;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Dividen Rp 7,8 Triliun dibagikan United Tractors

KT3 26 Apr 2025 Kompas

PT United Tractors Tbk menyelenggarakan rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa di Jakarta, Jumat (25/4). Dividen tunai total sebesar Rp 7,8 triliun diputuskan dibagikan kepada para pemegang saham. Selain itu, UT juga mengangkat mantan Menteri ESDM, Ignasius Jonan sebagai komisaris independen. Dalam konferensi pers, UT mengumumkan dividen Rp 7,8 triliun untuk tahun buku 2024. Tercakup di dalamnya dividen interim sebesar Rp 2,4 triliun yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2024. Sisanya Rp 5,4 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham pada 28 Mei 2025. Sementara itu, pada susunan direksi, RUPST memutuskan mengangkat kembali Frans Kesuma sebagai Presdir UT.  

Sementara yang menjabat sebagai direktur perseroan ialah Loudy Irwanto Ellias, Iwan Hadiantoro, Idot Supriadi, Widjaja Kartika, Vilihati Surya, Ari Sutrisno, dan Hendra Hutahean. Pada dewan komisaris, RUPST mengangkat kembali Djony Bunarto Tjondro sebagai Presiden Komisaris serta Rudy sebagai Wakil Presiden Komisaris. Sebagai komisaris ialah Djoko Pranoto Santoso, Gita Tiffani Boer, Benjamin Herrenden Birks, Paulus Bambang Widjanarko (independen), Bruce Malcolm Cox (independen), dan Ignasius Jonan (independen). ”Sebagai catatan, pada rapat (RUPST) tadi pagi, Bapak Ignasius Jonan berhalangan hadir karena ditugaskan Presiden RI untuk mewakili Pemerintah RI dalam acara pemakaman Sri Paus Fransiskus di Vatikan,” kata Sekretaris Perusahaan UT, Sara K Loebis. (Yoga)


Prajogo Terus Poles Chandra Daya Investasi

KT1 26 Apr 2025 Investor Daily
Konglomerat Prajogo Pengestu terus memoles PT Chandra daya Investasi (CDI), dengan mengonsolidasi perusahaan logistik milik PT Barito Paciific Tbk ( BPT)) ke dalam anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) atau Grup CAP tersebut. Aksi taipan kelas wahid mempercantik CDI tersebut, bersamaan dengan rencana Grup CAP untuk menjejaki penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham Chandra Daya Investasi. Manajemen PT Barito Pacific Tbk (BRPT) atau Grup Barito selaku induk Grup CAP dalam pengumuman resminya, telah mengalihkan seluruh sahamnya atau sejumlah 20.400 saham (100%) di PT Barito Investa Prima (BIP) merupakan kendaraan BRPT untuk berinvestasi di sektor logistik. "Saham-saham tersebut dialihkan dan dijual oleh perseroan (BRPT) dan GI kepada PT Chandra Daya Investasi dan PT Buana Primatama Niaga," jelas manajmen BPRT. CDI merupan anak usaha dari TPIA yang bergerak dalam aktivitas perusahaan holding dan manajemen konsultan. Sedangkan, BPN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan besar dan aktivitas konsultan manajemen yang didirikan oleh putra bungsu Prajogo Pangestu yaitu Erwin Ciputra. (Yetede)

Dividen Jumbo Unilever

KT1 25 Apr 2025 Investor Daily
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menegaskan komitmennya untuk konsisten membagikan dividen dalam jumlah besar untuk kinerja keuangan tahun buku 2024. Tahun lalu, emiten consumer goods tersebut membagikan dividen sebanyak 111% dari laba bersih 2023, dan setahun sebelumnya sebanyak 99,6% dari laba 2022. Ekspektasi pembagian dividen jumbo dan membaiknya kinerja pun, membuat saham emiten berkode UNVR ini diproyeksikan menanjak hingga Rp2.000 dari posisi saat ini Rp 1.495. "Dividen pasti 100% dibayarkan di 2025. Kami tetap berkomitmen memastikan distribusi dividen kami 100% kepada pemegang saham kami," kata Direktur Finance Unilever Indonesia Neeraj Lal. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,37 triliun pada 2024, perseroan  telah membagikan  dividen interim tahun buku 2024 sebesar Rp1,56 triliun atau Rp41 per saham. Tahun lalu, total dividen yang telah dibayarkan Unilever pada tahun buku 2023 adalah sebesar Rp 140 per saham atau seluruhnya mencapai Rp5,34 triliun, 111% dari laba bersih (dividen payout ratio). Dividen UNVR selain diambil dari laba bersih tahun buku 2023, juga berasal dari saldo laba yang ditahan dari tahun-tahun sebelumnya. (Yetede)

