;
Tags

Teknologi Informasi

( 850 )

Indonesia Butuh Lebih Banyak Talenta Digital

KT3 11 Jun 2022 Kompas

Indonesia perlu memiliki banyak talenta digital untuk menghadapi dunia bisnis dengan daya saing digital yang ketat. ”Transformasi digital kini merupakan poin kunci yang menjadi concern semua pihak. Kami ingin menghadirkan tantangan dan peluang yang dimiliki oleh transformasi digital,” ujar pendiri sekaligus CEO Binar Academy Alamanda Shantika, Kamis (9/6) di Jakarta. (Yoga)

TEKNOLOGI NIRKABEL : PERLU KOLABORASI 5G BAGI INDUSTRI

HR1 08 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Pemerintah memperkirakan teknologi nirkabel generasi kelima atau 5G bisa menjadi solusi dalam memacu produktivitas industri manufaktur. Namun, dalam menghadirkan 5G di Indonesia masih cukup menantang sehingga perlu kolaborasi berbagai pihak. Direktur Telekomunikasi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Aju Widya Sari mengatakan teknologi nirkabel generasi kelima atau 5G memiliki latensi rendah yang mendukung penggunaan internet of things (IoT) dan robotika dengan kontrol penuh oleh industri. Dia menjelaskan sektor industri khususnya di era 4.0 membutuhkan teknologi 5G dengan dukungan private network atau jaringan khusus. Oleh karena itu, Kemenkominfo mendukung teknologi 5G melalui penyiapan konektivitas melalui Palapa Ring. Industri yang membutuhkan 5G adalah mobile broadband yang memerlukan internet kecepatan tinggi. Selanjutnya, teknologi 5G dibutuhkan kawasan industri, pabrikasi, manufaktur, hingga pertambangan yang pasti dalam prosesnya membutuhkan teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, Country Director Qualcomm Indonesia Shannedy Ong menyatakan teknologi 5G berpotensi mendukung sektor industri manufaktur dan kota pintar (smart city) di Indonesia. “Kata kuncinya adalah kolaborasi. Itu sangat penting sekali untuk mewujudkan kehadiran 5G baik dari sisi pemerintah, operator, hingga teknologi enabler,” tuturnya. Sementara itu, VP Network Architecture and Design Telkomsel Marfani menyatakan ada sejumlah tantangan dalam menghadirkan teknologi 5G private network di sektor industri. Menurutnya, tantangan yang mungkin muncul adalah Indonesia yang belum cukup siap secara ekosistem untuk mengadopsi teknologi 5G

Desa dan Sampah Makanan

KT3 31 May 2022 Kompas (H)

Kompas (19/5) menghitung nilai sampah makanan di Indonesia setara Rp 330 triliun per tahun. Masalah sampah pangan harus menjadi perhatian untuk dicari solusinya, dari hulu sampai hilir. Potensi sampah makanan berasal dari susut  pangan (food loss) dan limbah pangan (food waste). Susut pangan merujuk pada makanan atau bahan pangan yang terbuang sebelum diolah, sedangkan limbah pangan adalah sisa makanan yang (sebelumnya) layak konsumsi, tetapi (akhirnya) dibuang karena penyediaannya melebihi konsumsi atau makanan yang sudah melewati masa kedaluwarsa.

Mendalami masalah sampah makanan kategori susut pangan dapat ditelusuri dari rantai pasok bahan pangan. Biasanya rantai pasok pangan terdiri dari: petani, pengumpul, grosir, pengecer (toko), dan konsumen. Desa menempati ujung paling hulu dalam rantai pasok pangan. Sebagian besar komoditas pangan diproduksi atau dibudidayakan di desa sehingga susut pangan (sampah bahan pangan) menjadi tantangan utama yang harus dihadapi desa. Secara kuantitatif, sampah bahan pangan terjadi ketika pasokan melebihi permintaan. Ketika panen tiba dan pasokan berlebih, sementara di sisi lain, pasar tidak dapat menyerap seluruh hasil panen.

