Perusahaan
( 1082 )Chandra Asri Group Raksasa Energi dan Kimia Asia Tenggara
Antisipasi Risiko, Perbankan Membukukan Laba Bersih Rp19,36 T
Industri perbankan di awal tahun ini membukukan laba bersih Rp19,36 triliun. Nilai ini menyusut 7,28% dibandingkan dengan laba bersih periode Januari 2024 yang sebesar Rp 20,88 triliun. Apabila ditelaah dari data OJK, pendapatan bunga perbankan nasional di awal tahun mencapai Rp101,92 triliun, naik 4,88% secara yoy per Januari 2025. Sedangkan, beban bunga tumbuh lebih tinggi 6,25% yoy menjadi Rp56,03 triliun. Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perbankan senilai Rp45,89% yoy. Susutnya laba bersih perbankan nasional disebabkan karena kelompok bank berdasarkan, modal inti (KBMI) 4 yang juga mengalami penurunan laba 15,33% dari 14,61 triliun pada Januari 2024 menjadi Rp12,37 triliun per Januari 2025. Tingginya suku bunga membuat beban bunga perbankan ikut melonjak, sehingga menekan margin bunga (net interest margin/NIM) menjadi 4,5% di Januari 2025. Jika ditelaah lagi berdasarkan kepemilikannya, bank pelat merah meraup laba bersih Rp7,74 triliun, anjlok 25,79% (yoy). Sehingga, pangsa pasar dari laba bank BUMN sebesar 39,98% dari total laba industri perbankan. Kemudian, bank umum swasta nasional (BUSN) mengantongi laba Rp9,34 triliun atau tumbuh 15,74% (yoy) per Januari 2025. Ini menjadikan pangsa pasar BUSN di sisi laba bersih membalap bank BUMN menjadi 48,24% dari total laba industri perbankan. (Yetede)
Pengaduan Properti Bermasalah
Dari tahun ke tahun, jumlah aduan
dan laporan masyarakat di sektor properti meningkat. Pengembang kerap kali
belum menuntaskan urusan perizinan. Sementara masyarakat masih mudah tergiur
janji palsu dan promosi yang ditawarkan. Berdasarkan data Badan Perlindungan
Konsumen Nasional (BPKN), jumlah pengaduan terkait perumahan mencapai 404
laporan pada 2024, naik 28,6 % dari 314 laporan pada 2023. Data tersebut belum
termasuk aduan yang diterima lembaga lain sepanjang 2024. Dirjen Perumahan Kementerian
PUPR, menerima 61 surat aduan, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima
49 aduan, diikuti 35 aduan lain ke Kementerian PAN RB).
”Dari sisi isu, masalah perumahan
di YLKI sering diadukan masyarakat. Jadi, masyarakat butuh kanal pengaduan.
Sejauh ini, kehadiran dari regulator belum terakselerasi,” ujar Ketua YLKI
Tulus Abadi dalam acara peresmian kanal pengaduan konsumen perumahan terpadu di
Jakarta, Rabu (26/3) sore. Banyak masyarakat menjadi korban karena tergiur
metode pemasaran pengembang. YLKI kerap mengingatkan agar publik lebih
berhati-hati dan mengecek ulang, apalagi terhadap penjualan bangunan yang belum
terbangun atau pre-project selling. ”Pre-project selling, regulasinya ada,
tetapi ketika pengembang menjual gambar tanpa prasyarat tertentu, risikonya
besar sekali bagi konsumen. Ironisnya, banyak konsumen yang tertarik dan
membayar secara cash keras. Ini dua hal yang jadi titik lemah,” tutur Tulus.
Ketua BPKN Muhammad Mufti Mubarok
mengatakan, di sektor properti khususnya perumahan, ditemukan banyak penipuan,
mulai dari gambar hingga iklan yang bermasalah. ”Soal legalitas juga. Sering kali
sertifikat (properti) ini, kan, tumpang tindih. Banyak yang sudah menempati,
sudah (mendapat) sertifikat, malah digugat seperti di Bekasi. Itu harus clear,”
kata Mufti. Dalam konteks umum, pengaduan konsumen pada sektor perumahan
didominasi sedikitnya lima hal. Pertama, permasalahan wanprestasi sertifikat
yang belum jadi atau bangunan belum selesai, padahal pembayaran sudah lunas.
