;
Tags

Telekomunikasi

( 286 )

Jaringan Internet untuk Masyarakat Pelosok Desa

KT1 01 Dec 2023 Tempo
Saneh tersenyum bahagia. Senyumnya itu dia lontarkan kepada Rafka, cucunya yang terlihat di layar ponsel. Sambil memandang cucu kesayangannya, dia pun pelan-pelan mengajarkan Rafka urutan abjad. “Aa… Bb…,” ucap Saneh berharap sang cucu mengikuti ucapannya.   Kebahagiaan Saneh, diakui suaminya, Rusdi, dikarenakan istrinya itu dapat menyapa sang cucu yang tinggal di Desa Pandan Indah, Praya Barat, Lombok Tengah. Sementara mereka, sang kakek dan nenek, tinggal di Desa Pandan Tinggang, Kecamatan Prabarda, Lombok Tengah. 

Lokasi rumah Rusdi yang tepat di belakang kantor Desa Pandan Tinggang membuatnya dengan leluasa dapat menelpon cucunya dengan jaringan internet secara gratis. Internet itu didapat dari program Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), khususnya Bakti Akses Internet (Aksi). Berupa penyediaan akses internet melalui VSAT, radio link, dan fiber optik.

Selain Bakti Aksi, Bakti Kominfo memang memiki sejumlah program untuk mengurangi kesenjangan digital di wilayah Pelayanan Universal Telekomunikasi dan Informasi (WPUTI) di antaranya dengan menyediakan Palapa Ring, Satria-1, Bakti Sinyal (BTS), serta Program Ekosistem Digital.  “Saya menggunakan ponsel untuk telpon anak dan teman, serta baca-baca berita,” kata Rusdi. Kebetulan, lanjut dia, dia bekerja sebagai Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa. (Yetede)

Wilayah Timur XL Axiata Sumbang 23% Pendapatan

KT1 13 Nov 2023 Investor Daily (H)
PAMEKASAN,ID-Wilayah kerja timur, (east region) operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk yang terdiri atas Jawa Timur, Bali, dan Nusa tenggara (Nusra) berkontribusi sekitar 23% terhadap total pendapatan konsolidasi secara nasional. Khusus di Pulau Madura saja, perseroan memiliki pangsa pasar terbesar dengan melayani total lebih dari 1 juta pelanggan. Saat ini, XL Axiata mempunyai tiga wilayah kerja operasional dan bisnis, yakni bagian barat (west region), pusat (central region), dan barat (east region). Jika east region berkontribusi 23%, pendapatan terbesar secara konsolidasi mencapai 77% masih dikontribusi dari wilayah kerja central region dan east region. Sementara itu, pada 2023 hingga semenster 1, berdasarkan laporan keuangan  yang dipublikasikan, XL Axiata telah membukukan pendapatan secara konsolidari Rp15,78 triliun serta laba bersih yang dinormalisasi Rp658 miliar, masing-masing tumbuh 12% dibandingkan periode yang sama tahun 2022. (Yetede)

Orang Indonesia Bergantung Internet Seluler

KT1 10 Nov 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Masyarakat di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara masih sangat bergantung terhadap layanan data/internet berbasis seluler (mobile broadbrand) karena penetrasi yang berbasis kabel serat optik (fixed broadbrand) atau Wi-Fi masih rendah. Walaupun begitu, pemanfaatan layanan internet berbasis kabel/Wi-Fi oleh pemilik ponsel pintar (smartphone) di Tanah Air sudah yang paling tinggi mencapai 22,5% bersama malaysia 21,8% untuk kawasan Asia Tenggara. Dalam analisis terbarunya, Open Signal, lembaga pemeringkat dan solusi operator  telekomunikasi yang berbasis  di London, Inggris, menunjukkan gambaran yang beragam  di pasar negara-negara kawasan Asia Tenggara terkait akses pemilik smartphone terhadap internet berbasis kabel/Wi-Fi. Sebab, terdapat kurang dari 10% total pengguna  ponsel cerdas di negara Vietnam , Brunei, atau Filipina, hingga lebih dari seperempat di negara Timor Leste, laos, Thailand, atau, Malaysia yang sudah punya atau pernah mengakses layanan internet berbasis kabel/Wi-Fi. (Yetede)

