;
Tags

Perusahaan

( 1080 )

Harga Kertas Kerek Penjualan PT Suparma Tbk

Sajili 08 Jun 2021 Surya

Membaiknya ekonomi pasca pandemi covid 19 di tahun 2021 mendorong penjualan produk PT Suparma Tbk atau SPMA itu mengalami pertumbuhan yang positif, Penjualan empat bulan pertama atau kuartal I tahun 2021 ini mampu tumbuh 13,5 persen dibanding periode yang sama tahun 2020 lalu.

Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar. Kenaikan penjualan ini disebabkan oleh naiknya harga jual rata-rata produk kertas sebesar 6 persen dan naiknya kuantitas penjualan produk kertas sebesar 7,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Pendapatan penjualan bersih itu setara dengan 31,8 persen dari target penjualan bersih Suparma tahun 2021 yang sebesar Rp 2.545 miliar.

Hasil produksi kertas Suparma pada periode empat bulan tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 17,0 persen dari semula sebesar 60.717 MT menjadi 71.029 MT atau setara dengan 33,2 persen dari target produksi kertas tahun 2021 yang sebesar 213.845 MT.


Pajak Perusahaan Teknologi Minimal 15%

Sajili 07 Jun 2021 Kontan

Pajak perusahaan teknologi segera diterapkan. Negara-negara maju yang masuk dalam kelompok G-7 sudah mendapatkan kata sepakat terkait pajak perusahaan teknologi yang selama beberapa tahun ini menjadi perdebatan.

Negara-negara kaya ini menyetujui dukungan tarif pajak perusahaan global minimal 15% dan pajak yang lebih besar di negara tempat mereka menjual barang dan jasa. Para menteri keuangan G7 telah mencapai kesepakatan bersejarah untuk mereformasi sistem pajak global agar sesuai dengan era digital global. Namun, topik penerapan pajak ini bakalan dibahas lagi dalam pertemuan yang lebih besar lagi di KTT G20

Kesepakatan ini juga diharapkan mengakhiri pajak layanan digital nasional yang dipungut oleh Inggris dan negara-negara Eropa lainnya yang menurut Amerika Serikat ditargetkan secara tidak adil kepada raksasa teknologi AS. Perjanjian tersebut tidak menjelaskan secara pasti bisnis mana yang akan dicakup oleh aturan, hanya mengacu pada perusahaan multinasional terbesar dan paling menguntungkan. Perusahaan teknologi global berharap kebijakan pajak ini bisa memberikan kepastian dan bisa seimbang.

Sementara, Kepala Urusan Global Facebook Nick Clegg mengatakan, kesepakatan ini merupakan langkah yang bagus untuk bisnis teknologi ke depan, langkah awal yang signifikan menuju kepastian bagi bisnis dan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan global.


Pertamina Tampung 2.757 Pegawai Chevron

Sajili 07 Jun 2021 Kompas

PT Pertamina (Persero) memastikan 2.757 pekerja PT Chevron Pacific Indonesia, yang mengelola Blok Rokan di Riau, akan ditarik sebagai calon pekerja di Grup Pertamina. Kontrak Chevron di Blok Rokan sejak 1971 berakhir pada 9 Agustus 2021 dan pengelolaan dilanjutkan Pertamina. ”Saya ucapkan selamat datang kepada 2.757 pekerja Chevron Pacific Indonesia, calon pekerja Grup Pertamina. Alih kelola ke Pertamina sebagai perusahaan nasional akan memberi manfaat yang lebih luas lagi bagi negara, baik dari sisi pengelolaan maupun penerimaan negara,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam diskusi daring dengan semua pekerja Chevron pada Sabtu (5/6/2021).

Pendapatan Premi Manulife Capai 8,9 T

Sajili 02 Jun 2021 Tribun Timur

PT Asuransi jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) sukses menemukan strategi dan inovasi yang optimal untuk nasabah di tengah pandemi Covid-19. Terbukti, perseroan berhasil mencatat pertumbuhan bisnis di tengah pandemi.

Pada 2020, Manulife Indonesia membukukan pendapatan premi Rp8,9 triliun (T), naik 6% dibanding 2019. Peningkatan didorong kenaikan pendapatan premi lanjutan (renewal) produk individu dan unit linked yang tumbuh 8%. Kemudian kenaikan premi baru 47%, yakni Rp5,6 T dibanding 2019 yakni Rp3,8 T.

Dipaparkan Ryan, pada akhir 2020 perseroan tercatat memiliki cadangan teknis Rp38,6 T. Modal Berbasis Risiko atau Risk Based Capital (RBC) pada akhir 2020 tercatat sebesar 943% atau jauh di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah yakni 120%. Presiden Direktur Manulife Aset Manajemen indonesia (MAMI), Afifa mengatakan pada 2020 MAMI mencatatkan pertumbuhan sebesar 66.2% atau Rp49,4T.