Kunci utama mengurangi sampah bahan pangan adalah tindakan pascapanen. Pengolahan dan penanganan setelah panen, penyimpanan (gudang, cold storage), pengemasan, dan distribusi yang baik dapat menjaga kualitas pangan dalam jangka waktu lebih lama. Penanganan pascapanen dapat mencegah atau memperlambat pembusukan komoditas pangan sehingga mengurangi sampah bahan pangan. Teknologi informasi juga dapat berperan dalam mengurangi sampah bahan pangan. Di Indonesia muncul beberapa aplikasi yang menghubungkan produsen pangan dengan konsumen secara langsung. Selain memperpendek rantai pasok bahan pangan, aplikasi tersebut juga mempermudah produsen menemukan peminat produknya dan dengan demikian mengurangi potensi sampah bahan pangan. (Yoga)


Dua Tahun Program Kartu Prakerja

KT3 31 May 2022 Kompas

April 2022 lalu Program Kartu Prakerja genap dua tahun. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan daya saing angkatan kerja dan kewirausahaan. Struktur organisasi program ini terdiri dari Komite Cipta Kerja sebagai penentu kebijakan, Tim Pelaksana dan Manajemen Pelaksana sebagai pelaksana operasional. Selama masa pandemi Covid-19 program ini berfungsi ganda memberikan bantuan pelatihan dan bantuan sosial yang bersumber dari APBN. Peserta Program Kartu Prakerja yang telah menyelesaikan pelatihan daring menerima bansos selama empat bulan.

Program Kartu Prakerja telah menghasilkan capaian yang patut dibanggakan. Pertama, jumlah penerima 11,4 juta orang, tersebar di 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Sebagian besar tinggal di pedesaan dengan latar belakang penganggur dan belum pernah mengikuti pelatihan apa pun sebelumnya. Kedua, sebagian besar penerima Kartu Prakerja telah menyelesaikan pelatihan dan mendapatkan bansos selama empat bulan sebesar total Rp 2,4 juta per orang. Survei PRESISI dan Manajemen Pelaksana menunjukkan sebagian besar penerima menggunakan bansos yang diterimanya untuk membeli kebutuhan pokok. Ini tentu meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat yang selama masa pandemi melesu sehingga berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi. Ketiga, survei BPS (Sakernas) Agustus 2021 menunjukkan, sebagian besar penerima Kartu Prakerja merasakan meningkatnya kompetensi mereka setelah mengikuti pelatihan

Dengan kian membaiknya kondisi perekonomian dan menurunnya pandemi, ke depan Program Kartu Prakerja menghadapi tantangan meningkatkan kompetensi angkatan kerja untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha khususnya industri. Untuk bisa bersaing di tingkat regional dan global, industri nasional butuh tenaga kerja kompeten yang berimbang penguasaan aspek teknis dan aspek sikapnya (attitude). Penguasaan aspek teknis memerlukan praktik penggunaan alat yang kurang efektif diterapkan pada moda pelatihan daring (online). Karena itu, Program Kartu Prakerja ke depan perlu mengembangkan moda pelatihan luring (offline) dan/atau pelatihan bauran (blended). Tantangannya kemudian adalah jika bansos dihilangkan atau dikurangi apakah masyarakat masih berminat mengikuti program ini? Hal ini perlu dipertimbangkan dan dicarikan solusinya agar minat masyarakat untuk mengikuti Program Kartu Prakerja tetap tinggi. (Yoga)


Google dan Kuncie Kerja Sama Kembangkan Talenta Digital

KT1 27 May 2022 Investor Daily (H)

Kuncie, platform pengembangan ketrampilan talenta-talenta di Indonesia, bersama Google, raksasa teknologi global asal Amerika Serikat, mengumumkan kerjasama peluncuran  modul pembelajaran bernama Gapura Digital dan Google Primer. "Kami berkomitmen untuk menjadi platform pembelajaran terbaik bagi para entrepreneur dan profesional di Indonesia. Kami percaya, kolaborasi dengan Google  melalui Gapura Digital dan Google Primer, dapat memberikan nilai tambah," kata CEO Kuncie Mario Nicolas, dalam keterangannya, Rabu (25/5).  Google akhirnya memilih Kuncie sebagai mitra kolaborasi dalam program grow with Google karena dinilai memiliki visi dan misi yang sejalan dengan inisiatif tersebut. Selain itu, Kuncie menawarkan keunggulan yang berbeda dari e-learning platform lainnya. "Kami percaya, bergabungnya Google dalam ekosistem kami bisa membantu para entrepreneur dan para profesional untuk meningkatkan performa bisnisnya. Kami berharap bisa menyiapkan dan meningkatkan skill lebih dari 1 juta digital talent di Indonesia hingga tahun depan," ungkap Mario. (Yetede)

