Telekomunikasi
( 286 )Bisnis FMC Telkomsel Janjikan Ragam Manfaat kepada Pelanggan
JAKARTA,ID-Keputusan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk untuk menginterogasikan layanan bisnis seluler dan kabel serat optik (fixed mobile convergence/FMC) ke anak usahanya, PT Telkomsel, makin memperkuat layanan kabel IndiHome. Terkini, Telkomsel telah meluncurkan Telkomsel One yang merupakan produk layanan FMC pertamanya. "Jadi, jangan salah paham. Integrasi layanan bisnis IndiHome ke Telkomsel justru membuat membuat banyak pilihan paket langanan bagi pelanggan, baik seluler dan fixed broadhand (kabel). IndiHome tetap indiHome, masih tetap ada," tegas Vice President Home Broadhand and FMC Marketing Telkomsel Dedi Suherman, dalam Media Update Telkomsel di Bali, Rabu (26/7/2023). Dia menjelaskan, produk Telkomsel One yang diluncurkan Jumat (21/7/2021) pekan lalu makin memperkuat posisi layanan IndiHome. Layanan IndiHome pun menjadi bagian dari berbagai pilihan paket ungulan Telkomsel yang costumer centric sesuai kebutuhan pelanggan. Dalam telkomsel One, terdapat paket Complete yang mencakup layanan IndiHome, Orbit, dan Kouta Keluarga (paket mobile). Kemudian, Paket Dynamic yang mencakup layanan IndiHome dan Kuota Keluarga.(Yetede)
BHP Frekuensi Jadi Beban Bagi Industri, Tapi Berkah Buat Negara
JAKARTA,ID-Operator telekomunikasi harus memikul kewajiban untuk membayar biaya hak penggunaan (BPH) frekuensi radio setiap tahun, yang menjadi pendapatan negara bukan pajak (PNBP). Padahal, pada saat bersamaan persaingan bisnis antaroperator telekomunikasi di Indonesia makin ketat. Nilainya diperkirakan belasan persen dari total pendapatan operator. Kondisi ini membuat operator harus mengetatkan ikat pinggang (efisiensi) biaya investasi, maupun biaya operasi dalam membangun jaringan telekomunikasi di Tanah Air. Pengamat telekomunikasi, sekaligus Dosen Institute Teknologi Bandung (ITB) Ridwan Effendi mengatakan, saat ini, PNBP sektor telekomunikasi sudah sangat besar dan makin banyak. Biaya ini, bahkan telah menjadi beban bagi operator telekomunikasi. "Memang PNBP sektor komunikasi sudah sangat besar dan makin banyak, bukan hanya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), tapi juga berasal dari Direktorat Jenderal Penduduk dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Pemerintah Daerah (Pemda), sehingga saat ini sudah menjadi beban operator," kata Ridwan kepada Investor Daily, Kamis (20/7/2023). (Yetede)
Berharap Penyelesaian Proyek BTS 4G di Area 3T ke kemenkominfo Baru
JAKARTA,ID-Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Budi Arie Setiadi untuk bekerja cepat di sisa masa jabatan Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. Menkominfo baru tersebut diminta untuk menyelesaikan proyek base transciever station (BTS) 4G di are terluar, terdepan, dan tertinggal (3t) dan menghindari kasus hukum seperti terjadi pada mantan Menkominfo Jhonny G Plate. Lalu bagaimana cara merealisasikannya?. "Saya ingin yang pertama, Menkominfo, penyelesaian BTS itu harus diutamakan. Penyelesaian hukum silahkan berjalan," kata Jokowi, usai melantik Budi Arie menjadi Menkominfo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (17/07/2023). Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Peta Jalan Digital Indonesia tahun 2020-2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), melalui Badan Layanan Umum Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BLU Bakti), bersama operator telekomunikasi, punya target membangun minimal satu BTS 4G pada sekitar total 83.218 desa 3T dan non-3T d tanah Air. (Yetede)
Ekonomi Digital Jadi Tantangan Menteri Baru
Pengangkatan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang baru menjadi momentum pemerintah untuk mempercepat transformasi ekonomi digital di Indonesia yang diproyeksikan mencapai US$ 130 miliar atau setara Rp 1.950 triliun (kurs US$ 1=Rp 15.000) pada tahun 2025. Syaratnya, basis ekonomi digital di Tanah Air harus kuat.