Komitmen Bakti Tuntaskan Proyek Digital di Wilayah 3T

KT1 27 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Badan Aksebilitas Telekomunikasi Indonesia (Bakti), badan layanan umum informatika (Kemenkominfo), berkomitmen untuk menuntaskan proyek infrastruktur digital strategis untuk konektivitas internet di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Proyek yang diprioritaskan untuk dituntaskan terdiri atas menara penguat sinyal seluler (base transciever station/BTS) 4G di wilayah 3T, Palapa Ring Integrasi, serta Satelit Multifungsi. Selain itu, Bakti sedang mengevaluasi dan mengkaji target penyelesaian  proyek-proyek tersebut. hal ini dilakukan karena adanya kepala dan buntut dari kasus korupsi BTS 4G di wilyah 3T yang sampai menerdakwakan para pejabat Kemenkominfo dan bakti sebelumnya, termasuk mantan Dirut Bakti Anang A Latif dan mantan Menkominfo Jhonny G Plate. "Kami juga melakukan evaluasi proses bisnis dan proyek-proyek yang sedang berjalan sekaligus melanjutkan proyek-proyek  strategis, mencakup penyediaan jasa akses internet, sinyal 4G, integrasi jaringan serat optik Palapa Ring, pengoperasian satelit Satria-1," ujar Direktur Utama Bakti Fadilah. (Yetede) 

Saham GOTO Rontok, Telkom Pertahankan Investasi

KT1 27 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menegaskan belum memiliki rencana untuk melepas investasi di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), meski saham GOTO anjlok dalam hingga ke level Rp 57 atau jauh dari posisi saat penawaran  umum perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp338. Investasi Telkom di GoTo melalui PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) justru di klaim telah menghasilkan  pertumbuhan sinergi sebesar 25%. Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menerangkan, investasi Telkom di GOTO adalah bentuk sinergi. Dan dia memastikan, naik turunnya saham GOTO secara accounting tidak berdampak pada operasional Telkom. "Jadi, sinergi Telkom dan GOTO terus bertumbuh karena yang diprioritaskan adalah sinerginya. Dari tahun lalu sampai tahun ini tumbuh sekitar 25%. Artinya, ada pendapatan yang diperoleh Telkom melalui Telkomsel dari kerja sama dengan GOTO," kata Ririek di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (26/10/2023). (Yetede)

Optimisme di Bisnis Fiber Optik

HR1 26 Oct 2023 Kontan
Emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) diproyeksi masih memiliki prospek yang positif ke depan. Terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas mengatakan, momentum Pemilu berpotensi meningkatkan penggunaan data serta permintaan layanan 4G dan 5G. Untuk mengantisipasi kenaikan tersebut, operator telekomunikasi membutuhkan infrastruktur yang kuat, termasuk menara telekomunikasi untuk mendukung jaringan mereka. Hal tersebut berpotensi meningkatkan penyewaan menara serta penggunaan fiber optik yang pada akhirnya akan mengerek pendapatan TOWR sebagai salah satu emiten dengan aset terbesar di Indonesia. Analis Henan Putihrai Sekuritas, Steven Gunawan juga memprediksi, pendapatan TOWR tahun ini akan tumbuh satu digit sebesar 5,5% yoy menjadi Rp 11,65 triliun. Namun, laba bersih TOWR diperkirakan bakal turun 6,4% yoy menjadi Rp 3,22 triliun. Karena meningkatnya biaya bunga akibat kenaikan suku bunga. Meski begitu Steven menilai, TOWR mempunyai keunggulan di bisnis fiber to the tower (FTTT) dibanding pesaingnya, Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dan Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL). Kedua kompetitor tersebut dinilai belum terlalu mengembangkan FTTT. Pada kuartal III-2023, Steven mengestimasi jumlah FTTT yang menghasilkan pendapatan berpotensi meningkat sebesar 20,5% secara kuartalan menjadi 207.946 km dari total panjang yang diluncurkan 228.784 km. "Hal ini didorong oleh langkah TOWR yang terus memperluas jaringan fiber optik, terutama di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera yang memiliki permintaan penggunaan data yang signifikan," tutur Steven. Dalam riset yang dirilis  pada 3 Oktober 2023, Analis Bahana Sekuritas, Jason Chandra dan Tarra Laurentia berpendapat, bisnis FTTT akan menjadi pendorong utama pertumbuhan TOWR. Investasi awal perusahaan yang tergolong besar untuk pengembangan fiber diyakini akan membuahkan hasil di tahun-tahun mendatang. Steven dan Jason merekomendasikan buy TOWR dengan target harga masing-masing Rp 1.300 dan Rp 1.200 per saham. Sementara Sukarno merekomendasikan buy on weakness di area support kuatnya. Support terdekat di Rp 820-Rp  850 per saham.