LONJAKAN KONSUMSI INTERNET, PELUANG EKONOMI KREATOR

KT3 20 May 2022 Kompas

Penggunaan aplikasi, mulai dari kategori layanan komunikasi, gim ”mobile”, media sosial, hingga video dan musik beraliran langsung atau ”streaming”, mendominasi lalu lintas konsumsi internet sehari-hari di Indonesia. Kenaikan pemakaian terjadi pada periode khusus, seperti selama masa mudik dan libur Lebaran yang berlangsung 29 April-9 Mei 2022, sehingga memicu lonjakan konsumsi internet. Fenomena ini membuka peluang ekonomi baru untuk mengembangkan aplikasi dan mengkreasi konten. Telkomsel mencatat lonjakan lalu lintas konsumsi layanan data internet di jaringannya hingga 45,1 petabyte atau naik 21 % dibandingkan dengan momen libur Lebaran tahun 2021 dan naik 9 % dibandingkan dengan konsumsi data internet pada hari biasa. Kenaikan lalu lintas konsumsi data internet itu dipengaruhi oleh penggunaan aplikasi layanan komunikasi (naik 21 %). Terkait spesifik nama aplikasi, Telkomsel mencatat penggunaan Whatsapp tumbuh 35 %, diikuti Tiktok 16 %, Instagram 15 %, Youtube (13 %), dan Facebook (1 %). Pada saat bersamaan, lalu lintas konsumsi data internet untuk aktivitas lain mengalami penurunan. Data Telkomsel bahkan menyebut konsumsi data internet untuk penelusuran di mesin pencari turun 7 % dan untuk mengakses aneka layanan belanja barang secara daring turun 3 %. Sementara di operator lain, yakni XL Axiata, sesuai data Customer Experience and Service Operation Center XL Axiata, lalu lintas konsumsi data internet di jaringan XL Axiata naik 33 % dibandingkan libur Lebaran 2021 dan naik 11 persen dibandingkan konsumsi internet pada hari biasa. Kenaikan konsumsi data itu didominasi untuk gim mobile (66 %), diikuti video streaming (naik 52 %). Nama aplikasi yang paling banyak digunakan adalah Tik-tok (naik 76 %), Youtube (40 %), Facebook (38 %) Layanan komunikasi Whatsapp juga mengalami peningkatan pemakaian 38 %.

Vice President Network Operations Smartfren Agus Rohmat (14/5), di Jakarta, menyampaikan, konsumsi lalu lintas data internet di jaringan Smartfren naik 10-15 persen selama mudik dan libur Lebaran 2022 dibandingkan saat libur Lebaran tahun 2021. Kenaikan ini dipicu oleh kebutuhan pelanggan untuk mengakses video, musik streaming, dan media sosial. Aplikasi yang mengalami kenaikan penggunaan signifikan, adalah Tiktok. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), populasi penduduk 2019 mencapai 266,91 juta orang. Jumlah pengguna internet 196,72 juta orang atau penetrasinya 73,7 %persen. Kontribusi pengguna internet terbesar berasal dari Jawa, diikuti Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta Maluku dan Papua. Ketum APJII Muhammad Arif Angga menjelaskan, di luar masa libur Lebaran, aplikasi internet buatan luar negeri tetap jadi pilihan utama pengguna internet di Indonesia. Aplikasi internet buatan dalam negeri belum ada yang menyaingi. Angga mengatakan, sekarang sudah ada beberapa server CDN berdiri di Indonesia. ”Salah satunya adalah milik kami. Server CDN APJII bernama Indonesia Internet Exchage (IIX) dan sebagian besar anggota kami terkoneksi dengan IIX sehingga menghemat belanja bandwidth internasional. Di luar faktor bahwa sesudah server CDN berdiri di Indonesia, harga belanja bandwidth internasional telah murah, yaitu 1.500 USD per gigabyte per bulan,” ujarnya. (Yoga)


Membangun Dunia Virtual di Aplikasi Jaklingko

KT1 18 May 2022 Tempo (H)

PT JakLingko Indonesia  menggandeng PT WIR Asia Tbk (WIR Group) untuk mengembangkan platform metaverse dalam industri transportasi. Kerja sama ini ditandai  dengan penandatanganan nota kesepahaman Direktur Utama  PT JakLingko Indonesia, Muhammad Kamaludin, dengan Komisaris Utama sekaligus co-founder WIR group, Daniel Suryo, di Jakarta, kemarin, 17 Mei. "Ini bagian dari upaya integrasi sistem pembayaran tarif serta pengolahan data melalui aplikasi digital," kata Corporate Secretary JakLingko, Ahmad Rizalmi. "Tujuannya semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik." PT WIR Asia Tbk adalah kelompok perusahaan berbasis teknologi augmented reality (AR), virtual reality (VR, dan artificial intelligence (AI) di Asia Tenggara. Perusahaan ini  akan memberikan pendapingan teknis serta penyempuranaan aplikasi JakLingko agar menjadi menarik dan nyaman digunakan masyarakat. (Yetede)

