;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Pemerintah Jangan Sampai Ada PHK Massal

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily
Pemerintah secara resmi mengesahkan penggabungan usaha atau merger antara PT XL Axiata Tbk, PT Smartfren Telecom Tbk, dan PT Telecom Tbk ke dalam satu entitas baru PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk. Salah satu harapan yang ditekan oleh pemerintah setelah merger dilakukan adalah tidak ada PHK massal oleh manajemen. Menteri Kominikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid mengumumkan persetujuan merger setelah  verifikasi akhir dituntaskan. Menurut dia, penggabungan ini bukan hanya keputusan korporasi, tetapi juga langkah besar dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berdampak luas. "Kami harapkan mencapai penyehatan industri seluler dan tentu layanan harus terjaga secara baik, efisien, inklusif, dan terjangkau. Dan terhadap pegawainya tidak boleh ada PHK. Sekali lagi untuk penyehatan industri ke depan dalam kerangka membangun sebuah ekosistem atau transformasi digital sesuai amanah Presiden," jelas dia. Meutya menyatakan, layanan internet yang lebih cepat dan merata untuk jutaan warga di  wilayah tertinggi, terdepan, dan terluar (3T) menjadi komitmen utama  dari hasil merger tersebut. Menurut dia, pemerintah memberikan kewajiban peningkatan kecepatan unduh hingga 16%  pada tahun 2029 serta penambahan 8.000 BTS baru yang di fokuskankan pada daerah dengan layanan yang saat ini masih terbatas. (Yetede)

XLSMART Siap Beroperasi

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily (H)
Sebuah babak penting dalam era digital Indonesia telah dimulai dengan peresmian PT XLSMART Telecom Sejahtera. Tbk (EXCL), Kamis (17/4/2025), hasil dari penggabungan kekuatan tiga pemain utama yakni PT XL Axiata Tbk, PT Smartfrean Telecom Tbk, PT Smart Telecom. XLSMART hadir dengan visi untuk mendifinisikan ulang konektivitas, mendorong inovasi tanpa henti, dan meningkatkan kualitas pengalaman digital bagi seluruh masyarakat Indonesia. Presiden Direktur dan CEO XLSMART Rajeev Sethi mengatakan, pembentukan XLSMART adalah langkah penting, menyatukan kekuatan saling melengkapi dari XL Axiata dan Smartfren dibawah satu kepemimpinan dan visi bersama serta menjadi pemimpin laju transformasi digital Indonesia. "Kami akan terus mengoperasikan merek-merek andalan kami untuk melayani pelanggan mobile seluler dan home broadband melalui XL, AXIS, dan Smartfren maupun pelanggan UMKM dan korporasi melalui XLSMART for Business, sembari meningkatkan kualitas  layanan, memperluas cakupan, serta menghadirkan pengalaman  digital yang lebih cerdas dan terintegritas, ujar Rajeev. (Yetede)

Sulitnya Mencari Kerja

KT3 21 Apr 2025 Kompas

Pencari kerja menghadapi tantangan serius akibat syarat rekrutmen yang tak relevan, diskriminatif, dan sering tak sebanding dengan kompensasi. Diperlukan regulasi ketenagakerjaan yang lebih adil dan berpihak pada kompetensi. “Saya berdiskusi dengan lulusan baru yang sedang mencari kerja dan mendapati banyak syarat kerja yang tidak relevan, seperti tinggi badan, usia maksimal, belum menikah, tak bertato, dan lolos BI checking. Hal ini menyulitkan pelamar, terutama perempuan, karena ada ketentuan diskriminatif seperti wajib lajang, yang bisa berujung PHK saat menikah atau punya anak,” ujar Dedeh Farihah Ketua Komite Perempuan Konfederasi SPSI. ”Sebagai pencari kerja, saya merasakan sulitnya menembus dunia kerja di Indonesia. Tak cukup hanya bermodal keahlian, kami juga dihadapkan pada syarat tak masuk akal seperti pengalaman kerja untuk fresh graduate atau batas usia sempit. Banyak sarjana potensial tersingkir,” kata Fitra Fidyah N (26) di Temanggung, Jateng.