Layanan Ritel Starlink Ancam Bisnis Operator Telko Eksisting

KT1 05 Oct 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), diingatkan untuk menolak  rencana pengajuan izin Starlink, lini bisnis internet milik Elon Musk, yang ingin melayani langsung konsumen ritel di tanah Air. Layanan Starlink tersebut dinilai bisa mengancam  bisnis para operator telekomunikasi/internet eksisting yang telah investasi besar-besaran untuk membangun jaringan infrastruktur  di berbagai wilayah Indonesia dan membayar iuran pemerintah Negara bukan Pajak (PBP) triliunan rupiah ke negara. Starlink, divisi perusahaan SpaceX milik Elon Musk, dikabarkan sudah membentuk perusahaan di Indonesia dengan nama Starlink Service Indonesia dan ingin satelitnya masuk ke bisnis pasar internet ritel. Namun, perusahaan hanya ingin beroperasi sebagai penyelenggara konten  (over the top/OTT) dan tidak berniat merekrut pegawai lokal di Tanah Air. Perusahaan layanan satelit dari Amerika Serikat itu sebenarnya sudah beroperasi di Tanah Air. Kerja sama ditingkat korporasi telah dilakukan Starlink dengan Telkomsat, anak usaha PT Telkom Indonesia (persero) Tbk secara business to business, untuk akses internet di wilayah terdepan, terjauh, dan tertinggal, dan telah disetujui oleh Kemekominfo pertengahan 2022. (Yetede)

Kemenkominfo Dorong Hanya Ada 3 Operator Seluler

KT1 03 Oct 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Kementerian komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mendukung wacana merger atau konsolidasi operator telekomunikasi (telko) seluler di Tanah Air, teranyar antara PT Smartfren Telecom Tbk dan PT XL Axiata Tbk. Kementerian ini siap untuk memfasilitasi proses merger agar jumlah operator telko mengerucut  jadi tiga saja supaya tercipta iklim industri telko yang lebih sehat dan tumbuh berkelanjutan (sustain), serta kecepatan internet di Tanah Air lebih baik. Saat ini terdapat empat operator telekomunikasi seluler beroperasi di Indonesia, yaitu  Telkomsel (anak usaha dari PT Telkom Indonesia Tk), PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Huthinson), XL Axiata, dan Smartfren. Empat operator tersebut mencatat punya 349 jutaan pelanggan pada akhir semester I-2023 turun dari tahun 2017 masih 371 jutaan. Namun, verifikasi dari Dikjen Dukcapil, Kemendagri, berdasarkan data kependudukan yang terdaftar, jumlah pelanggan operator seluler  di Indonesia sekitar 339 jutaa. (Yetede)

PHK Smartfren Sinyal Persaingan Telko Makin Berat

KT1 29 Sep 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Pemutusan hubungan kerja (PHK) sekitar 100 karyawan  PT Smartfren Telecom Tbk mengindikasikan persaingan  pada industri telekominikasi (telko) seluler di Tanah Air makin berat dan perlu inovasi baru untuk terus  tumbuh dan berkembang. Rencana merger perseroan  dengan  PT XL Axiata Tbk bisa saja terus didorong untuk lebih meningkatkan daya saing dan kinerjanya. Hanya saja, jumlah empat operator seluler saat ini juga dinilai justru ideal untuk menjaga persaingan tetap kuat. Presiden Dewan Pimpinan Pusat Asisoasi Serikat Pekerja Indonesia (DPP Aspek Indonesia), sebagai induk organisasi dari Serikat Karyawan Smartfren, Mirah Sumirat mengungkapkan bahwa  ada sebanyak 100 karyawan Smartfren yang terdampak PHK pada Agustus 2023. Bahkan, PHK biasa saja mencapai sedikitnya 300 karyawan tahun ini. Sementara itu, Director Investor Relations & Media Smartfren Gisela Yenny Lesmana mengonfirmasi, PHK sulit terhindarkan. Smartfren tengah melakukan beberapa  inisiatif penajaman startegi bisnis, benchmarking, dan perbaikan kinerja, seperti redifinisi tugas dan fungsi karyawan. (Yetede)

Telkom Perkuat Bisnis Satelit Lewat Starlink

KT1 19 Sep 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, melalui anak usaha PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsel), optimistis kerja sama yang dijalin dengan Startlink, perusahaan satelit internet milik konglomerat Amerika Serikat (AS) Elon Musk, akan memperkuat portfolio bisnis satelitnya. Layanan internet dengan skema kerja sama B2B tersebut dijual kepada perusahaan operator/penyelenggara jasa internet  untuk melayani masyarakat pengguna akhir tahun di wilayah 3T Tanah Air. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memberikan izin Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer (NGSO) Starlink kepada Telkomsat di Indonesia sejak sekitar  pertengahan 2022. Starlink merupakan satelit penyedia  layanan telekomunikasi/internet bagi masyarakat di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian, hak labuh satelit tersebut hanya berlaku untuk layanan untuk backhaul merupakan teknologi yang memfasilitasi perpindahan layanan data/internet dari satu infrastruktur telekomunikasi infrastruktur telekomunikasi lainnya. Artinya, Telkomsel hanya bisa menjual layanan Starlink kepada korporasi penyedia jasa internet 4G baru bisa memberikan layanannya kepada masyarakat penggguna akhir bisnis/ritel di area rural atau terdepan, terluar, dan tertinggi (3T) Tanah Air. (Yetede)