Sulitnya Wujudkan Satu Desa Satu Menara BTS
JAKARTA,ID-Indonesia kesulitan mewujudkan target setiap desa punya minimal satu menara telekomunikasi penguat sinyal internet seluler (base transceiver station/BTS) 4G pada akhir 2024. Kendala Covid 2019 tahun 2020-2022 dan kasus korupsi proyek BTS 4G oleh BLU Bakti di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) yang sampai menterdakwakan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Johnny G Plate menjadi penyebabnya. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), Peta Jalan Digital Indonesia tahun 2020-2024, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), melalui Badan Layanan Umum Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BLU Bakti), punya setidaknya empat proyek pembangunan minimal proyek digital strategis. Satu diantaranya merupakan proyek pembangunan minimal satu menara BTS pada setiap desa di wilayah 3T. Sementara itu, dari sekitar total 83.794 desa di tanah Air, hingga akhir 2019, sekitar 70%-an telah tersambung dengan jaringan data/internet melalui BTS 4G. Pada 2020-2024, masih terdapat sekitar 12.548 desa yang harus dibangun jaringan BTS 4G di daerah 3T. Sehingga 9.113 BTS di wilayah 3T menjadi tugas Bakti membangunnya dan dan 3.435 desa sisanya dibangun oleh operator telko karena sudah masuk wilayah ekonomis secara bisnis. (Yetede)
Tags :
#TelekomunikasiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023