;
Tags

Property

( 81 )

Penjualan Rumah Tapak Naik Dua Kali Lipat

KT1 18 Oct 2021 Investor Daily

Diluar dugaan, penjualan rumah selama pandemi Covid-19 meningkat hampir dua kali lipat. Selama tiga kuartal pertama 2021, penjualan rumah tapak PT Lippo Karawaci  meningkat hingga 77% atau hampir dua kali lipat. Sekitar 90% pembeli rumah adalah  penghuni dan 90% pembelian menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR). Indonesia pernah mengalami booming properti  tahun 2009 hingga 2012 seiring dengan booming komoditas. Tapi saat ini, pembelian rumah dilakukan untuk kegiatan bisnis. "Sedangkan selama pandemi, sekitar 90% pembeli rumah adalah  end user atau penghuni," kata John Riady, presdir PT Lippo Karawaci Tbk pada diskusi dengan para pemimpin redaksi di Imperial Golf Club Karawaci, jumat (15/10).

LPKR menyasar kalangan milenial first time home buyer atau pembeli rumah pertama kali kalangan milenial. Selain harga terjangkau  dan lokasi strategis, daya tarik rumah  tapak yang dibangun LPKR adalah desain yang indah dan modern. Rumah dua lantai di lahan 60 meter didesain secara modern oleh desainer papan atas, Alex Bayu. Ada cross ventilation atau jalur udara yang masuk dan keluar dari setiap ruangan. Jumlah kamar tidur sekitar dua-empat kamar Rumah tapak diminati karena orang Indonesia umumnya menyukai rumah dengan tanah sekaligus. 

Prospek bisnis properti di Indonesia sangat cerah. Karena Rasio Kepemilikan rumah terhadap total jumlah keluarga relatif belum  tinggi. Di DKI Jakarta, home ownership baru 46% sedang Indonesia 84%. Tingkat kepemilikan rumah di DKI Jakarta masih  lebih rendah dari India yang sudah mencapai yang 84%. Tingkat  kepemilikan  rumah DKI Jakarta masih rendah  dari India yang sudah mencapai 86,6%. PDB per kapita India 2020 hanya US$1.900 Indonesia di tahun yang sama US$3.900. Kebangkitan bisnis properti akan menggerakkan ekonomi. (yetede)

Penjualan Rumah Tapak Naik Dua Kali Lipat

KT1 18 Oct 2021 Investor Daily

Diluar dugaan, penjualan rumah selama pandemi Covid-19 meningkat hampir dua kali lipat. Selama tiga kuartal pertama 2021, penjualan rumah tapak PT Lippo Karawaci  meningkat hingga 77% atau hampir dua kali lipat. Sekitar 90% pembeli rumah adalah  penghuni dan 90% pembelian menggunakan kredit pemilikan rumah (KPR). Indonesia pernah mengalami booming properti  tahun 2009 hingga 2012 seiring dengan booming komoditas. Tapi saat ini, pembelian rumah dilakukan untuk kegiatan bisnis. "Sedangkan selama pandemi, sekitar 90% pembeli rumah adalah  end user atau penghuni," kata John Riady, presdir PT Lippo Karawaci Tbk pada diskusi dengan para pemimpin redaksi di Imperial Golf Club Karawaci, jumat (15/10).

LPKR menyasar kalangan milenial first time home buyer atau pembeli rumah pertama kali kalangan milenial. Selain harga terjangkau  dan lokasi strategis, daya tarik rumah  tapak yang dibangun LPKR adalah desain yang indah dan modern. Rumah dua lantai di lahan 60 meter didesain secara modern oleh desainer papan atas, Alex Bayu. Ada cross ventilation atau jalur udara yang masuk dan keluar dari setiap ruangan. Jumlah kamar tidur sekitar dua-empat kamar Rumah tapak diminati karena orang Indonesia umumnya menyukai rumah dengan tanah sekaligus. 

Prospek bisnis properti di Indonesia sangat cerah. Karena Rasio Kepemilikan rumah terhadap total jumlah keluarga relatif belum  tinggi. Di DKI Jakarta, home ownership baru 46% sedang Indonesia 84%. Tingkat kepemilikan rumah di DKI Jakarta masih  lebih rendah dari India yang sudah mencapai yang 84%. Tingkat  kepemilikan  rumah DKI Jakarta masih rendah  dari India yang sudah mencapai 86,6%. PDB per kapita India 2020 hanya US$1.900 Indonesia di tahun yang sama US$3.900. Kebangkitan bisnis properti akan menggerakkan ekonomi. (yetede)

Insentif PPN Untuk Properti, Pebisnis Makin Optimistis

KT2 09 Aug 2021 Bisnis Indonesia

Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk. Deni Budiman mengatakan penjualan properti perseroan naik sekitar 2-4% secara tahunan pada semester I/2021. Deni menilai dampak tersebut masih kurang signifikan lantaran insentif tersebut baru diterbitkan Maret 2021. Di samping itu, Deni menyampaikan pihaknya sedang menyesuaikan prognosis penjualan properti perseroan pada paruh kedua 2021.