Tins Garap Proyek Rare Eart

KT1 25 Apr 2025 Investor Daily (H)
PT Timah terus mengakselerasi pengembangan mineral logam tanah jarang atau Rare Eart Element (REE) dengan mengembangkan pilot plant Logam Tanah Jarang di Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pilot Plant Logam Tanah Jarang ini merupakan bentuk komitmen PT Timah dalam mendukung program hilirisasi mineral nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni 'Melanjutkan Hilirisasi dan Industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri'. PT Timah bersama MIND ID selaku BUMN Holding industri Pertambangan Indonesia terus melakukan upaya percepatan pengembangan LTJ. Fokus Utama dalam Pilot plant Logam Tanah Jarang ini yakni revitalisasi fasilitas pilot plant pengeolahan monasit  untuk dapat dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari pengembangan LTJ. Pengembangan pilot plant Logam Tanah Jarang ini  bertujuan untuk menciptakan nilai tambah melalui industrialisasi LTJ berbasis mineral ikutan penambangan timah. hal ini juga menjadi bagian dari strategis hilirisasi mineral nasional, sekaligus mendorong kemandirian teknologi dan ekonom, terutama dalam memanfaatkan LTJ yang sangat dibutuhkan oleh industri-industri strategis seperti magnet permanen, baterai hybrid, elektronik, dan katalis. (Yetede)

Tins Garap Proyek Rare Eart

KT1 25 Apr 2025 Investor Daily (H)
PT Timah terus mengakselerasi pengembangan mineral logam tanah jarang atau Rare Eart Element (REE) dengan mengembangkan pilot plant Logam Tanah Jarang di Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Pilot Plant Logam Tanah Jarang ini merupakan bentuk komitmen PT Timah dalam mendukung program hilirisasi mineral nasional yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yakni 'Melanjutkan Hilirisasi dan Industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri'. PT Timah bersama MIND ID selaku BUMN Holding industri Pertambangan Indonesia terus melakukan upaya percepatan pengembangan LTJ. Fokus Utama dalam Pilot plant Logam Tanah Jarang ini yakni revitalisasi fasilitas pilot plant pengeolahan monasit  untuk dapat dimanfaatkan kembali sebagai bagian dari pengembangan LTJ. Pengembangan pilot plant Logam Tanah Jarang ini  bertujuan untuk menciptakan nilai tambah melalui industrialisasi LTJ berbasis mineral ikutan penambangan timah. hal ini juga menjadi bagian dari strategis hilirisasi mineral nasional, sekaligus mendorong kemandirian teknologi dan ekonom, terutama dalam memanfaatkan LTJ yang sangat dibutuhkan oleh industri-industri strategis seperti magnet permanen, baterai hybrid, elektronik, dan katalis. (Yetede)

Selangkah Lagi Meraup Dividen dari Pertambangan Batu Bara

KT1 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Pemegang saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpeluang kembali menyecap manisnya dividen dari emiten pertambangan batu bara ini, setelah rencana kuasi reorganisasi bisa dieksekusi. Emiten Grup Bakrie dan Salim tersebut, terakhir membagikan dividen pada 2009 atau 16 tahun yang lalu, sebesar Rp50,6 per saham dengan dividen pay out ratio 15% dari laba bersih tahun 2008, US$ 645,36 juta. Dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan pada harian Investor Daily, Selasa (22/4/2025), manajemen Bumi Resources mengungkapkan bahwa perseroan bermaksud melakukan rencana kuasi reorganisasi dengan cara mengeliminasi akumulasi rugi (defisit) dengan mengunakan posisi agio saham yang merupakan selisih lebih antara  setoran modal dengan nilai nominal saham. Adapun rencana kuasi reoganisasi akan diminta persetujuan kepada pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan pada 2 Juni 2025. Founder Stocknow.id Hendra Wardana menilai, langkah kuasi reorganisasi ini bersifat strategis, bukan hanya sebagai perbaikan kosmetik laporan keuangan, tetapi juga sebaai fondasi untuk membuka peluang  pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham. Dengan eliminasi defisit melalui kuasi reorganisasi, saldo laba akan kembali positif dan memungkinkan BUMI secara hukum untuk membagikan dividen. (Yetede)

Huayou Siap Gantikan LG di Proyek Ekosistem Baterai Listrik

KT1 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Huayou siap gantikan peran LG Energy Solution (LGES) di proyek eksositem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bernama Titan. Huayou adalah perusahaan asal China yang memproduksi material baterai EV lithium ion yang berbasis nikel. Huayou sebelumnya sudah bergabung di proyek Titan bersama Indonesia Battery Corporation (IBC). Peran Huayou di proyek ini adalah mengolah bijih nikel menjadi material katoda baterai EV. Lalu, produk itu diolah menjadi sel baterai, yang seharusnya dikerjakan oleh LGES. Titan adalah proyek ekosistem baterai EV terintegrasi yang berada di Halmahera Timur, Maluku Utara dalam skema Indonesia Grand Package (GP). Proyek ini melibatkan banyak perusahaan, mulai di tambang nikel, pengolahan nikel menjadi materai baterai, hingga   produksi sel baterai. Di hulu, LGES sejatinya membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan PT Antam Tbk (Antam/ANTM), seperti yang dilakukan CATL di proyek Dragon. Selanjutnya, nikel jenis limonit Antam diolah menggunakan teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) atau high pressure acid leaching (HPAL) untuk menghasilkan materialkatoda baterai EV. Proyek GP berlanjut ke hilir, yakni produksi sel baterai. (Yetede)

