Perusahaan
( 1080 )Tarik Menarik Properti Hijau Dengan Pengembang
Pengembangan proyek-proyek properti
hijau di Tanah Air masih cenderung lamban. Meski pasar semakin mencari properti
yang ramah lingkungan dan lestari, masih ada tarik-menarik dalam mendorong
proyek properti hijau di Tanah Air. Konsil Bangunan Hijau Indonesia (GBCI)
mencatat, komitmen pengembang membangun
properti hijau masih sebatas pada bangunan komersial. Dari data GBCI, tercatat
lebih dari 100 bangunan gedung memperoleh sertifikasi greenship dari GBCI,
sedangkan gedung yang memperoleh sertifikasi edge untuk efisiensi energi
sekitar 240 bangunan. Sementara proyek residensial masih sangat sedikit.
Ketua Umum GBCI Ignesjz Kemalawarta
mengungkapkan, konsep properti hijau sudah cukup banyak diterapkan
gedung-gedung pemerintah dan BUMN. Sebaliknya, penerapan properti hijau pada
gedung yang dibangun pengembang swasta masih minim. Saat ini, baru ada lima
grup pengembang besar yang gencar menerapkan prinsip ramah lingkungan pada
property, seperti PT Intiland Development Tbk, Sinar Mas Land, Kota Baru Parahyangan,
dan Grup Ciputra. ”Kami ingin mendorong kesadaran developer agar bangunannya
green dari hulu-hilir, mulai dari konsultan, kontraktor, hingga bahan
bangunannya. Kalau materialnya hijau, kontraktornya pasti menerapkan prinsip
hijau. Kesadaran bangunan hijau bukan hanya kepentingan saat ini, tetapi generasi
mendatang,” kata Ignesjz di Tangerang, Kamis (20/3).
Menurut
Ignesjz, pemicu keengganan developer swasta untuk menggencarkan proyek properti
hijau adalah biaya konstruksi lebih mahal sehingga harga jual menjadi lebih
mahal. Padahal, dari hasil kajian GBCI, biaya pembangunan gedung berkonsep
hijau hanya 4 % lebih tinggi dibanding gedung konvensional. Dalam 5 tahun,
penambahan biaya itu dinilai sudah kembali, yang terkonversi dari penghematan
energi dan air. Dalam jangka panjang atau setara usia bangunan 40 tahun, pemilik
gedung atau property hijau juga akan menikmati biaya operasional bangunan lebih
rendah 15 %. (Yoga)
Pekan Depan Struktur Kepengurusan Danantara akan Diumumkan
Susunan lengkap kepengurusan Badan Pengelola
Investasi Danantara dijadwalkan akan diumumkan pada Senin (24/3/2025) pekan
depan. Pengumuman struktur tim inti operasional ini diperkirakan akan berdampak
signifikan terhadap persepsi publik, termasuk sentimen investor di pasar modal.
Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO
BPI Danantara, Rosan Roeslani. ”Ya, tunggu saja hari Senin pukul 12.00,”
ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3). Sejak pukul 14.30 hingga
sekitar pukul 16.00, Presiden Prabowo mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah
menteri, kepala lembaga, dan direktur utama bank pemerintah di Istana
Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga
Hartarto memberi sinyal, PP yang mengatur inbreng atau pengalihan saham BUMN ke
BPI Danantara diupayakan terbit sesuai waktu yang sudah dijadwalkan, yakni pada
pekan ini. Wakil Menteri BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI
Danantara, Dony Oskaria mengatakan, target inbreng seluruh BUMN ke Danantara
selesai akhir Maret 2025. Pelaksanaan inbreng ini, menurut rencana, dilakukan
sebelum rapat umum pemegang saham (RUPS) sejumlah BUMN yang akan bergabung
dengan Danantara.