PENGOLAHAN BIG DATA : Memaksimalkan Bisnis Melalui Kecerdasan Buatan

HR1 14 May 2022 Bisnis Indonesia

Ungkapan “data is the new oil” menggambarkan betapa pentingnya data sebagai salah satu sumber daya yang dibutuhkan oleh masyarakat luas, layaknya minyak yang juga menjadi komoditas vital penunjang banyak aktivitas dan bisnis. Selain itu, sama seperti minyak yang lebih bernilai ketika diubah menjadi objek yang lebih konstruktif, data pun demikian. Data yang telah dilakukan proses, dianalisis, dan digunakan secara efisien bisa memberikan dampak yang besar.  Dalam hal ini dibutuhkan perangkat atau alat yang mampu memproses kumpulan data dengan jumlah yang besar tersebut karena pemrosesan manual akan membutuhkan banyak waktu dan memiliki keterbatasan. Di sinilah kecerdasan buatan (artificial intelligence) mengambil peran. Nabil Badjri, Chief Business Development Officer IYKRA - perusahaan yang berfokus pada teknologi dan talenta AI - mengatakan bahwa adopsi perangkat dan platform digital yang masif menghasilkan akumulasi data yang makin hari makin besar.

Dia menyebut bahwa data menjadi tulang punggung sistem kecerdasan buatan yang dihasilkan dari pembelajaran mesin (machine learning). Dalam konteks yang lebih praktis di tingkat pelaku usaha atau bisnis, salah satu pemanfaatan paling banyak dari AI adalah untuk optimalisasi pemasaran. Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan memungkinkan pelaku usaha untuk melihat kecenderungan konsumen, yang kemudian bisa digunakan untuk membuat kampanye yang bersifat personal atau tertarget, tidak lagi membabi buta dengan satu program yang sama untuk semua orang.



Implikasi Pasca-pembelian Twitter

KT3 28 Apr 2022 Kompas

Pasca-pembelian Twitter oleh Elon Musk diperkirakan akan memunculkan masalah. Penguasaan tunggal media social menjadi fenomena baru. Twitter Inc pada Senin (25/4) mengumumkan telah menerima tawaran fantastis senilai 44 miliar dollar AS atau Rp 632 triliun dari Elon Musk. Media social yang digunakan lebih dari 200 juta orang di seluruh dunia per hari itu pun akan menjadi perusahaan privat, bukan lagi perusahaan publik. Menyandang posisi sebagai orang terkaya sejagat dengan kegemaran berdrama dan berperilaku cenderung spontan, orang bertanya mengenai perubahan apa kira-kira yang akan terjadi pada Twitter. Musk adalah penganut kebebasan absolut. Dia juga menegaskan bahwa motif ekonomi bukan menjadi alasan ataupun tujuannya untuk membeli Twitter. Justru di situlah kemudian publik bertanya-tanya dan menelisik lebih jauh. Musk juga telah mengkritik moderasi berlebihan pada platform daring.

Persoalan pertama adalah tentang masa depan Twitter dalam mengelola pengaruh interes pribadi ke dalam konten platform. Pengelola lama berusaha memoderasi konten agar tidak memunculkan dampak negatif ke pengguna dan masyarakat. Penyebaran kabar bohong yang sering muncul di media sosial juga sudah menjadi perhatian banyak negara dan menimbulkan protes. Sebaliknya, Musk cenderung menganut kebebasan absolut sehingga konten dilepas begitu saja. Persoalan ini cukup meresahkan beberapa kalangan yang selama ini memberi perhatian pada moderasi konten. Tanpa komitmen dari pengelola untuk mengelola konten, implikasi sosial politik yang selama ini muncul akan semakin rumit.Kedua, pengembalian pada perusahaan privat dan saham dikuasai oleh dirinya membuat Twitter berpotensi digunakan untuk kepentingan yang tak bisa lagi dikontrol publik. Apalagi melihat perilaku Musk di media sosial yang sering ugal-ugalan, publik beralasan mencemaskan potensi itu, aji mumpung tersebut. Ketiga, penguasaan perusahaan teknologi, media sosial, dan lain-lain sebenarnya telah mencemaskan sejumlah pemimpin negara karena mereka dianggap telah berdiri di atas otoritas. Indikasi ini terlihat seperti China yang menekan sejumlah perusahaan teknologi, sementara Amerika Serikat (AS) berusaha menekan mereka melalui kebijakan persaingan usaha. Musk pernah didenda oleh otoritas pasar modal karena kesalahan dalam unggahan yang diperkirakan merugikan investor. (Yoga)