Huayou Siap Gantikan LG di Proyek Ekosistem Baterai Listrik

KT1 24 Apr 2025 Investor Daily (H)
Huayou siap gantikan peran LG Energy Solution (LGES) di proyek eksositem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) bernama Titan. Huayou adalah perusahaan asal China yang memproduksi material baterai EV lithium ion yang berbasis nikel. Huayou sebelumnya sudah bergabung di proyek Titan bersama Indonesia Battery Corporation (IBC). Peran Huayou di proyek ini adalah mengolah bijih nikel menjadi material katoda baterai EV. Lalu, produk itu diolah menjadi sel baterai, yang seharusnya dikerjakan oleh LGES. Titan adalah proyek ekosistem baterai EV terintegrasi yang berada di Halmahera Timur, Maluku Utara dalam skema Indonesia Grand Package (GP). Proyek ini melibatkan banyak perusahaan, mulai di tambang nikel, pengolahan nikel menjadi materai baterai, hingga   produksi sel baterai. Di hulu, LGES sejatinya membentuk perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan PT Antam Tbk (Antam/ANTM), seperti yang dilakukan CATL di proyek Dragon. Selanjutnya, nikel jenis limonit Antam diolah menggunakan teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) atau high pressure acid leaching (HPAL) untuk menghasilkan materialkatoda baterai EV. Proyek GP berlanjut ke hilir, yakni produksi sel baterai. (Yetede)

Efisiensi Tak Menghambat Ekspansi Bisnis

HR1 23 Apr 2025 Kontan
Di tengah tekanan harga energi global, prospek PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) masih dinilai solid oleh para analis. Sukarno Alatas dari Kiwoom Sekuritas menyoroti langkah efisiensi MEDC, seperti penerbitan obligasi Rp 1 triliun untuk refinancing utang, dan penggunaan belanja modal (capex) untuk mempertahankan produksi serta efisiensi operasional.

Meskipun diperkirakan akan terjadi penurunan pendapatan sebesar 8% dan laba bersih 4% pada 2025, diversifikasi portofolio energi dan kontribusi segmen gas memberikan bantalan terhadap fluktuasi harga minyak. Selain itu, Andhika Audrey dari Panin Sekuritas menilai fundamental MEDC tetap kuat, terutama karena kontribusi laba dari entitas asosiasi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 141% yoy pada 2024.

Andhika juga menekankan keberhasilan efisiensi operasional MEDC, dengan penurunan rasio Opex terhadap penjualan dari 11% menjadi 9%. Ia tetap optimistis pada prospek MEDC meskipun harga minyak dan logam diprediksi fluktuatif.

Arief Budiman dari Ciptadana Sekuritas menambahkan bahwa pencapaian pengiriman gas di atas target, rencana ekspor listrik ke Singapura, serta program buyback saham senilai US$ 50 juta menjadi katalis positif lainnya. Ia menilai penurunan laba dari anak usaha PT Amman Mineral Nusa Tenggara bersifat sementara karena transisi produksi.

Astra Masih Bertahan dari Gempuran Mobil BEV China

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily

Grup Astra penguasa pasar mobil Indonesia, masih bertahan di tengah masifnya gempuran mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV), terutama asal China. Buktinya, pangsa pasar Astra sejauh ini masih solid. Berdasarkan riset Macquarie, pangsa pasar Toyota dan Daihatsu, merek andalan Astra, mencapai 50,4% pada Maret 2025. Sementara itu, pangsa pasar Toyota malah naik tipis menjadi 33,8% per kuartal 1-2025, dibandingkan periode sama tahun lalu 33,7%. "Adapun pangsa pasar Daihatsu memang turun menjadi 12,1% dari tadinya 18,8%," tulis Macquarie. Di sisi lain, penjualan merek mobil Jepang lainnya turun tajam ada Maret 2025. Penjualan Honda dan Suzuki rontok 40,4$ dan 33,4%.

Akumulasi penjualan kedua merek  ini turun 20,4% per Maret tahun ini. Pemain BEV China, BYD Plus Denza, mencetak  kenaikan pangsa pasar menjadi 3,7% per maret 2025 dari 1,8% per Desember tahun lalu Demikian pula dengan Hyundai yang bisa  menaikkan pangsa pasar menjadi 3,4% dari 2,6%. Selain BYD, pemain BEV China yang menonjol adalah Wuling dan Chery. Secara terpisah, Masquarie telah berdiskusi dengan Chief FInancial Officer (CFO) dan manajemen Astra dalam nondeal roadshow (NDR) di AS. Intinya, Astra masih yakin bisa memimpin pasar mobil nasional. Manajemen Astra juga mengingatkan, bisnis jasa keuangan yang memasok 24% laba bersih tahun 2024 terbukti resilen ketika penjualan mobil turun. (Yetede)