Perusahaan
( 1082 )Allianz Life Catat Laba Rp 635,5 Miliar
Perusahaan asuransi PT Asuransi Allianz Life Indonesia mencatat laba bersih pada 2022 sebesar Rp 635,5 miliar, meningkat 27,6 persen dibanding kinerja 2021. Strategi bisnis kini lebih fokus pada produk dengan pembayaran premi berkala ketimbang premi tunggal. Sepanjang 2022, Allianz Life Indonesia mencatat penjualan premi baru Rp 3,8 triliun. Demikian disampaikan Business Director Allianz Life Indonesia Bianto Surodjo, akhir pekan lalu. (Yoga)
Beban Tinggi Emiten Konstruksi
Pertumbuhan emiten sektor konstruksi masih akan tertahan sejumlah sentimen negatif. Meskipun ada kenaikan anggaran infrastruktur, emiten sektor konstruksi dibayangi oleh tahun pemilu dan masih tingginya beban biaya konstruksi.
Research & Consulting Manager
Infovesta Kapital Advisori, Nicodimus Kristiantoro mengatakan, biasanya proyek infrastruktur bakal dikebut menjelang pelaksanaan pemiluhan umum. Hal ini memang berpotensi mendorong kontrak baru emiten konstruksi. Hanya saja, tahun pemilu juga bisa menimbulkan ketidakpastian baru.
"Misalnya, paket proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang belum terkontrak bisa menjadi tidak pasti, terutama jika pemerintahan yang terpilih nanti memiliki prioritas berbeda dengan pemerintah saat ini," ujarnya, Minggu (14/5).
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Muhammad Naufal Yunas mengatakan, pertumbuhan kontrak baru emiten konstruksi bakal lebih moderat pada tahun ini. Khususnya, kontraktor Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Agenda tahun politik 2023-2024 justru akan menimbulkan ketidakpastian kontrak konstruksi yang dikeluarkan oleh pemilik proyek.
Di sisi lain, Naufal menilai margin kotor emiten konstruksi, terutama BUMN juga diprediksi lebih rendah. Hal ini karena adanya biaya konstruksi yang lebih tinggi. Salah satunya akibat harga patokan material yang naik, terutama besi, baja, dan semen. Selain itu, harga bahan bakar terbilang masih naik sejak kuartal IV 2022. Begitu pula dengan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi karena adanya penyesuaian upah minimum. Beberapa emiten konstruksi BUMN juga dibayangi dana kas terbatas dan masalah utang.
Di sisi lain, sejumlah emiten konstruksi swasta masih memiliki kinerja positif. Kepala riset Surya Fajar Sekuritas Raphon Prima menilai, salah satu emiten yang masih berpeluang mencetak kenaikan laba bersih adalah PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL). Kinerja TOTL akan terdorong dari ekspansi yang dilakukan oleh sejumlah pengembang properti. Di sisi lain, emiten konstruksi swasta juga masih akan menghadapi persaingan tarif harga yang ketat.
CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo mengingatkan, agar mewaspadai emiten konstruksi yang memiliki
debt to equity ratio
di atas 5 kali. Contohnya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT).
Sumber Daya Manusia Indonesia Dinilai Belum Siap
Sumber daya manusia yang tersedia di Indonesia dinilai belum siap memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Faktor kemampuan, kapasitas, dan tingkat pendidikan menjadi penyebab. Ketua Ketenagakerjaan dan Jaminan Sosial Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton J Supit mengatakan, perkembangan teknologi AI yang kianpesat tidak dapat dihindari. Secanggih-canggihnya AI jika tidak bisa dimanfaatkan oleh pekerja, tetap tidak berguna. ”Kapasitas SDM Indonesia yang jadi tantangan utama. Untuk mengimbangi perkembangan teknologi AI yang pesat, industri butuh SDM yang kuat,” ujarnya saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (14/5).Mengutip data BPS per Februari 2023, terdapat 146,62 juta orang yang termasuk dalam angkatan kerja. Sebanyak 138,63 juta di antaranya bekerja, sedangkan 7,99 juta lainnya pengangguran.