Serangkaian IPO BUMN Disiapkan

Sajili 30 Apr 2021 Kontan

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mematangkan rencana initial public offering (IPO) empat anak usaha BUMN pada tahun ini. Bahkan hingga tahun 2022, setidaknya 14 anak usaha BUMN akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury mengungkapkan, tahun ini ada beberapa anak usaha yang direncanakan bisa menghimpun pendanaan melalui IPO maupun skema lain seperti kemitraan. "Kami ada inisiatif empat rencana tahun ini. Kami juga akan melihat kemitraan khususnya kemitraan dengan Indonesia Investment Authority (INA) atau SWF atau dana pemerintah di Taspen dan BPJS Tenaga Kerja, " ungkap Pahala dalam wawancara dengan KONTAN, Rabu (29/4).

Keempat perusahaan yang akan IPO tahun ini adalah Pertamina Geothermal Energy, PT Pertamina International Shipping & Marine Logistic, anak usaha PT Krakatau Steel Tbk yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur dan kawasan industri. IPO satu lagi yang disiapkan adalah lini Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Untuk Pertamina International Shipping, Pahala mengungkapkan, ada potensi untuk menjadi perusahaan marine logistic terbesar di Asia Tenggara. Apalagi, saat ini kebutuhan kapal Pertamina di atas 200 kapal. "Bagaimana kita bentuk satu perusahaan marine logistic yang terintegrasi punya shipping, punya storage dan beberapa pelabuhan, tandas Pahala.

Untuk anak usaha KRAS, Pahala menilai dengan penggabungan sejumlah anak usaha yang bergerak di bidang pengelolaan listrik, air, pelabuhan dan kawasan industri, maka akan menjadi perusahaan yang terintegrasi. "Untuk industri pasti butuh air dan listrik. Kalau dekat laut juga butuh pelabuhan, " jelas dia.

Sebelumnya, hingga tahun 2022, Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, ada 14 anak usaha BUMN yang akan IPO, sesuai dengan klaster masing-masing. Klaster Energi meliputi PT Pertamina International Shipping, PT Pertamina Geothermal Energi, PT Pertamina Hulu, PT Pertamina Hilir, dan anak usaha PLN.

Selanjutnya Klaster Kesehatan yakni PT Indonesia Healthcare Corporation dan anak usaha PT Bio Farma, kemudian klaster Keuangan ada PT EDC and Payment Gateway, klaster Pertanian yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur, klaster IT yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel dan PT Telkom Data Center. Terakhir Klaster Pertambangan yakni PT Inalum Operating, PT Mind Id, dan PT Logam Mulia.


Lonjakan Iklan Dongkrak Laba Alphabet, Perusahaan Induk Google

Sajili 29 Apr 2021 Kompas

Perusahaan induk Google, Alphabet, pada Selasa (27/4/2021) melaporkan, keuntungan perseroan pada tiga bulan pertama tahun ini naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Iklan digital atau Google Ads yang melonjak dengan lebih banyak orang mengandalkan internet selama pandemi Covid-19 menopang kinerja Alphabet.

Laba Alphabet pada triwulan I-2021 meningkat menjadi 17,9 miliar dollar AS dari 6,8 miliar dollar AS secara tahunan. Adapun pendapatan perseroan melonjak 34 persen menjadi 55,3 miliar dollar AS, dipimpin oleh keuntungan dalam layanan periklanan dan jasa cloud computing.

Lonjakan pendapatan Alphabet terjadi ketika raksasa teknologi itu menghadapi pengawasan yang meningkat dari regulator terkait kapabilitas dan kekuatannya.

Saham Alphabet naik hampir 5 persen dalam perdagangan setelah angka pendapatan perseroan dirilis. ”Pendapatan iklan Google menjadikan perseroan memiliki triwulanan sebagai monster secara absolut,” kata analis Patrick Moorhead dari Moor Insights and Strategy. ”Youtube tumbuh sebesar 49 persen secara tahunan, saya kaitkan dengan peningkatan penayangan Youtube dan peningkatan pelanggan Youtube TV.”


Tahun Depan BP Indonesia Buka 35 Jaringan SPBU

Sajili 07 Dec 2020 Sinar Indonesia Baru

Presiden Direktur BP-AKR Peter Molloy mengatakan bahwa pandemi Covid-19 tidak berdampak negatif terhadap program investasi perseroan. Sejumlah program investasi untuk tahun ini pun masih akan tetap berjalan.

“Tahun depan kami berencana memiliki 35 jaringan SPBU. Selain itu kami telah merencanakan operasional SPBU mini sehingga dapat diperkenalkan tahun depan. Dengan demikian, kami berharap volume penjualan kami juga akan bertambah, “ kata dia, seperti yang dilansir Bisnis, Minggu (6/12).

Adapun, sepanjang 2020, perusahaan patungan antara BP Indonesia dengan PT AKR Corporindo Tbk, itu telah membuka sebanyak 16 SPBU dengan sebaran 12 SPBU di Jabodetabek dan 4 SPBU di Surabaya. BP-AKA telah melibatkan hampir 400 orang dalam bisnis SPBU tersebut.

