;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Akses Pendidikan Terbuka, Kesetaraan Kerja Tertinggal

KT3 09 Mar 2024 Kompas (H)

Akses perempuan Indonesia terhadap pendidikan sudah setara dengan laki-laki. Bahkan, partisipasi perempuan dalam jenjang pendidikan menengah hingga tinggi meningkat lebih cepat dibandingkan laki-laki. Namun, hal ini belum diikuti dengan akses dan kesetaraan bagi perempuan di dunia kerja. Indeks Ketimpangan Gender (IKG) tahun 2022 yang dirilis BPS memperlihatkan nilai IKG tahun 2022 sebesar 0,459, turun 0,006 poin dibanding tahun 2021 yang sebesar 0,465. Nilai IKG yang makin turun menunjukkan kesetaraan jender makin baik.

Sementara itu, indikator persentase perempuan berusia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA meningkat lebih tinggi dibanding laki-laki, yakni dari 34,87 % pada 2021 menjadi 36,95 % pada 2022. Sementara persentase laki-laki meningkat dari 41,30 % menjadi 42,06 %. Mengacu data Pangkalan Data Diktiristek, di jenjang pendidikan tinggi, jumlah mahasiswi mencapai 3,25 juta orang, lebih banyak dibandingkan mahasiswa yang berjumlah 3,09 juta orang. Sekjen Kemendikbudristek Suharti, di Jakarta, Jumat (8/3) mengatakan, dari sisi akses pendidikan, partisipasi perempuan telah melebihi laki-laki.

Menurut Suharti, kesetaraan jender dalam akses pendidikan semakin baik. Namun, dalam ranah ekonomi dan publik, baru 52-53 % perempuan terlibat. ”Ada tantangan dalam peningkatan pendidikan perempuan yang makin setara dalam pendidikan. Masih perlu peningkatan kesetaraan perempuan dalam ranah ekonomi, bidang STEM (sains, teknologi, teknik, seni, dan matematika), hingga kepemimpinan di dunia kerja,” kata Suharti.

Akses perempuan pada pendidikan yang sudah lebih terbuka itu belum dibarengi dengan akses dan kesetaraan perempuan di dunia kerja. Pada Profil Pendidikan dan Ketenagakerjaan Indonesia berdasarkan Jenis Kelamin 2021-2023 dari BPS, laki-laki mendominasi partisipasi angkatan kerja dibanding perempuan. Kemudian upah buruh laki-laki juga masih lebih tinggi dibandingkan buruh perempuan. (Yoga)

Bukit Asam Jajaki Kemitraan dengan Perusahaan China untuk Hilirisasi

KT1 09 Mar 2024 Investor Daily
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah menjajaki kemitraan dengan perusahaan asal China, East China Engeneering Sciece and Technology Co. Ltb untuk menggarap program hilirisasi yang direncanakan pemerintah seperti gasifikasi batu bara menjadi dimenthyl ether (DME) dan mengkaji produk turunan lain semisal metanol dan etanol. Penjajagan tersebut sehubungan dengan mundurnya perusahaan Amerika Serikat, Air Product & Chemical Inc (APCI) yang sebelumnya digadang-gadang menjadi calon mitra kuat PTBA untuk menjalankan program hilirisasi. "Dengan mundurnya Air Product, jadi PTPA tetap berkomitmen  mendukung hilirisasi yang dilkukan  atau yang diprogramkan pemerintah. Jadi, untuk DME kami memang  sedang melakukan penjajakan dengan beberapa perusahaan di China," ujar Direktur Utama PTBA Arsal Ismail. (Yetede)