Olivia Surodjo menyambut baik perpanjangan insentif tersebut. Menurutnya, insentif ini sangat membantu menggairahkan sektor properti. Theresia Rustandi juga mengapresiasi perpanjangan insentif ini karena dampaknya positif. "Bukan hanya penjualan properti yang nilainya masuk ke dalam kriteria insentif PPN, tetapi juga berimbas kepada properti di luar kriteria insentif PPN," tuturnya. Menurutnya, insentif ini secara keseluruhan memberikan efek psikologis kepada calon konsumen untuk segera merealisasikan pembelian sehingga menggerakkan industri properti dan seluruh industri ikutannya. Dia berharap pemerintah dapat memperluas sasaran insentif itu untuk rumah inden.

Tantangan Bisnis Properti Untuk Akomodasi

KT2 06 Aug 2021 Kompas

Di tengah pandemi Covid19, tantangan bisnis pengelolaan bersama properti untuk penginapan ataupun hunian tempat tinggal bukan hanya menyangkut soal pembatasan sosial atau standar kebersihan. Keamanan, transparansi biaya, dan manajemen internal juga tetap menjadi tantangan besar bagi perusahaan rintisan bidang teknologi yang berkiprah di bisnis ini. Baru-baru ini, OYO mengumumkan meraih pendanaan kredit berjangka dalam bentuk Term Loan B sebesar 600 juta dollar AS dari sejumlah investor institusi global. Total pendanaan yang diraih ini lebih tinggi 1,7 kali lipat dari target awal OYO.

Deutsche Bank, dan Mizuho Securities merupakan pengatur utama dalam pendanaan kredit yang diterima OYO. Chief Financial Officer OYO Global Abhisek Gupta kepada Kompas, Jumat malam, menjelaskan, sebelum memperoleh pendanaan kredit berjangka itu, OYO telah memiliki dana kas yang cukup untuk mengelola utang-utang yang ada sebelumnya. Pembiayaan baru dimaksudkan untuk menyederhanakan struktur permodalan perusahaan serta memungkinkan perusahaan bisa terus tumbuh dalam jangka panjang. ''Pendanaan yang kami terima ini akan menggantikan berbagai struktur permodalan perusahaan yang saat ini terdiri atas berbagai komponen pendanaan dengan syarat berbeda-beda untuk disatukan menjadi fasilitas jangka panjang. Pendanaan ini juga akan membantu kami untuk mengelola neraca keuangan internal,'' ujarnya.

Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pariwisata (UNWTO) memprediksi kedatangan wisatawan mancanegara pada 2021 turun 87 persen dibandingkan dengan tahun 2020. Pada pandemi Covid19 tahun 2020, perusahaan teknologi yang punya bisnis pengelolaan bersama untuk penginapan ataupun hunian tempat tinggal dikabarkan turut melakukan pemutusan hubungan kerja. Pada bulan yang sama, OYO merumahkan karyawan di Amerika Serikat dan tempat lainnya tanpa menyebut detail jumlah karyawan. Untuk bertahan di tengah ketidakpastian pandemi Covid19, RedDoorz dan OYO berusaha mengoptimalkan potensi wisatawan domestik serta fenomena staycation.

Mafia Tanah Menggurita di Jakarta

Sajili 07 May 2021 Kompas

Mafia tanah menggurita di Jakarta. Mereka mengincar rumah mewah dengan pemilik berusia lanjut atau properti yang hendak dijual ahli waris.