Kedua, bangunan tidak sesuai yang dijanjikan. Ketiga, legalitas bangunan dan
tanah masih belum jelas. Keempat, pengembalian dana (refund) rumit dan
berbelit-belit. Kelima, adanya kerusakan fisik bangunan. (Yoga)
Pengobatan Regeneratif dengan Inovasi Sel Punca
Pandemi Covid-19 menjadi berkah
bagi pengembangan stemcell atau sel punca dan metabolitnya di Tanah Air. Harga
sel punca komersial masih mahal antara Rp 200 juta-Rp 250 juta per tindakan. Inovasi
sel punca untuk pengobatan berbagai macam penyakit terus dikembangkan. Harga terapi
sel punca yang mahal tak bisa dihindari karena proses produksinya berbiaya
besar. Tingginya biaya produksi terlihat di fasilitas produksi sel punca dan
metabolit PT Bifarma Adiluhung di Pulogadung, Jaktim. Bifarma merupakan anak perusahaan
Kalbe Farma yang menjadi bagian Emiten Kompas 100 di Bursa Efek Indonesia. Kondisi
yang steril menjadi syarat wajib di pabrik Bifarma yang merupakan manufaktur
pengolahan sel punca dan metabolit GMP (guanosin monofosfat) pertama di
Indonesia yang dikembangkan sejak 1995. Di lab Bifarma, sel punca disimpan dan
dikembangbiakkan di ruangan yang membutuhkan listrik nonstop 24 jam.
Sel punca harus disimpan beku di
inkubator dengan suhu minus 196 derajat celsius. Ruangan penyimpanan sel punca
wajib bertekanan tinggi agar terhindar dari kontaminasi. Kelembaban dijaga
untuk mencegah kontaminasi bakteri. Suhu ruangan tak boleh terlalu dingin. Jika
akan dipakai, butuh waktu lima jam untuk proses pencairan hingga pencucian agar
sel punca hidup kembali. Sel punca memiliki batas waktu 24 jam sebelum dipakai.
Setelah itu, sel-selnya mati. ”Produk stem cell Indonesia masih sangat mahal
karena biaya produksinya memang sangat mahal, medianya semuanya impor, alatnya
semuanya impor. Kita masih sangat tergantung pada produk-produk impor.
Sebagaimana kita ketahui bahwa harga di Indonesia itu lebih mahal dari tetangga
kita, Malaysia, Singapura,” tutur Ketua Komite Pengembangan Sel Punca dan Sel,
Amin Soebandrio, Selasa (1/4).
Sel punca yang masih berbasis penelitian,
harganya lebih murah karena diatur hanya untuk menggantikan ongkos produksi. Karena
harga sel punca yang mahal, pasien akhirnya lebih banyak menggunakan hasil metabolik
atau produk turunan sel punca berupa sekretom. Harga sekretom lebih murah,
yaitu Rp 2 juta-Rp 2,5 juta untuk 1,5 cc sekretom. Sejak tahun 2024, pemerintah
menetapkan standar layanan terapi sel punca untuk terapi di bidang ortopedi dan
traumatologi. Saat ini, sel punca menjadi inovasi yang sangat menjanjikan bagi
pengobatan regeneratif, yang dapat menyembuhkan jaringan yang rusak, memulihkan
fungsi organ, dan mengobati penyakit kronis. Sel punca berpotensi digunakan
untuk terapi untuk beragam penyakit, seperti peradangan sendi, jantung,
gangguan saraf, stroke, dan kanker. Perkembangan sel punca menjadi harapan baru
bagi kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik. (Yoga)
Mengatasi Keterbatasan Sumber Daya Pendidikan dengan Pembelajaran Digital
Pendidikan digital, termasuk
perkembangan kecerdasan buatan atau akal imitasi (AI), harus menjadi alat untuk
inklusi di tengah keterbatasan sumber daya pendidikan di banyak tempat. Karena
itu, kebijakan pendidikan semestinya memprioritaskan akses yang adil,
berinvestasi dalam pelatihan guru, dan mendukung inovasi yang didorong secara
lokal. Kepala Bagian Teknologi dan Akal Imitasi dalam Pendidikan UNESCO Shafika
Isaacs, Rabu (2/4) mengatakan, melalui kolaborasi dan investasi yang
berkelanjutan, pembelajaran digital dapat menjadi kekuatan untuk perubahan positif,
terutama memastikan setiap pelajar, terlepas dari latar belakangnya, memiliki
kesempatan untuk berkembang di era digital. ”Kita hanya dapat maju dengan
bekerja sama, merangkul beragam cara untuk mengetahui, dan berdiri teguh dalam
komitmen kita untuk mengurangi ketimpangan pendidikan,” kata Isaacs.