Dari sisi pendidikan, 39,76 % pekerja di Indonesia berpendidikan SD ke bawah, 19,18 % pekerja berpendidikan SMA, dan 18,24 % pekerja berpendidikan SMP. Adapun pekerja berpendidikan SMK 11,31 %, pekerja berpendidikan diploma IV/S-1/S-2/S-3 sebesar 9,31 %, dan pekerja berpendidikan diploma I/II/III sebesar 2,2 %. Menurut Anton, pekerja di Indonesia masih didominasi lulusan SD dan SMP sehingga cukup sulit memanfaatkan AI dalam pekerjaannya. Sementara itu, lulusan SMK dan pendidikan vokasi masih rendah kontribusinya dalam dunia kerja. ”Ini artinya, Indonesia perlu merumuskan kembali strategi dunia pendidikannya. Jangan sampai perkembangan teknologi tak mampu diimbangi dengan kapasitas SDM yang ada,” kata Anton. (Yoga)
PIS Raih Laba Bersih US$ 205 Juta
JAKARTA, ID - PT Pertamina International Shipping (PIS), sub holding integrated marine logistics Pertamina, memperoleh laba sebesar US$ 205,01 juta. Laba tersebut naik 60,77% dibanding laba 2021 yang sebesar US$ 127,52 juta. Kenaikan ini didorong oleh kenaikan pendapatan yang menyentuh level US$ 2,83 miliar, atau naik 63% dibanding pendapatan tahun sebelumnya US$ 1,73 miliar. CEO PIS Yoki Firnandi memaparkan kinerja tahun 2022 bahkan melampaui target yang ditetapkan perusahaan. Menurutnya, kinerja positif yang dicatatkan oleh PIS di tahun 2022 tak lepas dari berbagai strategi perusahaan dalam ekspansi bisnis, terutama dalam memperluas market internasional. “Tahun 2022 merupakan tahun ekspansi bagi PIS, di mana PIS memperluas pasar-pasar internasional dengan berbagai strategi. Mulai dari penambahan armada, perluasan rute, pembukaan kantor cabang di Dubai, hingga unlock value kerja sama strategis dengan Nippon Yushen Kaisha,” ujar Yoki. membuktikan tingkat pertumbuhan per tahun (Compound Annual Growth Rate/CAGR) PIS selama 3 tahun berturut-turut terus naik signifikan. (Yetede)
Berharap pada Divestasi Jalan Tol
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk berupaya melepas saham dua dari empat ruas jalan tol pada tahun ini. Dalam pernyataan terbarunya, perseroan menyebutkan rencana divestasi jalan tol dilakukan pada ruas Pemalang-Batang, Kualanamu-Tebing Tinggi-Parapat, serta dua ruas lainnya yang tidak disebutkan secara rinci.
Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan rencana aksi korporasi Waskita Toll Road (WTR)—anak usaha Waskita di bidang jalan tol—disambut baik beberapa calon investor potensial. "Saat ini terdapat beberapa calon investor potensial yang sedang dalam proses diskusi dan negosiasi dengan WTR," kata dia kepada Tempo, kemarin.
Dalam setiap transaksi pelepasan saham di badan usaha jalan tol, Ermy menjelaskan, WTR hanya akan melepaskan hak pengelolaan konsesi ruas tol kepada para investor strategis. Adapun aset ataupun lahan dari ruas tol tersebut tetap dimiliki negara. "Dalam setiap aksi korporasinya, WTR senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian melalui penerapan good corporate governance dan dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. (Yetede)
Strategi Waskita Mengulur Utang
JAKARTA — PT Waskita Karya (Persero) Tbk kian terbenam dalam tumpukan utang, baik dalam bentuk pinjaman perbankan maupun obligasi. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2023, perseroan tercatat memiliki total liabilitas, termasuk utang, senilai Rp 84,37 triliun, naik dari posisi 31 Desember 2022 yang sebesar Rp 83,98 triliun.
Kondisi itu tak disertai kekuatan arus kas ataupun ekuitas yang memadai. Dalam laporan keuangan terbaru itu, ekuitas perseroan tercatat Rp 13,84 triliun. Sedangkan rugi periode berjalan mencapai Rp 395,36 miliar. Padahal utang Waskita Karya yang jatuh tempo pada tahun ini mencapai Rp 5,4 triliun. Jumlah itu terdiri atas utang obligasi senilai Rp 3,6 triliun dan utang pinjaman sebesar Rp 1,8 triliun.