”Sebagai pencari kerja dari Kaliteng, saya merasa sulit mendapat pekerjaan, terutama yang sesuai jurusan. Sempat menganggur dua tahun, akhirnya bekerja di perusahaan tambang, tapi terkena PHK. Minimnya koneksi, tuntutan multitasking, gaji rendah, dan praktik titipan makin mempersulit. Pemerintah harus lebih tegas menindak pelanggaran ketenagakerjaan yang merugikan pekerja seperti saya,” ujar Rona Meisyara (27) di Barito Timur, Kalteng. “Dua tahun saya mencari kerja tanpa hasil. Banyak lowongan tak masuk akal seperti posisi manajer diminta pengalaman lima tahun, tapi gaji hanya Rp 2,5 juta. Di Surabaya, tren ini sering terjadi. HRD pun banyak yang kurang paham tren industri. Kini saya coba merintis usaha laundry inklusif sambil berharap pemerintah membuka lebih banyak lapangan kerja,” kata Izhaq Rabbin Sulistyo (29) di Sidoarjo, Jatim. (Yoga)


Regulasi Bisa Mematikan

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily (H)

Adalah Publisius Cornelius Tacitus, seorang senator dan ahli sejarah di zaman Romawi yang hidup antara tahun  56 dan 117 masehi. Dia gemar menulis dan diantaranya yang tetap relevan dari zaman ke zaman adalah buku yang berjudul the Annals of Imperial Rome. Di dalam Taticus memaparkan observasinya terhadap pemerintahan Romawi dan kerajaan lain di kawasan Eropa saat itu. Dia sampai pada kesimpulan bahwa semakin korup sebuah pemerintahan, maka semakin banyak aturan yang akan dibuatnya. Logika ini bisa kita putar, semakin banyak pemerintah membuat aturan, maka semakin koruplah pemerintahan itu. Pendapatnya mungkin terdengar sumbang, mencerminkan kekecewaannya terhadap pemerintahan yang korup di masa hidupnya. Tetapi, bila dipikir secara jernih dan hati yang jujur, Taticus benar.

Mungkin juga terinspirasi oleh pendapat Tacitus di atas, pemerintah di Joko Widodo (Jokowi) menggulirkan UU Cipta Kerja guna memangkas, dan menyelaraskan berbagai  aturan di pusat maupun daerah yang selama bertahun-tahun telah mengakibatkan ekonomi biaya tinggi. Tujuannya adalah mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang semakin berkualitas dan lapangan kerja yang lebih luas. Di balik itu, hasil ikutan yang juga diharapkan adalah menurunnya secara drastis kecenderungan praktek korupsi, dan nepotisme atau KKN yang memboroskan keuangan negara. Permasalahan yang sering dikeluhkan pelaku usaha nasional baik besar maupun UKN sejak UU Cipta Kerja berlaku adalah  banyaknya aturan dan prosedur yang membuat kegiatan perdagangan dan investasi justru semakin tidak pasti, rumit, dan berbiaya tinggi. (Yetede)

Indonesia Belum Jadi Magnet Investor

HR1 21 Apr 2025 Bisnis Indonesia
Persaingan memperebutkan investasi asing kian ketat, dan Indonesia mulai tertinggal dari negara tetangga seperti Vietnam yang berhasil menarik perusahaan-perusahaan global seperti Lego, Apple, dan Nvidia. CEO Lego Group, Niels B. Christiansen, menegaskan komitmen perusahaannya untuk membangun pabrik senilai US$1 miliar di Vietnam yang sepenuhnya berbasis energi terbarukan, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang di Asia. COO Lego, Carsten Rasmussen, juga menyoroti keberhasilan Vietnam dalam menyediakan infrastruktur berkelanjutan dan tenaga kerja terampil.

Sementara itu, Apple telah menggelontorkan investasi hingga US$15,84 miliar di Vietnam, jauh lebih besar dibandingkan investasinya di Indonesia. Nvidia pun memperkuat komitmennya dengan mendirikan pusat riset AI dan mendukung pengembangan SDM digital di Vietnam. Keberhasilan Vietnam ini tidak lepas dari kelincahan pemerintahnya dalam membentuk kelompok kerja khusus dan merespons cepat kebutuhan investor.

