi sebesar 12,01% year-on-year (YoY) dari Rp14,07 triliun pada semester I/2022 menjadi Rp15,76 triliun pada 6 bulan pertama 2023. Di belakang EXCL, ISAT mengantongi pendapatan Rp24,67 triliun atau naik 9,54% secara tahunan.
Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa kendati pendapatan XL Axiata atau EXCL tumbuh hingga 12% atau double digit pada semester I/2023, perseroan tetap mempertahankan target pertumbuhan high single digit pada akhir tahun.
“Beberapa analis mengatakan semester II/2023 agak lebih soft market kita,” kata Dian, Senin (31/7).Menurut Dian, pada semester I/2023 dari sisi telekomunikasi cukup menggembirakan, karena semua operator mengalami pertumbuhan pendapatan. Artinya, ujar Dian, industri telekomunikasi kembali tumbuh seperti saat sebelum pandemi.
Terpisah, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan performa pendapatan selama paruh pertama 2023 mengantarkan EBITDA perusahaan ke Rp11,38 triliun atau tumbuh 24% YoY. Dia mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi.
Sementara itu, Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan kinerja pendapatan perseroan pada paruh pertama 2023 tak lepas dari stategi utama Five Bold Moves. Telkom juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan infrastruktur.Dari sudut pandang lain, analis Aldiracita Sekuritas Selvi Ocktaviani mengharapkan inisiatif FMC dapat mendorong performa TLKM pada semester II/2023. Pada 2023, TLKM diestimasi meraih pendapatan Rp150,35 triliun dan laba bersih Rp25,28 triliun. Saham TLKM direkomendasikan beli dengan target harga Rp4.200 per saham.
Sinyal Kuat Emiten Telekomunikasi
Kinerja emiten telekomunikasi pada separuh pertama tahun ini cukup beragam. Kendati laba bersih masih turun, pemulihan sektor ini ini mulai terlihat dari kinerja operasional yang kompak menguat.
PT XL Axiata Tbk (EXCL) misalnya, berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 15,76 triliun per Juni 2023. Nilai itu naik 12% secara tahunan atau year on year (yoy). Meski tak setinggi EXCL, pendapatan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga tumbuh 2,08% yoy menjadi Rp 73,47 triliun.
Sedangkan pendapatan PT Indosat Tbk (ISAT) naik 9,54% yoy menjadi Rp 24,67 triliun dari Rp 22,52 triliun pada semester I-2022. Kinerja pendapatan ini salah satunya didorong oleh peningkatan average revenue per user atau ARPU.
Presiden Direktur EXCL, Dian Siswarini mengatakan, industri telekomunikasi pada semester I-2023 sudah kembali pulih seperti pra-pandemi. Meskipun pendapatannya sudah naik 12% di semester I-2023, EXCL masih mempertahankan target pendapatan high single digit, di kisaran 6%-10% hingga akhir 2023.
Research Analyst
NH Korindo Sekuritas, Leonardo Lijuwardi menilai, potensi peningkatan konsumsi data diharapkan bisa meningkatkan ARPU emiten telekomunikasi. Tak hanya itu, layanan fixed mobile convergence (FMC) juga bakal jadi mesim baru sektor ini.
Analis Panin Sekuritas, Aqil Triyadi juga menilai, layanan FMC bakal memperkuat margin pemain telekomunikasi. Aqil menyarankan beli TLKM dan EXCL. dengan target masing-masing Rp 4.800 dan Rp 2.730. Lalu, Leonardo merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 5.000.
Pilihan Editor
-
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022 -
Paradoks Ekonomi Biru
09 Aug 2022