Dalam lingkungan yang menantang,
teknologi digital diyakini dapat mendukung pendidikan berkualitas dan memberdayakan
pelajar. Namun, tantangannya kini, untuk membuat pembelajaran digital dapat
diakses oleh semua orang. Tantangan lainnya adalah memberikan panduan yang
jelas bagi pemerintah dan pendidik yang berupaya mengintegrasikan teknologi
secara efektif dan inklusif dalam sistem pendidikan. Dirjen UNESCO, Audrey
Azoulay saat peringatan Hari Internasional untuk Pembelajaran Digital pada 19
Maret mengatakan, teknologi digital semakin lazim di semua bidang kehidupan.
Teknologi digital tidak hanya mengubah cara hidup, tetapi juga cara belajar.
”Teknologi ini sangat menjanjikan, mulai dari kemajuan dalam konektivitas,
portabilitas, sumber daya pendidikan terbuka, hingga kecerdasan buatan menciptakan
lebih banyak kemungkinan untuk menjangkau pelajar yang terpinggirkan,” ucapnya.
Saat ini, 2,6 miliar orang atau 32
% populasi global masih kekurangan akses internet. Sebanyak 1,8 miliar orang di
antaranya tinggal di daerah perdesaan. Di bidang pendidikan, 60 % dari SD, 50 %
dari SMP dan 30 % dari SMA di seluruh dunia saat ini tidak terhubung dengan
internet. Di Indonesia, minimnya akses pelatihan bagi guru didobrak lewat
pelantar (platform) Merdeka Mengajar yang kemudian diubah menjadi Rumah
Pendidikan pada tahun 2025. ”Transformasi digital merupakan keniscayaan, karena
masyarakat sekarang hidup di era digital. Tidak mungkin kita hindari, tetapi
juga era untuk kita sanggup adaptasi dan menggunakannya untuk kepentingan yang
bermanfaat,” kata Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, beberapa waktu lalu. (Yoga)
Untung Rugi Investasi Besar untuk AI
Sejumlah korporasi global berinvestasi
besar-besaran mengembangkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial
intelligence (AI). Tak sedikit investor skeptis apakah besarnya investasi
pengembangan AI sepadan dengan manfaat atau keuntungan yang akan diperoleh pada
saatnya nanti. Melansir The Economist, raksasa-raksasa global berinvestasi
besar-besaran dalam pengembangan AI. Mereka adalah Alphabet, Amazon, Apple,
Meta, dan Microsoft. Pada 2024, kombinasi nilai investasi kelima korporasi itu
mencapai 400 miliar USD untuk belanja modal. Mayoritas dialokasikan untuk pengadaan
perangkat keras berkaitan dengan AI. Sisanya untuk penelitian dan pengembangan
(R&D). AI selalu disebut-sebut sebagai teknologi yang dapat mengubah
ekonomi global. Guna mengadopsinya agar meningkatkan efisiensi dan produktivitas,
perusahaan perlu membeli teknologi baru tersebut dan membentuknya sesuai
kebutuhan.
Namun, konsekuensi yang ditimbulkan
oleh investasi pada AI bagi perusahaan dalam jangka pendek, merujuk data
Reuters, adalah penyusutan saham. ”(Minat) semua orang sangat rendah untuk
berinvestasi ke (perusahaan) penggerak AI,” kata Head of European Equity
Strategy di UBS Gerry Fowler, 26 Maret 2025. Apalagi, AI ternyata dapat
diproduksi dengan biaya lebih rendah, seperti DeepSeek buatan China. Pada akhirnya,
pasar kini mencari perusahaan yang dapat meraup untung dari AI. Para investor
telah menyuntik lebih dari 2 triliun USD ke lima perusahaan tersebut selama
setahun terakhir. Namun, hasil yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan teknologi
itu masih jauh dari harapan. Microsoft, misalnya, para analis menilai, hanya
mencetak 10 miliar USD dari penjualan kecerdasan buatan yang menciptakan produk
baru atau generative (Gen) AI. Ini
menunjukkan, AI belum memberikan efek besar.