”Sebelum RUPS, sudah kita lakukan
inbreng. Beberapa RUPS akan mulai pada akhir bulan ini (Maret 2025),” ujar Dony
seusai rapat konsultasi secara tertutup dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR,
Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/3). Terkait dengan struktur
organisasi Danantara, nama sejumlah tokoh yang akan mengisi struktur kepengurusan
BPI Danantara dilaporkan oleh Rosan Roeslani, Dony Oskaria, dan Chief
Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir kepada Presiden di Istana
Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/3) sore. Tokoh-tokoh dimaksud tidak hanya berasal
dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri. (Yoga)
Warga Mulai Berangkat Mudik
Sebagian masyarakat mulai mudik lebih awal ke kampung halaman pada Jumat (21/3). Kelonggaran bagi ASN, pegawai BUMN dan imbauan untuk pegawai swasta untuk bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) membuat gelombang mudik terjadi lebih awal. Terkait hari raya Idul Fitri tahun ini, Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk membantu masyarakat, mulai dari pemberian THR, diskon harga tiket transportasi, hingga mudik gratis. Presiden juga mengatakan, ketersediaan pangan aman selama Lebaran. Harga komoditas pangan pun dinilai mulai terkendali.
Pergerakan pemudik dari Jakarta ke sejumlah daerah, kemarin, salah satunya terlihat Stasiun Pasar Senen, Jakpus, pemudik mulai meninggalkan Jakarta. Salah satu penumpang kereta, Rahmat (31), mengatakan pulang lebih awal ke kampung halaman karena telah mendapatkan izin untuk bekerja dari mana saja (WFA) dari pimpinannya. Pegawai pada salah satu instansi pemerintahan di Jakarta itu langsung berburu tiket kereta menuju Sragen, Jawa Tengah, sejak kebijakan WFA diumumkan pada 5 Maret lalu. Rahmat menuturkan, sejak kebijakan WFA ditetapkan, kantornya langsung mendata pegawai yang akan mengajukan izin.
Pimpinan di kantornya lantas membagi pegawai yang diperbolehkan WFA dan tetap harus di kantor agar pelayanan publik tidak terganggu. Ia pun menjadi salah satu pegawai yang mendapatkan izin WFA sehingga dapat pulang mudik lebih awal. Namun, kelonggaran WFA itu tetap diikuti dengan tanggung jawab pekerjaan agar tidak terbengkalai. ”Kami yang bekerja di rumah juga harus tetap mengabari atasan, kerja di mana dan mengerjakan apa. Semua termonitor. Jadi, walau WFA, saya juga bawa laptop ke kampung halaman,” tutur Rahmat. (Yoga)
Geliat Produksi Kue Kering Di Kampung Nastar
Sejumlah pekerja terlihat sedang merampungkan
pembuatan kue nastar di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Banten, Jumat
(21/3/2025). Karena banyaknya usaha sejenis, daerah ini disebut sebagai kampung
nastar. Usaha kue rumahan dengan 25 pekerja tersebut dalam sehari bisa
memproduksi 50 kilogram nastar dan kue kering. Nastar dan kue kering dijual Rp
65.000 per stoples. (Yoga)
Aksi Solidaritas Buruh Jateng Menuntut THR bagi Pekerja Sritex
Puluhan pekerja di Jateng menggelar
aksi solidaritas di depan rumah Direktur PT Sri Rejeki Isman, Iwan Kurniawan
Lukminto, di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jateng, Jumat (21/3). Mereka
menuntut Sritex segera membayarkan THR dan pesangon kepada ribuan pekerja
Sritex yang terdampak PHK. Peserta aksi dari Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia (KSPI) Jateng dan Partai Buruh itu datang dari sejumlah daerah di
Jateng, seperti Semarang, Kendal, Jepara, dan Wonogiri. Mereka tiba di Kota
Surakarta pada Jumat siang.
Ketua KSPI Jateng Aulia Hakim
mengatakan, pihaknya membawa dua tuntutan untuk pemilik Sritex. Pertama,
diminta membayar THR para buruh Sritex yang telah dilakukan PHK paling lambat
H-7 Lebaran. ”Kedua, membayar pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang
penggantian hak 15 %, uang penggantian cuti, dan hak-hak buruh lainnya, seperti
uang koperasi paling lambat H-7 Lebaran,” kata Aulia. Aulia menyadari, pembayaran
THR dan pesangon menjadi kewajiban kurator. Namun, kewajiban itu baru bisa
dipenuhi kurator setelah aset-aset milik Sritex terjual. (Yoga)
Aksi Solidaritas Buruh Jateng Menuntut THR bagi Pekerja Sritex
Puluhan pekerja di Jateng menggelar
aksi solidaritas di depan rumah Direktur PT Sri Rejeki Isman, Iwan Kurniawan
Lukminto, di Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jateng, Jumat (21/3). Mereka
menuntut Sritex segera membayarkan THR dan pesangon kepada ribuan pekerja
Sritex yang terdampak PHK. Peserta aksi dari Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia (KSPI) Jateng dan Partai Buruh itu datang dari sejumlah daerah di
Jateng, seperti Semarang, Kendal, Jepara, dan Wonogiri. Mereka tiba di Kota
Surakarta pada Jumat siang.
