;
Tags

Teknologi Informasi

( 857 )

Mitratel-Telkomsel Akses Kerja Sama Fiber Optik

KT1 05 Apr 2022 Investor Daily

PT  Dayamitra Telekomunikasi Tbk, atau Mitratel (MTEL) menandatangani kerja sama profesi desain, implementasi, sampai dengan  operasional dan pemeliharaan jaringan fiber optik bersama dengan PT Telkom Akses. Bedanya, Mitratel selama ini lebih banyak berbisnis di menara  telekomunikasi (tower provider). Sedangkan Telkom Akses merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi pembangunan dan manage service infrastruktur jaringan  fiber optik. "Tentunya, penandatanganan kerja sama ini semakin memantapkan langkah  Mitratel dalam mengembangkan  portfolio fiberisasi yang merupakan bagian dari kesiapan Mitratel sebagai penyedia infrastruktur digital unggulan untuk  mendorong tumbuhnya ekonomi digital di Indonesia." ujar Theodorus Hartoko, dalam pernyataannya, dikutip Senin (4/42022). (Yetede)

Platform Digital Global Di Bisnis Telekomunikasi

KT3 01 Apr 2022 Kompas

Akhir Januari 2022, Google mengumumkan akan berinvestasi 1 miliar USD di Bharti Airtel, operator seluler terbesar kedua di India. Google akan memiliki kepemilikan 1,28 % di perusahaan telekomunikasi milik miliarder Sunil Mittal itu. Mengutip Aljazeera.com, langkah itu merupakan bagian dari Google for India Digitisation Fund yang diluncurkan tahun 2020. CEO Alphabet Inc Sundar Pichai mengatakan, kedua perusahaan juga berencana bersama-sama mengembangkan perangkat lunak untuk standar 5G dan lainnya. Google sebelumnya memegang 7,7 % saham di Jio, perusahaan telekomunikasi milik Mukesh Ambani. Google dan Jio berkolaborasi pada pengembangan ponsel murah berkemampuan 4G yang diluncurkan November tahun lalu. Kiran Karanukaran, Partner Telecommunications Practice di Bain & Company, menyebutkan, perusahaan raksasa teknologi lainnya, seperti Meta, Microsoft, dan beberapa perusahaan ekuitas swasta, juga berinvestasi di Jio. Dia menilai investasi yang dilakukan perusahaan raksasa teknologi itu di perusahaan telekomunikasi bertujuan untuk memudahkan mereka memonetisasi bisnis.

Meta (yang dulu bernama Facebook) akhir Februari 2022, mengklaim telah berinvestasi dalam beberapa system komunikasi kabel laut (SKKL) di Asia Pasifik, melakukan diversifikasi rute, dan menghubungkan lebih banyak komunitas masyarakat. Dua SKKL telah beroperasi, yakni Asia-Pacific Gateway dan Jupiter. Meta juga telah mengumumkan investasi 8 SKKL baru yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2022-2025. Dua SKKL di antaranya, yakni Echo dan Bitfrost, melewati Selat Luzon dan menjadi SKKL pertama yang menghubungkan Jakarta, Indonesia, secara langsung ke AS. Di Indonesia, secara khusus, Meta telah bekerja sama dengan PT Alita Praya Mitra untuk memperluas pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi kabel optik di 56 kabupaten/kota di delapan provinsi pada 2021. Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi berpendapat, fenomena perusahaan raksasa teknologi memiliki saham di perusahaan telekomunikasi di India dan membangun SKKL di Asia Pasifik menandakan infrastruktur telekomunikasi masih menjadi kebutuhan utama. Fenomena itu juga berarti potensi bisnis teknologi masa depan ada di Asia. (Yoga)