”Perhatian khusus pada keamanan
data, bias algoritma dan halusinasi memperlambat implementasi,” demikian tulis
The Economist. Restoran makanan cepat saji, McDonald’s telah mencoba
menggunakan AI untuk melayani pelanggan tanpa turun dari kendaraan (drive-through),
tetapi mengalami kesalahan (error). Sistem itu justru menambah 222 USD untuk
menu camilan ayam pada tagihan seorang konsumen. Dalam survei yang disebarkan
pada lebih dari 100 analis Fidelity, 72 % responden memperkirakan AI belum akan
berdampak pada keuntungan perusahaan pada 2025. Banyak dari mereka melihat dampaknya
baru akan terasa lebih dari 5 tahun. ”Pasar akan kehilangan kesabaran dengan
investasi tidak terbatas pada AI, kecuali teknologi itu mulai menunjukkan
return pada investasi yang dikeluarkan,” ujar Lead Portfolio Manager di Lazard
Asset Management, Steve Wreford. (Yoga)
Maraknya Lowongan Palsu Daring ditengah Badai PHK Massal
Di saat situasi ekonomi sedang melemah dan banyak fenomena PHK
massal, modus penipuan pekerjaan secara daring juga marak. Masyarakat diimbau agar
selalu waspada terhadap modus ini. Pada periode Februari-Maret 2025, sejumlah
699 orang menjadi korban modus penipuan itu dan harus dipulangkan dari Myanmar
ke Tanah Air. GC (33) ibu rumah tangga yang berdomisili di Tangerang, Banten,
tiba-tiba mendapat pesan dari akun Linkedin dari profil pengguna yang terkesan profesional
dan meyakinkan, menunjukkan dia sebagai headhunter (pemberi kerja) dari
perusahaan di Singapura yang bergerak di bidang gim daring (i-gaming). Pesan
itu menawarkan pekerjaan customer support dengan keterangan tambahan bersedia
ditempatkan di Kamboja.
”Bulan Februari, pemilik akun tersebut masih mengirimi saya
pesan lagi yang menawarkan pekerjaan customer support. Dengan keterangan, jika
diterima pada lowongan itu, akan ditempatkan di Kamboja. Saya dan suami
langsung curiga apakah ini terkait bisnis judi daring,” katanya, Kamis (27/3). Walaupun
sudah memiliki pekerjaan paruh waktu, ibu satu anak ini tergiur dengan lowongan
kerja yang ditawarkan itu. Gaji yang ditawarkan berkisar Rp 10 juta-Rp 16 juta
per bulan. Jika bersedia direlokasi ke Kamboja, biaya penerbangan dan akomodasi
pun akan ditanggung pemberi kerja. Namun, karena lowongan itu terasa
mencurigakan, GC tidak menindaklanjutinya. Ia dihubungi lagi untuk kedua
kalinya oleh akun pemberi kerja, tetapi kemudian ia memilih untuk mengabaikan.
Beberapa waktu terakhir iklan lowongan kerja banyak dijumpai
di media sosial. Banyak lowongan kerja yang nyata dan legal, tetapi juga tidak sedikit
yang merupakan kedok penipuan. Direktur Tindak Pidana Perdagangan Perempuan dan
Anak dan Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO) Brigjen (Pol) Nurul Azizah, di
Bareskrim Polri, Jumat (21/3), menuturkan, modus tindak pidana perdagangan
orang (TPPO) melalui lowongan daring yang kemudian ditempatkan di perusahaan
gim daring atau scam kian marak di masa PHK massal ini. Pada 2023 terdapat 1.061
laporan dan pada 2024 terdapat 843 laporan. Pada Februari-Maret ini, ada 699
warga Indonesia yang menjadi korban TPPO dan telah dipulangkan dari Myanmar melalui
Thailand. Para pekerja migran itu dipekerjakan sebagai operator scammer atau
perusahaan penipuan daring di Myanmar. (Yoga)
Mencari PRT Infal atau Mengurus Rumah Sendiri
Liburan Lebaran menjadi momen
yang dinanti pekerja rumah tangga atau PRT yang bekerja di kota-kota besar,
terutama di Jakarta dan sekitarnya. Selama sepekan hingga dua pekan, mereka
akan pulang kampung. Majikan mereka harus menyiasati bagaimana mengurus rumah
selama ditinggal mudik PRT. Biasanya, keluarga yang tak biasa mengurus rumah
akan mencari PRT infal atau pengganti yang bekerja sementara di rumah tangga
yang PRT-nya mudik hari raya. Ada juga yang memilih pergi berlibur dan baru pulang
saat PRT kembali dari mudik. Namun, ada juga keluarga yang lalu mengerjakan bersama-sama
alias bergotong royong mengurus rumah selama PRT mudik.