Kemarin, Presiden Joko Widodo melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menkominfo, serta sejumlah pejabat lainnya. Budi menggantikan posisi Johnny Gerard Plate yang tersangkut dugaan korupsi proyek base transceiver station (BTS) 4G. Presiden Jokowi juga menunjuk Nezar Patria sebagai Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika untuk membantu pekerjaan Menkominfo.
Usai pelantikan, Presiden Jokowi memerintahkan Menkominfo Budi Arie agar mempercepat penyelesaian proyek BTS 4G di sisa masa pemerintahan yang tinggal satu setengah tahun lagi.
Selain penyelesaian proyek BTS 4G, Presiden menitahkan Menkominfo agar menuntaskan persoalan terkait perkembangan teknologi digital. Mulai dari kedaulatan data, kecerdasan buatan, frekuensi hingga satelit, termasuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Bidang Komunikasi dan Informatika.
Menkominfo Budi berjanji segera membentuk satgas tersebut, serta menangani kebocoran data di dalam negeri. Budi mengaku sudah mendapatkan laporan terkait kebocoran data dan berjanji segera menuntaskannya.
Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) Jerry Mangasas Swandy berharap Kemkominfo merealisasikan infrastruktur digital secara nasional. Sebab sampai saat ini cakupan konektivitas infrastruktur digital hanya sekitar 30% dari 514 kabupaten/kota.
TLKM Fokus Garap Segmen B2B & UKM
Usai melebur IndiHome ke dalam PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) kian fokus menggarap segmen
business to business
(B2B). Salah satunya dengan meluncurkan produk solusi digital, yakni Indibiz.
Nantinya, produk anyar ini menyasar segmen
small medium enterprise
(SME) alias UKM. Direktur
Enterprise & Business Service
Telkom, FM Venusiana menjelaskan, segmen UMKM bukan hal yang baru bagi TLKM. Tapi selama ini pihaknya belum fokus mengembangkan pasar ini.
TLKM akan memberikan solusi
platform
dan layanan digital ke UKM sambil berkolaborasi dengan
startup. TLKM juga bisa memberikan solusi pembiayaan ke UKM.
VP Corporate Communication
Telkom, Andri Herawan Sasoko menambahkan, dengan bergabungnya IndiHome ke Telkomsel, Telkom fokus B2B diharapkan pendapatan meningkat dan membuka peluang baru.
"Telkom fokus ke B2B, diharapkan bisa menciptakan peluang baru dan belanja modal diharapkan bisa ditekan. Target pendapatan akhir tahun masih dibahas di RKAB perubahan dan mudah-mudahan revisi naik," ujar Andri.
Sebelumnya,
VP Investor Relations
Telkom Edwin Sebayang mengatakan, dari sekitar 65 juta rumah tangga, ada potensi 20 juta30 juta berpotensi menggunakan produk FMC milik emiten pelat merah ini. "Ada peluang 8 juta pelanggan baru," ujar Edwin.