Eropa Atur Google dan Kawan-Kawan

KT3 28 Mar 2022 Kompas

Parlemen Uni Eropa mengesahkan UU Pasar Digital yang akan mencegah monopoli raksasa teknologi terus berlanjut. Aturan ini akan menentukan kecepatan investigasi antimonopoli, pengaturan ketat soal perlindungan dan privasi data pengguna teknologi, serta aturan-aturan lain yang tengah digodok, termasuk soal kecerdasan buatan. Aturan ini disahkan Kamis (24/3) malam atau Jumat (25/3) WIB. Parlemen Uni Eropa (UE) juga akan memberlakukan aturan digital baru lainnya, yaitu UU Layanan Digital, pada Oktober mendatang, untuk menandai hingga menghapus konten dan layanan berbahaya, seperti ujaran kebencian. ”Apa yang kami putuskan kemarin akan memulai era baru regulasi teknologi,” kata Ketua Parlemen UE Andreas Schwab.

Beberapa substansi UU Pasar Digital tersebut mencakup soal pemanfaatan data pribadi pengguna dan kemungkinan pengguna aplikasi melakukan pembayaran menggunakan teknologi yang dikembangkan pihak ketiga. Dalam pengumpulan dan pemanfaatan data pribadi pengguna, misalnya, mesin pencari Google, Facebook, dan Instagram akan dipaksa mengungkapkan lebih banyak soal data ini kepada para pengiklan dan penerbit, terutama tentang cara kerja iklan serta efektivitas iklan sebenarnya. Situasi ini akan mengurangi monopoli iklan yang dilakukan Google dan Facebook, terutama karena para pelanggan mereka dan perusahaan lain akan mencari cara baru agar pesan itu tersampaikan.

Data pribadi pengguna juga tidak dapat digabungkan untuk iklan bertarget kecuali ”persetujuan eksplisit” diberikan oleh pengguna. Aturan baru ini mencegah Google melakukan penelusuran kebiasaan pengguna platform, mulai dari Youtube, Google Maps (riwayat perjalanan), hingga lalu lintas surat elektronik Gmail, juga mengunci monopoli perusahaan raksasa teknologi dalam pengembangan teknologi. Modusnya dengan membalutnya dengan slogan ”inkubator” atau teknologi rintisan. Otoritas menilai, akuisisi atau pembelian berbalut ”sosial” ini sebagai upaya para raksasa teknologi menggembosi atau mematikan calon pesaing potensial mereka sebelum menjadi ancaman. Aturan baru ini mewajibkan semua akuisisi, tidak hanya perusahaan, tetapi juga teknologi rintisan untuk dilaporkan kepada Komisi Eropa. (Yoga)


Konsumen Keluhkan Keandalan Jaringan Internet

KT3 18 Mar 2022 Kompas

Berdasarkan pengaduan yang diterima YLKI, keluhan terkait telekomunikasi yang menyangkut layanan internet termasuk 5 besar pengaduan terbanyak. Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, dalam webinar ”Apakah Tarif Internet Menjadi Hambatan Utama Terwujudnya Indonesia Terkoneksi?”, Kamis (17/3)  menyampaikan, 53,4 % keluhan menyangkut keandalan infrastruktur jaringan, yaitu kecepatan lambat dan modem bermasalah.

Direktur Eksekutif Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Syachrial Syarif mengakui masih banyak blank spot atau area yang tak tersentuh sinyal komunikasi. Tantangan pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi secara luas adalah adanya perda yang mengenakan sewa lahan mahal. Padahal, lahan itu tidak mendapatkan perlindungan. Plt Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kemenkominfo Ismail berkata, pemerintah khawatir hanya 1 operator telekomunikasi penyedia layanan internet di daerah perdesaan karena mahalnya ongkos operasional dominan yang dimiliki operator berupa penggelaran dan perawatan infrastruktur jaringan. (Yoga)