Bagi pasangan Brian (49) dan
Melly (49) yang tinggal di Rawamangun, Jakarta, ditinggal PRT pulang kampung
saat Lebaran sudah biasa. Seperti Lebaran 2025 ini. PRT izin mudik Lebaran selama
10 hari, Kamis (27/3) hingga Sabtu (5/4). Untuk itu, Melly dan Brian yang memiliki
seorang putri berusia 11 tahun berbagi tugas dalam urusan rumah tangga. ”Saat
PRT pulang kampung, saya ekstra bangun pagi, membuat sarapan, walau seadanya,”
ucap Melly, Selasa (1/4). Menu makanan pun menyesuaikan, tidak banyak variannya,
yang penting ada makanan tersaji. Kadang makan di luar rumah atau pesan lewat daring.
Ia belanja persediaan bahan makanan sebelum Lebaran tiba. ”Yang bagian-bagian
basah saya, masak, nyuci, dan sebagainya. Suami nyapu atau beresin tempat tidur
dan bersihin rumah,” tutur Melly.
Beberapa PRT malah memilih tetap
bekerja, bahkan mengajukan diri sebagai PRT infal atau pengganti yang bekerja
sementara di salah satu rumah tangga yang PRT-nya mudik Lebaran. Ayu (47) PRT asal
Jatim, memilih berlebaran di Jakarta bersama anaknya yang kini tengah kuliah. Saat
Lebaran, Ayu, yang bekerja di rumah warga asing yang tinggal dan bekerja di
Indonesia, selalu mendapat jatah libur hari raya. Waktu libur tersebut justru
digunakan untuk bekerja sebagai PRT infal di salah satu keluarga, yang beberapa
tahun terakhir selalu memintanya jadi PRT infal. Di rumah keluarga dengan dua
anak itu, untuk pekerjaan 11 hari, Ayu mendapat upah Rp 250.000 per hari. (Yoga)
BONUS HARI RAYA Untuk Pengemudi Ojek Daring
Fauzan (38) pengemudi ojek daring
di Jaksel, tidak percaya dirinya tak memperoleh bonus hari raya atau BHR. Dari
22 hingga 24 Maret 2025 atau periode platform transportasi daring menjanjikan
distribusi BHR, dia berkali-kali cek saldo dompet elektroniknya, namun,
hasilnya nihil. Tidak ada penambahan saldo yang khusus terkait BHR. Hanya ada
pemasukan dari mengantar penumpang. Fauzan mengaku tidak tahu alasan yang
menyebabkan dirinya tak mendapatkan BHR. Dia selalu rajin bekerja dan tidak
pernah melanggar kode etik platform. ”Saya sangat berharap bisa memperoleh BHR.
Saat Presiden Prabowo mengumumkan pengemudi mendapat BHR sampai Rp 1 juta, saya
senang sekali,” ucapnya. Fauzan jadi lebih giat bekerja. Bahkan, dia bekerja dari
pagi hingga sore, hampir setiap hari. Sejak 24 Maret 2025 sampai sekarang, ia
banyak mendapat pesanan jasa kirim bingkisan Lebaran.
Sedang Ahmad (40) pengemudi ojek online
(ojol) atau ojek daring asal Serpong, Tangsel, Banten, mendapat BHR senilai Rp
850.000. Dia mengetahui bahwa tidak semua mitra pengemudi ojek daring
mendapatkan BHR. Dia meyakini, itu bagian dari jatah rezeki yang masih bisa ia terima.