Telkom Fokus Garap Sektor B2B dan UKM
JAKARTA,ID-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan lebih fokus menggarap segmen busines to business (B2B) pascapelepasan dan integrasi bisnis internet kabel IndiHome ke Telkomsel, Pada segmen ini, selain sektor perusahaan (enterprise) dan pemerintah (goverment), Telkom serius menggarap sektor usaha kecil dan menengah (UMKM). Karena itu, Telkom pun akan menyediakan ekosistem solusi dunia usaha dengan brand Indonesia Digital Business (Indibiz). Platform ini akan tersedia dalam bentuk aplikasi (appas) yang menyediakan ekosistem dan solusi yang mendukung bisnis, termasuk UKM. "Jadi, kami menyediakan ekosistem solusi dunia usaha Indonesia. kami mengangkat brand Indonesia Digital Business (IndiBiz), ini adalah ekosistem digital on top of connectivity. Kita tidak bicara connectivity lagi, tetapi solusi dan ekosistem untuk mendukung UMK atau pelaku usaha untuk naik kelas atau global," kata Direktur Interprise dan Business Service Telkom Ririek Ardiansyah menuturkan FM Venusiana R di jakarta, Kamis (6/7/2023). (Yetede)
Asa Operator Telko Genjot Penetrasi FMC di Indonesia
JAKARTA,ID-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) telah menandatangai akta pemisahan (deed of spin off) untuk mengintegrasi IndiHome ke Telkomsel. Sehingga, sejak 1 Juli 2023, IndiHome resmi dioperasikan oleh Telkomsel. Kesepakan ini merupakan tonggak penting bagi implementasi inisiatif Fixed Mobile Convergence (FCM) Telkom Group. Selain telkom, operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) dan PT Link Net Tbk (Link Net) juga meneruskan memperkuat sinergi untuk mewujudkan percepatan penetrasi pasar layanan Fixed Broadband (FBB) dan Fixed Mobile Convergence di Indonesia. Melalui kerja sama jaringan ini, XL Axiata berharap mampu menjangkau pasar konvergensi yang lebih luas, seiring dengan terus meningkatnya permintaan pasar di wilayah yang lebih luas. Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) Ririek Adriansyah mengatakan, integrasi tersebut juga dalam rangka menciptakan dampak berkelanjutan di masyarakat seperti menghadirkan layanan broadband yang lebih luas, merata, dan andal, mendukung akselerasi inklusi digital dan ekonomi digital, meningkatkan level playing field industri telekomunikasi Indonesia, serta memperkuat bisnis perseroan di masa mendatang. "Ini menjadi basis yang penting untuk mulai mengoperasikan FMC di Telkomsel. Kita juga berharap bahwa FMC ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi nanti dapat digunakan oleh masyarakat luas di Indonesia, dan termasuk juga stakeholder yang lain,"kata Ririek di Jakarta, pekan lalu. (Yetede)
Sulitnya Wujudkan Satu Desa Satu Menara BTS
JAKARTA,ID-Indonesia kesulitan mewujudkan target setiap desa punya minimal satu menara telekomunikasi penguat sinyal internet seluler (base transceiver station/BTS) 4G pada akhir 2024. Kendala Covid 2019 tahun 2020-2022 dan kasus korupsi proyek BTS 4G oleh BLU Bakti di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) yang sampai menterdakwakan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Johnny G Plate menjadi penyebabnya. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Peta Jalan Digital Indonesia tahun 2020-2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), melalui Badan Layanan Umum Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BLU Bakti), punya setidaknya empat proyek pembangunan minimal proyek digital strategis. Satu diantaranya merupakan proyek pembangunan minimal satu menara BTS pada setiap desa di wilayah 3T. Sementara itu, dari sekitar total 83.794 desa di tanah Air, hingga akhir 2019, sekitar 70%-an telah tersambung dengan jaringan data/internet melalui BTS 4G. Pada 2020-2024, masih terdapat sekitar 12.548 desa yang harus dibangun jaringan BTS 4G di daerah 3T. Sehingga 9.113 BTS di wilayah 3T menjadi tugas Bakti membangunnya dan dan 3.435 desa sisanya dibangun oleh operator telko karena sudah masuk wilayah ekonomis secara bisnis. (Yetede)
Operator Telekomunikasi Berdamai
Perang tarif antar operator telekomunikasi sudah usai. Kini, iklim di industri telekomunikasi menjadi lebih rasional. Persaingan antar operator pun tidak lagi sekaku sebelumnya.