Perusahaan Tak Butuh Sarjana

KT3 08 Mar 2024 Kompas

Banyak perusahaan global yang makin mengabaikan gelar sarjana. Mereka membutuhkan keterampilan dan kecekatan dibandingkan dengan berba gai gelar. Sejak Desember tahun lalu, tidak sedikit perusahaan dunia yang percaya diri dengan tidak mencantumkan syarat sarjana dalam setiap lowongan kerja. Mereka lebih mendeskripsikan kemampuan yang dibutuhkan dan memanggil mereka yang siap untuk berkompetisi merebut peluang itu. Hampir separuh perusahaan di AS berencana menghapus syarat sarjana dalam iklan lowongan pekerjaan dalam survei yang dilakukan oleh Inteligent.com pada November 2023. Survei terhadap 800 perusahaan di AS itu memberi wawasan baru tentang bagaimana perusahaan berencana menghilangkan syarat gelar sarjana untuk lowongan kerja pada 2024. Mereka juga tengah memikirkan alat lain yang bisa digunakan untuk mengevaluasi kandidat pekerjaan.

Laporan Forbes terbaru menyebutkan, banyak perusahaan beramai-ramai menghapus gelar sarjana dari iklan pekerjaan mereka. Mereka telah mengubah konsep dari perekrutan berdasarkan gelar pendidikan ke perekrutan berbasis keterampilan. Beberapa waktu yang lalu, Walmart mengumumkan rencananya untuk menghapus keharusan syarat sarjana. Sebelumnya, General Motors mengatakan, pihaknya mencabut keharusan syarat gelar empat tahun untuk banyak pekerjaan. Awal tahun itu, Delta Air Lines menjadi berita utama karena menghapus gelar sebagai prasyarat saat merekrut pilot. Penyebabnya, yang dibutuhkan perusahaan adalah keterampilan, juga alasan sosial ekonomi, yakni orang makin sulit menjangkau gelar sarjana.

Sejak pandemi, semakin banyak pemimpin bisnis yang mengatakan gelar sarjana tidak lagi diperlukan untuk pekerjaan yang dapat menghasilkan banyak uang. Mereka melihat banyak tenaga yang dengan pendidikan terbatas bisa mengerjakan sejumlah tugas. Laporan Higher Edi Div menyebutkan, dengan meningkatnya biaya pendidikan dan biaya hidup, mereka yang memiliki masalah ekonomi beralih mencari pendidikan yang murah dan dirasa lebih cocok dibanding mencari gelar sarjana. Di Indonesia, beberapa perusahaan mulai mencoba cara ini meski tidak terbuka. Mereka mengatakan lebih melihat keterampilan kandidat dibandingkan dengan gelar yang didapat. (Yoga)

Perguruan Tinggi dan Lanskap Baru Pasar Tenaga Kerja

KT3 07 Mar 2024 Kompas

Tahun lalu, World Economic Forum mengeluarkan laporan yang menunjukkan, telah terjadi transformasi dalam pasar tenaga kerja. Salah satu cirinya adalah perubahan jenis keterampilan yang dibutuhkan. Dalam tiga tahun mendatang, jenis keterampilan yang paling dibutuhkan pasar tenaga kerja adalah kemampuan berpikir analitis dan kreatif. Keduanya adalah jenis keterampilan kognitif yang sangat diperlukan untuk merespons tantangan baru di dunia kerja. Keterampilan-keterampilan teknis yang repetitif tak lagi banyak dibutuhkan sebagaimana beberapa dekade yang lalu saat banyak pekerjaan masih bertumpu pada tenaga kasar manusia.

Saat banyak kerja teknis dan repetitif mulai dialihkan pada mesin yang berbasis kecerdasan buatan, maka pasar tenaga kerja tidak akan lagi banyak membutuhkan keterampilan teknis. Markow dkk. dalam ”The New Foundational Skills of the Digital Economy,” menyebut, ada tiga jenis keterampilan baru yang dibutuhkan dalam ekosistem ekonomi digital saat ini, yaitu keterampilan manusiawi  (human skill), keterampilan digital, dan keterampilan pendukung bisnis. Keterampilan manusiawi ini mencakup kemampuan analitis, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Disini perguruan tinggi, sebagai salah satu lembaga pendidikan penyuplai tenaga kerja usia produktif harus merespons perubahan ini.