Sebaliknya, Indonesia justru menghadapi tantangan serius, terbukti dari batalnya investasi LG Energy Solution dalam Proyek Titan senilai US$9,8 miliar. Dilo Seno Widagdo, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID, menyatakan bahwa keputusan LG dipicu oleh banyak faktor termasuk ketidakpastian industri kendaraan listrik global. Meski begitu, Dilo menyebut pemerintah masih mencoba menawarkan proyek ini kepada mitra baru, termasuk Amerika Serikat.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia perlu lebih lincah, responsif, dan kompetitif dalam menyusun strategi investasi agar tak terus kehilangan peluang besar. Kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan sektor swasta harus diperkuat untuk menciptakan iklim investasi yang lebih menarik dan berkelanjutan.

Menata Ulang Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok

KT1 21 Apr 2025 Investor Daily
Kemacetan panjang yang terjadi di sekitar kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sejak Kamis (17/4) malam harus menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, terutama untuk menata ulang kawasan pelabuhan tersibuk di Tanah Air tersebut. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Tanjung Priok mengakui telah terjadi peningkatan arus barang petikemas yang akan melakukan kegiatan receiving delivery  petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini bersamaan dengan selesainya masa arus mudik Lebaran paska pembatasan lalu lintas barang. Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri mengatakan bahwa kemacetan panjang terjadi pada hari Kamis (17/4) akibat meningkatnya  aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Menurutnya tidak terdapat hambatan yang terjadi akibat dari error sistem baik di Gate Pelabuhan maupun di Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Priok dan dipastikan bahwa kegiatan bongkar muat kapal berjalan lancar tanpa ada kendala. "Salah satu titik kemacetan yaitu pada New Priok Container Terminal One (NPCT-1) dikarenakan peningkatan volume kendaran yang melakukan kegiatan receiving delivery petikemas," kata Adi. (Yetede)

Distributor Alat Kesehatan Percepat Langkah Ekspansi

HR1 19 Apr 2025 Kontan

PT Medela Potentia Tbk (MDLA) resmi mencatatkan diri sebagai perusahaan tercatat ke-13 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2025. Perusahaan ini bergerak di bidang distribusi dan pemasaran produk farmasi, alat kesehatan, serta platform digital komersial. Meskipun didirikan pada 2011, perjalanan usaha Medela dimulai sejak 1980 melalui pendirian Anugrah Argon Medica dan dilanjutkan dengan beberapa akuisisi serta pendirian perusahaan baru untuk memperluas jaringan distribusi.

Direktur Utama MDLA, Krestijanto Pandji, mengungkapkan keunggulan perusahaannya dalam hal distribusi yang cepat, dengan produk yang dapat dikirim dalam waktu 24 jam ke lebih dari 70.000 titik penjualan di seluruh Indonesia. Medela juga tengah memperluas ekspansinya ke pasar internasional, terutama di ASEAN, dan menjalin kerja sama dengan perusahaan luar negeri, termasuk di China dan Filipina.

MDLA baru saja melaksanakan IPO, yang berhasil menghimpun dana sebesar Rp 685 miliar untuk mendukung ekspansi bisnis, termasuk pengembangan pabrik, pembelian gudang, dan peningkatan kapasitas produksi. Krestijanto menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit pada 2025, dengan proyeksi pendapatan mencapai Rp 16 triliun dan laba bersih sekitar Rp 370 miliar.

Meskipun harga saham MDLA setelah IPO tidak banyak bergerak, perusahaan ini tetap optimis dalam mencapai tujuan ekspansi dan meningkatkan kapasitas produksinya untuk memperkuat posisinya di pasar domestik maupun internasional.