Ketua KSPI Jateng Aulia Hakim
mengatakan, pihaknya membawa dua tuntutan untuk pemilik Sritex. Pertama,
diminta membayar THR para buruh Sritex yang telah dilakukan PHK paling lambat
H-7 Lebaran. ”Kedua, membayar pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang
penggantian hak 15 %, uang penggantian cuti, dan hak-hak buruh lainnya, seperti
uang koperasi paling lambat H-7 Lebaran,” kata Aulia. Aulia menyadari, pembayaran
THR dan pesangon menjadi kewajiban kurator. Namun, kewajiban itu baru bisa
dipenuhi kurator setelah aset-aset milik Sritex terjual. (Yoga)
Barito Renewables Energy Mencetak Laba 2 Triliun
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menorehkan kinerja impresif sepanjang tahun buku 2024 dengan meraup pendapatan konsolidasi yang solid dan laba bersih yang bertumbuh. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasi, Jumat (21/3/2025), emiten energi terbarukan Prajogo Pangestu itu berhasil membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$ 597 juta, naik tipis dari tahun sebelumnya US$ 594 juta. Energi angin berkontribusi 4% terhadap total pendapatan konsolidasi. Kenaikan pendapatan tersebut didorong kontribusi kuat segmen energi angin yang tetap beroperasi optimal dan memberi pendapatan stabil. Padahal, pada kuartal III-2024, emiten berkode saham BREN tersebut sempat terdampak kegiatan pemeliharaan tak terencana di segmen panas bumi terutama pada unit 2 Drajat yang menyebabkan produksi menurun sementara.
BREN juga berhasil mencatatkan EBITDA tumbuh 86,3% menjadi US$515 juta berkat implementasi inisiatif efisiensi biaya yang disiplin, sehingga mendorong ekspansi marjin EBITDA menjadi 86.3%. EBITDA yang lebih tinggi ini mendorong laba yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 122 juta atau Rp 2 triliun, naik dari sebelumnya US$ 107 juta. CEO Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan tak memungkiri bahwa sepanjang tahun buku 2024, BREN menghadapi tantangan dari sisi operasional. Namun, perseroan tetap berkomitmen pada efisiensi dan keberlanjutan. "Meski, terdapat hambatan sementara dalam produksi panas bumi, portofoio energi terbarukan kami yang ekstensif berkontribusi pada pendapatan yang stabil dan peningkatan profitabilitas," jelas Hendra, Jumat (21/3/2025). (Yetede)
Fore Coffee Siap Berekspansi dengan Membuka Gerai Baru
PT Fore Kopi Indonesta Tbk (FORE) atau Peyre Coffee bersiap memperluas jaringan outlet di berbogai wilayah Indonesia. Aksi ekspansif tersebut akan dieksekusi berbekal dana segar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). CEO Fore Cotfee, Vico Lomar menyampaikan, IPO merupakan langkah strategis memperkuat posisi perseroan di industri kopi premium Indonesia. "Kami melihat, peluang besar di pasar kopi premium Indonesia dan IPO ini akan memberikan karni sumber daya yang dibutuhkan untuk memanfaatkan peluang itu,"ujar Vico dalarn konferensi pers Investor Gathering di Jakarta, Jumat (21/3/2025). Fore Coffee akan melepas sebanyak 1,88 miliar saham atau 21,08% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Dalam masa penawaran awal (book building) yang berlangsung pada 19-21 Maret 2025, harga saham ditetapkan dalam rentang Rp 160-Rp 202 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi memperoleh dana segar hingga Rp 379,8 míliar. Masa penawaran umum dijadwalkan pada 26 Maret hingga 9 April 2025, sementara pencatatan saham di BEl direncanakan pada 11 April 2025Vico menjelaskan, sebanyak 76 % dana hasil IPO akan dialokasikan untuk ekspansi outlet di berbagai kota di Indonesia guna memperkuat posisi Fore Coffee sebagai pemimpin pasar kopi premium. "Kami menargetkan, segmen pasar yang mengutamakan pengalaman menikmati kopi dalam suasana modern dan nyaman. Fore Coffee berencana mengoperasikan hingga 600 outiet secara bertahap dalam empat tahun ke depan," kata Vico. (Yetede)