Investigasi Kompas mengungkap, mafia tanah di Jakarta melibatkan pemodal, broker, notaris atau pejabat pembuat akta tanah (PPAT), dan pegawai di kantor kecamatan, hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sindikat ini biasa menyamar sebagai pembeli dan memalsukan dokumen, antara lain sertifikat tanah, akta terkait jual beli, serta kartu identitas pemilik. Saat beraksi sebagai pembeli properti, mafia tanah mampu membayar uang muka dalam jumlah besar untuk meyakinkan korbannya agar menyerahkan sertifikat asli. Setelah sertifikat asli diserahkan, para pelaku kemudian memalsukannya. Sertifikat asli akan digunakan pimpinan sindikat sebagai jaminan utang pada koperasi dan bank, digadaikan, hingga diperjualbelikan. Adapun sertifikat palsu diberikan kepada pemilik properti. Secara spesifik mafia tanah di Jakarta mengincar rumah atau properti bernilai di atas Rp 10 miliar dan berlokasi di Jakarta Selatan (Jaksel) lantaran harganya tergolong tinggi.

Setidaknya ada empat kelompok mafia tanah di Jakarta yang saling terkait. Mereka dipimpin oleh DR, AS, SD, dan FK. Dari penelusuran berkas di pengadilan serta berkas penyidikan polisi, ada 13 kasus pidana dan perdata soal pertanahan dari empat kelompok itu. Keterkaitan antarmafia tanah terlihat dari anggota yang sama pada dua kelompok. Kelompok DR dan AS, misalnya, mempunyai anggota sindikat yang sama, yakni Derus. Kepala Subdit Harta Benda Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Dwiasi Wiyatputera menyatakan, DR dan AS adalah mafia tanah karena kejahatan mereka dikerjakan dua orang atau lebih dengan memalsukan dokumen, mulai dari identitas untuk para figur, akta-akta palsu, hingga sertifikat palsu.

Selain notaris/PPAT, mafia tanah juga melibatkan pegawai pemerintahan. Jejaring AS, misalnya, melibatkan DO, mantan pegawai honorer di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, ketika menyasar rumah Indra di Jalan Brawijaya. DO membuatkan KTP palsu dengan nama Indra dan istrinya, Nadine. KTP palsu ini dipakai figur palsu pemeran Indra dan Nadine saat proses jual beli

Harga Rumah Naik di Tengah Kucuran Insentif Properti

Sajili 27 Apr 2021 Kontan

Saat pemerintah mengguyur insentif untuk mendorong daya beli di sektor properti, harga rumah justru mulai merangkak naik.

Hasil riset Housing Finance Center (HFC) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memperlihatkan, harga rumah secara nasional naik 5,24% secara tahunan (year-on-year/yoy) per Maret 2021.

Kenaikan harga rumah tersebut ditopang oleh pertumbuhan signifikan pada hunian tipe 35 dan 70. Harga rumah kedua tipe naik masing-masing sebesar 5,54% dan 5,49%.

Kenaikan ini beriringan dengan Kementerian Keuangan menerbitkan PMK 21/2021 pada awal Maret yang berisi insentif pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk harga rumah tapak dan rumah susun hingga Rp 5 miliar.

Bl juga memberikan relaksasi rasio loan to value (LTV) untuk pembiayaan properti menjadi maksimal 100% mulai Maret sampai Desember 2021. Alhasil, nasabah bisa mengajukan kredit properti dengan uang muka (DP) 0%.


Properti Komersial, Tren Belanja Ruko Masih Ada

Ayutyas 05 Nov 2020 Bisnis Indonesia

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda mengatakan pasar properti komersial masih menyimpan potensi daya beli kendati terbatas pada masyarakat menengah atas. Menurutnya, properti komersial semacam rumah toko (ruko) yang berada dalam lingkungan yang sudah jadi dengan harga yang menarik relatif masih diminati kalangan menengah atas.

Ruko Golden Madrid X merupakan bagian dari hype community complex yang tahun ini diperkenalkan oleh Sinar Mas Land. Ruko tersebut dirancang untuk menjadi tempat berkumpul generasi muda, dengan desain bangunan minimalis. Dia juga memprediksi ruko di Summarecon Bogor yang segera diluncurkan juga dibanjiri peminat.


BP Tapera Sasar Pekerja Berpenghasilan Rendah

Ayutyas 06 Jun 2020 Tempo, 05 Jun 2020

Deputi Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Eko Ariantoro mengatakan, bersiap menghimpun dana simpanan dan menyalurkan pembiayaan perumahan, terutama untuk pekerja berpenghasilan rendah, dengan pendapatan di bawah Rp 8 juta.

Menurut Eko, ada banyak perbedaan antara program tabungan perumahan yang dikelola oleh Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum-PNS) dan BP Tapera. BP Tapera tak hanya mengelola dana simpanan pegawai negeri, tentara, dan polisi, tapi juga karyawan swasta.