Berdasarkan data statistik tahun 2023, angkatan kerja yang merupakan lulusan perguruan tinggi sekitar 10 % atau 15 juta orang, maka perguruan tinggi perlu menyeimbangkan misi pendidikan dan misi penyiapan tenaga kerja agar bisa mempersenjatai para calon buruh dengan kritisisme sehingga mereka terberdayakan. Kini, muncul tantangan baru untuk perguruan tinggi, yang datang dari lanskap pasar tenaga kerja itu sendiri.  Sejumlah keterampilan yang diajarkan di perguruan tinggi tidak akan lagi dibutuhkan dalam tren pasar tenaga kerja beberapa tahun mendatang. Karena itu, perguruan tinggi bisa melakukan misi penyiapan kerja dengan sekaligus mempersenjatai para calon buruh, dimana keterampilan utama yang dibutuhkan pasar tenaga kerja saat ini adalah keterampilan berpikir kritis dan analitis.

Keterampilan itulah yang perlu diajarkan oleh perguruan tinggi agar lulusan mereka nantinya punya senjata untuk memberdayakan diri mereka sendiri di hadapan para pemberi kerja yang punya kecenderungan eksploitatif. Keterampilan berpikir kritis dan analitis adalah bagian dari pembelajaran mata kuliah filsafat. Oleh karena itu, dengan mengajarkan filsafat pada semua mahasiswa, apa pun jurusannya, perguruan tinggi telah melakukan dua hal sekaligus. Pertama, memberikan pendidikan kritis bagi mahasiswa. Kedua, memberikan solusi komprehensif bagi tantangan pasar tenaga kerja. Mahasiswa dilatih keterampilan berpikir kritis, analitis, dan kreatif sesuai yang dibutuhkan pasar tenaga kerja dan juga pada saat yang sama dipersenjatai agar ketika bekerja bisa menjadi buruh yang berdaya. (Yoga)

Ramai-ramai Buka Kedai Kopi, dari Pegadaian hingga Bank

KT3 07 Mar 2024 Kompas

Seiring maraknya bisnis kedai kopi, muncul fenomena perusahaan nonmakanan-minuman ikut terjun ke bisnis kedai kopi. Perusahaan-perusahaan ini memilih kedai kopi sebagai sarana mengenalkan berbagai produk bisnis utama mereka kepada publik dan memunculkan brand awareness di kalangan konsumen. Kira-kira kredonya begini: sambil ngopi, kita bicara bisnis. Selasa (5/3) Rudianto (35) bersama dua rekannya sedang menikmati secangkir kopi espresso di The Gade Coffee & Gold by Pegadaian di Gedung Sarinah, Jakarta. Saat menyeruput kopi, Rudianto melihat secarik kertas di meja yang bertuliskan promosi produk layanan menabung dan jual beli emas secara daring dari PT Pegadaian yang bisa diakses via pindai kode QR. Barulah saat itu karyawan swasta di Jalan MH Thamrin ini menyadari bahwa kedai kopi tersebut milik PT Pegadaian.”Dulu, kalau dengar Pegadaian, yang teringat ya solusi pendanaan dan jual beli emas. Ternyata sekarang ada kedai kopinya,” ujar Rudianto.

Kepala Departemen Layanan Prioritas & The Gade Taufan El Savir menjelaskan, ide dasar dari pendirian The Gade Coffee & Gold by Pegadaian adalah menyasar segmen anak muda dan masyarakat umum. Kedai kopi menjadi tempat untuk diskusi bisnis ataupun jadi sekadar tempat nongkrong. Tak hanya menawarkan kopi dan berbagai kudapan, kedai kopi juga menjadi sarana PT Pegadaian untuk mengomunikasikan produk layanannya. Salah satunya adalah layanan jual beli emas. Harapannya, kedai kopi dapat menjadi sarana pemasaran untuk mengerek penjualan produk dan meningkatkan wawasan masyarakat tentang produk PT Pegadaian.