Langkah Baru Setelah Melepas Bisnis Supermarket
Terancam Disitanya, Aset KBRI di Paris
Aset propeti milik Kedutaan Besar
Republik Indonesia atau KBRI di Paris, Perancis, terancam disita perusahaan
satelit swasta Navayo International AG, salah satu operator satelit yang pernah
menjalin kerja sama dengan Kemenhan pada 2015. Hal ini terjadi karena pemerintah
tak kunjung memenuhi kewajiban sesuai putusan pengadilan arbitrase Singapura, yang
merupakan buntut dari persoalan korupsi pada penyewaan satelit untuk mengisi
slot orbit 123 BT. Untuk itu, Pemerintah RI berkomitmen akan membayar kewajiban
itu karena putusan arbitrase bersifat final. Namun, karena ada temuan
kecurangan (fraud), pemerintah juga mengancam balik Navayo untuk dijadikan
tersangka secara pidana.
Ancaman balik itu disampaikan Menko
Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra saat
konferensi pers di Jakarta, Kamis (20/3). Yusril menjelaskan, lima rumah
pejabat diplomatik KBRI Paris terancam disita oleh juru sita yang ditunjuk
Navayo pada 2024. Pada 29 Juli 2024, juru sita memasuki tanpa izin rumah dinas
yang didiami Koordinator Fungsi Ekonomi KBRI Paris. ”Proses penyitaan berlanjut
pada 20 Agustus 2024 di mana juru sita mendatangi secara paksa aset KBRI Paris
hingga mengakibatkan kerusakan pada kunci pintu-pintu apartemen,” ucapnya.
Navayo merupakan salah satu operator
satelit yang menjalin kerja sama dengan Kemenhan pada 2015. Presiden Joko
Widodo, saat itu, menugasi Kemenhan mengisi slot 123 BT. Akan tetapi, penyewaan
satelit terindikasi tak sesuai prosedur, di antaranya untuk sewa satelit dengan
Avanti dan Navayo. Berdasarkan hasil penyidikan Kejagung, dari penyewaan
satelit ini ditaksir kerugian negara mencapai Rp 453 miliar. Dalam perkara ini,
empat orang telah diadili, salah satunya bekas Dirjen Kekuatan Pertahanan Kemenhan
Laksamana Muda (Purn) Agus Purwoto. Terkait sewa satelit itu, pada 2021,
Pemerintah RI menerima tagihan 21 juta USD dari Navayo berdasarkan putusan
arbitrase Singapura. Terkait dengan putusan arbitrase Singapura itu, muncul ancaman
penyitaan aset KBRI di Paris.
Kemenhan sebagai pihak yang
bertanggung jawab atas pengadaan satelit diwajibkan membayar 24,15 juta USD
atau Rp 397 miliar. Yusril menegaskan, meski permohonan penyitaan sudah dikabulkan
Pengadilan Perancis, Pemerintah RI akan melakukan perlawanan untuk menghambat
eksekusi. ”Saya pada 28 Maret ini akan menghadiri konferensi atau pertemuan
OECD (Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) di Paris dan juga
sekaligus akan melakukan pembicaraan dengan Menteri Kehakiman Perancis,”
ujarnya. BPKP pun sudah mengeluarkan audit bahwa Navayo melakukan wanprestasi
karena tak memenuhi kewajibannya. Menurut perhitungan BPKP, nilai pekerjaan yang
dilakukan Navayo hanya Rp 1,9 miliar. Nilai ini disebut sangat jauh dari nilai
kontrak yang ditandatangani dengan Kemenhan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Waspada Rambatan Resesi AS
02 Aug 2022 -
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022