Pada tahap awal, pelayanan BP Tapera difokuskan pada aparat sipil negara yang akan dimulai pada tahun ini. Kemudian secara bertahap mulai tahun depan diperluas ke pegawai badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, badan usaha milik desa, serta tentara dan polisi. 

Eko menjelaskan, pengelolaan dana Tapera meliputi kegiatan penghimpunan dana, pemupukan dana, dan pemanfaatan dana untuk pembiayaan perumahan bagi peserta yang tergolong kategori masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan belum memiliki rumah. 

Selain membeli rumah, pembiayaan dapat digunakan peserta untuk membangun rumah di lahan milik sendiri atau melakukan renovasi. Pembiayaan, kata Eko, akan disalurkan melalui berbagai pilihan mitra perbankan dan lembaga pembiayaan lainnya. 

Salah satu bank yang akan bersinergi dengan BP Tapera adalah PT Bank Tabungan Negara Tbk dan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero). 

Kedua lembaga tersebut selanjutnya dapat bersinergi untuk penyediaan dana murah jangka panjang yang nantinya akan disalurkan pada program KPR ASN, TNI/Polri, ataupun program perumahan lainnya berdasarkan penugasan pemerintah. Skema tersebut diharapkan dapat menghasilkan rumah yang terjangkau bagi masyarakat.

Investasi Properti di Indonesia Masih Menjanjikan

Ayutyas 28 Apr 2020 Bisnis Indonesia, 27 April 2020

Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Bidang Hubungan Luar Negeri Rusmin Lawin menyatakan pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sifatnya sementara, sehingga tidak menyurutkan minat para investor asing untuk tetap berinvestasi properti di Indonesia. Rusmin menyebutkan, beberapa negara asing yang banyak berinvestasi seperti Korea Selatan, Jepang, dan China secara perlahan kembali beroperasi normal, sehingga hubungan mengenai investasi dengan Indonesia tetap berjalan. Menurutnya, sektor real estat harusnya ke depan bisa makin berkembang.

Menurutnya, investasi properti tidak pernah merugikan dibandingkan dengan produk finansial seperti saham ataupun produk lainnya yang terhantam anjlok seketika, bersamaan dengan pelemahan rupiah. Rusmin juga menyatakan potensi investasi asing di sektor properti masih akan cerah kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi merosot tajam akibat pandemi COVID-19, mengingat investasi properti ini bukan investasi jangka pendek. Dia berharap 2021 pasar properti sudah kembali aktif dan bergerak lebih cepat. Saat ini, lanjutnya, semua berhitung bahwa COVID-19 mungkin sudah selesai pada tahun depan. Dia berharap 2021 pasar properti sudah kembali aktif dan bergerak lebih cepat. Menurut Rusmin, persoalan yang perlu dibenahi masih sama, yakni dari sisi birokrasi, tenaga kerja, infrastruktur, kepastian hukum, dan insentif. Director Advisory Service Colliers International Indonesia Monica Koesnovagril menyebutkan investasi properti di saat seperti ini justru menjadi langkah cerdas karena dalam melakukan pembelian lahan akan perlu waktu tahunan untuk bisa mulai mengolahnya. 


Crown Group Garap Proyek di AS

Ayutyas 27 Apr 2020 Investor Daily, 24 April 2020

Usai mengakuisisi lahan di Los Angeles (LA), Amerika Serikat (AS) perusahaan pengembang properti berbasis di Australia, Crown Group, berencana mengembangkan proyek mixed use kondominium dan hotel di AS senilai Rp 8 triliun. CEO Crown Group Iwan Sunito mengatakan, proyek pertama Crown Group di AS ini akan membawa gaya hidup dan sentuhan Australia ke kawasan distrik keuangan, mode, dan South Park di pusat kota LA. Saat ini, Crown Group mengurus perizinan dan tahap pembahasan dengan Los Angeles City Hall untuk proyek yang akan dikembangkan. 

Di dalam proyek mixed use ini akan dibangun kondominium setinggi 43 lantai yang didesain oleh Koichi Takada Architects dengan kapasitas 319 unit. Proyek di 1111 Hill Street ini diharapkan selesai pada 2024. Kantor perwakilan Crown Group di LA juga tengah berdiskusi dengan beberapa merek hotel mewah. Menurut Head of US Development Crown Group, Patrick Caruso, pengembangan ini akan menawarkan hal berbeda dan yang menarik bagi pembeli di Downtown LA, karena ini adalah bagian kota yang berkembang cepat namun memiliki pilihan terbatas.