Memanfaatkan bisnis kedai kopi untuk mengomunikasikan produk keuangan juga dilakukan bank OCBC. Mereka berkolaborasi dengan beberapa produsen kopi kemasan untuk membuat sejumlah kedai kopi bernama Nyala. Sembari berjualan kopi, mereka pun mengenalkan berbagai layanan produk perbankan sambal mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kesehatan keuangan. Di Stasiun Palmerah dan Stasiun Sudirman, Jakarta, OCBC berkolaborasi dengan Janji Jiwa membuat toko kopi bernama Nyala Cuan & Coffee x Janji Jiwa.

OCBC juga berkolaborasi dengan First Crack Coffee dengan nama Nyala Coffee by First Crack yang berlokasi di Mall Ciputra Surabaya dan di Cove at Batavia, PIK, Jakarta. Ini merupakan kantor cabang OCBC dengan konsep terbaru, yakni OCBC Financial Fitness Gym (FFG). Jadi, sembari menikmati kopi, konsumen juga bisa mengecek kondisi keuangannya. Di lokasi-lokasi tersebut, OCBC juga menawarkan promo spesial saat bertransaksi dengan layanan perbankan OCBC. Masyarakat juga bisa membuka aplikasi layanan perbankan Nyala dari OCBC di gerai kopi tersebut. Adapun aplikasi layanan perbankan ini memudahkan untuk menabung, berinvestasi, membuka deposito, hingga Tarik dan setor uang di ATM. (Yoga)

WNI Terus Dikirim ke Kamboja sebagai Penipu Daring

KT3 05 Mar 2024 Kompas

Jaringan perdagangan orang terus merekrut anak muda warga negara Indonesia untuk dipekerjakan dalam sindikat penipuan daring (online scamming) dan judi daring. Mereka umumnya diiming-imingi bekerja di bidang lain dengan gaji tinggi. Kenyataannya, mereka dikirim ke Kamboja dan negara-negara lainnya yang menjadi tempat beroperasinya sindikat tersebut. Anak-anak muda ini juga ditugaskan menguras uang milik WNI. Setiap hari mereka bekerja dengan jam kerja yang panjang. Sebagian besar tanpa digaji dan malah dijerat dengan utang oleh sindikat yang mempekerjakan mereka. Dengan begitu, mereka susah untuk ber- henti dan pulang ke Indonesia. ”Saya ditawari bekerja di perusahaan saham yang katanya perusahaannya ada izin. Ternyata saya dikirim ke Kamboja, bekerja menipu orang Indonesia. Di sini kerja mulai pukul 09.00 sampai pukul 23.00. Saya ingin pulang,” ujar ATK (30), salah seorang korban yang bekerja di Kamboja dalam percakapan telepon dengan Kompas, Senin (4/3).

Perempuan lulusan SMA kelahiran Sultra itu mengakui tertarik bekerja di luar negeri dengan gaji 700 USD per bulan lantaran diajak temannya. ATK dan teman-temannya dikirim ke Kamboja dan tinggal di mes yang berisi puluhan anak muda Indonesia. Ia dipekerjakan di sebuah perusahaan yang menipu orang-orang Indonesia, dengan membuat akun Telegram menggunakan data dan wajah orang lain. Mereka kemudian menghubungi orang Indonesia. ”Jadi kami harus mencari member di Facebook, Instagram, atau di mana saja ada orang kaya atau berduit. Lalu merayu mereka agar percaya kepada kami, lalu kami ajak main kripto,” kata ATK. ATK tidak menerima gaji. Sebaliknya, dia memiliki utang kepada perusahaan sekitar 2.300 USD yang bertambah menjadi 2.500 USD karena beberapa kali sakit. ATK akhirnya melaporkan kasusnya kepada Kementerian Luar Negeri RI secara daring.