Emiten BUMN Guyur Likuiditas Rp 12 Triliun

KT1 19 Apr 2025 Investor Daily (H)
Sebanyak lima emiten BUMN papan atas, yakni PT Bank rakyat Indonesia (BRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia TbK (TLKM), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai total sekitar Rp 12 triliun. Aksi korporasi tersebut diharapkan dapat menambah likuiditas di pasar saham, di tengah hengkangnya dana asing yang mendekati angka Rp 50 triliun. Sejak awal tahun 2024 hingga penutupan perdagangan kamis (17/4/2025), saham BBRI telah terkoreksi 10,78% ke posisi Rp3.640, disusul BMRI yang melemah 19,30% ke Rp4.600, BBNI turun 7,13% ke Rp4.040, TLKM turun 5,9% ke Rp2.559, dan SMRG berkurang 25,53%. Manajemen Telkom mengungkapkan, perseroan berencana melaksanakan buyback saham sebanyak-banyaknya Rp 3 triliun menggunakan kas internal perusahaan. Emiten BUMN Telekomunikasi ini berencana memimta persetujuan aksi korporasi tersebut dalam rapat umum pemgang saham tahunan (RUPST) pada 27 Mei mendatang, dengan periode pelaksanaan buyback pada 28 Mei 2025-27 Mei 2026. (Yetede)

Kontrak Baru PT PP Naik 32%

KT1 19 Apr 2025 Investor Daily
PT PP Tbk (PTPP) mencatatkan kontrak baru senilai Rp 6,27 triliun pada kuartal 1-2025, meningkat 32% dibandingkan periode sama tahun lalu. "Perolehan nilai kontrak baru PTPP sampai dengan bulan Maret 2025 berhasil melebihi 151% dari yang di targetkan pada kuartal awal 2025, dan telah mencapai 21% dari target akhir tahun 2025," kata Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo. Joko menyebutkan, perolehan nilai kontrak baru itu didominasi oleh proyek dengan sumber dana BUMN sebesar 52,1% swasta 28,6%, dan pemerintah 19,3%. Adapaun raihan  kontrak baru tertinggi yaitu pada sektor pelabuhan sebesar 37,2%, gedung 32,9%, jalan dan jembatan 22,6%, bendungan 4,3%, irigasi 2,8%, serta minyak dan gas 0,3%. "Capaian kontrak baru yang berhasil diraih PPTP pada bulan Maret 2025 diantaranya yaitu Proyek New Priok East Access (NPEA) seksi II senilai Rp 2,33 triliun dan proyek mandiri Financial Center PIK senilai Rp878,3 miliar," ujar dia. Joko mengungkapkan bahwa terdapat proyek dengan nilai kontrak jumbo yang berhasil diperolah  PTPP diakhir kuartal 1-2025. Sehingga, terdapat kenaikan signifikan pada pencapaian nilai kontrak baru dari sebelumnya yang dilaporkan pada bulan februari 2025. (Yetede)

Tekanan Operasional Menghambat Kinerja

HR1 17 Apr 2025 Kontan

PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mengalami penurunan profitabilitas meskipun penjualan sepanjang tahun 2024 tumbuh solid sebesar 13,6% year-on-year (yoy), mencapai Rp 37,8 triliun. Tekanan berasal dari peningkatan beban operasional seperti gaji dan sewa yang masing-masing naik 7,4% dan 17,1% yoy, serta strategi diskon agresif yang menekan margin laba kotor. Akibatnya, laba bersih MAPI turun 6,7% menjadi Rp 1,76 triliun.

Analis Bahana Sekuritas, Laras Nadira, menyebut bahwa kenaikan tarif sewa pusat perbelanjaan akan terus menjadi tantangan bagi profitabilitas MAPI. Ia memproyeksikan margin laba kotor akan membaik ke 43,8% pada 2025 dan 2026 melalui strategi pengelolaan merchandise dan fokus pada produk unggulan. Namun, Laras tetap mengambil pendekatan konservatif dengan memangkas target harga saham menjadi Rp 1.600 dan memberikan rekomendasi hold.

Analis JP Morgan, Benny Kurniawan, justru melihat kinerja MAPI pada 2024 lebih baik dari ekspektasi pasar, dan memberikan rating overweight dengan target harga Rp 1.760 per saham. Sementara itu, Indy Naila, Investment Analyst di Provina Visindo, masih optimistis dengan potensi pertumbuhan MAPI di 2025 karena daya beli masyarakat menengah atas yang tangguh serta prospek sektor food and beverage, dan merekomendasikan buy dengan target harga Rp 1.850 per saham.

Meskipun menghadapi tekanan margin dan risiko konsumsi yang melemah, MAPI tetap memiliki prospek pertumbuhan terbatas dengan proyeksi pertumbuhan penjualan sebesar 9% untuk 2025 dan 2026.