Inovasi Bisnis, Jagat Laman 3.0

KT3 10 Mar 2022 Kompas

Sekarang pengguna bisa memiliki dan mengelola data-data yang digunakan, tulang punggung teknologi ini adalah block chain. Dalam bentuk riil, publik nantinya akan mengenal sebagai teknologi laman (web) 3.0, dimana kita bisa membaca, menulis, memiliki, dan mengelola data. Pada laman 3.0, semua data di tangan pengguna atau dikenal dengan sistem terdesentralisasi. Transaksi uang kita tidak lagi membutuhkan bank atau lembaga keuangan lain karena dengan teknologi block chain semua jadi transparan. Laman 3.0 memecah kekuatan pasar dari para pemain yang selama ini memegang data dengan mengganti infrastruktur yang semula terpusat menjadi teknologi semacam buku besar di dalam akuntansi yang terdistribusi. Jadi, alih-alih semua data disimpan server terpusat, selanjutnya akan tersebar di jaringan komputer yang terdesentralisasi. Kedaulatan dan kepemilikan data ada di tangan pengguna. Kehebohan tentang aset kripto, NFT, metaverse, dan lain-lain hanyalah sebagian fenomena laman 3.0. Aset kripto sangat mungkin menggantikan mata uang fisik. NFT bisa menggantikan berbagai produk yang selama ini harus berbentuk fisik saat transaksi. Metaverse menjadi dunia lain di mana individu bisa terhubung satu sama lain. Data para pengguna tetap dimiliki mereka sendiri, tidak berada di perusahaan penyedia platform. (Yoga)


Industri Digitalisasi, Talenta Vs ”Metaverse”

KT3 09 Mar 2022 Kompas

Obrolan soal metaverse makin riuh kala awal tahun ini kala PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, mengumumkan kerja sama dengan WIR Group untuk secara bertahap menggarap segmen bisnis pada ekosistem metaverse yang dimasukkan dalam agenda Presidensi G-20 Indonesia. WIR Group merupakan perusahaan teknologi berbasis virtual reality/VR dan augmented reality/AR yang berdiri sejak 2009 di Indonesia.

Bila menyampingkan literasi keamanan digital, metaverse bisa menjadi mimpi buruk penggunanya. Kemenkominfo meluncurkan hasil riset bertajuk Survei Status Literasi Digital Indonesia pada Oktober 2021, yang menunjukkan indeks literasi keamanan digital Indonesia terhitung rendah, dari skala 1-5, Indonesia berada di kisaran nilai 3,1. Pemerintah dan entitas terkait sebaiknya tidak terburu-buru menggelar proyek metaverse Indonesia karena tebawa arus tren global. Banyak aspek yang harus dipenuhi pemerintah agar kehadiran metaverse bisa mengangkat ekonomi nasional secara nyata. (Yoga)


Presiden Resmikan Sea Labs di Indonesia

KT1 02 Mar 2022 Investor Daily

Presiden Jokowi bersama Chairman & Group CEO Sea Forrest Li  meresmikan peluncuran Sea Labs Indonesia di Pacific Century Place Office Tower, Jakarta Selatan, Selasa (1/3/2020). Peluncuran diharapkan  bisa menarik dan memulangkan sekitar 1.000 para talenta digital Indonesia (RI) yang sekarang berkarier di luar negeri. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa ekosistem yang kondusif di Tanah Air harus dibangun bersama-sama. Karena itu, talenta-talenta digital Indonesia, baik dibidang kecerdasan buatan, komputasi awan, hingga teknologi sistem penyimpanan data, yang kini berada di luar negeri diundang untuk kembali ke tanah air. "Saya sangat menghargai apa yang dilakukan oleh  Sea dan Sea Labs Indonesia, yang sudah banyak mengundang digital talent kita untuk kembali ke Tanah Air, yang akan mengundang 1.000 orang yang bisa kembali ke Indonesia untuk masuk ke Sea Labs Indonesia," ujar Presiden Jokowi. Pada kesempatan ini Presiden sempat berbincang  melalui sambungan panggilan video langsung dengan para talenta digital Indonesia yang kini berkarier di luar negeri. (Yetede)