Ahmad mengklaim selalu menjaga performa sebagai mitra pengemudi dan mengikuti
kode etik yang diharuskan platform. Selama setahun terakhir, Ahmad yang sudah
memiliki dua anak ini selalu mulai bekerja pada pukul 10.00 WIB dan pulang pukul
22.00 WIB atau 23.00 WIB. Setiap hari, Ahmad memperoleh penghasilan antara Rp
100.000 dan Rp 200.000. Pada Ramadhan 2025, dia merasakan sedikit peningkatan. Meski
nominal penghasilan sehari-hari selama Ramadhan ditambah BHR tidak terlalu besar,
dia tetap bersyukur.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia,
Tirza Munusamy, mengatakan, pemberian BHR di Grab mengacu pada imbauan
Presiden, 10 Maret 2025 di Istana Negara, Jakarta. Intinya, BHR diberikan atas
dasar keaktifan kerja mitra pengemudi. Penyaluran BHR dilakukan berdasarkan mekanisme
yang telah ditetapkan Grab. ”Kami mempertimbangkan berbagai faktor. Selain keaktifan
mitra pengemudi, kami mencermati pula kemampuan finansial perusahaan,” ujarnya dalam
keterangan tertulis, Kamis (27/3/2025) malam. Untuk Mitra Jawara Teladan paling
aktif sejauh ini, menurut dia, telah memperoleh nominal BHR tertinggi, yaitu Rp
1,6 juta untuk mitra pengemudi roda empat dan Rp 850.000 untuk mitra pengemudi
roda dua. (Yoga)
Kabar Baik Bagi PPSU Jakarta di Hari Kemenangan
Pasukan oranye di Jakarta mendapat
tiga kabar baik sekaligus saat momen Idul Fitri 2025. Kabar itu meliputi syarat
minimal menjadi petugas hanya cukup lulusan SD, masa evaluasi kinerja yang
sebelumnya dilakukan setiap tahun kini diperpanjang menjadi tiga tahun sekali,
dan rencana perpanjangan usia pensiun. Kabar itu disambut dengan wajah
berseri-seri oleh pasukan oranye, julukan petugas Penanganan Prasarana dan
Sarana Umum (PPSU). Namun, pasukan serba bisa ini juga berharap mendapat
jaminan hari tua setelah pensiun. Gubernur Jakarta Pramono Anung menjanjikan
perubahan dalam syarat minimal perekrutan dan evaluasi kontrak PPSU saat masa
kampanye Pilkada Jakarta 2024, yang ditunaikannya dengan menandatangani Pergub.
Hal itu diumumkan saat acara
gelar griya open house di rumah dinas gubernur, Senin (31/3). Keputusan ini
dibuat karena PPSU adalah garda terdepan pelayanan masyarakat. Mereka terlibat
menangani prasarana dan sarana jalan, saluran, taman, kebersihan, dan penerangan
jalan umum sejak 2015. Bahkan, saat pandemi Covid-19, mereka turut membantu
pemulasaraan jenazah. Kegembiraan menerima kabar itu diperlihatkan Prayoga (49),
anggota pasukan oranye, pada Selasa (1/4) di teras Kantor Kelurahan Petamburan,
Jakpus. ”Alhamdulillah jadi enggak mempersulit buat ke depannya. Kita-kita
sudah tua, tetapi tenaganya masih bisa dipakai,” ujar Prayoga menanggapi kado Lebaran
untuk pasukan oranye dari Pramono-Rano Karno. Prayoga sudah 10 tahun menjadi
personel PPSU. Setiap hari, ia bertugas membersihkan jalan protokol, memastikan
saluran air warga tidak tersumbat, hingga membuat mural.
Dalam kurun waktu tersebut, upah
mereka terus bertambah hingga sesuai upah minimum regional (UMR), kini mencapai
Rp 5,39 juta per bulan. Peralatan kerja juga semakin baik. Mereka mendapat seragam,
sepatu bot, topi, sapu, hingga kendaraan operasional berupa mobil dan sepeda
motor roda tiga. Kebijakan Pramono-Rano terkait evaluasi setiap tiga tahun
mendapat apresiasi besar. Sebab, selama ini PPSU bersusah payah mengurus berkas
di sela-sela pekerjaan dan sering terkendala sistem daring. Total biaya yang
dikeluarkan bisa mencapai Rp 500.000. Biaya terbesar berasal dari tes urine dan
SKCK. Prayoga, dan rekan-rekan PPSU lainnya juga berharap adanya jaminan hari
tua untuk modal usaha setelah pensiun. Karena tak ingin bergantung sepenuhnya
pada anak atau bantuan sosial. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Investasi Teknologi
10 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
Tata Kelola Bantuan Sosial Perlu Dibenahi
29 Jul 2022