Kondisi tersebut memicu keraguan akan kemampuan Waskita membayar kewajibannya kepada para kreditor. Tak terkecuali di kalangan kreditor perbankan yang selama ini menyalurkan pembiayaan modal kerja untuk berbagai proyek infrastruktur garapan Waskita, termasuk yang melalui skema kredit sindikasi. Kepada Tempo, sejumlah bankir yang mengetahui proses penyaluran kredit kepada Waskita Karya ragu akan kemampuan perseroan memenuhi kewajibannya. (Yetede)
Blibli Bangun Gudang Terbesarnya di Marunda
PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli mulai membangun gudang seluas 10 hektar di Marunda, Bekasi, Jawa Barat, yang disebut sebagai gudang terbesarnya. Gudang ini di-harapkan dapat mengatasi tantangan logistik. Chief Executive Officer dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto, Kamis (11/5/2023), mengatakan, Blibli berupaya mendorong pertumbuhan ekosistem perdagangan melalui dukungan logistik dan rantai pasok yang kuat. (Yoga)
Adaro Energy Bagi Dividen Total Rp 14 Triliun
Rapat umum pemegang saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk, Kamis (11/5/2023), menyepakati pembagian dividen senilai 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 14 triliun. Angka itu setara 40,11 persen laba tahun lalu. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menyatakan, Adaro harus dapat bertahan hingga 50-100 tahun sehingga harus menyeimbangkan dividen dengan biaya pengembangan. (Yoga)
Momok bagi Produsen Produk Bayi di China
Penurunan populasi China menjadi momok bagi produsen produk bayi dan anak-anak di negara itu. Health and Happiness, produsen produk bayi dan anak, Kamis (11/5/2023), mengatakan, pendapatannya dari penjualan popok turun 12 % di China daratan tahun lalu. Menurut Euromonitor, pasar China untuk makanan bayi dan popok adalah yang terbesar di dunia dengan nilai 37,9 miliar dollar AS. Tahun ini, nilai pasar itu akan susut menjadi 37,6 miliar dollar AS dan pada 2025 menjadi 37,2 miliar dollar AS. (Yoga)
Rangsek Segmen Menengah Bawah, APL Tuai Berkah
JAKARTA, ID- PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) merangsek segmen menengah bawah lewat proyek Kota Podomoro Tenjo, Bogor, Jawa Barat sejak 2020. “Sejak kami berdiri hingga kini berusia 53 tahun, untuk pertama kali Agung Podomoro main di kelas menengah ke bawah lewat Kota Podomoro Tenjo,” kata Anak Agung Mas Wirajaya, direktur PT Agung Podomoro Land Tbk (APL) dalam Live Seminar: Kolaborasi Strategis Agung Podomoro dan Bank Mandiri “Perkuat Ekonomi Negeri”, dipantau secara daring dari Jakarta, Kamis (10/5/2023). Dia menerangkan, kala itu, APL masuk ke segmen menengah bawah berdasarkan pertimbangan bahwa pandemi Covid-19 berdampak kepada kalangan menengah bawah. Padahal, di sisi lain, mereka membutuhkan hunian yang layak dan berkualitas. “Kami main ke segmen Kota Podomoro Tenjo walau harga Rp 200 jutaan, tapi kualitas bangunan dan fasilitasnya adalah menengah ke atas,” ujar Agung. Sejak diluncurkan pada 17 Agustus 2020 hingga kini, jelas dia, penjualan Kota Podomoro Tenjo direspons pasar cukup baik. “Kami launching Kota Podomoro Tenjo saat puncak pandemi, yaitu 17 Agustus 2020, hingga kini kami sudah jual lebih dari 5.000 unit. Ini segmen untuk menengah bawah,” tutur Agung. Dia menegaskan, karena pandemi berdampak ekonomi, pihaknya melihat dan yakin bahwa properti tetap diperlukan sebagai kebutuhan, khususnya menengah bawah. “Kami banting setir, pertama kali kami main di kelas menengah ke bawah,” tegasnya. (Yetede)
Pilihan Editor
-
Pertumbuhan Diproyeksi tak Sampai 5 Persen
19 Mar 2020 -
Dampak Corona, Badai Ganas Terjang Bisnis Travel
16 Mar 2020 -
UMKM Kesulitan Isi Pasar
10 Mar 2020