OECD: Tingkatkan Keterampilan Digital dengan Fokus ke Pembelajaran

KT1 21 Feb 2022 Investor Daily

Pandemi Covid-19 memaksa para pekerja berhenti beraktivitas karena virus Corona telah memukul sektor perekonomian. Hal ini dapat mengancam kehidupan generasi mendatang, ekonomi dan perubahan iklim. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Organisasi  Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau Organisation for Economics Co-operation and Development (OECD) Mathias Cormann mengajak semua pihak untuk fokus pada elemen-elemen penting, yakni terus meningkatkan pembelajaran, meningkatkan produktivitas dengan berinvestasi pada sumber daya manusia yang sama pentingnya dalam investasi modal. "Namun kunci keberhasilan dalam penerapan teknologi digital adalah ketrampilan atau skill yang dimiliki. Oleh karena itu, ketrampilan harus menjadi fokus dalam  program pembelajaran jangka panjang bagi kalangan orang dewasa," ujarnya.(Yetede)

Akses Kesehatan, Digitalisasi dan Kecepatan Internet Perkuat Layanan

KT3 18 Feb 2022 Kompas

Digitalisasi dan kecepatan jaringan internet merupakan beberapa faktor penting dalam mempercepat transformasi sekaligus membantu memperkuat layanan kesehatan kepada masyarakat. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi daring tentang cara jaringan 5G dan konektivitas internet (IoT) dapat mentransformasikan layanan kesehatan, Kamis (17/2, yang diinisiasi Asosiasi Sistem Global untuk Komunikasi Seluler-Asia Pasifik (APAC-GSMA).

Kepala Komunitas Industri 5G APAC-GSMA Terrence Wong menyampaikan, digitalisasi dalam layanan kesehatan telah dicanangkan oleh WHO sejak 2005, sebagai strategi mempromosikan akses layanan kesehatan yang lebih merata, terjangkau, dan universal. Menurut Terrence, digitalisasi layanan kesehatan dapat mengatasi sejumlah permasalahan, seperti  kesenjangan sumber daya dokter atau perawat di setiap wilayah. Bahkan, pada masa pandemi yang menuntut pembatasan sosial, digitalisasi layanan kesehatan sangat diperlukan karena dapat mengurangi kontak fisik dengan orang lain.

Terrence menyatakan, digitalisasi layanan kesehatan yang semakin menjadi pilihan ini harus didukung fasilitas jaringan internet yang memadai, seperti 5G. Jaringan berkecepatan tinggi ini akan semakin meningkatkan kualitas layanan kesehatan, termasuk membangun rumah sakit pusat dan ruang operasi, ambulans terkoneksi, klinik, hingga fasilitas penelitian dan pengembangan farmasi atau obat-obatan. (Yoga)


Huawei Dorong Peningkatan Keamanan Siber Indonesia

KT1 15 Feb 2022 Investor Daily

Huawei, perusahaan Tbk Global asal Tiongkok, terus mendorong kolaborasi untuk meningkatkan literasi dan mengkampanyekan standar keamanan siber di Tanah Air. Terakhir, Huawei mendukung gelaran Cyberhub Fest 2022  dengan melibatkan penyelenggara negara, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas. "Keamana siber merupakan tantangan  yang kompleks dan terus  berubah, sehingga menuntut kolaborasi yang erat  dan pertukaran informasi secara intensif dari seluruh bagian  atau ekosistem," ujar Cyber Security & Privacy Protection Officer Huawei Indonesia Syarbeni. Menurut dia, kepercayaan merupakan fondasi bagi lingkungan digital yang sehat. Karena itu, kepercayaan maupun ketidakpercayaan harus dibangun didasarkan oleh fakta, bukan pada perasaan, spekulasi, dan bukan desas-desus. (Yetede)