Hal ini sudah terlihat dengan adanya kenaikan tarif layanan dan data secara keseluruhan. Analis BCA Sekuritas Mohammad Fakhrul Arifin mencatat, penyesuaian tarif rata-rata industri pada tahun 2022 berkisar 10%-20%. Menurut dia, rasionalisasi harga dan peningkatan payload data pengguna secara konsekuen meningkatkan pengeluaran data. "Paket data dengan tarif Rp 50.000-Rp 300.000 dipilih sebagai penawaran paling disukai, mewakili 76,1% dari total," kata dia, Minggu (25/6).
Fakhrul memprediksi, pendapatan industri telekomunikasi pada tahun 2022-2025 dapat tumbuh 5,9% (CAGR), naik dari 3,8% tahun 2016-2021. Namun, average revenue per user (ARPU) diperkirakan tumbuh konservatif pada 5,5%-6,7% pada tahun 2023-2024. ARPU industri pada 2023 sebesar Rp 39.200 dan jadi Rp 44.200 pada 2024.
Analis Maybank Sekuritas Etta Rusdiana pun sepakat jika saat ini kompetisi menjadi lebih sehat dibandingkan beberapa tahun lalu. Kini operator mulai menargetkan ARPU lebih tinggi, salah satunya dengan menerapkan tarif per GB lebih murah di nominal tinggi. Strategi ini berdampak positif ke ARPU.
Analis Samuel Sekuritas, Jonathan Guyadi dalam riset 16 Mei 2023 menjelaskan, inisiatif pada pengembangan fix mobile covergence (FMC) akan membantu agar churn rate berkurang. Dia menyebut, di Eropa peluncuran FMC membuat churn rate berkurang 14%-26% dalam lima sampai delapan tahun.
Inisiatif ini dilakukan PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang berencana menggelar transformasi struktural. XL sebagai Serve Co dan PT Link Net Tbk (LINK) menjadi Fiber Co. Pelanggan fixed broadband LINK akan dimigrasikan ke EXCL sementara aset fiber EXCL diberikan ke LINK.
Telkomsel dan Indihome juga menggelar spin-off bisnis fixed broadband. Ini akan membuat PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) lebih efisien. Belanja modal bisa turun menjadi hanya membutuhkan 20%-22% dari pendapatan. Secara historis anggaran capex TLKM 25% dari pendapatan.
4 Operator Telko Punya 287 Juta Pelanggan Data
JAKARTA,ID-Jumlah pelanggan data/internet dari empat operator telekomunikasi (telko) seluler di Tanah Air, yakni Telkomsel, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchinson), PT XL Axiata Tbk, dan PT Smartfren Telecom Tbk, bertambah 12,57 jutaan menjadi 287,68 juta pada kuartal I-2023 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya 275,11 juta. Hal ini terjadi seiring dengan meningkatkannya kebutuhan internet di tengah masyarakat yang mengarah ke era serba digital dan digitalisasi berbagai sektor kehidupan. Jumlah pelanggan data Telkomsel terbanyak mencapai 121,8 juta pada kuartal pertama tahun ini, bertambah 2 jutaan dari periode sama tahun sebelumnya 119,8 juta. Selanjutnya, Indosat mencatat peningkatan pelanggan data terbanyak 5,73 juta menjadi 74,03 juta. XL Axiata berhasil menambah 0,84 juta pelanggan menjadi 53,85 juta. Terakhir, semua pelanggan Smartfren sudah berlangganan data memanfaatkan jaringan BTS 4G/LTE bertambah 4 jutaan menjadi 38 jutaan akhir 2022 dari tahun sebelumnya 34 juta. Tren pelanggan seluler terus bermigrasi ke layanan data justru ketika total pelanggan secara kumulatif dalam tren menurun karena semakin selektif menggunakan layanan. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Waspadai Sentimen Geopolitik
05 Aug 2022 -
BABAK BARU RELASI RI-JEPANG
28 Jul 2022