Menurut ATK, saat ini ada banyak anak muda Indonesia bekerja di berbagai perusahaan di Kamboja. ”Jangan pernah percaya dengan ajakan kerja di luar negeri. Itu bohong semua,” pesan ATK.Direktur Perlindungan WNI Kemenlu Judha Nugraha menyatakan, pihaknya telah menerima laporan ATK dan berkoordinasi dengan KBRI di Kamboja untuk menangani kasus terbut. ”KBRI di Phnom Penh segera berkoordinasi dengan otoritas setempat. Lokasi tempat kerja ATK sudah diketahui, dua jam perjalanan darat dari Phnom Penh,” Judha. Sejak 2020-2023, Kemenlu telah menangani dan menyelesaikan 3.400 kasus terkait online scamming yang menimpa WNI di delapan negara dan 1.748 orang di antaranya berada di Kamboja. ”Ini menjadi keprihatinan kita, berbagai upaya kita lakukan, keberangkatan ke Kamboja masih terus terjadi terutama terkait online scam dan judi online,” kata Judha. (Yoga)

Biaya Perekrutan Baru ”Start Up” di ASEAN Dikurangi

KT3 05 Mar 2024 Kompas

Sebanyak 41 % perusahaan rintisan bidang teknologi digital atau start up di Asia Tenggara menurunkan anggaran perekrutan karyawan baru sepanjang 2023, karena akses terhadap pendanaan ke investor yang kian berkurang. Situasi itu terungkap dalam laporan riset ”Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024”. Laporan riset yang juga laporan tahunan Glints dan Monk’s Hill Ventures edisi tahun 2024 ini dirilis resmi pekan lalu. Meski anggaran perekrutan baru menurun, 78 % start up di Asia Tenggara masih berupaya merekrut tenaga profesional yang mampu mendukung perusahaan berekspansi dan berinovasi. Hanya 19 % start up menyatakan tidak ada perekrutan baru dan 3 % yang menyatakan tidak yakin akan membuka lowongan pekerjaan baru.

Laporan riset Southeast Asia Startup Talent Trends Report 2024 menganalisis lebih dari 10.000 data lowongan pekerjaan start up di Singapura, Indonesia, dan Vietnam, serta wawancara kepada lebih dari 70 start up di wilayah tersebut. Menurut laporan itu, gaji pekerja start up di Asia Tenggara yang bekerja di bidang pengembangan bisnis dan penjualan telah meningkat 20 %. Ini mencerminkan kebutuhan mendesak start up untuk menghasilkan uang di tengah kondisi pendanaan yang semakin sulit. Sementara bidang pekerjaan teknisi pada start up di Asia Tenggara mengalami penurunan gaji terbesar yang dipengaruhi PHK dan pemotongan biaya. Situasi ini menyebabkan meningkatnya pasokan talenta teknologi di pasar sehingga memberikan tekanan pada gaji. Gaji untuk insinyur turun 2 % pada 2023 dan posisi insinyur yunior turun paling tajam, yakni 6 %. (Yoga)

Keterampilan Sosial Dorong Pertumbuhan Karier

KT3 04 Mar 2024 Kompas

Keterampilan sosial atau softskill yang dimiliki pekerja semakin menjadi kebutuhan sentral di tempat kerja. Perusahaan menyadari tugas yang memerlukan keterampilan sosial manusia tidak dapat digeser dengan teknologi kecerdasan buatan. Berdasarkan survei oleh LinkedIn dan perusahaan konsultan riset pasar Censuswide pada 4.323 manajer perekrutan di 18 negara, antara lain, di Eropa, AS, China, India, dan Indonesia, diidentifikasi sepuluh keterampilan sosial yang paling dibutuhkan pada 2024. Keterampilan komunikasi menempati urutan pertama, diikuti oleh keterampilan melayani pelanggan, kepemimpinan, manajemen proyek, manajemen, analisis, bekerja dalam tim, penjualan (sales), keterampilan memecahkan masalah, dan keterampilan riset. Survei LinkedIn dan Cencuswide itu dilakukan 15 Desember 2023 sampai 4 Januari 2024.