“Maka dari itu, dengan memperluas jaringan kami di tahun depan, kami akan memperkerjakan hampir 1.000 orang,” ungkapnya.


PT SMI Raih Pinjaman 700 Juta Dollar AS

ayu.dewi 11 Sep 2020 Kompas

PT Sarana Multi Infrastruktur (persero) memperoleh pinjaman sindikasi dari mitra perbankan asal Indonesia, Singapura, Jepang, Hongkong, Taiwan dan Korea Selatan. Pinjaman 700 juta dollar AS atau setara Rp 10,26 triliun itu melebihi target yakni 500 juta dollar AS. 

Direktur Utama PT SMI Edwin Syahruzad menyatakan bahwa pinjaman sindikasi tersebut minimal bisa untuk kepastian likuiditas PT SMI sampai dengan tahun depan. Di tengah kondisi krisis akibat pandemi Covid-19, likuiditas merupakan hal paling kritikal. Dana yang diperoleh dari pinjaman akan digunakan untuk pembiayaan dan memenuhi kebutuhan pembiayaan baru berbagai proyek infrastruktur. Per Juli 2020, proyek yang dibiayai PT SMI senilai Rp 678,16 triliun.

Bisnis Multivitamin Semakin Menyehatkan

Ayutyas 10 Jul 2020 Kontan, 24 Juni 2020

Produk multivitamin naik daun di tengah pandemi Covid-19. Perusahaan farmasi meyakini kenalkan pasar akan berlanjut selring dengan tingkat kesadaran masyarakat yang meningkat untuk menjaga Imunitas tubuh.

Penjualan PT Indofarma Tbk (INAF) hingga bulan ini penjualan multivitamin sudah meningkat 8.5 % yoy sebagaimana disampaikan Herry Triyatno, Direktur Keuangan PT indofarma Tbk. Namun, pertumbuhan penjualan multivitamin Indofarma belum seberapa jika dibandingkan dengan PT Hexpharm jaya Laboratories, anak usaha PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), yang mencatatkan pertumbuhan penjualan multivitamin sebesar 150% yoy. Hingga tutup tahun 2020 nanti Hexpharm memproyeksikan penjualan multivitamin bakal tumbuh dua kali lipat ketimbang semester pertama seperti di tuturkan Mulia Lie Presiden Direktur PT Hexpharm jaya Laboratories.

Prospek sehat bisnis multivitamin tidak serta-merta bisa menjadi tulang punggung bisnis. Induk usaha Hexpharm yakni Kalbe Farma, hanya menyatakan akan mencurahkan lebih banyak sumber daya terhadap segmen bisnis multivitamin Hal ini sebagaimana di konfirmasi Vidjongtius, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) juga sedang menjajaki kerjasama maklun multivitamin dengan calon pelanggan perusahaan farmasi. Mereka mengakui ada kenaikan penjualan produk terkat dengan Covid-19.

Sementara itu hasil survei dan riset MarkPlus inc menyebutkan produk kesehatan dan produk herbal paling banyak dicari selama pandemi Covid-19 dengan kenaikan pembelian 5,9%. Sebelum ada Covid-19 hanya 32,7% responden yang mengonsumsi produk kesehatan itu pun sekali dalam seminggu. Namun setelah pandemi berlangsung meningkat menjadi 44,4% responden mengonsumsi produk tersebut setiap hari, terang Dini Bonafitria, Senior Business Analyst arxius dalam webinar MarkPlus Industry Roundtable Sektor Farmasi.

Pasar Bahan Pokok Tetap Mendaki

Ayutyas 10 Jul 2020 Kontan, 24 Juni 2020

Konsumsi bahan makanan pokok mentah maupun setengah jadi meningkat selama pandeml Covid-19 dan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pelaku usaha makanan yakin tren itu masih berlanjut di semester kedua meski sudah masuk masa transisi.

Mita Ardian, Senior Brand Manager Noodles PT Sayap Mas Utama (Wings Group), mengatakan peningkatan permintaan terasa mulai pertengahan Maret. Hal ini diduga terpicu oleh kebiasaan baru masyarakat yang memilih tinggal di rumah saja dan mi instan merupakan salah satu bahan makanan yang paling praktis untuk dimasak. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) mencatat penjualan produk sepert bumbu masak minyak goreng dan tepung terigu naik tinggi selama semester 1 2020. Adapun kenalkan penjualan Juga menyesuaikan dengan lokasi, di wilayah perkotaan berupa makanan siap olah sedangkan lainnya pada bumbu masak dan bahan pangan segar.

Pada paruh kedua 2020 seiring transisi PSBB Gapmmi menaksir pertumbuhan tidak akan setinggi paruh pertama tetapi tidak turun signifikan ungkap Wakil Ketua umum Bidang Kebijakan Publik Gapmmi, Rachmat Hidayat. Menkeu Sri Mulyani Indrawati, mengacu pada data BPS, mengatakan pola pengeluaran di dominasi oleh bahan makanan hingga 51%, 20% kesehatan, 14% pulsa, 14% makanan minuman, sisanya listrik.


Pilihan Editor