Penipu Berkedok Cinta Berkeliaran di Dunia Maya

KT3 21 Apr 2022 Kompas

Penipu berkedok cinta atau love scammer di aplikasi kencan dan media sosial ternyata banyak berkeliaran di Indonesia, sedikitnya ada 91 korban yang mengalami eksploitasi finansial dan eksploitasi seksual. Korban umumnya terdampak berkepanjangan, seperti kesulitan ekonomi dan gangguan emosi. Pelacakan terhadap terduga penipu dan korban dilakukan sepanjang Maret-April 2022 di Provinsi DKI Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, Jatim, DIY, dan Sulsel. Empat terduga yang terlacak adalah Faris Ahmad Faza (31), Muhammad Iqbal Pangestu (29), Leonardus Wahyu Dewala (32), dan Emirat Moniharapon (29). Dari empat terduga penipu berkedok cinta ini, tiga orang, kecuali Leonardus Dewala, sudah dilaporkan ke kepolisian atas dugaan penipuan. Sebanyak 17 korban dari tiga terduga penipu mengalami kerugian lebih dari Rp 1 miliar. Sementara ada 74 perempuan mengaku mengalami eksploitasi seksual Dewala, baik secara verbal maupun fisik. Faris Ahmad Faza diduga menguras uang hingga Rp 350 juta dari sembilan korban di Jatim dan Jateng. Para korban mayoritas perempuan berusia 25-33 tahun yang dijadikan pasangan lebih dahulu lewat cinta palsu dalam kurun 12 bulan (2021-2022). Empat dari sembilan korban Faza sudah melaporkan ke kepolisian di wilayah masing-masing atas dugaan penipuan.

”Dia posesif, melarang saya dekat dengan orang lain,” ujar CB (33), analis keuangan sebuah bank di Purwokerto, Jateng, yang kehilangan Rp 60 juta selama berhubungan dengan Faza. Di Purwokerto, Faza juga menipu seorang dokter berinisial IT. IT mengenal Faza dengan nama Areza di aplikasi Tinder. Setelah bertemu di Tinder, IT dan Faza berhubungan lewat Whatsapp. Kepada IT, Faza mengaku memiliki  usaha yang tengah kolaps dan membutuhkan dana. IT tertipu hingga Rp 80 juta karena bualan Faza. Adapun Mohammad Iqbal Pangestu dilaporkan dua dari empat korbannya. Saat beraksi, Iqbal bergerak cepat, mendekati korban, mengeksploitasi,dan meninggalkannya begitu saja kurang dari dua pekan. Ini dilakukan pada WT (25), perempuan pekerja BUMN di Semarang, dan AM (26), pegawai swasta di Jakarta. Iqbal memperdaya WT lewat aplikasi Line, sementara AM lewat Bigo. Terduga lain yang dilaporkan ke polisi adalah Emirat Moniharapon. Dia dilaporkan atas dugaan penipuan oleh pengusaha perhiasan, RK (43). Ibu satu anak ini merasa dieksploitasi Emirat melalui hubungan palsu dengan kerugian materi Rp 180 juta. Sementara itu, meski tak menghadapi laporan polisi, Leonardus Wahyu Dewala menghadapi tuduhan mengeksploitasi seksual 74 perempuan. Dewala diduga memanipulasi data diri untuk memikat pasangan. Dewala aktif di aplikasi kencan Bumble, Tinder, dan OKCupid sepanjang 2018-2020. Korban-korbannya menuding dia berbohong sebagai lulusan salah satu kampus di Swiss.

Tak semua korban dengan mudah menceritakan nasibnya. Untuk dapat berkomunikasi dengan korban, harus melalui perantara, baik teman, kerabat, pendamping, maupun sesame korban lain. Menurut Ketua Kelompok Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Natsir Kongah, tren kejahatan penipuan berkedok cinta di medsos dan aplikasi kencan semakin marak selama pandemi. Natsir menyebut penipuan ini membahayakan dan termasuk dalam salah satu kejahatan siber. Penipu tidak hanya menyasar korban di dalam negeri, tetapi juga korban di luar negeri. PPATK menemukan kerugian Rp 8,13 miliar penipuan berkedok cinta dalam rentang 2020 sampai 2022. (Yoga)