Survei juga menemukan bahwa keterampilan sosial akan semakin menjadi sumber pertumbuhan karier individu. Vice President LinkedIn Aneesh Raman, dalam blog perusahaan, Minggu (3/3) mengatakan, kolaborasi antarpekerja juga semakin menjadi pusat pertumbuhan perusahaan, karena itu, sudah saatnya para pemimpin perusahaan mulai berkomunikasi secara jelas dan penuh empati kepada anggota tim. Setahun terakhir muncul banyak prediksi yang mengatakan, kecerdasan buatan akan mengubah pekerjaan. LinkedIn menyoroti, sejalan dengan fenomena itu, keterampilan sosial berupa kemampuan beradaptasi termasuk keterampilan sosial permintaannya melonjak.

”Pasar tenaga kerja diisi oleh narasi-narasi kemajuan teknologi kecerdasan buatan untuk bisnis. Kami menyaksikan, keterampilan sosial yang dipadukan dengan kemampuan belajar keterampilan teknik (hard-skills) menjadi semakin penting,” ujar Country Lead LinkedIn Indonesia Rohit Kalsy. Menurut Rohit, dalam riset LinkedIn dan Cencuswide yang terpisah, keduanya menemukan bahwa 97 % dari 254 manajer perekrutan di Indonesia yang disurvei pada 15 Desember 2023-4 Januari 2024 memprioritaskan keterampilan sosial itu pada calon karyawan. Karyawan yang sudah lama bekerja dalam perusahaan juga diharapkan memiliki keterampilan sosial dan keinginan mempelajari keterampilan teknis baru, terutama keterampilan teknis yang berhubungan dengan kecerdasan buatan. (Yoga) 

Data Center Milik Bitera Topang Ekonomi Digital

KT1 01 Mar 2024 Investor Daily
Bitera, perusahaan data (data center ) asal Indonesia, telah meresmikan (grand lounching) pusat datanya di pusat data di pusat Kota Jakarta, Senin (27/2/2024). Data center yang menawarkan kapasitas  beban TI kritis 20 MW dan hingga 4.000 rak ini dihadirkan  guna menopang pengembangan ekonomi digital nasional. Peresmian dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi pemerintah Indonesia, termasuk Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia  dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, kehadirannya mencerminkan sinergi yang kuat antara Pemerintah Indonesia sektor swasta. "Sebagai perbandingan lain, bahkan, konsumsi rata-rata di Jepang mencapai 10 watt per kapita. Ini menunjukkan bahwa Indonesia  masih memiliki banyak ruang untuk berkembang dalam hal infrastruktur data center," ujar CEO Bitera Tedy Harjanto, dalam pernyataannya di Jakarta. (Yetede)

Anak Usaha YKP BRI Penuhi Kebutuhan Pekerja Profesional

KT1 01 Mar 2024 Investor Daily
PT Karya Prima Sarana Sejahtera (PKSS) yang merupakan anak Yayasan  Kesejahteraan BRI (YKP BRI) dan Dana Pensiun BRI telah berhasil membangun reputasi sebagai penyedia  layanan jasa pengelolaan sumber daya manusia (SDM)  yang efisien dan terpercaya di tingkat nasional. Hal ini sesuai dengan  visi perseroan yang yang ingin menjadi  perusahaan yang terbaik di bisnis SDM di Indonesia dan selalu mengutamakan  kepuasan pelanggan. Untuk mendukung visi itu, PT PKSS memiliki misi menjalankan  dan mengembangkan bisnis SDM di indonesia dan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan. Direktur Utama PT PKSS Revi Rizal Latif mengatakan, melalui pendekatan yang berfokus pada kecocokan yang  antara kebutuhan perusahaan  dan ketrampilan karyawan, PT PKSS telah mampu membantu  perusahaan-perusahaan di Indonesia  untuk meningkatkan  produktivitas dan efisiensi  operasional. (Yetede)